NovelToon NovelToon
Sumpah Cinta Matiku

Sumpah Cinta Matiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Selingkuh / Percintaan Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama / Duda / Nikah Kontrak
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: dtf_firiya

Destia Ayu Gantari wanita cantik cerdas dan penuh pesona yang hobinya memanah. Tanpa sengaja saat liburan di Jogja dia bertemu pria yang menarik menurutnya yaitu Idrissa Pramudya yang merupakan dosen di kampus yang sama dengan ayahnya.

Idris tak sengaja akan menabrak Tia, saat Tia sedang berjalan di area stasiun. Akhirnya mereka bertemu kembali saat berada di sebuah warung saat sedang sarapan. Mereka semakin dekat seiring waktu sampai akhirnya menikah.

Idris sendiripun merupakan Duda tanpa anak yang sudah bercerai karena dikhianati mantan istirnya tapi Tia belum mengetahui semua itu bahkan sampai mereka menikah.

Saat Idris bertemu wanita masa lalunya Tia mengetahui hal tersebut dari Anggun karyawannya.

Bagaimanakah respon Tia? Apakah akan marah, sedih, kecewa? Atau kepo mungkin? dan ingin cari tahu lebih tentang masa lalu suaminya tersebut dengan hal-hal yang tidak biasa?

Jika ingin tahu terus ikuti kelanjutannya ya guys. Don't forget to keep reading until the end💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtf_firiya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

What's Wrong With Anggun?

Tia terbangun tengah malam. Kepalanya ditaruh di headboard sambil menggigit kuku cantik yang dihiasi kutek berwarna merah.

Terlihat dirinya tengah gelisah. Ia memandangi Idris yang tengah tertidur nyenyak.

"Aku merasa ada sesuatu yang mengganjal di hatiku. Aku merasa gelisah padahal tadi semuanya terasa baik-baik saja" batinnya.

Tia menghela nafas. Ia terus memandangi Idris lalu menggerakkan tangannya mengusap wajah Idris "Aku jadi penasaran tentang masa lalu kamu yang belum bisa kamu ceritakan itu. Aku bertanya-tanya apakah aku akan sanggup mendengarnya atau malah menyakiti hatiku dengan begitu dalam, tapi...... aku akan tetap mencintai kamu sampai akhir nanti".

Karena dirasa merasa haus Tia memilih untuk turun dari ranjang dan mengambil minum di dapur yang berada di lantai satu.

Kaki yang dibalut dengan sandal bulu berwarna pink lucu itu melangkah menuruni anak tangga.

Ia menyalakan saklar lampu dapur lalu meraih sebotol air minum di dalam lemari es.

Tia meminumnya perlahan sampai tenggorokannya basah, lalu menaruh kembali sebotol air dingin tadi kedalam lemari es.

Kemudian ia mematikan lampu dan kembali ke kamarnya.

Tia melepas sandal bulu tersebut dan menaiki ranjang untuk tidur kembali. Ia memilih memeluk Idris dengan erat.

Keesokan paginya Idris bangun lebih dulu. Dengan keadaan telanjang dada ia membangunkan Tia yang masih bergumul dengan selimut.

Idris mengecup keningnya "Good morning wifey. Ayo bangun sudah pagi sekarang" ucap Idris sembari menoel pelan hidung Tia.

Ughh gumaman rendah terdengar. Tia masih mengumpulkan nyawa untuk bangun. Matanya berkedip-kedip yang membuatnya terlihat lucu.

Wajah bantalnya juga terlihat sangat menggemaskan.

"Sayang wake up" Tia memilih duduk, merentangkan kedua tangannya ke hadapan Idris.

Idrispun terkekeh dan memeluknya "Aku udah buatin sarapan buat kamu".

Tia mengucek matanya "Kamu masak hari ini? Tumben banget" ujarnya kaget karena biasanya Tia yang selalu menyiapkan sarapan.

"Karena aku bangun lebih dulu ya aku bikin sarapan karena aku tahu kamu lelah karena semalam" goda Idris sembari tersenyum smirk.

Pipi Tia memerah bahkan telinganya juga "mm hmm".

Dengan cepat ia beranjak dari ranjang lalu masuk kedalam kamar mandi. Idris terkekeh melihatnya. "Ternyata kalau salting telinganya juga merah" gumam Idris.

Sembari menunggu Tia yang berada di kamar mandi mungkin sedang mandi karena terdengar suara gemericik air di dalam, Idris memilih mengambil kaos lalu mengenakannya dan turun ke bawah.

Ia menyiapkan makanan di meja makan. Idris memilih memasak chicken steak.

Di meja juga terdapat dua gelas susu. Saat menuruni tangga Tia melihat siluet Idris dari belakang yang terlihat gagah dan tampan. Tanpa sadar ia tersenyum.

Idris menarik kursi untuk diduduki oleh istri cantiknya itu "Terimakasih mas" ucapnya sembari tersenyum hangat.

"Sure my wife".

Idris ikut menarik kursi di samping Tia. Ia memakan masakan yang ia dibuat dengan penuh cinta.

"Gimana saranya" Tanya Idris.

"Kurasa ini better daripada masakan restoran. Apalagi saus kari ini terasa begitu pas di lidah aku" matanya tertutup merasakan rasa saus kari bersama wortel yang di masukkan kedalam mulutnya.

"Wah kayaknya aku bisa buka restoran sih kalau begini"

Tia tertawa "Haha mas kamu yakin mau buka restoran? Kamu siap menghadapi pelanggan yang kadang suka gajelas?" Idris mengalihkan pandangannya ke Tia lalu berkata "Nggak lah jadi dosen aja udah ribet, aku juga belum siap kalau menangani pelanggaran".

"Btw aku cuma bercanda loh mas jangan kusut gitu dong mukanya"

"Mana ada kusut, ini karena belum mandi aja sayang jadi begini".

Tia menaruh garpu di piringnya. Tangannya mengelus bahu Idris "Bahkan disaat belum mandi aja kamu masih sangat tampan" goda Tia sembari mengedipkan sebelah matanya.

Idris terpancing melihat kedipan nakal dari istrinya. Tia menyadarinya. Ia berdiri dari duduknya, berlari sebelum Idris menangkapnya.

"Sini kamu sayang" Idris ikut berlari. Nafasnya tersengal-sengal.

Tia tertawa melihat Idris "Nggak mau nanti kamu bakal nerkam aku, aku takut" teriak Tia. Masih berlarian di dalam rumah hingga akhirnya tak sengaja kakinya tersandung ujung tangga.

Tia terduduk sembari memegang kakinya. Idris yang melihat itu langsung menghampiri Tia "You okay?".

"Aman mas cuma kaget aja kok" Tia menatap keatas memandang Idris yang tengah khawatir.

Idris membantu Tia untuk bangun lalu menggendongnya. "Beneran nggak papa?" tanya Idris sekali lagi.

"mm hm i'm okay" Tia mengelus rahang Idris. Ia mendongak menatap suaminya itu seakan berkata bahwa dirinya baik-baik saja.

Idris mendudukkan Tia di kursi meja makan lalu melihat kakinya "Nggak kerasa sakit sama sekali kan?".

"Enggak mas aku cuma kaget doang".

Idris mengangguk sembari mengambil dua piring kosong lalu membawanya ke watafel untuk dicuci.

Tia memandangi Idris yang tengah mencuci piring sembari meminum susu yang sudah disediakan Idris di atas meja.

Matanya tak henti memandangi Idris seperti ada sebuah magnet.

Idris sudah tahu jika merasa diperhatikan lalu ia mencuci tangannya dan berbalik tersenyum melihat ke arah istrinya yang sedang salah tingkah.

"Kok merah gitu sih mukanya" goda Idris. Idris menoel pipi Tia dengan senyum jahil.

"Sssttt diem udah ih jangan gini terus nanti kamu terlambat loh buat ke kampus".

Karena ucapan istrinya itu Idris teringat bahwa akan ada yang bimbingan hari ini.

"Omg aku lupa kalau ada mahasiswa yang bimbingan hari ini" Idris berlari menaiki tangga menuju kamar.

Tia memandanginya lalu ikut menaiki tangga untuk menuju kamar.

Ia menyiapkan semua keperluan Idris.

Idrispun menghampirinya "Thanks sayang btw maaf ya nggak bisa nganter kamu ke toko soalnya aku buru-buru banget" Tia mengangguk, memaklumi hal tersebut.

Idris mengecup bibir Tia dengan singkat "Aku pergi dulu".

"Hati-hati" Tia berteriak karena Idris berlari kecil setelah mengucapkan perpisahan.

Karena Idris hari ini tidak mengantarnya jadi Tia memesan ojek untuk ke toko.

...----------------...

Saat sampai di toko Tia memandang ke arah Anggun yang tengah gelisah dengan memegang ponselnya.

Karena penasaran Tia menuju ke arah Anggun "Kenapa.. Kok kelihatan kayak gelisah gitu?" tanya Tia.

Anggun menghela nafas dalam-dalam. Wajahnya bahkan terlihat bingung.

Dalam benaknya anggun berpikir apakah harus mengatakan semua yang dia lihat kemarin malam atau membiarkan Tia tahu dengan sendirinya.

Pikirannya masih berkecamuk. Karena melamun terus Tia bertanya lagi "Are you okay? Kalau mau cerita nggak papa cerita aja nggun".

"Kamu kok gelisah gitu setelah Mbak Tia datang? Tadi kelihatan baik-baik aja deh perasaan" sahut lita, ikut menimpali pertanyaan yang Tia ajukan tadi.

Pernyataan dari Lita membuat Tia semakin penasaran. Ia terus menatap anggun, tatapannya menelisik.

1
partini
hah belum siap ,, aneh kali ya kalau masih pacaran ok lah kan dah nikah pasangan yg aneh
partini
salah kamu dris harusnya istrimu di ajak bertemu aihhh malah peluk segala pula ,,semoga sebelum pulang tuh video udah yampe biar berantem salah salah sendiri ga jujur
partini
hemmm so sweet
apa nanti ga ada kata akan prettt pada waktunya 🤭
partini
sinopsisnya di rubah ya Thor
mantan ga ada
dtf_firiya: yes thank you sebentar ya I'll look for a fitting description
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!