NovelToon NovelToon
Lima Tahun Setelah Perceraian

Lima Tahun Setelah Perceraian

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Wanita perkasa / Lari Saat Hamil / Single Mom
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: Jalur Langit

Viola dan Rasta dipertemukan kembali setelah lima tahun perceraian mereka. Rasta pikir, Viola telah bahagia bersama selingkuhannya dan anak dari hasil perselingkuhan mereka dulu. Namun ia dibuat bertanya-tanya saat melihat anak perempuan berusia empat tahun yang sangat mirip dengannya.
Benarkah dia anak dari hasil perselingkuhan Viola dulu, atau justru anak kandungnya Rasta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jalur Langit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Vita memutar-mutar tubuhnya di depan cermin. Seragam baru sekolahnya berwarna ungu melekat cantik di tubuh kecilnya. Rambutnya yang panjang diikat menjadi dua, menyisakan sebagian poni yang menutupi keningnya.

Hari ini adalah hari pertamanya berangkat ke sekolah. Rasta sudah stand by bersama mobilnya di depan. Dan Vita senang sekali bisa mengikuti jejak Alina—temannya, yaitu diantar oleh kedua orang tuanya di hari pertama masuk sekolah.

"Berangkat sekarang?" tanya Viola, tersenyum dari ambang pintu. "Papa udah nunggu di depan."

"Mama udah siap?" Vita bertanya balik.

"Udah, yuk."

Mereka saling bergandengan tangan, menghampiri mobil Rasta. Pria itu nampak semakin gagah dengan jas abu yang membalut tubuh atletisnya.

"Ciieee yang udah mulai masuk sekolah hari ini. Cantik banget sih anak papa," ledek Rasta.

Vita tersenyum-senyum malu, sementara Viola lekas menegur, "Jangan diledekin, Ta."

Rasta tergelak.

"Hahahah, berangkat sekarang? Are you ready, princess?" Rasta mengacak-acak penuh sayang puncak kepala Vita.

"Ready dong, Pa," seru Vita.

"Oke kalau begitu, let's go!"

Rasanya begitu terharu saat pertama mengantarkan anak ke sekolah barunya. Melihat gadis kecil itu dengan berani berjalan memasuki gerbangnya tanpa mau diantar. Viola dan Rasta hanya mengiringinya dengan tatapan dari kejauhan.

Vita sendiri yang tidak mau diantar sampai ke kelas. Sebenarnya untuk anak baru, para orang tua diperbolehkan mengantar hingga ke kelas selama tiga hari pertama. Tatapi Vita tidak seperti itu. Dia mencoba untuk menghadapi dunianya dengan kakinya sendiri.

Viola ingin sekali berlari menghampirinya saat melihatnya kebingungan.

Namun akhirnya ia membuang napas panjang saat sudah tidak bisa melihat sosok mungilnya lagi. Baru saja, Vita digandeng masuk oleh salah satu Miss di sana.

"Dia belum genap lima tahun padahal," gumam Viola, matanya jadi berkaca-kaca.

"Beberapa tahun lagi, mungkin dia udah gak mau diantar ke sekolah. Dia akan memilih untuk berangkat sendiri atau sama teman-temannya," sahut Rasta.

"Iya bener," Viola mengangguk. "Saat masih kecil, kita adalah dunianya. Tapi nanti kalau dia udah gede, posisi kita akan kalah sama teman-temannya."

Rasta menggeleng seraya tersenyum. "Enggak akan, Vi, asal kita selalu mengisi tangkinya dengan penuh cinta dan kasih sayang. Jangan biarin dia sendirian dan kesepian biar dia nggak cari kenyamanan lain selain sama kita, orang tuanya yang di rumah."

Viola mengangguk, membenarkan semua perkataannya Rasta. Beberapa detik berlalu, keduanya masih saling menatap.

"Nanti biar aku yang jemput Vita," kata Rasta pada akhirnya, membuat Viola mengalihkan pandangan darinya.

"Oke." Viola mengangguk. Lagi pula dia tidak bisa menjemput Vita karena harus berangkat ke restoran. Tinggal sedikit lagi sebelum dia resign.

"Habis ini mau ke mana? Mau langsung pulang atau mau temenin aku makan dulu?" tawar Rasta. Lebih tepatnya itu adalah sebuah ajakan.

"Kamu belum makan? Tapi aku udah makan. Aku langsung pulang aja ya, Ta."

Viola hendak melangkah, namun Rasta langsung mencegah, "Yaudah yuk pulang, aku anterin kamu dulu."

"Gak usah," Viola menolak. "Aku bisa pulang sendiri, Ta. Aku mau pesan ojol aja."

"Vi... Aku cuman mau nganterin kamu pulang doang, masa kamu nggak mau," Rasta menatap Viola penuh tanya.

Ini bukan pertama kalinya Viola menolak ajakan pulang bareng Rasta. Bukan hanya itu saja, setiap kali Rasta mengajak Vita pergi, Viola dengan berbagai alasan selalu menolak untuk ikut.

Benar, semakin Rasta mengejar, semakin Viola menjauh.

"Aku bisa pulang sendiri, Ta. Thanks ya," balas Viola.

"Kenapa?"

Viola sudah berjalan tiga langkah ketika Rasta bertanya dengan tatapan terluka. "Kenapa kamu selalu menghindari aku?"

"Emang seharusnya gitu, Ta. Kamu harus terima kenyataan kalau kita nggak akan pernah bisa bersama lagi seperti dulu."

*

Beberapa hari kemudian, tepat setelah Rasta memberikan gaji pertama buat Viola yang sengaja dilebihkan sangat banyak, Viola mengajukan permohonan pengunduran diri. Dia juga mengembalikan uang gajinya yang kelebihan. Viola tahu, Rasta sengaja memberikannya. Dan Viola tidak akan pernah mau menerimanya.

Dulu, Rasta memang menginginkan Viola berhenti kerja. Tetapi, sekarang justru dia ingin Viola tetap terikat dengannya. Dia tidak rela jika harus melepas Viola dari restorannya hanya untuk membuat wanita itu semakin jauh. Rasta ingin Viola menjadi miliknya lagi.

"Kamu mau resign?" Suara Rasta menjadi dingin.

Viola, yang duduk di hadapan Rasta, hanya mengangguk. Dia menunduk, menghindari bertatapan dengan Rasta.

"Kamu boleh resign hanya kalau kamu mau menikah sama aku," kata Rasta, suaranya tegas.

Viola mengangkat wajahnya, terkejut. "Pak Rasta... Anda tidak bisa memaksa saya. Kalau saya tidak mau, anda tidak seharusnya memaksa."

Mereka sedang saling tatap, tanpa senyuman.

"Kenapa kamu nggak mau?" Rasta meninggikan suaranya, napasnya memburu. "Aku cinta sama kamu, Vi, kamu nggak percaya? Kenapa kamu nggak mau kembali sama aku? Setidaknya kasih aku satu alasan yang jelas!"

Wajah Rasta memerah, Viola tahu pria itu sedang menahan gemuruh di dalam dadanya. Kedua tangannya pun terkepal erat, andai saja lawan bicaranya ini bukan perempuan, Rasta pasti sudah tidak bisa mengendalikan emosinya.

Satu kalimat yang pada akhirnya Viola ucapkan, membuat Rasta yakin semakin sulit untuk meraihnya lagi.

"Aku udah nggak cinta sama kamu, Ta."

"Nggak cinta?" Suara Rasta bergetar, ia tercekat. "Kalau kamu nggak cinta, kenapa kamu membiarkan aku masuk ke hidupmu lagi, Vi? Kedekatan kita kemarin saat bersama Vita, itu nggak ada artinya buat kamu?"

"Aku melakukan semua itu cuma buat Vita, nggak ada alasan lain, Ta. Biar dia merasakan memiliki orang tua yang utuh. Kamu tahu sedari awal aku nggak pernah membuka kesempatan kedua, ketiga, atau bahkan kesempatan lainnya buat kamu."

Rasta menggeram. Viola benar-benar.....

*

Viola sedang menyiram tanaman yang tumbuh di depan rumahnya. Semua itu, Sinta yang menanam. Sebagian besar yang tumbuh adalah bunga-bunga, sementara sisanya ditumbuhi subur berbagai macam sayuran.

Sebuah mobil menepi di pinggir jalan. Itu bukan mobilnya Rasta. Si pengemudi mobil itu turun, menyapa Viola dengan wajah cerah

"Hai!"

Viola menoleh. Selang air di tangannya lolos begitu saja. Sepasang matanya terbelalak, namun senyumnya mengembang lebar.

"Naren!"

Viola berlari. Di depan sana, pria yang dipanggil Naren merentangkan kedua tangannya, siap merengkuh Viola ke dalam dekapannya.

Naren terhuyung, dia tertawa merasakan betapa erat Viola memeluknya. "Kangen banget ya?" tanyanya.

Viola hanya mengangguk. "Kangen banget," jawabnya nyaris terisak.

Selama beberapa saat Viola dan Naren larut dalam pelukan. Pelukan yang seolah meleburkan rindu yang ada di hati masing-masing.

Naren menyusupkan kelima jarinya di antara helaian rambut Viola kemudian menghirup dalam-dalam aroma rambut wanita yang dicintainya itu. Harumnya wangi, membuatnya selalu kecanduan. Sudah terlalu lama dia tidak memeluk wanita ini.

"Apa kabar calon istri?"

...****************...

1
partini
lanjut
Sunaryati
Ternyata Viola sudah pindah ke lain hati. Luka hati memang cepat membalikkan perasaan seseorang.
Sunaryati
Itulah hukuman atas kebodohan dan kedzoliman kamu lima tahun yang lalu serta penderitaan Viola yang harus mengandung melahirkan serta banting tulang menafkahi Vita seorang diri sedangkan anda hidup enak di luar negeri dan bergelimang harta.
Sunaryati
Benar monologmu Viola, tapi tidak ada salahnya kau berbaikan dengan syarat ibunya Rasta yang melamarmu. Kamu dan Rasta sama- sama korban, sayang nya Rasta waktu itu lebih percaya sama foto daripada penjelasan Viola
Lala lala
istilah kata wlwpun emosi, istri diusir malam buta, dicerai, istilah kata udh di jak harga dirinya, demi anakpun ogah balik lg..real life mn mau.. takut sia2 baca taunya ntar balikan.. permisi undur dl 🙏
Jalur Langit: yahhh, padahal nanti ada plot twistnya loh kak. emang gak penasaran tah?
total 1 replies
Lala lala
lama2 jenuh jg, malah ngerjain trs kyk bocah
Lala lala
gaji pelayan cafe kecil umr, kasian jg pas²an mw sekolah anak, makan sekeluarga, tagihan2
partini
lah TK kira sadar malah semakin menjadi ,semoga kena stroke
ini di dunia nyata ada Thor dekat rumahku ya itu ujungya bercerai
partini
nyesal kan ,nanti lihat cucu yg so gumussss tambah nyesel deh kamu mak ,mak lampir
mantan istri mu tuh tukut kalau balikkan lagi nanti mama bersaksi lagi ta
Jalur Langit: trauma gak sih, punya mertua kayak emaknya Rasta 🤭
total 1 replies
partini
berjuang dong ta tapi betul" jangan ujungnya nanti kamu lupa lagi, come on masa gitu aja udah melempem
partini
ibu lucknat tega nian
Jalur Langit
kalau masih menemukan typo, harap maklum dulu ya. saya belum sempat edit. makasih yg udah baca
R²: woleezz thor, paling colek2 dikit ya🤭
total 1 replies
partini
di sini jug ada cerita kaya gini anaknya laki" bersatu lagi malah selingkuh tapi di ma"afin ma istrinya aneh cerita nya
partini
good story
partini
lanjut Thor cerita nya bagus 👍👍👍aku kasih coffee
Jalur Langit: makasih kak 😍
total 1 replies
nah kaannn melek rasta.. meleekkk..
terbuka kan, ibu mu dalang nya.. biang korek di balik prahara rumah tangga mu dulu
R²: sambel ayam geprek lvl 20🤭
total 2 replies
semoga lekas terbuka teka teki prahara rumah tangga nya rasta viola dulu
lanjut Thor
Luar biasa
bae2 strooke liat hasil test DNA nya ya ras🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!