Dunia terlalu kejam untuk dia yang hanya terus menangis.
Bumi ini sangat jahat untuk wanita yang hanya mengandalkan dirinya sendiri, berbekalkan keberanian dan tekad untuk bisa bertahan hidup di tengah tengah gempuran kesulitan.
Haeyla Seraphine layak mendapatkan kemenangan atas hidup nya, cinta dan ketulusan layak untuk dia menangkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pupybear, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 14.
Setelah persahabatan Haeyla dan Cilia membaik mereka sudah terlihat selalu bersama lagi sekarang, dan tentu saja itu membuat orang orang yang melihat mereka merasa heran.
" Sory ya Cila, aku telat dateng jadi gak bisa jemput kamu. " Arbian menghampiri Cila dan Haeyla
" Mulai sekarang lo gak usah rawat gue lagi Ar, karena sekarang udah ada Haeyla yang akan jagain gue. " ucap Cila
" Kalian udah baikan? ."
" Udah dong. " pamer Cila
" Syukur lah kalau gitu. "
" Dan kalo lo mau deketin Haeyla juga boleh kok. " ejek Cila
" Cila!, kamu ini bicara sembarangan. " tegur Haeyla
" Yee, gapapa kali La, yaudah deh Ar, gue sama Haeyla mau besti time dulu. " Mereka pergi meninggalkan Arbian sendirian.
' Baguslah kalau mereka udah kembali kaya semula, mereka lebih cocok kalau bersahabat begitu. ' gumam Arbian
Sementara di ruang kelas ada Bumi yang sangat heran melihat tingkah Haeyla dan Cila.
" Kenapa lo liat liat kita?. " tanya Cila pada Bumi.
" Cila!, jangan gitu. "
Bumi hanya diam memandangi Haeyla tanpa memperdulikan omongan Cila barusan.
" Lo kenapa liat liat temen gue?, naksir lo?. "
" Temen lo cantik. " jawab Bumi sukses membuat seisi kelas terkejut, bukan terkejut karena Haeyla di puji cantik, tapi terkejut karena ada orang yang secara terang terangan memuji Haeyla.
" Hehhh, awas lo ya, jangan berani berani lo gombalin temen gue. " tegas Cila
" Fakta, bukan gombal. " jawab Bumi lagi
" Astaga Arbian gue, belum maju malah udah ada aja saingan nya." ujar Cila asal
" Hust, kamu ini bicara apa Cila. " tegur Haeyla pada Cila yang bisa membuat murid murid salah paham karena keasbunan nya.
Setelah keributan sebentar yang terjadi di ruang IPA 1 kini kelas kembali hening karena sedang ada ujian yang berlangsung.
Pukul 12:00
" Ayo kita ke kantin Cil. " ajak Haeyla
" Ayo, bantuin gue La. " Namun tiba tiba seseorang datang memanggil Haeyla.
" Bisa kita bicara Haeyla. " Itu adalah Divo, dia berdiri tepat di samping Haeyla dan Cila. Haeyla berpikir sebentar.
" Maaf ya, aku sama Cila mau makan di kantin jadi aku gak bisa. " Haeyla membantu Cila berjalan dan pergi meninggalkan Divo begitu saja. Bumi yang masih ada di dalan kelas hanya diam memandangi Divo yang tampak sangat kesal karena penolakan Haeyla.
Sementara di kantin Haeyla dan Cila sudah duduk dan memesan makanan mereka.
" Thanks ya La, karena lo udah nolak ajakan Divo. "
" Buat apa?, lagian aku sama Divo juga gak punya kepentingan kok Cil. "
" Ya sih, tapi tetep aja . "
" Kamu tenang aja. " Di saat mereka sedang asik mengobrol tiba tiba terdengar celetukan.
" Loh, udah baikkan?, bukan nya waktu itu berantem kaya yg gak mau temenan lagi ya?. " ujar Viola mengejek Haeyla dan Cila.
" Kalau kita temenan lagi emang kenapa?, gemetar lo?, takut?, apa gimana?. " jawab Cila
" Dih, yakali, gue cuma nanya doang kali gak usah pake ngotot segala. "
" Wartawan lo nanya nanya kita?. " jawab Cila lagi.
" Udah Cil, gak perlu di ladenin. "
" Sebel gue La, panjang banget itu mulut. "
Setelah berbaikan keduanya tampak lebih ceria dan sering menampilkan senyum di wajah mereka, ternyata mereka memang tidak bisa berjauhan lama lama, ada semacam ikatan diantara mereka berdua.
Setelah jam istirahat selesai semua murid kembali ke kelas masing masing, dan tidak berapa lama terdengar pengumuman dari masing masing speaker kelas.
* Pengumuman!, bagi semua siswa siswi Adiraha 17, hari ini kita pulang lebih cepat di karenakan guru akan mengadakan rapat mendadak, sekian dan terimakasih.*
Semua murid bersorak usai pengumuman tersebut, termasuk Cilia.
" Lets go La, ayo kita bestie time!!. "
" Hahaha, ayo Cil. " Mereka berencana pergi makan dan berbelanja bersama, karena sudah hanpir seminggu mereka tidak pernah menghabiskan waktu bersama lagi.
Hari ini Haeyla masuk kerja pukul 14:30, jadi masih bisa menghabiskan waktu sebentar dengan Cilia.
" La, lo hari ini kerja?. "
" Iya Cil, aku masuk jam 14:30 nanti. "
" Yah, berarti kita punya waktu sekitar 2 jam an doang dong. "
" Ya, so kita nikmati aja. "
" Okeyyy. "
Sementara Divo memandangi mereka dari kejauhan, Divo terlihat intens menatap 2 wanita itu.
' Gue tau Cil, lo pasti minta Haeyla buat ngejauhin gue, karena gak biasa nya Haeyla kembali seperti itu sikap nya ke gue, sikap Haeyla ke gue udah mulai netral semenjak dia ketemu mama, tapi sekarang aneh sejak kalian berteman lagi.' gumam Divo
" Jangan ngerencanain hal buruk sama mereka. " Bumi tiba tiba memutuskan pandangan Divo
" Siapa lo?, jangan ikut campur !. "
" Kalau soal Haeyla gue pasti ikut campur. Selalu!. " sahut Bumi lalu pergi meninggalkan Divo begitu saja.
' Siapa dia?, rese banget, kenapa dia marah kalau gue natap Haeyla begitu?, apa dia pacar nya Haeyla yg gue gak tau?. ' gumam Divo lagi.
Cafe Lily Garden.
" Udah lama banget ya rasanya kita gak begini. " ujar Cilia
" Sebenarnya sih baru seminggu, tapi berasa kaya 1 tahun. "
" Gara gara gue sih ini, kacau. "
" Udah deh, kita kesini buat happy ya. "
" Oke kapten. "
" Btw La, lo ada perasaan gitu gak sih sama Arbian?. "
" Pertanyaan kamu itu ngawur Cil. "
" Gue serius La, Arbian keliatan suka sama lo soalnya. "
" Perasaan kamu aja itu. " bantah Haeyla
" Ihhh, serius La, tatapan dia waktu natap gue sama natap lo itu beda banget, kelihatan banget kalau dia ada perasaan buat lo. "
" Masa sih?, tapi yaudah Cil, itu hak dia mau suka sama siapa, lagi pula aku gak bisa larang perasaan orang kalau dia suka sama aku kan?. "
" Lo bener La, tapi lo sama sekali gak ada something gitu sama dia?."
" Engga, udah ya Cilia. " pinta Haeyla
Haeyla benar, dia gak berhak melarang siapapun untuk punya rasa suka kepada dirinya, itu adalah hal mereka. Kalaupun Arbian memang menyukai Haeyla kemungkinan Haeyla akan baik baik saja dengan kenyataan itu.
" Katanya kamu mau cari cowo lagi Cil, Arbian gak jadi?. "
" Ogah, Arbian itu susah di dapetin. "
" Hahaha, nyesel kamu ngelabrak aku. " ujar Haeyla mengejek
" Bener, rugi gue, tapi ada sih yang lagi deket sama gue. "
" Oh ya?, siapa? "
" Ada, nanti kalau udah official lo orang pertama yang akan tahu La. "
" Janji?. "
" Janji. "
Senang rasanya karena persahabatan itu sudah kembali, dua orang wanita yang selalu tertawa saat bersama, Haeyla hanya bisa tersenyum lepas saat sedang bersama kesayangan nya Cilia.
" Gue mau dateng ke kerjaan lo nanti La. "
" Mau ngapain?. "
" Mau liat lo kerja, sambil nemenin lo. "
" Terserah kamu Cil, tapi nanti kamu bosen, soalnya aku lumayan lama. "
" Kalau bosen ya gue pulang deh, hahaha."
" Kamu tuh ya. "
Bersambung.