NovelToon NovelToon
Kembali Bersamamu

Kembali Bersamamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga / Romansa / Cintapertama / Cinta Murni / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:26.9k
Nilai: 5
Nama Author: Renjanaa

“Aku ingin kita kembali seperti dulu lagi, Alisha. Jangan berpikir untuk meninggalkan aku lagi.” Albiru Danzel berkata dengan sangat lembut ketika memohon pada Alisha.

“Bukannya kamu membenciku, Albi?”

“Mungkin dulu aku benci karena ditinggalkan olehmu, tapi sekarang, aku sadar kalau kehadiranmu jauh lebih aku inginkan.” Alisha Malaika menunduk dengan tangan yang masih digenggam oleh Albiru.

Akankah mereka bisa bersama kembali setelah perpisahan di masa lalu yang sempat merebut kebahagiaan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Renjanaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 29

“Ya ampun miris banget, tanggapan mama kamu gimana Dafrina?”

“Mama malah gak peduli Sha, dia malah kesal sama aku karena mikir kalau aku yang gangguin suaminya. Aku udah gak kuat berada di tengah mereka dan udah gak mau menjadi pemuas laki-laki bajingan itu.” Alisha menggamit tangan Dafrina dan mengusap lembut punggung tangan itu.

“Aku ngerti gimana rasanya dijahatin sama orang, dijadiin korban dan ditawan begitu. Soalnya aku pernah diposisi kamu Dafrina.” Dafrina menatap serius pada Alisha.

“Siapa yang jahatin kamu?”

“Istri pertama Albiru.”

“Hah? Jadi kamu istri kedua? Kok bisa?”

“Iya. Jadi dulu itu saat aku masih pacaran sama Albi, ada nih cewek yang terobsesi banget sama dia. Namanya Naya dan dia ngancem aku untuk menjauh dari Albiru, awalnya aku gak peduli sampai dia meminta orang-orangnya dan kakaknya buat nyulik ayah aku, aku disuruh ninggalin Albiru dan dia menculik aku sama kedua orang tuaku. Selama dua tahun kami disekap hingga Naya berhasil menikah dengan Albiru.”

“Emang dia kenal Albi di mana?”

“Dia itu anaknya teman ayah mertua aku, mereka cukup dekat.” Alisha menceritakan detailnya hingga dia bisa memiliki Albiru sekarang.

“Pantas aja Albiru gak mau kehilangan kamu ya, kamu udah berjuang seperti itu untuk dia dan kamu juga gak menuntut keadilan untuk diri kamu sendiri. Kamu itu baik banget Sha.” Dafrina memeluk erat Alisha yang tentunya dibalas oleh Alisha.

“Aku senang bisa punya saudara begini, awalnya kesal sih sama kamu, Dafrina. Tapi melihat sisi lain kamu, aku senang, kamu penyayang juga ya.” Dafrina membalas pegangan tangan Alisha.

“Aku akan balas kebaikan kamu dengan semua yang aku bisa Sha. Aku gak akan biarin siapapun itu merusak kebahagiaan kamu dan Albiru. Kalau semisal nanti si Naya Naya itu datang dan ngerusuh, aku yang bakalan hadepin dia.” Alisha mendongakkan kepala tertawa sambil menutup mulutnya dengan telapak tangan.

“Makasih ya, sayang banget aku tu sama kamu Dafrina.” Mereka berdua kembali berpelukan dan kali ini Dafrina sangat merasa disayang, dia lebih ingin kehangatan ini ketimbang harus merebut Albiru yang nyatanya tidak akan pernah mencintai dia lagi.

***

Sore harinya, Albiru pulang ke rumah dan tentunya orang pertama yang dia cari adalah Alisha. “Istriku mana, Bun?” tanya Albiru pada Dhevi yang saat ini sedang bersantai dengan Dafrina di ruang keluarga sembari menonton televisi.

Dhevi menunjuk ke arah selimut di kakinya yang mana Alisha sedang tidur. Selimut itu menutupi seluruh tubuh Alisha hingga Albiru tidak melihat kalau di sana istrinya. Albiru terkekeh melihat istrinya meringkuk begitu di kaki Dhevi.

“Mandi aja sana, Bi. Nanti kalau udah segar, baru gangguin dia. Dari tadi gak berenti muntah, ampe lemes.” Dhevi berbisik gemas mengadu pada menantunya.

“Ya udah, aku ke kamar dulu Bun.”

Albiru segera membersihkan diri terlebih dahulu ke dalam kamar dan menaruh ponselnya di atas nakas. Saat membuka kancing lengannya, Albiru melihat ada pesan masuk di ponsel Alisha. Tentu dia periksa karena takut akan mengganggu pikiran istrinya itu.

Paman Uljan : Aku tau kalau kamu yang membawa Dafrina, Alisha. Kembalikan dia atau aku akan mencelakai kamu dan juga keluargamu itu.

Pesan berupa ancaman itu membuat Albiru geram bukan main, dia mengepalkan tangannya dan ingin menghabisi Uljan sore itu juga. Albiru menghapus pesan tersebut dan mandi terlebih dahulu.

Setelah selesai, dia mengenakan pakaian santai dan terburu-buru keluar dari kamar sambil membawa kunci mobil.

“Mau ke mana, Bi?” tanya Ibnu yang baru saja kembali dari dapur.

“Keluar sebentar, Yah. Lupa tadi beli titipan Alisha, nanti pas bangun dia malah nanyain.” Albiru memberikan alasan agar keluarganya tidak panik dan cemas apalagi Alisha.

“Kalau gitu titip rokok juga ya, lupa Ayah beli.” Ibnu mengeluarkan uangnya namun ditolak oleh Albiru.

“Aku akan belikan, simpan aja uang Ayah. Jagain Alisha selama aku gak ada ya Yah, aku bakalan balik cepat kok.” Ibnu mengangguk.

“Iya, jangan lama. Nanti istrimu itu merungut pula.” Albiru hanya membalas dengan kekehan kecil lalu menyalami Ibnu dan bergegas pergi.

Dia mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi menuju kediaman Uljan, dia juga sudah membawa beberapa anggotanya ke sana untuk berjaga kalau Uljan menaruh pengawal lagi.

Sesampainya di sana, Albiru memasuki rumah Uljan yang cukup sepi, tidak ada pengawal di sana dan semua anggotanya diminta untuk tetap berjaga. Albiru memanggil nama Uljan berulang kali dan barulah pria tua itu keluar dengan wajah kusut dan penampilan yang berantakan, tercium bau alkohol di tubuhnya yang membuat Albiru sedikit eneg.

“Kau lagi, kau suami Alisha kan? Kau membawa anakku kabur, kembalikan dia.” Uljan membentak yang mana Albiru langsung saja melayangkan tinjunya. Uljan dipukuli sampai babak belur dan tidak sanggup bangkit lagi.

Albiru berjongkok dan memegangi kerah baju Uljan. “Berani kau mengirimkan ancaman pada istriku lagi, akan aku habisi kau dengan cara yang tidak pernah kau pikirkan.” Albiru mengambil gunting taman yang berada di dekat sana lalu memotong urat besar di kaki Uljan hingga darah mencuat sangat banyak. Pria itu tidak akan bisa berjalan dengan normal lagi.

“Brengsek kau sialan.”

“Pria mesum sepertimu cocok dihukum begini, jangan ganggu Dafrina dan Alisha lagi, karena jika kau ganggu mereka, aku tidak akan segan menghabisimu dengan caraku. Mengerti!” hardik Albiru lalu menendang perut Uljan hingga pria tua itu kembali memuntahkan darah.

“Iya aku tidak akan mengusik mereka.”

“Kembali saja kau ke negara tempat tinggalmu, karena selama kau di sini, orang-orangku terus memantaumu.” Uljan tak menjawab lagi karena dia menjerit kesakitan.

Albiru meninggalkan lokasi itu dan segera mencari jajanan kesukaan sang istri. Cukup banyak dia berbelanja sebelum pulang ke rumah dan sesampainya di rumah, Alisha memang menantinya di teras.

Albiru meminta pelayan membawakan seluruh belanjaannya. Dia mendekati Alisha dan mendapat pelukan hangat dari istrinya tersebut. “Kamu dari mana?” tanya Alisha manja.

“Aku habis dari tempat ayahnya Dafrina.” Alisha membulatkan mata dan melepaskan pelukan itu, dia menatap Albiru dengan seksama.

“Ngapain kamu ke sana?” Alisha memeriksa seluruh tubuh suaminya dan tidak ada yang terluka. “Dia gak nyakitin kamu kan?” tanya Alisha lagi dengan nada khawatir hingga Albiru tersenyum dan mencubit gemas kedua pipi istrinya.

“Aku gapapa, suami kamu ini baik-baik aja Sha. Jangan khawatir begitu. Dia tadi mengirim pesan ancaman sama kamu, jadi aku temui dia dan beri peringatan. Sekarang, dia gak akan gangguin kamu dan Dafrina lagi, dia aman.”

“Syukurlah, aku cemas tau gak.”

“Jadi, Dafrina udah bisa kembali ke apartemennya.” Alisha menatap suaminya kembali.

“Kalau dia tinggal di sini aja gimana? Aku masih gak tenang biarin dia sendirian, Bi.”

“Sayang, Dafrina itu saudari jauh kamu dan gak baik kalau ada orang lain yang satu rumah sama kita. Ada baiknya dia kembali ke apartemennya sendiri,” kata Albiru yang mana semua itu benar. Ada baiknya Dafrina tidak serumah dengan mereka apapun alasannya.

1
Mediterina
Aku mikir ya kalau Alisha selalu menderita karena Albiru deh, berawal dari Naya yg obses sama Albi terus Alisha yg disekap, lanjut ke Dafrina, Alisha juga yg dibikin gak nyaman, dan skrg Gavin musuh Albi, Alisha juga yg menderita. Intinya sih karna Albiru makanya Alisha mulu yg kenak
Yeyen Niri
Albi pas meluk dan cium Dafrina aja udah salah loh, ini malah mempekerjakan Dafrina, stres emang ni orang
Yeyen Niri
Gila ya Gavin, ampe segitunya
Yeyen Niri
Udah sama Albi tapi Alisha masih bisa diculik
Annissa Riani
Khawatir sih oke ya tapi kalau nyuruh dafrina yg jagain kayaknya gak masuk akal deh si albi ini
Rina Meylina
Bibit bibit mau selingkuh nih
Anita Lare
Kok masih belum bisa percaya sama Dafrina ya/Smug/
Veer Kuy
Harusnya albi gk sampai memberi peluang gitu buat dafrina, ntar mlah berujung selingkuh lgi
Kenzia Dira🦋
Albiru ini kayak ngasih angin gak sih, takut banget ntar dia sendiri yg nyaman sama Dafrina
Mediterina
Masih blum percaya sepenuhnya sama dafrina euy
Yeyen Niri
Siapa lagi sih yg bklan ngusik pasangan ini😣
Yeyen Niri
Kali ini dengerin albi deh sha, biar lu aman
Annissa Riani
Jadi Dafrina sakit sih sebenernya
Annissa Riani
Bener kata Albi
Rina Meylina
Albiru udh bener sih nyuruh dafrina pergi
Anita Lare
Takut bnget ntar dafrina ambil kesempatan, msih blum prcaya ama dia sih
Anita Lare
Dafrina ni gk punya malu
Veer Kuy
Alisha sebaik ini ya pasti albiru gk akan berpaling y
Veer Kuy
Albiru suami idaman sih ini
Mediterina
Albiru mah bisa dipercaya ueiy
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!