ini karyaku yang ke enam, mohon dukungan nya ya....
*************
Eltav Aarav Exellenza (baxter), seorang cowok berusia 17 tahun dan hidup seorang diri dengan ketiga maid nya meskipun ia masih memiliki keluarga. keluarga nya tidak peduli pada nya kecuali abang nya apalagi ia baru mengetahui bahwa diri nya hanyalah seorang anak angkat.
ia sangat tertutup dan enggan menceritakan kisah hidup nya pada orang lain termasuk sahabat satu satu nya. ya, hanya sahabat nya lah yang mau berteman dengan nya sedangkan yang lain hanya menganggap nya seperti sampah, namun semua itu tidak pernah di hiraukan oleh nya.
hingga suatu saat, ia menemukan dua anak kecil yang berbeda usia yang tertidur di bawa guyuran air hujan tepat di depan gerbang rumah nya.
siapakah dua anak kecil tersebut? apakah Eltav akan menolong dan merawat mereka atau akan membiarkan nya begitu saja? silahkan ikuti kisah nya dan jangan lupa berikan like, komentar, subcribe dan vote ya, terima kasih dukungan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FZR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MK 24 |MEMBANTU DESA ASDAM|
Di belakang rumah, Eltav beserta kedua anak nya sedang mengunjungi makam orang tua kedua anak nya.
"boy girl, ini adalah makam mama dan papa kalian, ayo salam ke mama papa terus kita berdoa buat mereka ya" ucap Eltav.
"baik daddy" ucap kedua nya.
Mereka pun melakukan sesuai apa yang di katakan Eltav kemudian Eltav yang memimpin doa untuk mereka, setelah itu Eltav meminta mereka untuk menaburkan bunga dan menyiram air di atas dua gundukan tanah tersebut.
"sudah, yuk sekarang kita keluar jalan jalan"
"asyik"
Mereka bertiga pun bersiap siap dan pergi berjalan jalan keliling desa, mereka pun saling menyapa dengan para penduduk desa yang mereka temui serta menanyakan warung makan dan pasar untuk mereka berbelanja nanti.
Setelah menemukan warung yang di rekomendasikan, mereka pun turun untuk makan malam. Meski desa itu merupakan tempat asal Feyza dan Fayren, mereka tetap saja sedikit ketakutan berada di area luar seperti ini dan membuat mereka terus menempel pada Eltav.
Eltav pun menenangkan mereka dan setelah pesanan nya datang, Eltav pun memakan nya dan tak lupa menyuapi kedua anak nya dengan telaten.
Penduduk desa yang juga makan di warung tersebut mengira mereka adalah adek kakak, namun mereka terkejut kala Fayren memanggil Eltav dengan sebutan daddy.
"daddy, mau minum" pinta Fayren sambil berdiri dari duduk nya.
"iya, duduk dulu, biar daddy ambilin" ucap Eltav.
Kemudian Eltav pun mengambil teh hangat pesanan nya dan memberikan nya pada putra nya, setelah itu memberikan juga minum nya pada putri nya.
Selesai makan, Eltav pun membayar pesanan nya tadi dan keluar dari warung, namun saat hendak menaiki mobil, mereka di datangi 5 orang yang berpenampilan preman.
"woy bocah, bagi duit dong, lo kan kaya" pinta salah satu dari mereka yang merupakan bos di antara mereka.
Karna kedatangan lima preman tersebut membuat kedua anak nya sedikit ketakutan, Eltav yang tidak ingin anak anak nya kenapa napa pun meminta mereka untuk masuk mobil dan menunggu nya di dalam.
"woy, lo denger gak apa yang bos kita minta?"
"kalian ini, bisa tidak jangan malak orang seenak nya apalagi dia pendatang di desa kita, kalo mau uang itu ya cari kerja" ucap salah satu penduduk desa yang baru saja keluar dari warung.
"kalo ada yang muda, kenapa harus cari yang susah? Bener gak bro?"
"bener tuh"
"hahahaha"
"cepet kasih kita uang bocah!! Kalo gak, adek adek lo yang kena dampak nya"
"sudah nak, kamu pergi aja, mereka biar saya dan beberapa warga yang urus"
"kalo gitu, terima kasih pak, maaf sudah merepotkan bapak"
Eltav pun berbalik dan memutari mobil dan hendak masuk ke mobil, namun salah satu preman berlari ke arah nya sambil membawa pisau di tangan nya.
Eltav yang memiliki insting yang tinggi pun dengan mudah menjatuhkan nya, namun tidak membuat semua nya berhenti di sana saja, 4 preman lain nya pun langsung ikut menyerang bersamaan sambil membawa senjata mereka masing masing.
Lagi lagi Eltav dengan mudah melumpuhkan mereka, bahkan serangan para preman tersebut tidak ada yang mengenai Eltav sedikit pun.
"mau lagi?" tanya Eltav pada bos preman yang tergeletak di dekat nya.
"gak, ampun bang, gak lagi gak lagi, ampun" ucap nya.
"kalian semua saya laporkan polisi, mau?"
Belum sempat mereka menjawab, tiba tiba empat ibu ibu serta satu anak laki laki berusia sekitar 7 tahun berlari mendekati kelima preman tersebut.
"nak, tolong jangan laporkan suami saya ke polisi" pinta salah satu ibu ibu tadi pada Eltav.
Kemudian anak laki laki yang ternyata merupakan putra dari preman yang terbaring di dekat nya juga mendekati nya bahkan berlutut sambil memohon pada nya.
"bang, tolong jangan penjarakan ayah, Candra udah gak punya siapa siapa lagi selain ayah"
"kamu pulang dulu gih, ajak ayahmu sekalian, tapi nanti malam datang ke rumah abang yang di bukit sana ya" ucap Eltav.
"kalian juga, pulang dulu sana, dan nanti malam datang lah ke rumah yang ada di bukit sana dengan membawa kepala desa"
"terima kasih nak, kalo begitu kami pulang dulu"
Setelah mereka pulang, warga desa yang membantu nya tadi menghampiri nya kemudian mengucapkan terima kasih serta meminta maaf karna membuat nya dan kedua anak nya tidak nyaman berada di desa ini.
Eltav pun berpamitan untuk pergi karna ada yang ingin mereka beli, warga tadi pun merekomendasikan pasar desa yang berada di pusat desa karna di sana barang nya lengkap dari pada di pasar lokal yang berada tidak jauh dari warung tersebut.
✴✴✴
malam hari nya, di rumah duo kecil, sudah berkumpul lima preman dengan pendamping masing masing serta pak kepala desa sesuai permintaan Eltav tadi dan pak Panji juga berada di sana karna juga di minta oleh Eltav.
"sebelum nya mohon maaf karna telah mengundang kalian malam malam begini" ucap Eltav.
"tidak apa apa nak, kalo boleh tau ada apa ya?" tanya pak kepala desa.
"sebentar pak, saya mau menanyai mereka berlima dulu"
"oh, silahkan silahkan"
"apa kalian asli penduduk sini?"
"mereka berempat penduduk sini, saya dan anak saya yang sebenar nya pendatang, tapi menetap di sini" jawab bos preman tadi.
"lalu sejak kapan kalian jadi preman dan malak penduduk desa? Terutama bapak sebagai bos nya"
Namun satu pun di antara mereka tidak ada yang mau menjawab, membuat Eltav heran hingga Eltav menyadari salah satu dari mereka melirik sekilas pak kepala desa yang sedang duduk santai, namun sesekali juga melirik ke arah lima preman tersebut membuat Eltav paham dengan situasi nya.
"tidak perlu takut, saya yang menjamin keselamatan kalian semua"
"sebenar nya saya tidak ingin bekerja seperti ini, saya mencari pekerjaan apapun di desa ini agar bisa mencukupi kebutuhan saya dan anak saya, tapi selama satu minggu saya mencari, saya tetap tidak menemukan pekerjaan apapun hingga saya di ajak oleh mereka untuk bergabung jadi preman pasar yang dulu nya hanya bertugas meminta pajak pada penjual yang ada di pasar"
"tapi baru bekerja 2 bulan kami semua sudah di larang jadi preman lagi di sana, akhir nya kami terpaksa memalak hingga sekarang"
"pak kepala desa"
"iya nak"
"anda kaya, anda punya sawah di mana mana, tapi jangan kira saya tidak tau kalo anda bukan lah asli penduduk desa ini"
"apa bukti nya kalo saya bukan asli dari desa ini?"
"bukti nya anda adalah anak buah Louis, anda di perintahkan untuk menguasai desa ini secara bertahap"
"hahahaha......."
JLEB
Semua orang yang berada di sana terkejut melihat aksi Eltav yang tiba tiba meski mereka tidak tau kapan Eltav melakukan nya. Semua orang di sana diam dan masih terkejut serta mulai merasa takut terhadap Eltav yang masih seorang pelajar, pak kepala desa yang kepala nya tertancap pisau langsung meregang nyawa seketika itu juga.
"maaf sudah membuat kalian semua takut, dia musuh saya, jadi saya tidak akan membiarkan satu pun musuh saya hidup"
"tolong jangan sebarkan hal ini, dan katakan saja bahwa pak kepala desa menghilang tiba tiba"
"ba....baik"
"pak Panji, untuk sementara anda saya tunjuk sebagai kepala desa dan saya akan memberikan donasi pada desa ini"
"kenapa harus saya nak?"
"karna anda adalah orang yang paling di percaya oleh orang tua kedua anak saya"
"baiklah"
Tiba tiba beberapa orang berpakaian serba hitam masuk ke rumah duo kecil, kemudian salah satu dari mereka memberikan satu koper kecil dan lima amplop coklat pada Eltav dan beberapa dari mereka mengurus mayat mantan kepala desa.
"pak Panji, di koper ini ada uang, terserah anda apakan yang penting untuk kemajuan kampung ini dan lima amplop ini untuk kalian, buka lah usaha sesuai keahlian kalian masing masing, untuk awal, biar saya yang menyediakan barang yang ingin kalian dagangkan"
"terima kasih nak El, kami semua berhutang budi pada anda"
"cukup bayar hutang budi kalian dengan penghasilan kalian"
"eemm....nak El"
"iya pak"
"desa ini kan belum ada nama, tolong beri nama untuk desa ini"
"baiklah, saya beri nama desa ini dengan nama 'asdam' aman sentosa dan damai"
"terima kasih nak El, kami akan membuat desa ini seperti nama nya"
Mereka semua pun di persilahkan pulang ke rumah masing masing, tak lupa Eltav mengatakan bahwa besok ia akan berpamitan untuk kembali ke kota.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...