VANOREZ
Deskripsi
Siapa yang akan menyangka bahwa ucapan saat pertama melihatnya akan menjadi kenyataan yang terduga. Itulah yang di alami Vanorez Harven Dowson yang biasa di panggil Vano saat pertama melihat seorang gadis cantik bermata softblue di seberang jalan. Raquella queenby firstly putri kedua keluarga firstly yang tinggal bersama oma dan opa nya di jerman semenjak berumur 10 tahun setelah kejadian tak terduga yang membuat sang princess identitasnya di tutup rapat dari dunia. " Mine " itulah yang di ucapkan seorang pemuda saat melihat seorang gadis yang sedang berdiri di pinggir jalan. Bagaimanakah kisah awal cinta itu bersemi....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Icha_Rere, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 29
" Vano cepat bawa Queen ke rumah sakit Van, cepaaat " teriak rai yang melihat Vano diam membeku.
Vano yang tersadar karena teriakan rai pun berlari ke arah rai .
" Rai Queen kenapa ??? "
" Gue juga ga tau Van "
" Sayang, please bertahan demi aku " batin Vano.
Sesampai nya di parkiran di parkiran Vano segera membuka kan pintu mobil nya dan masuk ke bangku belakang menyambut tubuh ella yang di baringkan di paha nya. Sementara rai masuk ke bagian kemudi dan melajukan mobil nya menuju rumah sakit.
" Sayang, hei ini aku buka mata kamu please !! Jangan bikin aku gila sunshine " gumam Vano.
" Dek bertahan , abang ga mau kehilangan kamu sayang, gimana cara abang jelasin ke daddy dan mommy Queen, abang gagal lagi jagain kamu dek, maaf !! Batin rai.
" Rai cepat rai, darah di kepala keluar lagi " ucap Vano yang sudah membuka baju sekolah nya dan menutupi ke luka gadis nya. Baju putih itu sudah berubah warna menjadi merah.
" Brengsekkk !!! siapa yang udah lakuin ini sama adik gue " maki rai frustasi.
Sesampainya di rumah sakit milik keluarga dowson, Vano mengendong ella sedikit berlari memasuki IGD.
" Dokter !!!! Tolong pacar saya " teriak Vano menggelegar di IGD.
Semua orang kaget dan tidak berani menegur ketika melihat anak pemilik rumah sakit yang datang mengendong seorang gadis segera bergegas mengambil brankar dan menuntun Vano meletakan tubuh ella.
" Tuan muda silahkan tunggu di luar , kami akan lakukan yang terbaik " ucap salah satu dokter.
Vano pun menurut saja dan duduk di salah satu kursi di depan IGD, sedangkan rai mondar mandir di depan pintu. Pikiran nya berkecamuk memikirkan apakah dia akan menelpon daddy dan mommy nya atau tidak, atau tunggu ella sadar terlebih dahulu.
Vano merongoh ponsel di saku nya menghubungi seseorang.
" Nara cek cctv toilet pustaka " titah Vano.
Kemudian mematikan ponsel nya sepihak.
" Gue akan balas siapa pun yang melakukan ini sama adik gue " ujar rai.
" Sure " jawab Vano tersenyum smirk.
Sementara di sekolah serra dan tania tampak duduk di kelas nya. Serra tampak cemas dan terus menggigit kuku nya sedangkan tania hanya terlihat santai, malahan dia senang kalau ella celaka jadi peluang untuk mendapatkan Vano lebih besar.
" Tan ella tadi ga mati kan ?? Gue takut kalau dia meninggal bagaimana nasib gue ?? Ucap serra bergetar.
" Udah lah lo tenang aja, ga bakal ada yang tahu kalau kita pelaku nya, jadi lo rubah tu raut wajah lo kalau lo ga mau ketahuan" bisik tania.
Flashback on
Brug
Ella jatuh pingsan tepat di kaki tania dengan kepala mengeluarkan darah segar.
Serra panik dan berusaha membangunkan ella tapi tidak ada respon, serra meletakan jari nya di depan hidung ella dan masih bisa merasakan nafas ella.
Tania segera menarik tangan serra untuk meninggalkan toilet sebelum ada yang datang.
" Ayo buruan pergi sebelum ada yang datang " ucap tania.
" Ta-tapi gimana sama ella tan ?? Ucap serra gugup.
" Udah biarin aja, emang nya lo mau anak-anak lain melihat kita hah !! Sentak tania.
Serra menggeleng cepat dan menatap nanar ke arah ella. Ada raut takut dan penyesalan dari mata nya tapi rasa takut di hati nya lebih besar.
Dan mereka pun meninggalkan ella yang terbaring di lantai.
Tania tersenyum smirk menatap ke arah ella tanpa ada rasa bersalah apa lagi penyesalan
" Mampus lo " gumam tania tersenyum smirk.
Flashback off
Tak lama pintu IGD terbuka dan keluar seorang dokter wanita.
" Gimana " tanya Vano datar.
" Adik saya baik-baik aja kan ?? Timpal rai.
" Luka di dahi pasien cukup besar dan harus mendapat kan 5 jahitan, tapi kondisi nona baik - baik saja dan sudah sadar hanya saja masih lemah karena mungkin perut nona masih kosong, apa nona dari pagi belum makan ??? Tanya dokter.
Vano menggeleng pelan.
" Tuan muda sudah boleh masuk, tolong usahakan nona untuk makan terlebih dahulu dan nona tidak perlu di rawat inap " ucap dokter dan pergi meninggalkan Vano.
Vano dan rai masuk ke dalam kamar ella tampak dahi ella yang di tutupi verban dan wajah gadis / adiknya tampak pucat dengan mata sayu sedang berbaring dan menatap ke arah mereka.
" Sayang kamu ga papa kan ??
" Sayang apa yang kamu rasain dek ?? Pusing ga ? Atau kepala nya sakit hmm ?? Tanya rai beruntun.
Ella hanya menggelang pelan tak ingin melihat Vano dan rai khawatir padahal kepala nya terasa sakit dan dahinya perih.
" Sayang makan dulu ya kamu kan dari tadi belum makan ? Ucap Vano sembari duduk di sisi ella dan mengambil bubur yang sudah ada di nakas.
Ella hanya tersenyum tipis.
" Van gue titip Queen dulu ya gue mau urus administrasi nya dulu" ucap rai pada Vano.
" Ya lo pergi aja " ucap Vano.
Vano menyuapi ella dengan telaten dan ella pun makan dengan lahap, ella senang karena dia sudah ingat dengan Vano ternyata kekasih nya itu tidak berubah tetap perhatian walaupun ella bersikap dingin dan ketus.
Ella terus memandangi wajah tampan kekasih nya. Vano yang menyadari bahwa tatapan ella sudah tidak dingin lagi pada nya pun merasa senang.
" Kenapa lihatin aku terus ?? Terpesona kah ?? Goda Vano.
" Bee " lirih ella.
Deg
" Bee ?? Kamu panggil aku bee ?? " Ulang Vano specless.
" Bee " ella merentang kan tangan nya.
Vano dengan senang hati masuk ke dalam pelukan kekasih nya, membenamkan wajah nya di ceruk leher nya, ella dapat merasakan seruk leher nya basah, apakah ka Vano menangis pikir nya.
" Bee maaf ya aku sempat lupain kamu "
" Ga papa sayang its oke " jawab Vano yang semakin mengeratkan pelukan nya.
" I love you my arez "
" Love you more sunshine "
" Bee aku sesak, kamu peluk nya terlalu kenceng "
" Maaf sayang.. maaf "
Vano melerai pelukan nya dan menatap lekat wajah kekasih nya.
Cup
" Kangen sama manja nya kamu " ucap rai mengecup singkat bibir manis gadis nya. Dan kembali memeluk ella.
" Siapa yang lakuin ini hm ?? Tanya Vano padahal dia sudah tau pelakunya dari video cctv yang tadi di kirim nara.
" Serra sama calon istri kamu " cicit ella menekuk wajah nya.
" No sunshine, dia bukan calon istri aku "
" Ntahlah " jawab ella sendu.
" Mau denger penjelasan aku hmm ??
Ella mengagguk cepat
" Malam itu daddy ngajak aku buat makan malam sama salah satu rekan bisnis nya, dan ternyata dia bokap nya si siapa itu nama nya aku lupa, sania atau talia gitu aku ga peduli, daddy awalnya sudah mulai curiga kalau tuan eVander itu punya maksud lain ngajak kami makan malam apa lagi aku harus ikut, ternyata benar dia nawarin anak nya buat di jodohin sama aku supaya kerja sama dia sama daddy berjalan lancar. tapi saat tuan eVan bilang mau jodohin aku sama cewek itu daddy ga jawab setuju, daddy hanya bilang dia ga mau ikut campur urusan asmara anak nya, lagian kan daddy udah punya calon mantu yang dia suka makanya daddy jawab gitu, anak nya aja yang ke PD an anggap aku setuju, soal foto itu aku juga ga tau kapan dia ambil tapi aku cuma sebentar disana habis itu langsung ke markas " jelas Vano.
" Emang siapa calon mantu yang daddy kamu suka ?? " Tanya ella mulai berkaca - kaca dirinya pikir daddy Vano sudah punya calon lain untuk Vano.
" Hei... Kenapa nagis hmm, calon mantu yang di suka sama daddy dan mommy itu bernama RAQUELLA QueenBY FIRSTLY " Jelas Vano.
" A-aku ?? Ella spechless
" Iya sayang, kamu dan hanya kamu " ucap Vano sembari mengelus lembut pipi gadisnya dan mengecupnya singkat.
Ella tersenyum bahagia ,seketika jadi malu dan menutup wajah nya dengan kedua tangan nya.
" Kenapa di tutup hmm ?"
" Maluuuu " rengek ella manja.
Vano sangat senang kekasih nya kembali bersikap manja pada nya.
Rai yang sedari tadi melihat kebucinan sahabat dan adik nya hanya berdiri di depan pintu ruangan adik nya dan memberikan mereka qulity time.
"Hkmm sudah selesai ngebucin nya tuan muda ?? Sindir rai.
" Abaang " rengek ella merentang kan tangan nya.
Rai pun langsung memeluk adik kesayanganya.
" Maaf sayang abang gagal lagi jagain kamu , maaf " sesal rai.
" Its oke abg aku ga papa kok "
Rai mengurai pelukan nya dan mencium puncak kepala adik nya.
" Mau pulang sekarang ??.
" Tapi tas aku masih di sekolah ".
" Nanti di bawain bella ke mansion ".
" Bella ???".
" Sejak kapan abang ada nomor bella ?? Ella memicingkan mata nya penuh selidik.
" Baru-baru ini ".
" Abang suka sahabat aku ??".
" Ng-gak siapa yang suka " rai memaling kan wajah nya.
" Cie si kutub akhir nya normal, gue kira lo bengkok "
Plak
" Dasar calon adik ipar laknut" rai menepuk kuat lengan Vano.
Ella yang melihat itu pun tertawa keras yang membuat Vano dan rai saling pandang dan senang melihat nya. Sejak kecelakaan ella belum pernah tertawa lepas seperti ini.
" Tetap lah seperti ini sayang " batin rai dan Vano bersamaan.
" Ayo sayang kita pulang " ucap Vano.
" Gendooong ya bee " rengek ella manja.
" As you wish sunshine ".
Vano pun mengedong ella ala koala, mereka tidak memperdulikan tatapan orang-orang di ruangan IGD tersebut. Mereka hanya berjalan santai bak model munuju parkiran. Tidak sedikit cewek di sana menatap iri pada ella yang begitu beruntung mendapatkan hati pewaris dowson yang terkenal dingin dan datar.
***
Sesampainya di masion ella duduk di sofa depan TV dan Vano beranjak ke dapur meminta maid membuat kan gadis nya jus strobery kesukaan nya.
Airin yang baru keluar dari lift menuju dapur kaget melihat putri nya terluka.
" Astaga Queen dahi kamu kenapa nak " cemas airin
" Queen ga papa mom cuma terpeleset aja tadi di toilet sekolah " bohong ella.
" Tapi ini ga papa kan nak, aman kan, sakik ga nak ?
" Mom nanya nya satu-satu jangan kek kereta api gitu "
" Heheh maaf sayang habis nya mommy khawatir "
" Aku gapapa mom tadi juga udah di bawa ka Vano sama abang ke rumah sakit.
" Loh mana mereka ??
" Aku disini tan " jawab Vano yang membawa segelas jus strobery.
" Aaaa kamu tau aja bee aku mau minum ini " ella segera meminum jus yang di bawa Vano.
" Makasi ya nak udah bawa putri tante ke rumah sakit "
" Udah tugas aku tante, tapi maaf tan aku gagal jagain Queen "
" Eh ga papa nak namanya juga musibah kan kita ga tau datang nya kapan "
Ella mengkode Vano dengan mengedipkan mata nya dan Vano yang paham pun hanya terseyum menanggapi ucapan aira.
" Sayang , tante aku mau ke kamar rai dulu ada yang mau di bahas "
" Oh iya silahkan nak, anggap aja rumah sendiri" ucap airin.
Vano pun bergegas ke lantai atas menuju kamar raihan.
Tok
Tok
" Rai ini gue " .
" Masuk ".
Vano segera menghampiri Rai yang sedang merokok di balkon.
" Lo lihat " Vano menyodorkan ponsel nya pada rai.
Rai pun seketika mengepal kan tangan nya kuat , rahang nya mengeras melihat apa yang di lakukan Dua wanita sialan itu pada adik nya.
" Kita balas mereka " ucap rai.
" Lo tenang aja gue akan buat mereka dan keluarga nya hancur karena sudah berani nyentuh milik gue.
" Tapi gue juga mau memberikan mereka pelajaran " timpal rai.
" Terserah lo " jawab Vano singkat sembari menyesap nikotin di tangan nya.
Vano mengambil ponsel nya dan menghubungi william.
" Halo dad "
" ........
" Aku mau daddy batalkan kerja sama dengan perusahaan eVander "
".........
" Putri nya sudah berani nyakitin milik aku dad, sampai dahi nya terluka dan mendapat 5 jahitan.
" ............
" Oke dad , aku percaya sama daddy. Thank"s dad !! ..
".........
Panggilan berakhir dan Vano meletakan ponsel nya di meja dekat kursi nya duduk. Tak berselang lama notif ponsel nya terdengar berisik.
Siapa lagi kalau bukan kerjaan para inti TGB.
TGB Grup
" Bos lo dimana ?" Tanya baim.
" Raiiii wooy lo napa juga ngilang coy " timpal yudis.
" Iya nih kita kek anak ayam kehilangan induk tau gak sih bos @Vanorez ". Celetuk baim.
" Hahha anak ayam ga tuh " timpal nara.
" Ya elah boss diam bae , balas napa " sarkas yudis.
" Berisik !!! " Jawab Vano.
" Sakali nya balas auto ngamuk aja bos " ledek baim.
" Van, rai lo dimana ? Ella gimana baik-baik aja kan ?? Timpal nara.
" Lah buk bos kenape ??" Ujar yudis.
" Iyaa kok gue ga update ya hari ini ??? Ujar baim.
" Gimana mau update kerjaan lo cuma mabar di rooftop bego " ujar yudis.
" Eh kudis sekate - kate lo ngatain gue bego, gue kaga bego cuma IQ jongkok aja " timpal baim.
" Anjiiiir iim bangsat nama gue bukan kudis " sarkas yudis.
" Bisa diam gak mau gue robek mulut kalian " Vano kembali membalas.
" Ampun bos ". Ujar baim
" Peace bos ". Ujar nara
" Lope you bos " . Ujar yudis.
" Iihhh geli gue anjiiir ".
" Vano dirumah gue, kalian kesini aja " kali ini rai yang bicara.
" Otw "!!!
" Gasss "!!!
Obrolan absurd pun berakhir .
Di parkiran sekolah para inti TGB sudah bersiap akan pergi kerumah raihan tapi ken melihat sahabat ella juga di parkiran dan dia melihat bella membawa 2 tas bisa dia pastikan itu pasti tas ella.
" Kalian mau kerumah ella " tanya kenan, mata nya menatap ke ara anna. Gadis manis imut dengan lesung pipi di kedua pipinya.
" I-iya ka jawab anna gugup melihat tapan kenan.
" Lo bawa mobil ? Tanya kenan.
" Ga ka, gue mau bareng yang lain aja aja ".
" Naik " titah ken.
" Ga usah ka " tolak anna.
" Gue ga nerima penolakan " sarkas ken.
Bella melirik sahabat nya, mereka hanya menganggukan kepala. Anna menarik nafas kasar lalu menghampiri motor kenan.
" Gimana gue naik nya " ucap anna bingung karena motor ken cukup tinggi.
Kenan mengulurkan tanganya untuk membantu anna naik dan membuka jacket nya memberikan nya pada anna.
" Buat apa ka ?" Tanya anna bingung.
" Tutup paha lo " jawab ken singkat.
" Gue ga rela milik gue di nikmati orang lain " batin ken.
Para inti TGB menatap cengo tingkah ken, tidak biasa nya ken membiarkan cewek menaiki motor nya apa lagi sampai seperhatian itu pada nya karena ken masih menunggu cinta pertama nya.
" Yud tampol gue , gue ga mimpi kan ?? Ucap baim.
Plak
" Sakit anjiiing " teriak yudis.
" Kan lo yang minta ".
" Tapi gak sekuat itu juga ege ??.
" Biar lo lebih cepat sadar kalau ini bukan mimpi " celetuk yudis.
Sedangkan nara hanya terseyum smirk. Seperti tau akan sesuatu.
Mereka pun pergi bersama-sama ke mansion ella. Sepanjang jalan anna merasa canggung dia hanya diam dan memegang ujung jacket kenan.
" Pegangan gue mau ngebut, panas soalnya " ucap ken setengah teriak.
" Hah..apa kak gue denger " ucap anna yang juga teriak.
Tanpa berkata apa - apa lagi ken mengambil tangan anna dan melingkarkanya di perut sixpac nya.
Deg
Jantung mereka pun sama - sama bersebar kencang apa lagi anna yang terus merutuki jantung nya yang receh.
" Receh banget jantung gue baru di giniin udah pengen salto" batin anna.
" Pegangan yang kuat aan " ucap kenan tapi ga di dengar anna.
Kenan tersenyum penuh kemenangan di balik helm full face nya.
\=\=\=\=\=\=©©©\=\=\=\=\=\=\=\=