"Aduh.... sakit woi! turun ga kamu!" ucap seorang gadis cantik dengan pakaian sederhana dan tingkah yang bar bar nya, menghadang seorang pengendara motor yang baru saja menyerempet nya hingga jatuh ke sawah.
"Sorry." ucap seorang pria dengan wajah yang tertutup helm mahal, dan mengeluarkan suara yang membuat gadis itu tertegun.
wajah nya yang kotor, akibat terjatuh di sawah, membuat nya seakan lupa, bahwa dia baru saja di senggol oleh orang di depan nya. tapi gadis itu malah melamun dan tak sadar untuk bersikap tegas.
Pria itu menatap heran, dan langsung pergi tanpa berkat apa apa lagi, sepertinya memang pria itu memiliki urusan yang lebih penting saat itu.
"Aisshh, dasar goblok, apa yang kamu pikirkan Selin, dia yang nabrak kamu, malah dia yang pergi. woi, liat ya kalau kamu balik lagi, tak cincang kamu jadi gulai!" pekik nya yang mencak mencak seperti seekor monyet. untung saja kondisi di sawah begitu sepi, dan kebetulan saat itu tengah hari, jadi aman tak membuat Selina malu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab.34
"Ayah." panggil Selin dengan nada sedikit gugup melihat ayah nya itu, dari dalam rumah.
Dia mengira ayah nya, belum pulang dari luar. tapi ternyata mobil nya sudah ada di garasi, dan membuat Selin sedikit takut, bila ayah nya, marah dengan nya.
"Dari mana kamu Selin?" tanya Dimas dengan pandangan datar nya.
Aksa yang melihat Selin sedikit gugup, langsung menjelaskan secara sopan.
"Maafin saya Om, saya yang salah. Karena membawa Selin tanpa izin terlebih dahulu."ucap Aksa yang menjawab.
"Saya ga bertanya dengan kamu! Saya bertanya dengan anak saya. Kamu bukan anak saya, jadi jangan menjawab!" ketus nya dengan raut wajah yang tak suka.
tak lama kemudian, Mbah uty datang sambil membawa rantang. karena kebetulan tadi saat pergi bersama dengan Oma nur, dia dibekali banyak makanan, sehingga dia teringat dengan cucu kesayangan nya itu.
"Loh, kok tamu nya ga di ajak, masuk ke dalam rumah. Selin ajak masuk nak Aksa nya." ucap mbah uty dengan tatapan heran nya.
Selin melihat ke arah ayah nya, dengan sedikit meringis pelan. ayah nya saat ini, pasti sangat kesal. apalagi tatapan ayah nya menunjukkan bahwa tak menyukai kehadiran Aska di rumah ini.
"Bu, dia hanya orang asing. Dan membawa putri ku, tanpa izin juga, kenapa harus dibiarkan masuk!" protes dimas kepada Mbah uty.
"Loh, siapa bilang ga izin. Ibu yang izinkan, kamu ini kenapa ga sopan gini sama tamu dimas." omel Mbah uty dengan berkacak pinggang.
Kalau Mbah uty, sudah berbicara, dimas tak bisa berkutik. Apalagi melawan ibunya, sudah pasti dia akan kalah debat dengan ibunya itu.
"Tapi bu_
"Ayo nak Aksa masuk, tidak usah dihiraukan ayah nya Selin ya.... maafkan ayah nya Selin ya. Memang seperti itu orang nya. Posesif sama putri nya sendiri."
" oh ya...Dimana Buna kamu Selin?" tanya Mbah uty yang tak melihat mantu nya itu dari tadi.
"Selin juga belum tau Mbah, soalnya Selin belum masuk ke dalam rumah." ucap gadis itu dengan sedikit canggung.
Aksa yang tau ayah nya Selin tak menyukai nya, hanya bisa menghela nafas beratnya. walapun untuk saat ini ayah nya gadis itu, belum menerima nya, tapi dia tak akan buru buru, dia akan mendekati gadis itu juga secara perlahan. apalagi Mereka belum lama saling mengenal.
"Maaf Mbah, Selin, dan om. Saya tak bisa mampir untuk saat ini. Kebetulan ada pekerjaan yang tak bisa saya tinggalkan.' ucap nya dengan jujur, sebab memang ada rapat dadakan hari ini, secara online. Jadi dia harus menyiapkan materi untuk rapat hari ini kepada client client besar nya.
"Bagus." pekik dimas dengan nada ketus nya.
"Dimas!" pekik Mbah uty dengan melotot kesal melihat anak nya yang bertingkah seperti anak kecil.
"kalau begitu saya pamit, om, Selin, dan Mbah." ucap pria itu dengan wajah yang masih tetap dengan tatapan datar nya..
"Pergi sana!" ketus Dimas dengan raut wajah kesal nya.
Setelah kepergian Aksa, barulah mbah uty berkacak pinggang.
"Kamu ini kenapa si dimas, jangan begitu sama cucu besti ibu. Kamu ini kayak anak kecil saja... Aksa itu calon mantu mu!' ucap nya dengan nada kesal.
"Siapa juga yang mau Nerima dia Bu, selin itu masih terlalu kecil untuk menikah. Jadi untuk saat ini, aku tak aja membiarkan laki laki itu, mendekati putri ku!"
"Ayah, Selin ga dekat kok sama mas Aksa .kebetulan tadi ketemu di tukang kue putu, ada Mbah juga tadi. Dan kebetulan aku pulang nya bareng mas Aksa. Jadi ayah jangan marah marah lagi ya, Selin ga ada hubungan apapun." ucap nya sambil merangkul lengan kanan ayah nya itu.
Dimas yang tadinya marah, langsung tersenyum tipis. Putri nya selalu bisa membujuk nya, dia begitu menyayangi Selin, sampai tak ada yang boleh menyakiti anak nya itu.
"Bagus sayang, jangan menjalin hubungan dengan pria terlebih dahulu. Kamu masih kecil, dan masih belum siap untuk menerima segala resiko nya!"
Mbah uty hanya menggelengkan kepalanya, saat melihat putra nya yang keras, kepala seperti ini. Dia tau, bahwa saat ini putra nya itu tak menyukai Aksa. Tapi dia yakin, Aksa akan mampu meluluhkan hati dimas dan mau menerima Aksa sebagai calon menantu pilihan nya.
Tak lama Buna nya Selin keluar dengan wajah yang sudah jauh lebih segar. sepertinya baru siap mandi.
"Loh, ada ibu....maaf ya Bu, tadi ana mandi. Jadi ga kedengaran, kalau ibu datang."
"Iya nak, tadi ada Aksa kesini. Tapi suami mu, malah bersikap ketus. Ga sopan sama tamu". Lirik Mbah uty dengan tatapan kesal nya.
"Mas, kamu ga boleh gitu dong. Ga enak sama Oma nur, kalau sikap kamu begitu sama cucu nya. apalagi oma nur, juga sangat baik dengan keluarga kita." ucap Buna dengan tatapan lembut nya.
dia berusaha membuat suami nya itu menjadi lebih sabar lagi, apalgi selama ini dia tau, bahwa suaminya itu selalu diam diam mengawasi Selin dari kejauhan.
"Mbah bawa apa itu?" tanya Selin yang berusaha mengalihkan pembicaraan tentang Aksa.
"Dari Oma nur, makanan kesukaan kamu. Jadi Mbah bawa kesini, ayo dibawa masuk aja."
"Iya Mbah, maksih."
Yeyen yang sedang berkumpul dengan ibu ibu penggosip langsung menyebarkan berita bohong tentang Selin.
"Ihh ga nyangka dia bersikap begini. cih, ngaku nya anak rumahan. tapi malah berkelakuan binal!" pekik Bu Romlah dengan nada julid nya.
"Iya ga nyangka, kelakuan nya lebih binal. Cih, dasar ga tau malu!"
"Dari mana kamu dapatin Poto nya ustazah?"
"Aduh, saya jadi ga enak Bu. Takut jadi ribut. Ibu ibu udah janji loh, ga bilang saya yang nyebarin." ucap nya dengan berkata pelan, agar nama nya tak di seret bila ketahuan.
"tenang aja. berita ini, akan jadi berita yamg heboh. Akhirnya bisa liat si ana jatuh juga. cih, dasar keluarga ga tau diri!" ucap Bu Romlah yang sepertinya begitu dendam dengan keluarga Selin.
"Bagus deh, saya harap Bu Romlah bisa jaga rahasia. jangan sampai ada yang tau, bahwa saya yang nyebarin berita tentang selin ini." ucap nya dengan berusaha untuk percaya dengan ucapan dari orang sperti Bu Romlah ini.
"Tenang aja kamu, saya ga akan sebut nama kamu nanti nya." ucap Bu Romlah yang berusaha menyakinkan.
"Baiklah, saya pegang ucapan Bu Romlah ya. Saya harap Bu Romlah Tak menyeret saya nanti nya!" ucap nya dengan sedikit gugup. apalagi ini pertama kali nya, dia berbicara seperti ini.