NovelToon NovelToon
Belenggu Cinta Tuan Arkana

Belenggu Cinta Tuan Arkana

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Cinta Terlarang / Saudara palsu / Mengubah Takdir
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Hanswii

menceritakan tentang perasaan aneh seorang pengusaha muda yang dikenal kejam pada lawan bisnisnya terhadap saudara kembarnya sendiri.
perasaan yang tak biasa itu semakin lama semakin membuatnya tidak bisa mengendalikan diri setiap dekat dengan sang adik kembar.

ada unsur adegan ***, yang Tidak nyaman bisa di skip adegan *** nya.

"kak, kita tidak seharusnya seperti ini",

"maafkan aku, tapi jujur aku mencintai mu",

"kak, ini salah, kau tidak boleh mencintaiku, aku adik kembarmu, adik kandungmu",

"aku tahu, tapi...",

sosok tegas, bengis, dengan tatapan dan aura yang begitu tajam itu hanya akan luluh pada sang adik kembar.

apakah cinta Arkana terbalaskan?
ataukan harus kandas ditentang takdir?

yuk ikuti kisah Arkana menaklukkan takdir hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanswii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Pukul 9 waktu paris, rakeela baru saja selesai makan malam, agak terlambat memang, karena tadi Zoya mengirim email desain permintaan pelanggan butik rakeela.

Dia duduk di lantai, dan menggambar di atas meja rumah tamu dengan layar televisi yang menyala, meskipun dia Tidak melihat apa yang di tampilkan di layar besar itu, yang penting ada suaranya yang bisa menemani rakeela.

tubuhnya sudah terasa lelah, dia pun bergegas istirahat, besok Acara fashion show Grace akan dimulai pukul 11 siang, jadi besok sudah bisa di pastikan kalau rakeela akan ikut sibuk, tangan Grace masih belum sembuh, jadi pasti rakeela yang akan menghandle acara itu.

Saat akan kambali ke kamar, bel pintu berbunyi,

"siapa yang datang malam malam begini?", gumam rakeela,

Rakeela bergegas membuka pintu, tubuhnya mematung ditempat,

"ka... Kak", cicit rakeela,

Bruk...

tubuh tinggi tegap itu langsung menubruk tubuh rakeela sampai membuat rakeela hampir oleng kebelakang karena saking kagetnya.

"kakak kenapa bisa disini?", tanya rakeela, dia merasakan eratnya pelukan itu,

tak menjawab, hanya seru nafas saja yang terdengar,

"kita masuk dulu kak", ucap rakeela melepaskan pelukan sang kakak, mereka berada di ambang pintu, tidak enak rasanya kalau ada yang melihat posisi mereka seperti itu, setelahnya rakeela menutup pintu dan masuk kedalam diikuti sang kakak di belakang.

Lagi dan lagi, Arkana memeluk erat sang Adik seolah menyalurkan rasa rindu yang begitu dalam di hatinya.

"kakak kenapa, ada Masalah?", tanya rakeela mengelus punggung Tegap itu,

"biarkan seperti ini dulu", ucap Arkana,

Mau tak mau rakeela membiarkan sang kakak memeluknya, meskipun dalam hati begitu banyak pertanyaan untuk sang kakak.

"kak, aku pegel", rengeknya, Arkana terkekeh mendengarnya, dan dia pun melepas pelukan itu,

"kenapa kakak bisa disini?", tanya rakeela lagi,

"ada kerjaan", jawab Arkana singkat,

"sejak kapan di negara ini?", tangan rakeela penuh selidik,

"tadi sore baru sampai, langsung meeting",

"kakak sendiri, gak sama David?", tanya rakeela lagi, karena biasanya kalau urusan pekerjaan arkana selalu membawa David,

"ada",

"dimana?", tanya rakeela bingung,

" di kamar sebelah", jawab Arkana santai, dia duduk di sofa, sedangkan rakeela masih berdiri,

"kok bisa kalian berada di hotel ini juga, dan darimana kakak tahu kalau ini kamar aku?", tangan rakeela, arkana tersenyum tipis mendengar nya, sudah lupakan rakeela siapa Arkana ini, tidak ada yang sulit bagi arkana apalagi hanya mencari dimana dirinya berada.

"kamu lupa siapa kakak?", tanya Arkana,

" huft, iya deh iya, yang paling punya kuasa", dengusnya sebal seraya duduk di sofa seberang, Arkana terkekeh pelan melihat ekspresi kesal rakeela.

"udah makan kan?", tanya rakeela,

"udah, kamu sendiri?",

" udah, balik besok?",

"kenapa?",

"apanya?",

"kenapa kalau kakak balik besok, mau bareng?",

" enggak, aku masih mau di sini",

" kenapa, katanya mau buka cabang baru?",

" aku masih pengen banyak belajar mode disini",

"mau ambil sekolah desainer?",

"mungkin iya, Aku kan gak pernah sekolah desainer, bisa jadi desainer juga hanya karena bakat, jadi aku pengen lebih mendalami lagi",

"tapi hasil rancangan kamu sudah bagus , peminatnya juga banyak",

"iya, tapi masih kurang, aku masih gak puas sama kemampuan aku", jawab rakeela,

"udah izin mommy sama Daddy?",

"belum sih, nanti kalau aku udah dapat universitas yang sesuai, aku akan minta izin mommy dan Daddy",

" terserah kamu saja, yang penting kamu senang", ucap Arkana,

Rakeela menguap, matanya juga sudah terlihat sayu,

" ngantuk?", tanya Arkana yang sejak tadi pandangannya tidak luput dari rakeela,

" heemmm, besok kerjaan aku banyak, gak pa pa kan kalau aku tinggal tidur?", tanya rakeela,

" gak pa pa, sana", jawab Arkana,

" kalau mau apa apa ambil aja di dapur", ucap rakeela seraya beranjak, matanya sudah sangat berat rasanya,

"iya", jawab Arkana.

Arkana merebahkan kepalanya di sandaran sofa, dia bohong pada rakeela, dia tidak ada pekerjaan apapun di sana, tidak ada David yang ikut dengannya, dan juga dia baru sampai bukan tadi sore.

karena sudah hampir gila karena rasa rindunya pada rakeela, arkana meminta David mengosongkan jadwalnya sampai 3 hari kedepan dengan alasan dia ingin mengurus sesuatu yang penting tanpa memberi tahu rincian yang jelas.

dan David dia minta stand by di perusahan menggantikan dirinya, jika ada sesuatu yang mendesak, David bisa menghandle nya.

dia akan tidur di kamar itu, besok kalau rakeela bertanya kenapa Tidak tidur dikamar bersama David, dia akan bilang kalau David sudah kembali karena ada urusan penting.

sudah hampir 2 jam, rakeela pasti sudah tidur nyenyak, Arkana dengan langkah pelan masuk kedalam kamar tidur rakeela dan benar saja, gadis itu itu terlelap dengan selimut menutup badannya hingga dada.

Wajah damainya terlihat begitu cantik,wajah yang selalu membuat Arkana gila, bibir yang selalu membuatnya candu ingin melumatnya, dan mata yang selalu bisa membuatnya terpana.

Arkana mendekat, mencium lama kening rakeela, turun ke hidung mancungnya, pipi, lalu bibir.

"eunghhh, kak", ucap rakeela dengan suara parau, dia terusik dengan perbuatan arkana,

"shuuuuut, tidur lagi ya", arakan mengelus Kepala rakeela,

"kenapa belum tidur?", tanya rakeela setengah sadar,

"boleh kakak tidur disini?", tanya arkana, dan rakeela malah langsung mengangguk, setelahnya dia tidur kembali.

Arkana pelan pelan naik keatas ranjang rakeela, merebahkan diri di samping sang adik, tak langsung tidur, arkana memiringkan badannya, memandangi wajah damai rakeela yang tidak selalu membuatnya rindu.

hingga rakeela tidur menghadap dirinya, wajah rakeela tepat berada di depan wajah arkana,

Cup...

ciuman singkat itu berlabuh di bibir pink yang selalu membuatnya candu, arkana memeluk rakeela dan rakeela malah menduselkan kepalanya di dada bidang milik Arkana seolah mencari kenyamanan.

Arkana menciumi kepala rakeela, kedua tangannya memeluk rakeela, seolah takut rakeela akan pergi darinya.

seperti sihir, Arkana yang beberapa hari tidak bisa tidur, malam ini setelah bertemu dengan rakeela, matanya langsung terasa ngantuk, dia menyusul rakeela ke alam mimpi.

Alarm ponsel rakeela berbunyi saat waktu menunjukan pukul 6, rakeela menggeliat pelan, tapi badannya terasa berat, perlahan dia membuka mata, dan pemandangan pertama yang dia lihat adalah wajah damai Arkana di depannya, tangan Arkana memeluk pinggangnya.

rakeela segera menguasai kesadarannya,

kenapa kakak nya itu bisa tidur bersamanya?

Di segera mengecek pakaian mereka, dan beruntung kedanya berpakaian lengkap,.rakeela menghembuskan nafas lega, dia bergerak pelan agar sang kakak tidak terusik, menyingkirkan tangan Arkana dari pinggangnya tapi arkana malah semakin erat memeluknya, rakeela tersentak kaget.

Sesaat dia diam, menatap wajah damai Arkana, terlihat sekali kalau wajah itu sangat lelah, tapi wajah itu juga mampu menghipnotis rakeela.

Arkana, kakaknya itu Memang sangat tampan, rahangnya tegas, hidungnya mancung, alisnya tebal, bibirnya juga sexy, sejenak rakeela terpesona dengan pemandangan yang ada di hadapannya ini.

"issh, gue mikir apa sih, bodoh, Lo gak boleh mikir seperti itu rakeela, dia kakak Lo, kakak kandung Lo", rakeela memukuli pelan kepalanya agar pikiran gila itu hilang dari pikirannya.

Rakeela bangkit dari tidurnya, menyingkirkan tangan besar arkana dan langsung mandi, dia harus segara bersiap, deadline nya hari ini sangat padat, biarlah saja Arkana tidur disana.

1
Anggye syahab
aku suka sm ceritanya kak
laili: makasih Udah mampir 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!