NovelToon NovelToon
Terobsesi Kamu

Terobsesi Kamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Kehidupan di Kantor / Obsesi / Duda
Popularitas:18.2k
Nilai: 5
Nama Author: Drezzlle

Vira, terkejut ketika kartu undangan pernikahan kekasihnya Alby (rekan kerja) tersebar di kantor. Setelah 4 tahun hubungan, Alby akan menikahi wanita lain—membuatnya tertekan, apalagi dengan tuntutan kerja ketat dari William, Art Director yang dijuluki "Duda Killer".

Vira membawa surat pengunduran diri ke ruangan William, tapi bosnya malah merobeknya dan tiba-tiba melamar, "Kita menikah."

Bos-nya yang mendesaknya untuk menerima lamarannya dan Alby yang meminta hubungan mereka kembali setelah di khianati istrinya. Membuat Vira terjebak dalam dua obsesi pria yang menginginkannya.

Lalu apakah Vira mau menerima lamaran William pada akhirnya? Ataukah ia akan kembali dengan Alby?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Drezzlle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kehancuran Hati Satu Keluarga Besar

“Tutup mulutmu, jika masih ingin rekening mu terisi,” kata Abella, melepas pelukan Riko.

“Aku hanya bertanya, sayang…” Riko kembali memeluk dan menyesap bibir kekasihnya itu dengan cepat, berusaha menenangkan hati agar ATM berjalannya tidak marah dan tiba-tiba menghentikan suntikan dana untuk kuliahnya.

“Pergilah… pakai pakaianmu. Aku tidak ingin kelelahan malam ini, karena esok hari pernikahanku.

“Satu kali lagi, ya?” Pinta Riko, ia mengusap lembut tangan Abella naik dan turun, membuat wanita yang telah di cumbui nya selama hampir dua tahun itu kembali menggelinjang. Dengan cepat Riko meraup benda bulat kecil berwarna pink, membuat Abella mengerang dan menikmati aksinya.

“nggghhhh…” lenguh Abella. “Satu kali saja lalu pulang … karena besok hari pernikahanku. A-aku tidak ingin kelihatan kelelahan.” Abella menggigit bibir bawahnya menahan de.sahan, ketika Riko semakin menaikkan ritme gerakan pinggulnya.

“Oke Tuan putri,” Riko memberikan pertempuran terakhir sebelum perpisahan.

Di Apartemen..

Dengan tangan gemetar, Vira memasukkan satu per satu pakaian ke dalam tas. Lima menit berlalu sejak pertengkaran terakhirnya dengan Alby, namun luka di hatinya masih terasa perih. Sesekali ia terisak, bahunya bergetar menahan tangis lalu memukul dadanya lembut berusaha meredakan rasa sakitnya.

“Kamu akan menyesal Alby…” suaranya parau mengutuk mantan kekasihnya.

“Kemana aku harus pergi? Ini terlalu mendadak. Aku pikir setelah berhasil resign, aku akan kembali ke Bandung..” nafasnya tersengal. Kepalanya terasa berat, dan perutnya kembali nyeri.

“Aa…” Vira mengerang kesakitan, perutnya semakin terasa terlilit. Membuatnya meringkuk dan menahannya. Keringat dingin mulai membasahi pelipis.

Drrt..drrrt…

Vira menuangkan isi tas nya, meraih ponselnya yang bergetar. Nama kakak iparnya muncul di layar.

“Vira, kamu sudah pulang?” tanya Melia.

“I-iya, barusan…” jawab Vira dengan suara parau, satu tangannya masih menekan bagian yang sakit di perutnya.

“Syukurlah, Alby yang mengantarmu?”

“Tidak.. temanku menjemput ku…” sahut Vira, ia bangun dari duduknya lalu meneguk segelas air putih hangat untuk meredakan rasa nyeri.

“Hah.. kalian ini dua bulan lagi menikah tapi bertengkar. Jangan sampai berlarut-larut, ibu dan ayah sudah mempersiapkan semuanya. Jangan membuat kami kecewa,” kata Melia, suaranya tenang, menasehati adik iparnya.

“Kak—” air mata Vira lolos membasahi pipi, suaranya tercekat seolah ratusan jarum menusuk tenggorokannya. Namun, ia tidak ingin berlarut menyembunyikan kenyataan ini dari keluarganya.

“Aku … aku dan Alby sudah berpisah…” jujur Vira.

“Apa?” jawab Melia terlihat tenang, karena masih menganggap itu gurauan adiknya. Persiapan pernikahan sudah lima puluh persen, mustahil jika batal mendadak.

“Ka-kak … aku sudah berpisah dengan Alby.”

“Kamu pasti bercanda...?!” Suara Melia meninggi, nyaris memekakkan telinga Vira yang langsung menjauhkan ponselnya.

“Tidak, aku serius. Kami sudah berpisah, besok adalah hari pernikahan Alby dengan wanita lain,” jawab Vira dengan suara parau.

Tut..tutt..tuttt…

Panggilan terputus. Melia menutup telepon dengan kasar. Vira membayangkan keterkejutan sekaligus kekecewaan yang dirasakan kakak iparnya saat mendengar kabar pernikahannya dengan Alby batal.

.

Keesokan harinya, di kantor.

Seperti biasa, Vira berangkat lebih awal sebelum rekan-rekan kerja lainnya di lantai dua datang terlebih dahulu.

“Dari siapa ini?” Vira bertanya pada dirinya sendiri, sepasang matanya menyapu ruangan—sepi. Tapi, ada botol kaca dan lunch box di mejanya.

“Hangat…” Ia menyentuh botol kaca, memutar tutupnya. Aroma teh chamomile membuatnya rileks. Lalu, lunch box itu dibukanya. “Sandwich…” bisiknya.

Drrt..drrrttt…

Ponselnya bergetar, satu pesan masuk membuat matanya membulat.

“DudKill…” gumamnya, menyebut nama pengirim pesan.

‘Selamat pagi, nikmati sarapanmu. Jaga kesehatan, jangan membuat aku khawatir. Maaf untuk kemarin. Aku akan belajar menunggumu lagi.’ isi pesan WhatsApp—William.

Vira berbalik perlahan, mencari sosok atasannya di setiap sudut ruangan. “Terimakasih, Pak,” gumamnya sambil mengetik balasan yang sama.

Vira menarik kursi dan duduk, mencoba menenangkan diri dengan teh hangat. Tanpa ia sadari, William memperhatikannya dari kejauhan. Senyum tipis menghiasi bibir pria itu saat melihat Vira menikmati teh yang ia berikan. Ia bisa membaca dari ekspresi Vira bahwa wanita itu menikmati pemberiannya.

“Wah, ada yang perhatian nih!” seru Lisa yang baru datang dan mengagetkan atasannya dari belakang. William segera kabur, dengan langkah lebar menuju lift.

Lisa menyeringai melihat atasannya yang berusaha menyembunyikan sesuatu di balik senyumnya. Ia tahu, William pasti sedang mengamati Vira.

“Hai, Vir,” sapa Lisa mendekat. Membungkuk dan ikut mencium aroma chamomile di dalam botol kaca.

“Pagi, Bu Lisa,” goda Vira.

“Pagi. Wah… enaknya pagi-pagi dapat perhatian,” Lisa menggoda balik.

“sssttt… jangan kencang-kencang, Bu. Ini hanya untukku,” ledek Vira.

“Iya, iya. Apa ini yang namanya benci jadi cinta? Dulu aja, tiap kalian berdua bertemu debat, marah, uring-uringan. Sekarang…” Lisa mengejapkan matanya. “... diam-diam kasih perhatian,” tambahnya.

“Jangan iri, kamu mau?” tawar Vira.

“Enggak ah, aku sudah sarapan. Nikmati… kalau habis nanti bilang ayank William minta lagi,” Lisa menggoda sahabatnya. Lalu duduk di kursi kerjanya yang berhadapan dengan Vira.

“Apaan sih…” gumam Vira, tanpa menyadari pipinya telah merona.

“Kamu nanti malam datang ke acara resepsi Abella dan Alby?” tanya Lisa.

Vira meletakkan botol kaca perlahan di atas meja. Ia menghela napas panjang, bibirnya terkatup rapat. Pagi ini terlintas di benaknya—pria yang telah mengisi hari-harinya selama empat tahun mengucapkan janji pernikahan di altar, namun bukan dengan dirinya sebagai mempelai wanita.

“Datang saja, ajak Pak William. Tunjukkan kalau kamu move on,” ujar Lisa.

“Astaga… aku tidak dan hubungan apapun dengan DudKill,” sanggah Vira.

“Jangan pura-pura,” Lisa menatap layar PC, tapi pikirannya dan bibirnya tertuju ke Vira. “Aku tahu, ada celah di hatimu, cuma kamu belum sadar.”

“Mustahil,” gumam Vira pelan, jari-jarinya mulai menari di mesin tik virtual, menanggapi feedback dari William untuk revisi layout. “Baru duduk sebentar, sudah harus revisi lagi,” katanya sambil tersenyum getir.

Suara langkah kaki yang tergesa-gesa menggema, mendekat ke arah Vira.

“Vir... Vira,” suara rekan kerjanya terdengar panik, napasnya tersengal-sengal saat berusaha menyampaikan sesuatu.

“Iya, Del?” tanya Vira tenang, matanya masih terpaku pada layar PC.

“Ka-kakakmu datang. Dia mengamuk di lobi, mencari Alby…”

"Apa?!" Vira tersentak kaget, ia langsung berdiri dari kursinya dengan kasar.

Kenapa kakaknya tiba-tiba datang dan membuat keributan? Jantungnya berdebar kencang. Apa karena kakak iparnya sudah memberikan kabar putusnya dia dan Alby?

Vira segera berlari dengan tergesa-gesa menuju lobi.

Seorang pria dengan potongan rambut butch cut dan seragam loreng hijau-hitam berdiri tegak di depan lobi. Tatapannya tajam menyapu setiap karyawan yang masuk, sambil menyodorkan foto Alby.

“Kak Ikmal!” seru Vira, berlari menghampirinya.

Napas Ikmal memburu, dadanya naik turun dengan jelas. Saat Vira mendekat, ia langsung mencengkeram pergelangan tangan adik bungsunya itu. “Tunjukkan di mana dia bersembunyi, sekarang!” titah Ikmal dengan suara baritonnya yang menggelegar, matanya menyiratkan amarah yang membara. Ia tidak akan membiarkan Alby hidup, setelah meninggalkan adiknya untuk menikahi wanita lain.

Bersambung...

1
suryani duriah
alby berani bgt emang sanggup ngadapin para singa jantan🤭nyesel nggak bantuin vira🤧😁😁
Drezzlle: Kan kemarin nggak mau ngajak Vira kabur, jadi Vira yang polos jadi mau masuk mobil 🤣😒
total 1 replies
NyonyaGala
bell, gembel kamu udh kehilangan taring ularmu apaa malah kasi shareloc 🤣 oh mode istri penurut kali ya wkwk
NyonyaGala
kita lihat kepercayaan dudkill bakal diapain ama pak mertua 🤣🤣 maap ya will aku pengen liat usahamuuu
suryani duriah
baru aja bahagia psikofat malah datang🙄jgn takut vira entar kita lawan yaa tapi dr jauuh 🤭😁😁
Drezzlle: 🤣🤣🤣 niat nolongin nggak /Curse/🤣🤣🤣
total 1 replies
Aruna02
si abela b3go 🤣malah ngasih sharelok
mawar Cian
Alby Napa datang lagi di saat Vira mau nikah /Scowl/
Aruna02
kurang tanda petik di belakang tanda seru 🤭
Aruna02
si abela permintaan nya nggak main main 🤣
Mira
Udah lah will langsung aja habisi si alby mah biar tentram hidup
Mira
Kasih paham virr.. Vira mode gacor
Ayank~Oma
baru ngomong mama baru aja, anaknya udah teriak kencang 🤣 mikir dulu Vira, jangan sampai kamu entar di teriakin pas udah narried🥴
Ayank~Oma
lagakmu,, nggak bisa melupakan tapi kamu malah bobo sama temannya 🥴
Icha sun
waduh, gak jadi nunggu 2 bulan ini mah, 6 Minggu langsung nikah
Icha sun
si Alby nih kayaknya udah sakit jiwa 😢 parah parah parah
Ramun🍓😈
Kasihan juga si Alby. Frustasi banget dia pasti. Semoga aja gak gila😩
Ramun🍓😈
mungkin Abella berpikir percuma dia hidup toh ujung ujungnya bakal meninggoy juga.🤭
Ramun🍓😈
tamatlah riwayatmu bella😩, mau kasihan tapi mengingat smua klakuan busukmj itu 🥲🥲🥲
Ramun🍓😈
mulai ada lampu hijau, semngat dudkil. Selamat berjuang mendapatkan restu🥹
Mira
si Abel maunnya apa sih dirimu ini meni ngusik hidup org mulu
Drezzlle: disuruh othornya /Curse/
total 1 replies
Icha sun
Abella mending dengerin apa kata Riko. blm tentu rencana kamu juga berhasil, yg ada menderita terooos. kok mau2nya siih
Drezzlle: namanya juga ogeb 🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!