NovelToon NovelToon
Married To Mr CEO

Married To Mr CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Nikahmuda / Aliansi Pernikahan / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:12.7M
Nilai: 5
Nama Author: Adinasya mahila

Mina bertemu dengan Nic saat masih duduk di bangku SMA. Gadis itu tidak pernah menyangka akan jatuh cinta kepada sosok Pria yang berumur sepuluh tahun lebih tua darinya. Tak bertepuk sebelah tangan, Nic ternyata juga menaruh hati pada sosoknya yang sederhana.

Namun, saat mereka hampir bersama, sebuah kesalah pahaman membuat Mina memilih menjauh dari kehidupan Nic. Hingga, Tiga tahun kemudian dia harus kembali bertemu dengan Nic dan terjebak dalam ikatan pernikahan.

Jungkir balik kehidupan mereka menjadi cerita tersendiri.

_
_
_

Note :
JANGAN PLAGIAT ATAU TAMBAL SULAM!
INGAT AZAB
Carilah Rezeki yang halal dengan mencari ide sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adinasya mahila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 29 : Ide Gila

Mina menatap layar ponselnya dengan derai air mata, lembaran tisu bekas mengelap tangisannya berceceran di lantai kamar. Gadis itu terisak matanya sembab, sekitar satu jam yang lalu Ia melihat sang mami dan wanita yang ternyata adalah Seri melakukan konferensi pers di depan awak media.

"Berita yang tak berdasar itu jelas merugikan pihak keluarga, anak saya dan Mina memang sudah berhubungan sejak lama, bahkan rencananya mereka ingin menikah dalam waktu dekat."

Ucapan Seri tadi sukses membuat Mina syok, apalagi sang mami mengangguk menyetujui omongannya.

"Mami apa-apaan sih mi?"

Sara menatap sang anak dari layar, mencoba menjelaskan situasi yang terjadi sekarang. ia bercerita bahwa ibunda Nic datang menemuinya kemarin. Seri berkata bahwa Nic dan Mina memiliki hubungan spesial, bahkan foto mereka yang tengah berciuman di club Seri tunjukan ke Sara.

"Kamu mau papi cepet mati? Iya?" pertanyaan sadis Sara membuat Mina tertampar.

"Kamu janji sama mami lho Na, mami sama papi izinin kuliah di luar kota tapi kamu ga boleh salah pergaulan, kamu pasti juga minum-minum kan di club?" dari layar ponselnya Mina melihat sang mami juga meneteskan air mata.

"Jangan-jangan kamu juga udah ... " Sara tak kuasa menahan emosinya.

"Ya ampun enggak mi, mami mikirnya kok gitu sih?"

"Mama Nic bilang dia ga ingin nama baik keluarga kita jadi hancur karena skandal kamu ini, dia mau nglamar kamu terus nikahin kalian sesegera mungkin."

"Astaga mami!" Mina terkejut dan berteriak membuat kepala Ruby dan Galuh yang menguping di luar kamarnya saling berbenturan.

"Mina masih kuliah Mi, Mina masih pengen kerja."

"Nikah ga akan ngehalangi kuliah sama kerja kamu, mami juga dulu udah nikah dan masih bisa kuliah." Sara terus saja berargurmen, membuat Mina yang awalnya sedih menjadi sewot.

"Tapi mami akhirnya cerai kan?"

Pertanyaan yang sedikit jahat itu lolos dari bibir Mina begitu saja. Melihat ekspresi wajah sang mami yang berubah seketika gadis itu merasa bersalah.

"Mina.... "

Suara dari dalam benda pipih dihadapannya itu membuat Mina terkejut, sejak kapan sang papi berada disana dan mendengar semua obrolan video call nya dengan sang mami.

"Papi... " lirihnya.

Mina langsung menunduk terdiam, ia tidak berani menatap wajah Faraj meskipun hanya dari layar ponsel.

"Mina, papi mohon kali ini dengarkan omongan mami, oke."

Hanya kalimat itu yang keluar dari mulut Faraj, setelahnya Mina hanya bisa melihat sang papi berjalan lunglai dan berlalu pergi. Air mata Mina menetes kembali, ia tak menyangka papinya begitu kecewa sampai malas berbicara dengannya.

"Na, mungkin kamu berpikir masalah ini hanya seperti kamu ketahuan memakai ponsel di jam sekolah saat SMA, dipanggil BP selesai. Enggak Na, papi sama mami mendapat gunjingan sana sini, kamu tahu Mina? punya anak perempuan itu ibarat menggenggam sebutir telur, kalau sampai jatuh dan retak tidak akan ada lagi yang mau mengambilnya."

Mina terdiam, ia sadar bahwa ke club malam adalah hal yang seharusnya tidak ia lakukan selama ini.

"Bu Seri bilang bahwa Nic menyukaimu, mami juga tahu kamu menyukainya, mami tahu sejak tiga tahun yang lalu malahan."

"Mi, enggak .... "

Sara menyilangkan tangannya di depan dada,

"pokoknya kalau Nic dan orang tuanya kesini untuk melamar kamu, mami sama papi akan menerimanya, toh kalian juga diam-diam sering bertemu di Jogja selama ini."

"Ya ampun mami, mami salah paham." Mina menjambak rambutnya frustrasi. "Lagian mami aku ga mau nikah sama om-om."

"Kamu ga mau nikah sama om-om tapi kamu ciuman sama om-om. Cukup Mina! mami sama papi ga mau kalau kedepan nanti malah ada om-om lainnya yang terekspos."

Sara menggelengkan kepalanya berkali-kali, pikiran negatif dan bayangan sang anak tiri menjadi gadis tidak benar berputar di kepalanya.

"Keluarga besar papi sama mami semuanya sudah tahu dan kamu harus bertanggung jawab atas kelakuan kamu."

"Mami, Mina kan ga hamil di luar nikah? untuk apa Mami mau nikahin Mina?"

"Untuk menjaga nama baik papi, meskipun kamu ga hamil pandangan mereka udah negatif Na, lagipula kamu akan hidup mapan."

"Mami matre!"

Tanpa berpamitan Mina mematikan sambungan video call nya. Gadis itu membuka kasar pintu kamarnya sampai membuat Ruby dan Galuh hampir terjerembab ke depan.

"Dasar Tuping, tukang nguping!" gerutu Mina kepada dua temannya sambil berjalan menuju dapur.

***

"Mama! Mama mau melakukan apa? siapa yang akan mama nikahkan dengan Mina?"

Tanpa permisi Nic mendobrak masuk ke kamar sang mama, wajahnya terlihat merah menahan emosi di dadanya.

"Ya kamu lah, masa Evan?" Jawab Seri santai.

"Mama pikir menikah semudah itu?"

"Nico, kenapa sih emosi? bukannya kamu suka sama gadis itu? Mama cuma membantu kamu itu saja!" Seri masih saja bersikap santai seolah menikahkan anaknya bukan perkara yang sulit.

"Katakanlah iya aku menyukainya, tapi bukan seperti ini caranya."

Nic menghempaskan dirinya duduk di ranjang sang mama, menangkup kening dengan kedua telapak tangannya. "Mama pasti iri dengan teman mama yang sudah memiliki cucu, iya kan?"

Seri terkejut, wanita itu tak menyangka Nic bisa menebak isi hatinya semudah nitizen mengomentari kehidupan pribadi seseorang.

"Benar kan dugaanku?" Nic tersenyum menghina, membuat Seri kesal dan melayangkan bantal ke lengan sang anak.

"Mama ingin punya berapa cucu, aku akan memberikannya ke mama, aku tinggal tidur dengan perempuan, membuat mereka hamil dan melahirkan cucu-cucu yang merepotkan untuk mama."

"Dasar anak ga ada ahklak!"

Seri kembali memukuli Nic. Namun, laki-laki itu segera menangkis bantal yang mamanya layangkan.

"Dia tidak menyukai aku ma, Mina bahkan membenciku."

Seri terdiam melihat tatapan serius dari sang putra, alis matanya berkerut mencoba mencerna perasaan Nic yang sebenarnya.

"Dua korban kecelakaan mobil tiga belas tahun yang lalu, mereka adalah mama dan saudara Mina. Aku membunuh mereka," ucap Nic penuh penyesalan.

"Nic ... " Emosi Seri tiba-tiba padam, di mata Nic sekarang mamanya juga ikut merasa bersalah.

"Jadi Ma.... "

"Bukankah ini takdir Nic? itu bisa menjadi alasan yang lebih kuat agar kita dan keluarga mereka bisa berhubungan baik karena kita sudah memiliki ikatan masa lalu."

Seri langsung berjalan mengambil ponselnya, ia tak menyangka pikiran sang mama malah berbanding terbalik dengan pikirannya.

"Apa yang mau mama lakukan?" Tanya Nic khawatir.

"Memberi tahu orang tua Mina bahwa kita akan datang ke rumah mereka."

"Ma ...! "

***

Mina menyandarkan kepalanya di pundak Ruby, ia puas menumpahkan isi hatinya kepada teman satu kontrakannya.

"Jadi kamu sempat suka sama bocah tua nakal itu? tapi karena kamu tahu dia penyebab kecelakaan mama dan saudaramu kamu jadi benci?" Tanya Galuh setelah meyimpulkan curahan hati temannya.

Mina mengangguk, sebuah sedotan mengarah ke mulutnya dari Ruby, gadis itu memastikan Mina menyesapnya lalu menepuk-nepuk punggung sahabatnya mendramatisir.

"Juga karena kamu tidak kuat menghadapi omongan para nitizen? begitu?" imbuh Anggie.

Mina lagi-lagi mengangguk lemah sambil memasukkan citata snack kesukaannya ke dalam mulut.

"Nikah aja kali Na, habis itu kamu balas dendam deh, kamu ambil semua hartanya terus ceraikan dia."

Mina mengangkat kepalanya, begitu juga dengan ketiga temannya yang langsung menatap ke arah sumber suara. Rania, teman satu kontrakannya yang suka menonton sinetron azab dan jeritan hati istri yang teraniaya terlihat dengan santainya memberikan ide dan jelas ide itu pasti bersumber dari sinetron yang sering dia tonton.

"Tulis juga kontrak pernikahan bahwa kamu meminta sebagian hartanya jika dia minta anak darimu."

Semua gadis itu melotot tak percaya mendengar ide dari teman mereka yang akrab dipanggil Ran itu.

"Di novel banyak kok yang gitu," ucap Ran tanpa dosa.

_

_

_

_

_

_

_

_

_

_

_

1
Evi Nopianti
Nicna... Kuliahnya akhirnya kelar juga, selamat ya... /Kiss//Kiss//Kiss/
Dewi Shandra
kacau
Dewi Shandra
😂😂😂😂😂
vit
bagus 😍😍
vit
Jd ttg nic yg anak kandung kedua ortunya nggak ada lanjutannya ya kk author?
Evi Yolanda
🤣🤣🤣 Thor novel mu menggemaskan .. semangat Thor
Ria Rifantiani
baca lagi dan baru ngeh klo novelnya kak na itu sambung menyambung menjadi satu,itulah karya kak na.
ada dewa anaknya bu dewan,ada aqilla dan adara anaknya bu Erin istrinya raja minyak pak rhoma klo gak salah hihihiiiii
suliana bru
suka
amihcint
katanya ortu nya nick kecelakaa meninggal ?
amihcint
hadir
Mulya Tuti
udah 3 kali baca
Novhye
Luar biasa
An'nazzyla Auria
sangat cocok bagi yang membaca
Mirna Verawati
mantappp !!
Lisstia
romantisnya mereka
Lisstia
si monica ampe di persiapkan duduk di sofa biar nyaman bergosipnya
Lisstia
segitu cintanya nic ke kamu mina
Lisstia
ngakak abis
Lisstia
mau ketemu skala gk segampang itu nic
Lisstia
bacanya maraton,terimakasih kak na,, novel kak na menghibur banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!