'Betapa kejamnya dunia pada seorang wanita yang belum bergelar ibu.'
Zahra sudah menikah dengan Aditya selama tiga tahun. Namun masih belum dipercaya memiliki seorang anak.
Meskipun belum juga hamil, tapi Zahra bersyukur Aditya dan keluarganya tidak mempermasalahkan hal itu. Zahra merasa hidupnya sempurna dikelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya.
Tapi takdir berkata lain, suatu hari ia mengetahui bahwa Aditya akan menikah dengan Nadia, teman masa kecil Aditya karena Nadia hamil.
Rasa marah dan kecewa melebur jadi satu dalam hati Zahra. Ia mulai mempertanyakan keadilan dunia.
Mampukah Zahra mengobati hatinya dan menata lagi hidupnya atau ia tetap menggenggam cinta yang menyakitkan tersebut ?
..
Hay readers kesayangan Author, Author kembali lagi nih dengan tema berbeda dari novel sebelumnya. Terus kasih dukungan buat Author ya. Silahkan dikoreksi jika ada salah.
Mohon bacanya tidak di skip-skip ya. Makasih 🙏🫶🤩
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Apa belum sembuh ?
Zafirah melangkah dengan santai sembari menutup kedua telinganya dengan earphone. Tapi tiba-tiba ada yang melempar puntung rokok dan hampir mengenai kakinya.
Ia menengok kanan kiri dari mana kira-kira puntung rokok yang masih mengeluarkan bara tersebut muncul.
Tidak jauh darinya tampak seorang pria berkemeja putih yang sudah acak-acakan dengan jasnya yang tersampir di lengannya. Sebelah tangannya sibuk memegang ponsel yang ia letakkan di telinga nya.
Zafirah yakin orang itulah yang melempar puntung rokok tadi. Sebab tidak ada orang lain di belakang sini. Entah apalah yang dilakukan oleh orang ini di belakang hotel.
Zafirah ingin segera menegurnya namun ia tahu jika pria tersebut sedang bicara serius di telfon. Jadi dengan kesabaran yang sangat tipis ia memilih berdiri di belakang pria itu tanpa pria itu sendiri sadari.
Setelah kurang dari dua menit akhirnya panggilan selesai. Dan pria tersebut berbalik badan namun ia terlonjak hampir jatuh sebab terkejut. Di depannya ada Zafirah yang begitu dekat dengannya.
"Ahh.. Siapa kamu ?" teriak pria itu memegang dadanya.
"Tidak penting aku siapa. Lihat itu.. Itu rokok bekasmu kan ? Hampir saja kena kaki ku," teriak Zafirah dengan mata melotot.
Pria itu melongo sambil melihat kearah dimana Zafirah menunjuk. Memang terlihat puntung rokok yang masih sedikit mengeluarkan asap. Melihat itu, dia hanya tersenyum canggung dan menggaruk belakang kepalanya.
"Ya maaf. Ku pikir tadi lemparan ku mendarat di semak-semak,"
"Kamu mau membakar hotel ini ya. Kenapa tidak dimatikan dulu apinya," kata Zafirah masih menggebu.
"Iya-iya. Aku matikan sekarang," pria itu segera menghampiri puntung rokoknya dan menginjaknya hingga apinya padam. Lalu memungutnya dan memasukkannya dalam tong sampah.
"Sudah selesai. Hei kamu cantik juga, siapa namamu ?"
"Hii orang aneh," Zafirah segera pergi tanpa menjawab pertanyaan pria itu. Memang ia akui, pria tersebut cukup tampan. Tapi lagi-lagi ia tidak mau berkenalan dengan siapapun.
Setelah kepergian Zafirah, seseorang wanita menghampiri pria itu dengan tergesa-gesa. "Tuan, kenapa tidak masuk lewat depan saja"
"Tidak apa-apa. Aku hanya mampir sebentar. Oyah apa dia karyawan di hotel ?" tanyanya menunjuk Zafirah yang hanya terlihat punggungnya di kejauhan.
Perempuan berkacamata tebal itu melihat kearah yang ditunjuk. Namun ia tidak jelas, siapa perempuan yang berjalan menjauh itu.
"Tuan Rayan, saya tidak bisa melihat wajahnya. Tapi kalau dia berjalan lewat belakang ya kemungkinan dia memang karyawan di hotel," ucap wanita ber nametag Sofi Thalia.
"Hem yasudah. Ayo masuk," ajak pria bernama Rayan tersebut.
Rayan Pratama, berusia dua puluh sembilan tahun. Seorang anak dari keluarga Pratama pemilik hotel seruni. Dan kebetulan hotel yang menjadi tempat Zafirah bekerja adalah salah satu properti keluarganya.
Rayan hanya sesekali datang ke hotel. Hanya untuk mengecek laporan dan akan lebih sering datang jika ada masalah. Selebihnya hari-harinya hanya dihabiskan untuk menyalurkan hobi fotografi nya dan traveling.
Rayan seorang pria yang penuh percaya diri, sukses, baik, peduli, romantis dan playboy. Dia punya banyak penggemar karena memiliki wajah tampan dan berkharismatik. Suka bersenang-senang dan tidak terlalu serius dalam hubungan.
..
Zafirah mengendarai mobilnya menuju apartemennya yang tidak jauh dari hotel seruni. Sebelum itu, ia mampir ke supermarket karena kebetulan semua kebutuhannya sudah habis.
Tiba disana ia memilih beberapa skincare dan camilan. Untuk kebutuhan dapur ia merasa masih aman sebab ia memang jarang masak karena lebih sering makan di hotel saat bekerja. Dan jikapun memasak hanya sedikit untuk dirinya saja.
"Lama tidak bertemu, sayang. Kamu apa kabar ?" Suara itu. Suara yang begitu Zafirah kenali ada di dekatnya. Itu suara Aldo. Pria itu menyapanya bahkan dengan lancang tangannya memegang tangan Zafirah yang sedang mengambil minuman dingin di dalam showcase.
Zafirah sedikit terkejut. Bertemu dengan Aldo sama dengan mengorek luka lamanya kembali. Tadinya ia merasa sangat baik-baik saja, namun setelah bertemu dengan Aldo masih ia ingat jika Aldo lah penyebab ketidakpercayaan dirinya semakin besar.
"Mau apa kamu ?" sentak Zafirah dengan menepis kasar tangan Aldo.
Aldo tersenyum manis. Meskipun tidak ada ketulusan dalam senyumannya.
"Aku rindu kamu. Aku mencari-cari kamu tapi tidak pernah bisa bertemu. Apa kamu sengaja menghindari ku ?" tanya Aldo dengan wajah serius.
"Mencari ku ? untuk apa ? aku rasa diantara kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi," tekan Zafirah. Matanya dengan berani menatap mata Aldo yang dulu bisa menenggelamkan nya dalam kebohongan palsu.
"Jangan begitu, Zafirah. Jangan tunjukkan kebencian kamu padaku. Sejak perceraian kita, aku merasa benar-benar kosong. Kehilangan kamu nyatanya menjadi luka tersendiri dalam hatiku," kata Aldo dengan wajah sendu. Kilatan kesedihan mulai nampak di matanya.
Zafirah ingin membalasnya, namun suaranya tercekat di tenggorokan. Mengapa ia harus mendengar ungkapan menjijikkan ini disaat ia mulai mencoba menata hatinya yang porak-poranda.
Bukannya ia masih mencintai Aldo, bukan. Cinta itu sudah padam seiring matanya menyaksikan kebejatan sang suami yang bergumul dengan wanita lain.
Beribu kata maaf Aldo ucapkan untuk membuat Zafirah tetap tinggal. Sesungguhnya, Zafirah adalah figur istri dan ibu yang ideal untuk anak-anaknya kelak. Namun ia bukanlah tipe yang diinginkan oleh Aldo.
"Kamu semakin cantik dengan rambut ungu mu," kata Aldo lagi dengan sedikit senyum. Tangannya dengan nakal membelai ujung rambut Zafirah yang memang berwarna ungu gelap.
"Kembalilah padaku, Fira. Aku berjanji akan setia. Aku sudah tidak pernah bermain wanita lagi. Percayalah," ungkap Aldo yang hanya dibalas kekehan pelan oleh Zafirah.
Zafirah menatap Aldo dengan mata yang mulai berembun. Melihat wajah Aldo membuatnya ingat bagaimana kehancurannya saat mengetahui pria yang dicintainya dengan dalam itu tega menduakannya.
"Aldo, kamu adalah sumber dari rasa sakit yang sampai saat ini masih aku rasakan. Kamu penyebab hatiku tidak pernah sembuh. Aku bersumpah tidak akan mau kembali sama kamu meskipun dunia ini kiamat," ucap Zafirah dengan menunjuk-nunjuk dada Aldo.
"Kalau di dunia ini cuma tersisa aku bagaimana ?" tanya Aldo mencoba bercanda. Entah mengapa hatinya merasa sakit melihat Zafirah menangis.
"Aku bersumpah tidak akan kembali sama kamu walaupun di dunia hanya tersisa kamu," jawab Zafirah penuh amarah.
Ia bingung, sebenarnya ia menangisi apa ? kebencian terhadap siapa yang ia rasakan ? pada Aldo atau pada dirinya sendiri yang tidak sanggup menyembuhkan hatinya ?
"Minggir, aku mau lewat. Jangan menggangguku lagi setelah ini. Meskipun kita bertemu jangan pernah menyapaku," kata Zafirah sinis. Ia mengambil keranjang belanjanya kemudian melewati Aldo dengan sedikit menabrak pundak Aldo dan tidak lupa menginjak kaki Aldo.
Suara jeritan kecil Aldo menerbitkan senyum palsu di bibir Zafirah. Ia menghapus air matanya dan pergi menjauh dari tempat itu.
...
Kadang kala ada orang yang berusaha menghindari sesuatu yang menyakiti nya, malah sering dipertemukan dengan sesuatu itu. Dan saat bertemu pasti lidah akan terasa kaku tidak bisa menjawab dan dada terasa sesak sebab memendam semua kata yang tidak bisa diucapkan.
Love teman-teman semua..Semoga kita dihindarkan dari sesuatu yang tidak kita sukai🙏🥰
penasaran siapa itu.. smngt up ny Thor
sempet kirain genre BL novelnya gegara cover ternyata bukan hehehe
Semangat thor 💪