Alitza Zeefanya Bella, atau sering disapa Zee adalah seorang gadis cantik yang ceria. Seperti nama yang diberikan oleh orang tuanya yang berarti gadis cantik yang ceria yang selalu ada dalam lindungan Tuhan.
Hidupnya baik-baik saja, terlahir cantik serta besar di lingkungan keluarga kaya yang harmonis membuat dirinya tumbuh menjadi gadis ceria dan penuh kepedulian.
Semua baik-baik saja sampai dirinya harus kehilangan seluruh alasan kebahagiaan nya. Membuat dirinya harus bekerja untuk menghidupi dirinya dan seorang wanita tua yang menjadi pengasuhnya sejak bayi.
Bekerja didunia malam membuat dirinya dipandang miring oleh semua orang. Namun dirinya tak peduli, hanya dirinya yang tahu seperti apa sesungguhnya yang ia jalani.
Akankah nasib baik kembali berpihak padanya? atau justru kehidupannya semakin sulit?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novia_dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Beniqno Bagaskara
"Zee.. ". Leon yang berdiri didepan ruang kerja nya melambaikan tangannya saat melihat Zee.
" Ada yang bisa saya bantu pak? ". Tanya Zee sopan.
" Biasa ya.. di VIP 5". Zee langsung mengangguk paham.
"Saya ke bawah dulu pak, ambil minumannya". Leon mengangguk dan berlalu dari hadapan Zee.
Sampai di meja bartender, Zee tersenyum menyapa bartender yang berjaga malam itu.
" Mas Pras.. VIP 5 ya.. " Laki-laki yang disapa Zee dengan sebutan Mas Pras itu langsung mengacungkan jempol nya pada Zee.
Sebuah nampan berisi beberapa botol minuman sudah ada di depan Zee.
"Temen-temen si bos lagi Zee? ". Tanya sang bartender pada Zee.
" Belum tau mas..Ini baru mau kesana. Tapi kayanya sih iya". Terang Zee yang sudah mengangkat nampan berisi botol minuman itu.
"Hati-hati naiknya. ". Zee mengangguk dan tersenyum.
" Perlu aku bantu? ". Pras menawarkan bantuannya pada Zee.
" Nanti kalau mas Pras bantu aku, disini pusing nggak ada yang bikin minuman". Kekeh Zee kemudian berlalu dari hadapan pria bernama Pras itu.
" Huh.. cantik banget sih kamu Zee. Tapi kenapa nggak peka banget kalo dikasih perhatian ". Gumam sang bartender.
" Mending sama eike saja deh mas Pras.. nunggu Zee peka mah bisa sampai kiamat belum tentu dia peka". Laki-laki bernama Pras itu berjingkat karena kaget dengan keberadaan Maya.
"Kamu bikin kaget May". Pras mengelus dadanya yang masih berdebar kencang.
" Abis mas Pras terlalu mengagumi Zee, sampai aku dateng juga nggak tau". Maya mengomel membuat Pras terkekeh.
Kembali pada Zee, gadis itu sudah ada di depan pintu ruang VIP 5. Ia menarik kedua sudut bibirnya sebelum mendorong pintu dengan sikunya.
"Hallo Zee.. Makin cantik aja sih kamu" Kedatangan Zee langsung disambut ramah oleh penghuni ruangan.
"Anda selalu berlebihan pak David. Tapi terimakasih untuk pujiannya". Sahut Zee tenang
" Selamat malam Zee.. " Seorang pria yang lain menyapa juga.
"Selamat malam juga pak Zacky.. " Balas Zee sopan.
"Kapan kamu siap aku lamar Zee? ". Zee langsung menoleh pada sosok pria yang baru saja berbicara. Ia lantas tertawa pelan dan menjawab.
" Kapan saja pak Bara siap melamar saya ke emak". Tak lama ruangan itu penuh dengan suara tawa yang cukup menggema.
Hanya seorang saja yang tak bersuara sejak tadi dan terus mencuri pandang kearah Zee. Gadis yang sudah dua kali ini ia lihat.
"Saya ada diluar ruangan kalau butuh sesuatu". Zee pamit undur diri.
" Disini saja Zee. Kami tidak akan menggigitmu". Kelakar Bara.
"Tapi mereka yang akan mencakar saya". Bisik Zee sambil menatap tiga orang wanita dengan pakaian seksi masuk kedalam ruangan.
Bara tertawa keras mendengar jawaban Zee. Sejak melihat gadis itu, Bara sudah tertarik. namun seperti biasa, Zee tak pernah serius menanggapi semua ucapannya.
" Pak Zacky.. ingat istri dirumah ya. Nanti saya aduin kalo macem-macem ". Peringat Zee pada lelaki bernama Zacky.
Dari kelima pria di ruangan itu, setahu Zee.. hanya Zacky yang sudah berkeluarga. Ia pernah bertemu dengan istri Zacky beberapa kali saat lelaki itu mengajak istrinya ke club.
Tawa Bara dan David menggema mendengar peringatan Zee. Pun dengan Leon yaang tak dapat menyembunyikan tawanya.
" Astaga Zee.. memang kapan kamu pernah liat aku macam-macam ". Sahut Zacky dijawab Zee dengan mengendikkan bahunya.
" Saya permisi dulu semua.. mari". Zee benar-benar pamit undur diri.
"Siapa dia? Dan kemana Maya? ". Zacky menoleh pada satu-satunya orang yang sejak tadi diam saja. Dia adalah bos nya. Lelaki tampan dengan ke narsisan dan bisa dibilang lelaki arogan.
" Dia siapa? ". Zacky balas bertanya. Bukan tak paham arah pertanyaan bos nya itu. Ia hanya ingin memancing bosnya yang narsis itu agar marah. Dasar asisten koplak🤭😅
" Apa otakmu sudah tidak berfungsi dengan baik? Harus aku jelaskan? ". Tanya lelaki dengan wajah bule itu.
" Wow.. wow.. wow.. Sejak kapan seorang Beniqno penasaran dengan seorang gadis". Bukan Zacky yang bersuara, namun Bara. Ia mendengar pertanyaan Ben rupanya.
"Cih.. siapa yang tertarik. Aku hanya bertanya, kenapa bukan Maya yang disini". Sinis Ben tak mau kalah membuat Zacky melirik bosnya.
" Dia Zee.. aku yang menugaskan dia melayani jika kita berkumpul". Leon angkat suara.
Alis Ben berkerut mendengar penuturan Leon. Pasalnya ia memang sudah sangat lama tak datang ke club itu. Mungkin lebih 5tahun ia tak menginjak kan kakinya disana. Bukan karena tak ingin, namun ia diembani tugas oleh sang ayah untuk memimpin perusahaan mereka di cabang kota lain.
"Hidupmu terlalu monoton Ben. Terlalu sibuk dengan tumpukan kertas". Cibir David yang kini sudah memangku salah satu gadis berpakaian seksi.
" Kau benar. Aku tidak memiliki hari libur bekerja sebagai asisten nya". Timpal Zacky yang langsung mendapat pelototan dari Ben.
"Kau sudah bosan bekerja?! ". Zacky langsung tersenyum.
" Jika diizinkan, maka dengan senang hati aku akan menyerahkan surat pengunduran diri ku, bos". Bukannya takut dipecat, Zacky justru menantang balik Ben. Membuat Ben mendengus kesal.
Beniqno Bagaskara, seorang pengusaha muda yang dianugerahi wajah tampan dan harta yang tak perlu diragukan lagi jumlahnya.
Karena hal. itu pula lah dirinya selalu memandang semua wanita tak pantas bersanding dengan dirinya yang ia anggap terlalu sempurna.
Dahulu ia pernah memiliki kekasih, namun dirinya yang kala itu belum diberi kepercayaan oleh kedua orang tuanya untuk memegang perusahaan keluarga membuat sang kekasih pergi meninggalkan nya. Dari sana pula lah ia membenci wanita. Ia berpikir jika semua wanita sama. Hanya melihat dirinya dari harta saja.
Namun sosok Zee, sedikit mengusik hati Ben. Lelaki dewasa berusia 29tahun itu melihat banyak kesedihan dibalik senyum dan keceriaan gadis bernama Zee itu.
Meski begitu, Ben tak ingin mengakui dan menampik rasa yang sedikit mengusik hatinya itu.
Sementara di luar ruangan, seperti biasa Zee duduk dengan tenang dikursi yang ada diluar ruangan. Ia memainkan ponselnya untuk mengusir rasa bosan.
"Cewek.. sendiri aja nih". Zee langsung mengangkat wajahnya kala mendengar suara yang ia kenali.
" Kak.. " Zee segera menyimpan ponselnya dan kemudian berdiri.
"Leon didalam? ". Tanya Aurel yang baru datang. Dan Zee mengangguk sebagai jawaban.
" Ayo ikut masuk. Ngapain kamu disini.. " Aurel menarik tangan Zee. Meskipun Zee menolak, Aurel tetap memaksanya ikut masuk.
Sampai didalam, Aurel mendengus kesal melihat David dan Bara yang sudah duduk rapat dengan 3wanita dengan pakaian seksinya.
"Kalian keluar! ". Perintah Aurel yang langsung dipatuhi oleh tiga wanita itu. Meskipun terlihat kesal, mereka tak berani melawan.
Aurel melepaskan pegangan tangannya pada Zee dan kemudian menghampiri Leon untuk mencium pipi tunangannya itu.
" Kenapa mereka disuruh keluar sih, Rel". Bara dan David protes.
"Karna aku bawa masuk Zee. Mata dia bisa ternoda dengan kelakuan kalian yang nggak senonoh itu". Omel Aurel membuat Bara dan David mendengus.
" Aku diluar aja kak, kasian pak Bara dan pak David". Zee merasa sungkan, karena keberadaan nya mengganggu kesenangan tamu bos nya itu.
"Disini aja! Biar cepet tobat ini orang berdua". Aurel tetap kekeh pada keputusannya.
" Hai Ben, kapan balik? ". Aurel baru menyadari keberadaan Ben disana. Ia menyapa teman dari tunangannya itu.
" Baru beberapa minggu". Sahut Ben santai.
"Oooh.. namanya Ben". Batin Zee
"Ganteng..". Batinnya lagi saat ia melirik sekilas lelaki yang ia tahu bernama Ben itu.
Tak lama pintu diketuk dari luar, Zee bangkit dan membukakan pintu setelah mendapat persetujuan dari Leon.
" Oh my.. cowo ganteng kumpul disini semua". Pekik Maya membuat ruangan heboh dengan tingkah Maya.
"Oh wow.. ayang Ben, kapan datang?? ". Maya segera mendekat pada Ben yang langsung mengangkat tangannya.
" Ish, nggak berubah banget deh ah. Nggak seru.. " Maya menghentakkan kakinya dan kemudian berbalik karena niatnya mendekat pada Ben tidak disetujui oleh Ben.
"Genit banget sih". Zee yang gemas mencubit pelan perut Maya yang langsung mengaduh. Semua interaksi kecil itu ternyata tak luput dari pengamatan Ben.
Dan Ben yang sesekali mencuri pandang pada Zee pun ternyata masuk dalam pengamatan Zacky yang langsung menyunggingkan sudut bibirnya.
...¥¥¥°°°¥¥¥...
...Yuhuuu.. sapa tuh yang curi-curi pandang sama neng Zee🤭🤭...
...Jangan lupa ritualnya ya kaka, like komen jangan ketinggalan ya🫰🫰 Happy reading semuanya 💋💋💋😍🥰😍😍...
...Sarangheyo readers 💋💋💋😍🥰😍😘😘😘...