NovelToon NovelToon
Brondong Angkuh Itu Suami Ku

Brondong Angkuh Itu Suami Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Dijodohkan Orang Tua / Aliansi Pernikahan / Nikah Kontrak / Berondong
Popularitas:10.4k
Nilai: 5
Nama Author: Iis Surya

Viola pranindhita(29) seorang perempuan independen yang sukses di segala bidang usaha hingga berhasil menjadi CEO perusahaan ternama.terpaksa menerima perjodohan nya dengan Evan Erlangga(27). seorang pembisnis muda yang sekaligus saingan bisnis nya yang terkenal angkuh dan dingin terhadap wanita..
akankah keangkuhan, keras kepala, dan sifat individulis dari ke duanya bisa menciptakan sebuah ikatan rumah tangga yang manis dan romantis???Jika ada trauma di masa lalu tentang pernikahan...bagaimana cara mereka untuk berusaha memahami tentang arti pernikahan yang sebenarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iis Surya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cinta mati

Bella terdiam menatap Viola yang fokus mengaduk-aduk minuman nya dengan wajah datar. Hampir satu jam dia menjadi pendengar setia Viola yang masih merasa kesal pada Evan.

"Terus sekarang kamu mau gimana..? "tanya bella membuyarkan lamunan Viola.

" Aku nggak tau, aku males pulang.. apa malam ini aku pulang ke rumah nenek aja ya... bareng kamu...."mata Viola berbinar ketika mengucapkan idenya.

Bella hanya mendesah pelan.

" Terus, kalau evan nyusul gimana.. ntar nenek curiga dong.. kalau kalian tuh ,lagi ada masalah.. memang kamu mau nenek juga kepikiran sama masalah kalian..? "

Viola menyandarkan tubuhnya ke kursi cafe.

"Ya, sudah kalau gitu aku pulang..mungkin evan sudah nunggu aku di kantor.. " jelas Viola beranjak dari duduknya.

Bella hanya mengerlingkan bola matanya.dan berdiri mengikuti langkah Viola..meninggalkan cafe tempat biasa mereka bertemu..Bella sudah paham betul sifat Viola. Meskipun, dia sedang marah.. dia nggak akan nekat untuk lari dari masalah.apa lagi saat ini ada perempuan dari masa lalu evan..

Viola tidak akan menyerah dan mengalah begitu saja.

...****************...

"Tuh, suami kamu udah nunggu.. cepat turun.. " ujar Bella ketika melihat mobil evan sudah terparkir di depan kantor Viola.

"Iya bawel, salam sama nenek dan ibu kamu ya.. bilang jangan kangen.. "Viola segera turun dari mobil dan melangkah menuju kantor nya.

Bella tersenyum mengikuti Viola dengan tatapan mata nya. hingga akhirnya dia kembali melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu.

Viola memilih menyusuri tangga menuju ruangan nya.. dia sengaja melakukan itu, hanya ingin evan merasa kesal karena telah menunggu nya lebih lama.

Viola membuka pintu perlahan dan melihat evan sudah duduk di sofa dengan sebuah koran di tangan nya.

Tak ada kata atau pun permintaan maaf dari Viola.. dia langsung menuju kursi kerjanya mengacuhkan evan.

"Kita pulang sekarang.. " ujar evan, melangkah menghampiri Viola yang fokus pada handphone nya. tanpa mengalihkan pandangan nya Viola meraih tas nya dan berjalan ke depan.

Tiba-tiba langkah nya terhenti karena evan berdiri tegak menghalangi pintu .

Evan membalikkan tubuhnya, hingga kini mereka berhadapan dengan jarak yang sangat dekat.

"Kamu masih marah..? "tanya evan pelan.

Viola terdiam memalingkan wajahnya.

Evan menundukkan kepalanya, hingga wajah mereka benar-benar tak berjarak.

Viola bergerak mundur, tapi evan segera menahan pinggang ramping Viola hingga tubuh mereka saling menempel.

"Sampai kapan kamu akan nyuekin aku..? "

hening,.. tak ada jawaban.. hanya mata mereka yang saling bertatapan.

Evan mendekat kan wajah nya cepat, dan mengulum bibir merah Viola dengan lembut.

Viola berusaha mendorongnya, namun tenaga evan lebih besar hingga ciuman evan semakin liar menjelajah bibir ranum Viola.

Napas Viola terasa sesak hingga ia mengigit bibir evan hingga mengeluarkan setitik darah dan tampak sedikit bengkak.

Evan menyeka bibirnya tanpa melepaskan pelukan nya.

"Sekarang kamu sudah pintar menggigit ya.. dasar kucing.. " jari evan memukul hidung Viola lembut. dan melepaskan pelukan nya.

"Kita ke hotel.. kita harus bicarakan ini dengan serius.. " ujar evan acuh.. dia membuka pintu dan menunggu Viola keluar lebih dulu.

Viola melewati evan dengan kesal. tapi, dia tidak bisa melawan kemauan evan.. karena Viola mempunyai prinsipnya sendiri.. setiap masalah harus segera di selesaikan. meskipun sebenarnya dia masih kesal pada evan.. tapi, sejujurnya dia pun merasakan bingung.. kenapa dia merasa kesal atas perkataan tiara.. apakah sekarang Viola benar-benar merasa cemburu? atas kedekatan evan dan tiara di masa lalu..

Tiba-tiba Viola tersadar akan satu hal, reflek dia menghentikan langkah nya dan berbalik berhadapan dengan evan yang tepat ada di belakang nya.

"Tunggu,.. kenapa kita harus ke hotel? " tanya Viola lugu.

Evan yang persis di depan nya tersenyum.

"Nanti juga kamu akan tau alasan nya.. " bisik evan di telinga Viola.

Viola menatap evan tajam, sejurus kemudian dia menatap sekelilingnya.. tampak beberapa orang tersenyum melihat mereka. "

"Gila.. bisa-bisa nya aku berhenti dan menanyakan ini pas di lobby.. "umpat Viola pada dirinya sendiri.

Viola segera menutup wajah dengan satu tangan nya,dan berlari kecil menuju mobil ..meninggalkan evan yang tersenyum gemas melihat tingkah istri nya itu.

...****************...

Viola membuka pintu kamar hotel elite yang begitu luas dengan ukuran tempat tidur yang cukup besar. dia melemparkan tas kecil nya sembarang dan duduk di tepi tempat tidur.

"Kita langsung bicara..? " ujar Viola setelah evan berdiri di hadapan nya.

"Ok.. kita mulai darimana..? " evan duduk di sebelah Viola dan menatap dengan senyum tak lepas dari wajahnya.

"Terserah,.. bicarakan saja apa yang harus aku tau... nggak perlu semua kamu ceritakan kalau itu rahasia keluarga kalian.. "

Evan tersenyum, dalam hati ia semakin mengagumi prinsip hidup istrinya, dia tidak pernah memaksa kalau evan harus selalu jujur tentang keluarga nya.. dia hanya menginginkan evan jujur terhadap masalah yang mungkin bisa berpengaruh pada kehidupan rumah tangga mereka.

"Ok.. aku akan ceritakan semuanya.. tapi, kamu janji setelah ini.. kamu juga harus percaya sama aku.. karena dalam hidup aku.. sekali aku sudah percaya sama orang maka aku mempercayai nya seumur hidupku... jadi, aku percaya sepenuhnya padamu.. "

Viola terdiam mendengar ucapan evan, bagaimana mungkin orang yang baru di kenal nya beberapa bulan ini begitu mempercayainya... sehebat itu kah ikatan pernikahan baginya..

"Ok.. " jawab Viola tegas. dia pun mulai mendengar kan cerita evan tentang tiara dan Rico.. dan alasan dia tidak bisa menolak tiara untuk tinggal di rumah itu..

Lama evan menjelaskan, hingga akhirnya dia menarik napasnya panjang.

"Begitulah cerita nya.. aku hanya ingin kamu tau kebenarannya.. hingga tidak terjadi lagi kesalah pahaman antara kita.. "

Viola terdiam menatap tajam pada evan.

"Lalu, sebenarnya sejauh apa hubungan kalian dulu..? "tanya Viola tiba-tiba.

Evan memicingkan mata nya dan tersenyum menatap Viola.

"aku sebenarnya nggak peduli, aku cuma nggak mau tiara menjadikan ini sebagai alasan untuk membuat ku kesal nantinya.." lanjut Viola berusaha menghindari tatapan evan.

"Aku sama tiara murni hanya pertemanan, itu pun karena perintah kakek.. nggak ada perasaan lain.. jika aku dulu pernah begitu baik pada nya,... begitu melindunginya... itu hanya karena kepintaran dia memanipulasi keadaan.. hingga aku dan Rico sering terlibat dengan masalah yang dia buat..tiara sering terlihat lemah, karena itulah kami selalu percaya kata-katanya.. padahal dia tidak selemah itu... malah seringkali kami meminta maaf pada orang karena ulah nya.. "jelas evan panjang lebar, seolah ia ingin menceritakan segalanya agar tidak ada lagi keraguan Viola terhadapnya.

Viola menggigit bibirnya, dia merasa telah salah paham pada suaminya itu..

" Tapi, aku nggak akan percaya cerita mu itu seratus persen.. "kilah Viola,dia tidak mau evan merasa bahwa dia benar-benar sepenuhnya meyakini apa yang evan ucapkan.

"Terserah kamu ...,biar waktu dan keadaan yang akan membuktikan apa yang aku ucapkan ini benar atau tidak.. kamu tidak perlu percaya semua nya... tapi,kamu harus percaya satu hal... " evan menggeser tubuhnya dan mendekat kan wajahnya.

"Kamu harus percaya.. aku sudah cinta mati sama kamu.. " bisik evan membuat wajah Viola bersemu merah. Lagi-lagi Viola menggigit bibir nya sendiri.

"Kamu jangan suka menyakiti dirimu sendiri vi.. " evan memegang wajah Viola dan mendekat kan ke wajahnya.

"bibir kamu itu terlalu indah kalau harus di gigit gitu.. " Evan menarik pelan wajah Viola dan mengulum lembut bibir ranum istri pujaan nya. mata Viola terpejam dan menikmati lidah evan yang mulai menyusup ke mulutnya.

"aku belum mandi.. " ucap Viola di antara desah yang keluar dari mulut kecilnya.

Evan tersenyum nakal.

"Kita mandi bareng.. " ucapnya sambil kembali memagut bibir Viola dan membopong nya ke kamar mandi.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
falea sezi
hahaha kapok lu salah sendiri goblok nurut aja kata kakek lu yg sombong g inget dia perusahaan stabil. karena siapa emank tua bangka g tau diri sama kayak lu yg plin plan
falea sezi
nah gini donk cwok plin plan g tegas buang aja ke laut
falea sezi
viola bodoh.. lakinya plin plan males deh
sarinah najwa
ulet bulu pemenangnya si tiara, dan rico pijakaanya author pendukungnya😀🙏
falea sezi
laki. tolol cerai aja. vi moga dpet ganti berondong baik gk. plin plan gk. goblook
M ipan
halo kak jika berkenan mampir juga ya🙏
Rian Moontero
lanjuuuttt👍😍
Debby
🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!