NovelToon NovelToon
Sistem Pemburu Iblis

Sistem Pemburu Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Iblis
Popularitas:636
Nilai: 5
Nama Author: Kacarealitas

Bayangkan di sebuah kehidupan indah Bumi, terdapat teror yang di rahasiakan pemerintah semua umat manusia. Teror Iblis, siluman, dan Kaiju.

Umat manusia yang memiliki kekuatan khusus disebut Exorcist mampu melawan 3 musuh besar umat manusia. Tapi umat manusia tidak bisa selamanya menang atau di bilang selalu kalah.

Kekuatan Iblis jauh lebih kuat dari pada Exorcist disebabkan kasta Level, sehingga umat manusia hanya bisa menutupi kekalahan dari teror mengerikan.

Akan tetapi itu tidak selamanya, karena Reyhan seorang siswa SMA biasa di Jakarta mendapatkan sebuah Sistem Pembunuh Iblis. Tugas Sistem itu memberi Reyhan sebuah misi dan kekuatan untuk mengalahkan Iblis-iblis lawan manusia.

Akan tetapi saat Reyhan melangkah lebih jauh sebagai Exorcist, Reyhan semakin tahu bahwa kekuatannya bukan apa-apa untuk Iblis atau Exorcist lainnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kacarealitas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19. Merendah

Kurama menggeleng tegas. "Tidak, kau tidak boleh melakukannya. Kau sudah melihatnya sendiri bukan kalau senior itu lebih berpengalaman darimu"

"Tidak, aku dan mereka bertiga akan melawannya" Zahra melangkah dengan senyum jahil.

Ketiga temannya terkejut. "Tunggu dulu, Zahra kau serius akan melawannya dengan 1vs4?"

"Ya, terus kenapa? Kan dia yang minta" Zahra berdiri 2 meter dari Reyhan.

Reyhan tersenyum. "Licik, kau menikmatinya Zahra?"

Zahra tertawa tipis. "Sedikit karena aku juga ingin memukulmu, aku tidak pernah melawanmu sejak kita bertemu di Gunung Putri"

Kurama dan murid lainnya tidak sengaja mendengar itu dan mengira Reyhan memiliki hubungan dengan Zahra.

Kurama meniup peluitnya. "Baiklah! Jika kamu ada cedera maka jangan salahkan aku tidak memperingatkan" tegasnya. "Sekarang bersiap-siap!"

Zahra dan 3 teman nya memberi kan kode lewat gerakan mata, ketiga temannya mengangguk dan mengepung Reyhan dari segala arah.

Reyhan menatap sekelilingnya dengan waspada.

"Mulai!" Teriak Kurama.

Pria di kanan Reyhan bergerak bersama Zahra di depan, Reyhan memejamkan matanya lalu terbuka dengan tajam.

Pria di kanannya menyerang dengan tangan, dan Zahra tidak berniat menyerang namun berpindah tempat.

Itu artinya, Reyhan langsung memegang tangan pria di belakang dan di sebelahnya yang hendak menyentuh tubuhnya.

"Apa?" Kurama juga sampai tercengang dengan ketelitian Reyhan.

Dua senior itu terkejut dan berusaha menarik tangannya tapi Reyhan tidak berniat melepasnya.

"Maaf ya tapi rasakan ini!" Reyhan menarik pria di belakangnya terbang ke depan, dan di sebelahnya membanting nya dengan gerakan German suplex seperti Zahra.

Murid-murid tercengang melihat gerakan sempurna Reyhan membuat senior-senior itu terkapar.

Tapi Zahra tidak membiarkan kesempatan lengah Reyhan hilang.

"Sekarang!" Zahra memutar kakinya lalu mengunci gerakan tangan dan kaki Reyhan membuatnya terkejut.

Satu senior yang tersisa bergerak cepat lalu menendang kaki Reyhan sampai jatuh berlutut.

"A-apa?" Reyhan terkejut, kejadian ini begitu cepat sampai dia tidak bisa beraksi.

Satu senior lagi yang barusan di banting Reyhan berdiri di depannya dengan agak kesal. "Maaf ya tapi ini balasanku" dia menendang dagu Reyhan ke atas.

Kepala Reyhan sampai mendongak tapi lehernya sama sekali tak patah, Reyhan justru menatap nya dengan seringai.

"Tidak buruk"

Zahra terkejut. "Kau berubah aneh, apa kau meminum ramuan penguat tulang?"

Reyhan menggeleng. "Entahlah" Reyhan berdiri dan meraih lengan Zahra lalu melemparnya ke udara.

Zahra berputar dengan baik lalu berdiri sempurna. "Berkumpul semuanya!" Alis Zahra mengerut.

Keempat senior kembali berkumpul menatap Reyhan dengan serius, jika benar meminum ramuan penguat tulang maka serangan mereka harus lebih kuat.

Kurama tidak berniat menghentikan pertarungan ini karena tidak biasanya ada yang bertahan sejauh ini melawan 4 senior.

Zahra mendengus. "Kunci, tendang, patahkan" ucap Zahra.

Ketiga temannya mengangguk seperti paham, tapi Reyhan tidak jadi dia harus waspada.

"Ayo!" Zahra berlari cepat dan Reyhan hendak meraihnya tapi lagi-lagi Zahra hanya lewat.

Serangan sesungguhnya dari pria yang akan menendang nya dari atas.

Reyhan hendak memegang kakinya tapi pria satu lainnya memegang tangan kanan Reyhan.

"Apa?" Reyhan tercengang, tangan kirinya juga di kunci. "Zahra kau licik!"

Zahra tertawa sinis dia memegang Reyhan ke belakang untuk memakai jurus andalannya.

"Bugh!" Tendangan itu mengenai dada Reyhan dengan keras.

"Sekarang!" Teriak Zahra.

"Haa!!" Kedua pria yang memegang tangannya bergerak untuk mematahkan tangan Reyhan.

Bersamaan dengan itu Zahra membanting Reyhan dengan keras dari belakang.

Zahra dari bawah menatap Reyhan dengan percaya diri. "Mengalah saja Reyhan, kau tidak akan bisa menang melawan kami"

"Oh benarkah?" Reyhan memutar tubuhnya sehingga lepas dari Zahra.

Kedua tangan senior yang masih memegangnya, Reyhan menariknya lalu dia berdiri dan memutar mereka berdua seperti mainan.

"Akh!"

"Lepaskan! Ini pusing!"

"Oke!" Reyhan melepasnya ke arah senior yang berdiri di depannya.

"Uahk!" Ketiganya jatuh bersamaan dan terkapar serta tak sanggup berdiri lagi.

Zahra menggertakkan giginya lalu berdiri. "Sudah kuduga kau tidak bisa ku remehkan"

Reyhan memutar lehernya untuk meregangkan ototnya sampai berbunyi. "Untung saja aku sudah meminum ramuan itu kalau tidak tukangku sudah patah" ucap Reyhan di dalam hati dengan panik.

Zahra menarik nafas dalam-dalam lalu menyiapkan kedua tangannya untuk maju.

"Pritt!" Kurama meniup peluitnya. "Berhenti disana! Sekarang sudah pukul 10! Waktunya pelajaran materi lalu kalian bebas!"

Murid-murid lainnya segera berdiri dan ke kelas, Asuna menghampiri Reyhan bersama Kawarazumi.

"Tuan, apa kamu baik-baik saja? Tidak terluka kan?" Tanya Asuna dengan cemas.

Reyhan mengangguk. "Aku tidak apa, hanya saja agak sedikit ngilu tapi sekarang baik-baik saja"

"Sobat kamu hebat sekali tadi, kau menghajar ketiga senior itu dengan sempurna!" Kawarazumi memberi jempol.

Reyhan menggaruk belakang kepalanya dengan canggung. "Kebetulan saja kok tidak ada yang hebat"

"Kebetulan apa? Justru itu pertarungan yang memuaskan kami" salah satu senior merangkul Reyhan dengan tersenyum lebar.

"Namaku Ram, aku teman Zahra di Exorcist Barat Selatan"

"Uh Ram, seperti biasa kau terlalu dekat dengan orang" tegur Zahra namun Ram hanya tertawa.

Zahra menghela nafas. "Reyhan kalau ada waktu bisa kau ikut aku makan bersamaku di restoran nanti? Aku traktir"

Reyhan berpikir sejenak. "Oke aku akan ajak Asuna"

Zahra mengangguk. "Tidak apa" Zahra berbalik pergi. "Ayo pergi Ram! Julius! Chen!"

"Oke" ketiga teman Zahra pergi ke suatu tempat.

"Oke kita harus kembali juga untuk pelajaran materi" Reyhan dan Asuna serta Kawarazumi pergi ke kelas.

Begitu tiba di kelas, mtaeri adalah tentang iblis.

Instruktur tetap sama yaitu Kurama. "Pernah kalian bertemu dengan iblis dan melawannya?"

Semuanya mengangguk, Kurama melanjutkan. "Iblis di bedakan kekuatan level nya dan itu kasta tertinggi dan mutlak" tegasnya.

"Iblis ada level 1-4 bisa kalian kalahkan jika bekerja sama dengan anggota 5-10 orang"

"Jika iblis level 5-7 kalian akan sangat kesulitan jika melawan dengan jumlah di bawah 20 orang" tegas Kurama. " Karena iblis itu sudah termasuk iblis kelas Senior dan Senior juga butuh 5 orang untuk mengalahkannya"

"Yang selanjutnya sekaligus berbahaya adalah iblis level 8-15. Kita akan butuh ratusan sampai ribuan Exorcist untuk melawannya dan butuh Exorcist Master atau Grandmaster setidaknya 1"

Kurama menjelaskan terakhir. "Yang terakhir adalah Iblis yang kuat dan yang dapat meratakan negara jika tak terkendali"

Kurama menarik gambar proyektor ke sebuah iblis seperti film Godzila tapi ukuran ini 1x lebih besar.

"Ini adalah iblis level 18, kami menamainya Kode-7. Iblis Level 18 ini masih ada di Chengdu dan di kurung oleh Exorcist Legenda"

Semua murid langsung mendesis mendengarnya, Reyhan bertanya karena penasaran.

"Sebenarnya seberbahay apa iblis itu sampai Exorcist Legenda yang berangkat?"

Kurama berkata dengan serius. "Karena Exorcist di bawah Legenda akan kesulitan bahkan akan kehilangan ratusan Exorcist Grandmaster dan menimbulkan jutaan korban jiwa"

Kurama menampilkan video dimana 10 tahun yang lalu Gate level 20 muncul di Chengdu dan mengeluarkan Iblis kode-7 dan ribuan iblis level 8-15.

Peperangan antara tentara DGA dan Exorcist begitu sengit tapi tetap terpukul mundur dan Exorcist Legenda kehilangan satu sosok tapi Exorcist Legenda lainnya bisa merantai kode-7 sementara waktu.

Semuanya di kelas terdiam melihat video itu, tapi Reyhan kenal dengan Exorcist Legenda itu yang mengurung kode-7 dan Exorcist Legenda yang mati.

"Karena itulah, Iblis tetaplah jauh lebih kuat dari manusia. Manusia akan terus berusaha berevolusi dengan berbagai cara dan kami menemukan cara untuk mengalahkan kode-7" Kurama menjelaskan lagi.

"Itulah kenapa kalian ada disini, DGA organsiasi yang berhak memerintah Organisasi Exorcist mengusulkan rencana proyek New Gen" di proyektor muncul simbol Gerhana matahari, bulan di atasnya yang dekat, dan lambang DGA berupa sayap terbalik dengan tajam di atas semua simbol Organsiasi.

Kurama menatap semua murid disini untuk memberi semangat berjuang. "Proyek ini membuat kalian para generasi muda yang baru berlatih dengan teknik dan jurus baru, karena iblis terus berevolusi maka umat manusia juga berevolusi melalui kalian" jelasnya.

Reyhan mengepal erat tangannya karena dia ingin jadi kuat agar membalaskan dendam Ayahnya.

Asuna menatap kepalan tangan Reyhan yang mengeras. "Tuan... Saya pasti akan mengikuti tuan apapun jalan tuan" ucapnya dalam hati.

...

Begitu malam hari tiba, Reyhan, Asuna, dan Zahra makan dengan santai di restoran dibawah laut.

Zahra memakai gaun putih untuk tidur menarik perhatian para pria membuat Reyhan sedikit kerepotan karena itu.

"Ahh makanan laut lagi, aku sungguh bosan. Aku harap ada makanan seperti ayam, steak, atau spaghetti" keluh Zahra lalu menaruh pipinya di atas meja.

Reyhan menatap Asuna begitu pula sebaliknya lalu keduanya tertawa pelan.

"Zahra kamu yang mengajak kami kesini sekarang mengeluh karena dapat makanan laut?" Reyhan mencibir.

Zahra berdiri tegak lagi, pipinya mengembung karena cemberut. "Kau pikir apa? Aku sebenarnya kesal karena kalah darimu tahu! Kenapa kau bisa minum ramuan penguat tulang?"

Reyhan berdehem. "Rahasia"

"Hah?" Zahra menggerakan meja lalu duduk dengan tenang. "Hah..." Menghela nafas. "Pesanlah apa yang kau mau, aku traktir"

Reyhan terkekeh. "Oke, kalau begitu aku mau Kaviar Beluga dan Abalone"

Zahra tersentak. "O-oke" berkeringat dingin. "Kamu Asuna?"

Asuna mengangguk. "Aku sedang diet jadi aku akan makan di rumah saja"

Zahra menghela nagas lega. "Oke aku tidak akan menawar lagi karena diet memang penting" Zahra langsung menyatakan pesanan nya dan Reyhan.

Begitu pesanan tiba, mereka bertiga makan dengan tenang.

Tapi beberapa saat kemudian, 3 orang senior masuk ke dalam restoran dan mendecakkan lidahnya karena restoran penuh orang.

"Sial, aku benci tempat ini" dia adalah pengguna elemen petir biru yang sama dengan Reyhan tapi hanya elemen bukan darah dewa.

Kualitas masih jauh di atas Reyhan tapi orang ini di kenal sebagai halilintar karena kecepatan dan kekuatannya yang mampu meledakkan tubuh orang.

Namanya adalah Seung-ho, Exorcist dari Korea Selatan yang masih mengikuti ujian.

Akan tetapi saat Seung-ho melihat ada lekaki yang dia kenali sebagai pengguna petir juga. Seung-ho merasa kesal karena setahunya dan faktanya pengguna petir itu langka.

Seung-ho berjalan ke sisi belakang Reyhan lalu menabrak kaki kursi dengan sebagai sampai patah.

Reyhan terkejut lalu jatuh ke lantai, Zahra dan Asuna berdiri.

"Reyhan apa kau baik-baik saja?" Zahra buru-buru membantu Reyhan berdiri.

Seung-ho tersenyum sinis. "Oh apa ini pengguna petir yang langka? Kenapa begitu culun?" Tawanya di susul tawa kedua temannya

Asuna yang tak tahan hendak memukul tapi Reyhan menghentikanya sehingga hanya ada gelombang serangan saja yang menerpa wajah Seung-ho.

Keributan di restoran ini menarik perhatian para murid. Reyhan melangkah maju menatap nya dengan dingin.

"Aku tak tahu apa masalahmu, tapi jangan pernah mencari masalah denganku atau kau akan binasa"

Seung-ho mendengus. "Jangan sombong disini, atau kau akan di hajar senior lainnya" tangannya melipat dengan percaya diri.

"Ziuts!" Petir-petir Reyhan muncul di belakangnya, Seung-ho menyipitkan matanya dan petirnya juga muncul sehingga kedua petir beradu.

"Aku tunggu kau di arena" ucap Reyhan dingin.

Seung-ho mendengus sinis, dia mendorong Reyhan untuk menyingkir. "Aku terima, jika kau kalah kau harus keluar dari organsiasi ini. Ini tempat yang tak pantas untuk culun seperti mu"

Reyhan menarik nafas dan menarik kembali petirnya. "Dia orang yang aneh"

Zahra berkata dengan serius. "Reyhan dia adalah Seung-ho sang halilintar. Kabarnya petirnya bisa meledakan orang, dia sudah termasuk lawan yang di hindari di Arena"

Reyhan mendengus dan kembali duduk. " Lalu apa? Aku juga pengguna petir, tunggu saja sampai pertandingan itu selesai" dia kembali makan.

Asuna duduk kembali meski dia masih marah. "Kenapa tuan menghentikan saya? Saya bisa saja membunuhnya!"

"Asuna, ingat kita berada di tempat yang berbeda dari luar. Disini adalah tempat semua orang kuat berkumpul" Reyhan menatap sekelilingnya.

"Semua orang disini kuat-kuat dan tidak meremehkan orang, jadi Asuna belajarlah dari mereka" Reyhan menepuk bahu Asuna yang merosot.

"Jadi Asuna, kita jangan pernah sombong atau kita akan jatuh karena lupa bawah"

Asuna mengangguk mengerti, Reyhan benar. Bukti dari kehadiran Seung-ho dan senior yang melawan Reyhan itu kuat-kuat.

Dan ada banyak misteri kekuatan di DGA yang belum mereka ketahui.

....

1
Anime aikō-kā
.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!