Alga adalah seorang pria bekerja sebagai nelayan. Ia bekerja untuk mencari ikan setiap hari untuk kuliah istrinya dan makan sehari-hari. Pergi pagi pulang malam agar bisa mendapatkan tangkapan ikan yang banyak. Sayangnya saat istrinya sudah S2 dan menjadi sekretaris, istrinya malah selingkuh dengan CEO tempat ia bekerja dan meninggal Alga dan anaknya.
Istrinya malu mempunyai suami nelayan seperti Alga dan akhirnya meminta cerai lalu menikah dengan pria pilihannya itu.
Hancur hati Alga setelah bercerai dengan istri tercintanya, saat sedang menjaring ikan, Ia tak sengaja jatuhkan kelaut karena Ia masih dalam kesedihan, tapi siapa sangka jika ia mendapat sebuah sistem.
Sistem Nelayan, setiap ia menangkap ikan, menjual ikan, maka ia mendapat hadiah dan poin yang mengubah hidupnya menjadi orang sukses.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29
...⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️...
...Happy reading...
...⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️...
Alga melakukan motornya menuju ke pelabuhan, ia melihat para nelayan sedang berkumpul di pelabuhan tersebut sambil melihat kapal besar milik Alga.
"Ini beneran milik Alga?" tanya Lehan tak percaya.
"Kan kamu dengar kemaren kalau Alga bilang ini kapal dia, kalo enggak, nggak mungkin sampahnya di berikan kepada ku," kata Yanto.
Mereka melihat kapal itu masih tak percaya jika Alga memiliki kapal yang mungkin jika ditafsir seharga puluhan Milyar.
Alga memarkirkan motornya di tempat parkiran di rumah warga tersebut, ia pun berjalan menuju pelabuhan.
"Hey Bang," sapa Alga denga senyum semringah.
Yanto dan yang lain melihat ke arah pemilik suara tersebut. "Eh Alga, mau pergi menjaring?" tanya Yanto terlihat ceria wajahnya.
"Iya Bang. Lho? Kalian belum berangkat juga?" tanya Alga.
"Belum, kami di sini penasaran aja, ini kapal beneran punya kamu?" tanya Yanto.
"Iya." angguk Alga.
Pak Lehan datang mendekat. "Tapi... dari mana kamu mendapatkan kapal ini?"
Alga Terdiam sejenak, ia tidak mungkin memberi tahu jika ia mendapatkan dari sistem. Ia harus mencari alasan.
"Oh, kemaren aku mendapatkan berlian di dalam air, jadi aku menjualnya dan mendapatkan uang dan membeli kapal ini agar aku bisa menangkap ikan dengan aman," kata Alga tersenyum
"Di mana kamu mendapatkannya?" tanya Dodi penasaran.
"Di laut, saat aku menjaring, nyangkut tuh berliannya, dan akhirnya aku jual. Oh ya, aku mau pergi menjaring, apa kalian mau ikut naik kapal ku juga?" tanya Alga sambil tersenyum.
"Wah, aku sudah lama ingin naik kapal pesiar," kata Lehan bersemangat.
"Ya, aku juga," kata Yanto tak mau ke tinggalan.
Ada sekitar 3 orang, sementara Dodi dan Lino, mereka menolaknya. "Kami nggak ikut, kami mending menggunakan sampan kami saja untuk bertahan hidup," kata Dodi berjalan masuk ke dalam sampan mereka.
"Ayo kita masuk," ajak Alga.
Lehan, Yanto dan Arkan mengikuti Alga masuk ke dalam kapal. "Wahhhh mewah banget," ucap Lehan yang tidak bisa menahan kekagumannya.
"Kapal semahal ini mlh di buat menjaring, ap nggak sayang banget nggak sih," ucap Yanto.
"Mau bagaimana lagi, anggap saja sedang liburan sambil mencari nafkah," kata Alga tersenyum.
Perlahan-lahan kapal pun meninggalkan pelabuhan dan menjauh.
Dodi dan Lino melihat kepergian kapal itu dengan wajah sinis. "Heh! Punya kapal begitu aja belagu banget, dia mengajak kita itu pasti bukan benar-benar mengajak, dia itu sebenarnya cuma mau pamer aja," kata Dodi dengan wajah kesal.
"Iya, kata dia dapat berlian, orang bodoh mana yang menjatuhkan berlian di dalam laut, udah bertahun jadi nelayan, nggak pernah tuh dapat berlian di laut. Atau jangan-jangan akal-akalan dia aja," kaya Lino mencibir.
Seketika ada firasat di kepala Dodi. "Atau jangan-jangan, dia pengendar narkoba kali, kapan itu dia beli biar gampang buat menjemput narkoba," kata Dodi dengan mata membulat
...⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️...