NovelToon NovelToon
Nadila Dan Si Kembar

Nadila Dan Si Kembar

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Lari Saat Hamil / Nikahmuda
Popularitas:12.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mia Putry

seorang gadis belia yang harus menjalani kehidupan dengan berbagai ujian yang berat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mia Putry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 25

" apa yang kamu sembunyikan tuan Wirya Senjaya.. pasti akan saya tau cepat atau lambat" gumannya sambil menyeringai sinis. " Bila yang kamu sembunyikan itu adalah kelemahan mu. Akan aku jadikan itu untuk menekan mu agar aku bisa jadi bagian dari keluarga Senjaya.  " Lanjutnya.

Sambil berputar-putar di kursi kebesaran nya .

" Hmmmmmmm, seperti ini akan jadi menarik jika aku tahu apa itu.. " ucapnya lalu dia meraih handphone lalu menghubungi seseorang.

Tutttt tutttt tutttt.

Telpon tersambung.

(Halo,, )

" Aku ingin kamu menyelidiki keluarga Senjaya. Sekarang berada di rumah sakit tempat kamu  bekerja,, mereka seakan akan menyembunyikan sesuatu. Jika sudah ketemu , Cepat kabari aku " 

Klik. 

Tanpa menunggu jawaban dari orang itu. Inggrid mematikan telepon nya.

" Aku harap kamu mau bekerja sama kali ini. "

" """

Dirumah sakit.

" Hmmmmm,,, kayaknya tidak akan sulit mendapatkan informasi tuan Wirya. Kebetulan piket ku hari ini. Oke. Mari kita lihat apa yang kamu tutupi tuan Wirya. " Seringai liciknya.

Terdengar ketukan pintu dari luar.

Tok tok tok

" Masuk,,,"

Suster yang mengetuk pintu pun masuk

" Permisi dok. Jadwal jaga malam ini itu anda kan? " Pasien atas nama nyonya Nadila akan pulang sore ini. Jadi tuan Wirya membutuhkan tanda tangan anda untuk surat pernyataan nanti. Karena dokter yang menangani nyonya Nadila sebelum nya sudah pulang dari tadi. " Jelasnya.

" Oh iya baik', saya akan segera kesana."

Suster itupun keluar dari sana.

" Hmmmm , semudah itu rupanya. Ok, tunggu kabar dariku nyonya Inggrid. " Seringai nya.

Dokter tersebut bergegas keruang rawat Nadila.

Sampai di disana dokter itupun melakukan sesuai prosedur agar keluarga tuan Wirya tidak curiga.

Jhon yang melihat dokter itu pun bertanya.

" Mana dokter Denis,,?" Tanya nya.

" Dokter Denis sedang ada keperluan,, saya yang menggantikan dia untuk sementara. " Jawabnya dengan nada biasa agar tidak menimbulkan kecurigaan.

" Kalau begitu panggilkan dokter lain " kata Jhon datar.

" Saya sudah melakukan sesuai dengan prosedur tuan. " Tegas nya.

" Baiklah kalau begitu. Semua administrasi sudah terselesaikan dengan baik. Kami hanya akan meminta tanda tangan saja " ucap Jhon lalu mengambil berkas yang dimaksud.

" Tapi saya harus memeriksa pasien terlebih dahulu. ," Dalih nya

" Dokter tidak boleh masuk kedalam,cukup tanda tangan disini. Agar proses nya cepat.," Jhon tetap pada pendiriannya.

Perdebatan alot Jhon dengan sang dokter berlangsung agak lama.

Sehingga Ardhana yang ada diruang rawat Nadila menjadi sedikit terganggu.

Lalu keluar lah tuan Wirya.

" Ada apa ini Jhon,? Kenapa lama sekali ?" Tanyanya.

" Maaf pak. Sebelum pasien keluar dari rumah sakit ini kami harus mengecek kembali kondisinya. " jelasnya.

" Semua prosedur sudah di tangani oleh dokter Denis. Kami hanya meminta kepada anda agar menandatangani surat pernyataan untuk kepulangan pasien. Jadi dokter tidak perlu mengeceknya lagi. " Ucap tuan Wirya dengan nada dingin.

' sial , gagal rencananya kalau begini. Saya tidak bisa memberi tahu Inggrid kalau seperti ini ' 

Guman nya dalam hati.

" Baiklah kalau begitu. " Ucapnya pasrah.

Diapun menandatangani surat pernyataan itu. Lalu berlalu dari sana dengan perasaan dongkol.

" Ahkkk sial, Apa sih yang disembunyikan oleh orang itu. Sehingga susah mengetahui nya. Mana dijaga ketat lagi. " Dia terus menggerutu Sepanjangan jalan.

Dia Lalu menekan tombol hijau untuk menelpon Inggrid.

" Aku gagal mengetahui siapa yang dilindungi oleh tuan Wirya" 

( Kenapa bisa gagal sih. Ahkkkk. Percuma saya memintamu untuk tugas ini. " )

" Maaf nyonya, Ini diluar kuasaku. Jika tuan Wirya curiga bisa bisa saya di pecat dari rumah sakit ini " 

Klik. 

Tanpa menunggu jawaban dari Inggrid dia mematikan telepon nya

Tanpa dia ketahui. Seseorang telah memperhatikan gerak geriknya dari jauh.

Diapun menghubungi seseorang.

" Tepat seperti yang tuan pikirkan. Seperti nya itu suruhan dari nyonya Inggrid. " 

Klik. 

Di ruang rawat Nadila

" Bagaimana papi. ? Apa yang akan papi lakukan pada orang itu. ?" Tanya Ardhana

" Biarkan saja, anggap saja kita tidak tahu apa apa itu akan lebih muda bagi kita untuk mengetahui siapa yang memerintahkan nya. ,"

" Bagaimana Dila,, kamu sudah siap?" Tanya nya .

" Sudah tuan.,,, Dila sudah siap. Si kembar juga sudah siap. " Ucapnya.

" Oke. Jhon siapkan dua mobil. Dengan tipe yang sama . Lalu minta seseorang yang mirip dengan Nadila. " Ucap tuan Wirya.

Jhon uang mengerti akan hal itu pun bergegas memberi tahu anak buahnya.

"Ayo Dila biarkan para pengawal yang membawa Si kembar. Ikuti Ardhana,untuk kali ini tolong kerja samanya. " Ucap tuan Wirya tegas.

Nadila pun menurutinya .

' demi kalian Mommy akan melakukan apapun nak. ' 

Lirihnya dalam hati.

Mereka pun keluar dari sana dengan terbagi beberapa orang.

Ada seorang pengawal menyamar sebagai Nadila. Dia membawa box bayi. Namun isinya hanya boneka menyerupai bayi.

Sedangkan si kembar di bawa oleh suster yang lain di yang telah di bayar oleh tuan Wirya agar dapat mengecoh penguntit

Sedangkan Nadila jalan bersama Ardhana. Namun berpenampilan seperti laki laki.

Dari arah luar ada beberapa pasang mata terus mengawasi pergerakan mereka secara diam-diam.

" Itu dia tuna Wirya,dia bersama dengan siapa ?" Tanya nya penasaran.

" Ayo kita ikut mobil yang di kendarai tuan Wirya. " Lalu mereka bergegas mengikuti mobil itu.

Sedangkan Ardhana dan Nadila Menaiki mobil lain.

Karena terlalu fokus pada mobil yang di Kendarai oleh tuan Wirya dan pengawalnya.

Maka perhatian mereka luput dari Nadila dan juga Ardhana. Akhirnya perjalanan Ardhana dan juga Nadila beserta bayi kembar nya tidak mengalami rintangan.

Sedangkan tuan Wirya dan nyonya Masayu dari tadi sengaja mengambil jalan berbeda dengan mobil yang di Kendarai Ardhana.

Tuan Wirya mengarahkan mobilnya di kediaman utama. Agar penguntit tidak curiga.

Sedang Ardhana pergi kearah lain.

Mereka pun sampai dikawasan perumahan-perumahan elit. Mobil Ardhana masuk kedalam rumah yang megah bergaya eropa.

Jarak antara rumah itu dan rumah lainnya agak jauh.

Halaman yang luas dipenuhi bunga bunga langkah.

Nadila yang melihat itu menjadi takjub akan keindahan nya

Mereka pun sampai di halaman rumah. Mobil pun berhenti.

Lalu Ardhana turun dan berlari kecil .

Setelah itu membuka kan pintu untuk Nadila.

Nadila perlahan keluar dari dalam mobil.

Fokus nya hanya pada bangunan rumah .

Dia begitu kagum dengan interior rumah tersebut.

Tak lama disusul oleh mobil lain. Disana ada Jhon dan juga bayi kembar nya. Serta suster yang menggendong si kembar.

Ardhana pun  Berucap.

" Selamat datang di istana mu ratu. "

Nadila diperlakukan seperti itu jadi  grogi

" Jangan terlalu berlebihan tuan. Saya bukan seorang ratu. " Ucapnya sambil berjalan masuk kedalam rumah tersebut. Tanpa menoleh ke arah Ardhana

" Ayo jhon bawa kedua putraku masuk. " Ucapnya.

" Baik tuan. Kalian bawa tuan kecil kedalam. Nanti akan diarahkan sama bibik yang ada didalam. Dimana kamar tuan kecil. " Ucap Jhon

Mereka pun masuk

" Mari Nadila, Disini kamar mu, Di sebelah sana kamar si kembar. Jadi kami tidak perlu jauh-jauh dari mereka " ucapnya.

Lalu Nadila pun masuk setelah Ardhana membukakan pintu.

" Mulai hari ini , Rumah ini jadi milikmu dan kedua anak kita. Soal nama saya belum kepikiran. Nanti saya akan mengabari kalau saya sudah menemukan nama yang baik untuk mereka. "

Nadila bergeming.

" Baiklah silahkan istirahat. Jangan khawatir kan anak anak. Ada Jhon yang menjaga mereka. " Lanjutnya walau Nadila bungkam tapi Ardhana yakin Nadila mendengar ucapannya.

" Baiklah saya permisi. Bila butuh sesuatu semua sudah tersedia disini. Dan Jhon akan selalu bersama mu. " Lalu Ardhana pun pergi dari sana.

Setelah keluar dari rumah.

Ardhana menelpon tuan Wirya.

Tutttt tutttt tutttt

Telpon tersambung.

" Halo papi. Bagaimana?" 

( Seperti dugaan kita, ) 

" Apakah mereka berhasil di tangkap papi. ?" 

"( Sengaja Pali lepas kan. Seolah-olah papi tidak tau apa apa. ") 

" Lalu apa rencana papi ?" 

( Tenang saja. Kamu fokus saja pada kedua cucu papi. Masalah orang orang itu biar jadi urusan papi , Pastikan keberadaan Nadila hanya pengawal inti yang tau. )

" Baik. " 

Klik. 

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!