NovelToon NovelToon
Hei Ying Tun Tian (Bayangan Hitam Yang Menelan Langit)

Hei Ying Tun Tian (Bayangan Hitam Yang Menelan Langit)

Status: sedang berlangsung
Genre:Kelahiran kembali menjadi kuat / Budidaya dan Peningkatan / Transmigrasi
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: DavidTri

🩸 HEI YING TUN TIAN(Bayangan Hitam Yang Menelan Langit)⚠️ Han Xuan Sang Penelan Takdir Itu Sendiri

Sinopsis:
Di kehidupan sebelumnya, ia adalah monster yang ditakuti dunia dan Dao itu sendiri.

Ia mencapai Law Devouring Realm, melahap Dao para genius, menghancurkan sekte besar, dan hampir menantang Langit itu sendiri.

Namun Langit tidak membunuhnya.
Langit menghukumnya.

Jiwanya dipecah dan dilempar kembali ke masa lalu, terlahir sebagai anak klan kecil dengan meridian retak dan akar spiritual cacat. Di mata dunia, ia hanyalah sampah kultivasi yang tak akan pernah melangkah jauh.

Mereka salah.

Tubuh barunya menyimpan Void Devouring Constitution, konstitusi terkutuk yang hanya bangkit setelah kehancuran total. Dengan ingatan penuh dari kehidupan sebelumnya, ia memilih jalan yang lebih sunyi dan lebih kejam.

Ia tidak lagi membantai secara terang terangan.
Ia membangun bayangan nya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DavidTri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 - The Record of the Vanished Sovereigns

...Bab 9: The Record of the Vanished Sovereigns...

Han Xuan berjalan menembus kabut pagi menuju paviliun utama klan Han. Langkahnya tidak lagi menghasilkan suara di atas tanah yang lembap.

Setiap kali ia melangkah, bayangan di bawah kakinya seolah bergetar, mencoba menarik cahaya di sekitarnya ke dalam kegelapan yang lebih dalam.

Ia bisa merasakan kehadiran Han Feng di aula latihan. Aura sepupunya itu kini berbau amis dan tajam, seperti besi yang berkarat di dalam genangan darah. Han Feng bukan lagi sekadar kultivator, ia telah menjadi wadah bagi entitas yang lapar.

"Xuan!"

Suara itu meledak seperti guntur di tengah kesunyian aula. Han Feng berdiri di sana dengan jubah merah yang kini compang-camping. Kulit wajahnya tampak sangat pucat hingga pembuluh darahnya yang berwarna kehitaman terlihat jelas merayap menuju pelipis.

Han Feng menunjuk Han Xuan dengan pedangnya yang bergetar. "Kau... apa yang kau lakukan di aula penguasa kota kemarin? Mengapa bayanganku seakan mencoba mengkhianatiku!"

Han Xuan berhenti sepuluh langkah di depan Han Feng. Ia menatap sepupunya dengan tatapan yang sangat kosong, seolah ia sedang melihat sebuah benda mati yang sebentar lagi akan dibuang.

"Bayangan tidak pernah mengkhianati tuannya Feng" sahut Han Xuan. "Ia hanya menunjukkan siapa tuan yang sebenarnya. Kau hanya meminjam kekuatan yang tidak kau pahami harganya."

"Diam kau sampah!" Han Feng menerjang maju.

Kecepatannya kini sudah melampaui tingkat Mortal Tempering level lima. Ia bergerak seperti kilat merah yang haus darah. Pedangnya menebas secara vertikal, membawa beban energi yang sanggup membelah batu besar menjadi dua.

Han Xuan tidak mencabut senjatanya. Ia hanya memiringkan kepalanya sedikit.

Srak!

Pedang Han Feng hanya membelah udara kosong di samping telinga Han Xuan. Namun, tekanan dari serangan itu merobek kerah baju Han Xuan, memperlihatkan tanda pusaran hitam di pundaknya yang kini berdenyut dengan warna ungu gelap.

Han Xuan menangkap pergelangan tangan Han Feng dengan satu gerakan halus.

Seketika itu juga, Han Feng berteriak histeris. Ia merasa seolah-olah tangannya dimasukkan ke dalam lubang es yang sangat dalam. Energi merah di tubuhnya tersedot paksa masuk ke dalam telapak tangan Han Xuan.

"Lepaskan! Apa yang kau lakukan!" Han Feng mencoba memukul dengan tangan lainnya, namun tubuhnya mendadak lemas.

Han Xuan menatap mata Han Feng yang kini dipenuhi oleh ketakutan yang murni. "Kau tahu Feng? Parasit di dalam tubuhmu ini... ia sangat lezat. Ia memiliki rasa benci yang sangat murni dari leluhur kita. Sayang sekali kau terlalu lemah untuk mencernanya sendiri."

Han Xuan menggunakan Hukum Devour untuk menarik sebagian kecil dari parasit tersebut. Ia tidak mengambil semuanya, karena ia butuh Han Feng tetap hidup sebagai pion untuk memancing Penatua Ketiga keluar dari persembunyiannya.

[Realm: Mortal Tempering - Level 4 Tengah]

Rasa sakit kembali menghantam dada Han Xuan. Sebagai ganti dari kekuatan yang ia curi, ia merasakan sebagian dari memorinya tentang rasa takut kini lenyap.

Ia tidak lagi bisa merasa terancam, sebuah kondisi mental yang berbahaya bagi seorang kultivator karena ia bisa kehilangan kewaspadaannya.

"Cukup untuk hari ini" ucap Han Xuan sambil mendorong Han Feng hingga terjatuh.

Han Feng terengah-engah di lantai, tubuhnya bergetar hebat. Ia menatap Han Xuan dengan pandangan yang tidak lagi berisi kemarahan, melainkan kengerian yang mendalam. Ia baru saja menyadari bahwa pemuda di depannya ini bukan lagi manusia.

Tiba-tiba, suara tepuk tangan pelan terdengar dari arah gerbang aula.

"Pertunjukan yang sangat menarik untuk seorang murid luar" ucap sebuah suara yang berat dan penuh wibawa.

Seorang pria paruh baya dengan jubah hitam yang elegan masuk ke dalam aula. Ia adalah Penatua Pertama klan Han, orang yang selama ini selalu bersikap netral dalam konflik internal klan. Di belakangnya, Lin Xi berdiri dengan ekspresi yang sangat rumit.

Han Xuan merapikan bajunya yang robek. Ia tahu bahwa Penatua Pertama bukanlah orang sembarangan. Pria ini berada di tingkat Meridian Forging puncak dan memiliki koneksi dengan kekaisaran pusat.

"Salam Penatua Pertama" Han Xuan membungkuk sedikit, namun matanya tetap tertuju pada Lin Xi. "Saya tidak menyangka Anda akan membawa tamu dari Sekte Pedang Awan sepagi ini."

Penatua Pertama tersenyum tipis, namun matanya tetap sedingin es. "Nona Lin mengatakan bahwa kau memiliki 'obat' yang sangat langka untuk ayahnya. Aku datang ke sini untuk memastikan bahwa kau tidak sedang menipu tamu kehormatan kita, Han Xuan."

Han Xuan tahu ini adalah jebakan politik. Jika ia memberikan obatnya, ia akan menjadi aset berharga yang akan dikurung oleh klan. Jika ia menolak, ia akan dituduh sebagai pengkhianat.

"Obat itu ada" ucap Han Xuan sambil mengeluarkan sebuah botol kecil berisi cairan hitam pekat yang ia hasilkan dari pemurnian energi di wilayah kumuh semalam. "Namun, obat ini hanya bisa bekerja jika diberikan di bawah sinar bulan di lokasi retakan makam leluhur."

Lin Xi melangkah maju. "Mengapa harus di sana?"

"Karena jiwa ayahmu tidak hanya terluka Nona Lin" sahut Han Xuan dengan nada yang penuh rahasia. "Ia telah kehilangan fragmen jiwanya di sana. Dan hanya aku yang bisa memanggilnya kembali."

Han Xuan sedang menyiapkan panggung untuk pembersihan besar-besaran di klan Han. Ia akan membawa semua pemain kuncinya ke dalam makam, ke wilayah di mana ia memiliki kendali absolut atas bayangan.

Malam itu, saat persiapan menuju makam dilakukan, Han Xuan duduk sendirian di paviliunnya. Ia menatap bayangannya yang kini tampak memiliki bentuk yang lebih besar dari tubuh aslinya.

"Langit sudah mulai gelap" gumam Han Xuan. "Waktunya untuk menelan sisa-sisa kemuliaan klan ini."

Namun, di dalam kegelapan makam yang sedang menunggu, sesuatu yang jauh lebih tua dari leluhur klan Han mulai membuka matanya. Sebuah entitas yang telah menunggu selama ribuan tahun untuk seorang Devourer kembali.

Langkah kaki Penatua Pertama bergema di aula, setiap ketukan sepatunya terasa seperti palu yang menghantam paku ke dalam peti mati.

Han Xuan bisa merasakan tekanan mental yang luar biasa dari seorang ahli Meridian Forging puncak. Namun, di balik jubahnya, ia diam-diam menelan rasa sakit akibat retakan meridian yang kembali berdenyut.

"Makam leluhur adalah tempat terlarang" ucap Penatua Pertama sambil berdiri di antara Han Feng yang gemetar dan Han Xuan yang tenang. "Membawa orang luar ke sana adalah pelanggaran berat hukum klan. Namun, jika ini demi kesembuhan Penatua Lin, aku akan memberikan izin khusus."

Han Xuan melihat sudut bibir Penatua Pertama sedikit terangkat. Pria tua ini tidak peduli pada kesembuhan siapa pun. Ia hanya ingin tahu apa yang sebenarnya tersembunyi di bawah sana yang membuat seorang sampah bisa berubah menjadi monster dalam hitungan hari.

"Persiapkan keberangkatan saat bulan mencapai puncaknya" lanjut Penatua Pertama.

Malam itu, bulan purnama menggantung di langit seperti mata raksasa yang pucat. Rombongan kecil itu bergerak menuju celah bumi di lapangan ujian yang kini telah dipagari oleh rantai besi.

Penatua Pertama memimpin di depan, diikuti oleh Lin Xi yang membawa ayahnya, Penatua Lin, yang tampak semakin lemah dan linglung.

Han Xuan berjalan di paling belakang, di samping Han Feng yang kini diikat dengan tali pengikat Qi. Han Feng menatap Han Xuan dengan benci, namun ada sesuatu yang berbeda di matanya. Pupil merahnya berdenyut mengikuti ritme jantung Han Xuan.

"Kau akan mati di sana, Xuan" bisik Han Feng parau. "Dia... Dia tidak sabar untuk memakanmu."

Han Xuan tidak menjawab. Ia merasakan Void Devouring Constitution miliknya bereaksi. Semakin dekat mereka ke lubang makam, semakin cepat pusaran hitam di telapak tangannya berputar. Ini bukan lagi sekadar lapar; ini adalah kerinduan yang purba.

Saat mereka turun menggunakan tali ke dalam kegelapan makam, suhu udara turun drastis. Dinding gua yang tadinya hanya tanah biasa kini berubah menjadi batuan kristal hitam yang menyerap cahaya obor.

"Tempat ini... auranya berubah" bisik Lin Xi sambil mencengkeram gagang pedangnya.

Han Xuan melangkah maju ke arah altar tempat ia mengambil fragmen tulang sebelumnya. "Letakkan Penatua Lin di tengah altar. Jangan ada yang mendekat dalam radius tiga langkah, atau jiwa kalian akan ikut tersedot."

Penatua Pertama menyipitkan mata, namun ia memberi isyarat agar Lin Xi menuruti perintah itu. Ia sendiri berdiri di sudut yang strategis, siap melepaskan serangan jika Han Xuan melakukan gerakan mencurigakan.

Han Xuan membuka botol kecil berisi cairan hitam tadi. Ia tidak menuangkannya ke mulut Penatua Lin, melainkan ke lantai altar.

Sssss...

Cairan itu menguap menjadi asap hitam yang tebal, menyelimuti tubuh Penatua Lin. Namun, alih-alih menyembuhkan, asap itu mulai membentuk pola-pola segel kuno yang membungkus seluruh altar.

"Apa yang kau lakukan!" teriak Lin Xi saat melihat ayahnya mulai menjerit tertahan.

"Aku sedang memancing fragmen jiwanya keluar" sahut Han Xuan dengan nada dingin. "Tapi sepertinya, sesuatu yang lain juga ikut terpancing."

Tiba-tiba, tanah di bawah mereka bergetar hebat. Bukan gempa bumi biasa, melainkan seperti sesuatu yang sangat besar sedang menggeliat di bawah fondasi makam. Dari kegelapan di balik altar, dua titik cahaya berwarna biru safir muncul.

Sesosok makhluk dengan bentuk manusia namun memiliki kulit seperti keramik retak perlahan keluar dari bayangan. Makhluk itu tidak memiliki wajah, hanya simbol hukum yang terus berubah di dahinya.

The Guardian of the Void.

Penatua Pertama terkesiap. "Penjaga Makam... Legenda itu nyata!"

Tanpa peringatan, makhluk itu melesat ke arah Penatua Pertama. Kecepatannya melampaui apa yang bisa ditangkap oleh mata fana. Penatua Pertama terpaksa melepaskan seluruh kekuatannya, menciptakan ledakan Qi yang meruntuhkan sebagian langit-langit makam.

Di tengah kekacauan itu, Han Xuan tidak lari. Ia justru mendekati Han Feng dan memutus tali pengikatnya.

"Sekarang Feng" bisik Han Xuan. "Tunjukkan padaku apakah parasit itu benar-benar layak untuk aku telan sepenuhnya."

Han Feng meraung, tubuhnya mendadak membesar dan otot-ototnya pecah, mengeluarkan tentakel energi merah yang langsung menyerang ke arah makhluk penjaga tersebut.

Han Xuan memanfaatkan momen itu untuk melompat ke belakang altar, menuju ke sebuah retakan kecil yang hanya bisa dilihat oleh mata jiwanya. Di sana, sebuah peti kayu kecil tanpa hiasan tergeletak di tengah tumpukan debu.

Peti itu berisi sesuatu yang lebih berharga dari fragmen hukum: The Record of the Vanished Sovereigns.

Saat tangan Han Xuan menyentuh peti itu, seluruh memori tentang hukum dunianya mendadak kembali dengan tajam, namun di saat yang sama, separuh dari rambutnya berubah menjadi seputih salju.

Harga untuk pengetahuan ini adalah sepuluh tahun dari sisa umurnya.

"Jadi ini permainannya" gumam Han Xuan sambil menatap kekacauan di depannya.

Ia melihat Penatua Pertama mulai terdesak, Lin Xi yang menangis mencoba melindungi ayahnya, dan Han Feng yang sedang perlahan-lahan berubah menjadi monster yang tidak terkendali.

Han Xuan membuka peti itu, dan sebuah cahaya hitam pekat menelan seluruh ruangan.

Akankah Han Xuan menggunakan pengetahuan baru ini untuk menyelamatkan mereka, atau ia akan membiarkan semua orang di sana menjadi tumbal bagi kenaikan tingkatnya ke Meridian Forging?

<>Cerita Bersambung

1
johanes ronald
idenya bagus sekali, dia ahli perang yg aesungguhnya
David ☚⍢⃝☚ Rajin Up Novel: makasihh 🔥😄
total 1 replies
johanes ronald
balonku ada 5 ya? 🤣🤣🤣
cimownim
waah bagus ka ceritanya😍
David ☚⍢⃝☚ Rajin Up Novel: makasih kak🔥 jadi semangat nih😄
total 1 replies
David ☚⍢⃝☚ Rajin Up Novel
btw bisa kali Like sama Koment🔥
David ☚⍢⃝☚ Rajin Up Novel
Inspirasi Novel Dari > Reverend Insanity (Fang Yuan), The Villain Of Destiny (Gu Change), Myst, Might, Mayhem / Legend Of Heavenly Chaos Demon (Cheon Ma), ada lagi tapi malas nulis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!