NovelToon NovelToon
Simfoni Dua Deru

Simfoni Dua Deru

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Syra Aliyah Farhana, seorang gadis kota yang hidup bebas dengan deru mesin motor, mendapati dunianya jungkir balik saat dipaksa "mondok" dan dijodohkan dengan putra mahkota Pesantren Al-Fathan. Ia datang dengan jaket denim robek dan knalpot bising, siap untuk memberontak.
​Namun, ia harus berhadapan dengan Arkanza Farras Zavian, Gus muda yang berwibawa, dingin, dan tak mudah goyah oleh gertakan. Di tengah aroma kopi dan lantunan kitab kuning, Syra terjebak dalam perjanjian yang merampas fasilitas mewahnya. Di balik tembok pesantren, ia tidak hanya harus berhadapan dengan aturan yang mencekik, tapi juga rahasia hati, kecemburuan, dan masa lalu yang mengejarnya dari Jakarta.
​Ini bukan sekadar tentang perjodohan, tapi tentang perjalanan mencari arah pulang di tempat yang Syra sebut sebagai "Neraka Suci."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Diplomasi sarung dan jaket kulit

Setelah kepulangan Haryo Farhana ke Jakarta, atmosfer di Pesantren Al-Fathan tidak lantas menjadi tenang. Syra kini resmi menyandang status sebagai calon menantu dhalem, sebuah posisi yang setara dengan berada di bawah lampu sorot stadion saat final balapan. Bedanya, kali ini yang dinilai bukan kecepatan motornya, melainkan kedalaman akhlak, tata krama, dan kegunaannya bagi pesantren.

Umi Khadijah, sosok Ibu Nyai yang bijaksana namun tajam dalam menilai karakter, memanggil Syra ke teras belakang dhalem suatu pagi. Sambil memotong bunga melati untuk hiasan meja, beliau menatap Syra yang tampak canggung dengan mukena terusan yang dipakainya.

"Syra, kamu sudah memilih untuk tinggal. Tapi pesantren bukan sekadar tempat untuk sembunyi dari Fariz," ucap Umi dengan suara lembut namun berwibawa. "Seorang perempuan di dhalem harus menjadi mata air. Kamu harus punya 'warna' yang bisa diberikan kepada para santriwati. Apa yang kamu kuasai selain membongkar karburator?"

Syra terdiam sejenak. Ia memutar otak. "Saya lulusan terbaik Desain Grafis, Umi. Saya tahu cara bicara lewat visual. Saya tahu bagaimana membuat sesuatu yang biasa jadi terlihat luar biasa."

Umi tersenyum tipis. "Besok, kelas keterampilan santriwati kosong. Saya ingin kamu yang mengisinya. Berikan mereka sesuatu yang membuat mata mereka terbuka."

Keesokan harinya, aula keterampilan santriwati tampak berbeda. Biasanya ruangan itu dipenuhi dengan kain-kain sulaman atau peralatan menjahit manual yang membosankan bagi anak muda. Syra masuk ke ruangan itu dengan langkah mantap. Ia tidak memakai baju kurung yang ribet; ia mengenakan gamis hitam sporty potongan lurus, kerudung hitam yang disampirkan dengan gaya modern, dan—yang paling mencolok—sepatu boots tempur hitamnya yang mengkilap.

Di atas meja utama, ia meletakkan laptop canggihnya dan sebuah tablet grafis. Sekitar lima puluh santriwati menatapnya dengan campur aduk antara kagum dan bingung.

"Oke, dengerin semuanya!" Syra membuka kelas tanpa basa-basi "Assalamualaikum" yang panjang lebar. "Nama gue Syra. Umi bilang gue harus ngajar keterampilan. Tapi gue nggak bakal ngajarin kalian cara nyulam taplak meja yang bakal berakhir di gudang."

Ia menyalakan proyektor. Layar besar di depan menampilkan desain apparel kelas dunia, dari gaya skater hingga streetwear Tokyo.

"Dunia luar memandang santri itu kuno, kaku, dan membosankan. Tugas kita hari ini adalah membantah itu. Kita bakal belajar desain Streetwear Dakwah! Kita bakal bikin desain kaos, jaket, dan tas yang bakal bikin anak-anak Jakarta pengen beli karena desainnya keren, tapi pas mereka baca pesannya, mereka diingatkan sama Allah. Kita bakal bikin dakwah jadi gaya hidup yang hypebeast!"

Ruangan yang tadinya hening mendadak riuh. Santriwati yang biasanya hanya menunduk mulai berani mengangkat tangan, bertanya tentang komposisi warna, jenis font, hingga cara memasarkan desain di media sosial. Syra menemukan passion barunya: ia tidak hanya mengajar desain, ia sedang memberikan "suara" pada mereka yang selama ini terbungkam oleh tradisi.

Di sisi lain pesantren, Arkanza sedang memantau pembangunan asrama baru di area perkebunan jati. Namun, penampilannya pun mulai bergeser. Ia tidak lagi selalu memakai baju koko dan sarung yang kaku. Pagi itu, Arkanza mengenakan celana jeans hitam gelap, baju koko putih bersih yang pas di badan, dan ia mengenakan jaket kulit Black Hawk kesayangannya di pundak.

Ia mengendarai BMW R25 klasiknya menyusuri jalanan setapak perkebunan. Suara mesin motornya yang khas menjadi pertanda kedatangannya.

"Gus, apa tidak apa-apa memakai jaket itu?" tanya Omar yang berlari kecil di samping motor Arkan. "Ustadz-ustadz sepuh mulai berbisik lagi."

Arkanza berhenti, mematikan mesin motor, lalu melepas kacamata hitamnya. "Omar, Islam tidak pernah melarang jaket kulit atau motor besar. Yang dilarang adalah kesombongan. Jika saya harus menjadi jembatan antara dunia jalanan dan dunia pesantren, maka saya harus terlihat seperti keduanya. Saya adalah Gus yang mencintai sujud, tapi saya juga Arkan yang tidak takut pada aspal."

Arkanza mulai melibatkan para alumni Black Hawk yang sudah bertaubat untuk membantu keamanan dan logistik pesantren. Ia menciptakan sebuah unit keamanan baru yang terdiri dari pria-pria berbadan tegap, berjaket kulit, namun selalu berada di barisan terdepan saat shalat berjamaah.

Diplomasi unik ini mulai membuahkan hasil. Masyarakat desa yang awalnya takut pada "anak motor" kini justru merasa aman karena para mantan anggota geng itu kini menjadi penjaga pesantren yang santun.

Namun, di tengah harmoni yang baru tumbuh itu, Syra dan Arkanza tidak menyadari bahwa di sebuah sudut sempit di Jakarta, Fariz Haidar sedang menatap layar ponselnya, melihat foto-foto kemesraan mereka yang dikirim oleh mata-matanya. Fariz mengepalkan tangan, kebenciannya kini telah mencapai tahap obsesi yang mematikan.

"Nikmati masa bulan madu kalian," desis Fariz sambil melempar ponselnya ke dinding. "Karena setelah ini, aku akan membakar seluruh pesantren itu beserta isinya."

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
Hartini Donk
dalemmmm banget terhura aku...👍👍👍💪
falea sezi
sweet amat sih gus
falea sezi
suka deh endingnya g ribet g bertele Tele kerennnn
falea sezi
ini dibuat sinet pendek bagus deh
falea sezi
jd mereka uda nikah
Hartini Donk
jossss
Hartini Donk
ini n kdi film po sinetron mini keren banget thorrrr...
Isti Mariella Ahmad: wah semoga aja ya
total 1 replies
Rahma Sari
keren loh ceritanya.
Rahma Sari
keren loh ceritanya
Isti Mariella Ahmad: Terimakasih sayang, baca yang lain juga ya
total 1 replies
Hartini Donk
aku sukaaa...
Rahma Sari: aq juga suka (maaf y u yg sentuhan fisik bukan bermaksud membenarkan) tp ini novel.
total 1 replies
Muharlita Muharlita
Wahhh seru ceritanya
Isti Mariella Ahmad: Makasih sayang, baca cerita yang lain juga ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!