NovelToon NovelToon
Ibu Yang Tak Pernah Dipanggil Mama

Ibu Yang Tak Pernah Dipanggil Mama

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:18.2k
Nilai: 5
Nama Author: Aure Vale

Helena kira setelah ia memilih menikah dengan seorang duda beranak 3 dan juga menjadi seorang mualaf kehidupannya akan membaik, namun ia salah, karena setelah menikah pun keluarga dan saudaranya tidak pernah berhenti mengusik kehidupannya belum lagi kedua anak tirinya tidak pernah menyukai keberadaannya bahkan Helena tidak pernah mendengar kata 'mama' keluar dari bibir mereka.

Dan suatu ketika, ia mengetahui niat Farhan menikahi dirinya, bahkan alasan mengapa tidak ada satupun keluarga besar Farhan menyukak dirinya. Hatinya benar-benar terluka, cinta yang tulus ia berikan kepada Farhan ternyata hanya dianggap sampah yang menjijikan olehnya.

Helena bertekad, ia akan membalas semua orang yang melukai hatinya agar mendapatkan hal yang setimpal dengan dirinya, karena mulai saat itu, ia akan berpura-pura menjadi lemah dan memaklumi banyak hal demi bisa membalas semua rasa sakit hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aure Vale, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua juta lima ratus ribu

Entah kenapa Helena yang sudah malas berurusan dengan Kenzo dan Freya, hari ini menjadi begitu semangat membuatkan cookies kesukaan Kenzo dan juga brownies kesukaan Freya.

Bahkan di pagi-pagi sekali Helena sudah bersiap berbelanja mencari bahan-bahan untuk membuat cookies juga brownies.

Dengan senyum cerahnya Helena masuk ke dalam supermarket, mengambil troli dan langsung melipir ke tempat bahan-bahan kue, bahkan sengaja membeli banyak bahan agar bisa membuatnya lagi di hari lain.

Sembari bersenandung kecil, Helena melangkah ringan ke tempat-tempat snack, dan mengambil banyak snack, Helena sendiri benar-benar merasa aneh dengan dirinya, karena hari ini ia begitu bersemangat membuat Freya fan Kenzo senang.

Karena saking senangnya suasana hati Helena, ia tanpa sengaja menabrak seorang pria yang sedang memilih snack di rak yang sama dengannya.

"Maaf mas, saya tidak sengaja, mungkin saya terlalu senang sehingga tidak melihat ada orang lain di rak yang sama dengan saya," ujar Helena sedikit mengoceh.

Pria itu tersenyum kecil dan mengangguk, "tidak apa-apa mbak, sepertinya saya juga yang menghalangi jalan di sini," balas pria itu ramah, lalu langsung memberikan jalan kepada Helena agar troli yang dia bawa bisa lewat.

"aduh, saya kelupaan ngambil snack kesukaan Nael," ucap Helena mengabaikan pria itu dan langsung berbalik untuk mencari snack kesukaan Nael.

Pria itu hanya menggelengkan kepalanya saja, lalu kembali fokus mencari snack yang sedang dicarinya.

"Mas cari apa sih, kok lama sekali," tanya Helena yang tiba-tiba sudah berdiri di sebelah pria itu.

Dengan senyum canggungnya, ia menoleh ke arah Helena, "maaf, sebenarnya saya sedang kebingungan mencari snack yang sehat untuk ibu hamil, tapi saya tidak menemukannya,"

Helena menepuk jidatnya, "kalau begitu bareng saya saja mas, saya juga akan mengambil snack ibu hamil, memang harus yang sehat mas, biar bayinya juga tidak kenapa-kenapa," ujar Helena dengan hebohnya.

Pria itu mengangguk canggung, lalu langsung sedikit mengambil jarak, agar tidak berjalan terlalu berdempetan.

"Mas nya sedang mencari makanan untuk istri ya?" tanya Helena menoleh ke arah pria yang terlibat sangat kaku itu.

"Ah b-bukan un-,"

"Tidak apa-apa mas, jangan merasa malu karena harus masnya yang mencari makanan untuk istri mas yang sedang hamil, justru mas harus bangga karena bisa membelikan sesuatu kepada istri mas saat ia sedang hamil, kalau saya malah harus saya sendiri yang belanja, beruntungnya kandungan saya masih kecil," oceh Helena yang semakin membuat pria di sebelahnya tersenyum kamu, tidak tahu harus bereaksi seperti apa.

Sepertinya sifat Helena yang sesungguhnya benar-benar keluar di hadapan orang-orang yang menurutnya tidak akan membahayakannya, karena selama ini Helena tidak pernah banyak bicara terutama kepada keluarganya.

"Ini dia," tunjuk Helena menunjuk rak yang bersini makanan sehat atau snack untuk ibu hamil.

Helena langsung saja memasukan banyak snack ke dalam troli belanjaannya, Helena pikir ia harus menyetok banyak cemilan agar bayinya juga tidak kelaparan dan tumbuh cepat di dalam perutnya.

"Sepertinya ini enak deh, ambil berapa ya? Lima saja deh," ocehnya kepada dirinya sendiri, lalu seakan lupa dengan pria yang ia tabrak tadi, Helena langsung melipir ke tempat kasir untuk membayar semuanya, dengan senyum lebarnya Helena menaruh belanjaannya di meja kasir.

"Total semuanya dia juta lima ratus ribu, mbak," beritahu sang kasir ramah kepada Helena.

Helena mengangguk, lalu membuka tasnya, seketika itu juga, matanya langsung melotot, dompetnya tidak ada di dalam tasnya.

Helena mencoba mengeluarkan semua barang-barang di dalam tasnya, tapi nihil, dompet ungu kesayangannya tidak ada, bahkan ponsel barunya pun tidak ada.

Helena mengangkat wajahnya dan tersenyum kaku kepada kasir wanita yang masih sabar menunggu Helena membayar.

"Maaf mbak, sepertinya dompet dan ponsel saya tertinggal," lirih Helena merasa tidak enak sekaligus malu.

"Boleh tidak jika saya pulang dulu, setelah itu saya kembali lagi ke sini?" tanya Helena.

"Biar saya saja yang membayarnya mbak, berapa tadi total semuanya?"

Tiba-tiba saja suara seorang pria langsung mengintruksi perbincangan Helena dan mbak kasir.

Helena menoleh dan mendapati pria tadi yang berbicara kepada kasir.

"Baik mas, total semuanya dua juta lima ratus ribu," jawab mbak kasir ramah.

Pria itu mengangguk, lalu mengeluarkan kartunya dari dompet dan memberikannya kepada mbak kasir.

Helena masih diam, berusaha mencerna semuanya, ia bahkan masih menatap pria berkaus hitam itu dengan mulut yang terbuka.

"Mbak, belanjaannya di sebelah sini," tegur sang kasir karena Helena yang dipanggil-panggil tidak menyahut sama sekali.

Dengan wajah yang memerah karena malu, Helena segera memalingkan wajahnya dan berjalan maju ke depan karena kini giliran pria itu yang membayar belanjaannya sendiri.

Helena sengaja menunggu pria itu selesai membayar belanjaannya, ia akan mengucapkan Terima kasih juga meminta kontaknya untuk membayar belanjaannya yang dibayar oleh pria itu.

"Sebelumnya terima kasih banyak mas sudah membayar belanjaannya saya, maaf sudah merepotkan, tapi saya boleh meminta kontak mas nya tidak?" ucap Helena dengan sedikit gugup, karena jujur saja ia masih merasa sangat malu lupa membawa kartu saat ia akan membayar.

Pria itu diam sebentar, otaknya mencerna ucapan Helena dan juga permintaan Helena. Untuk apa meminta kontak dirinya? Pikir pria itu kebingungan.

"Mas," panggil Helena melambaikan tangannya karena pria itu malah melamun.

"Ah iya, maaf, untuk apa meminta kontak saya?" tanya pria itu sopan.

"Mas kan sudah membayar belanjaan saya, hitungannya saya berhutang kepada mas, saya meminta kontak mas agar saya bisa menghubungi mas untuk membayar hutang saya,"

Pria itu mengangguk paham, lalu tersenyum canggung kepada wanita di depannya itu.

"Tidak perlu mbak, maaf saya sedang buru-buru," tanpa menunggu balasan dari Helena pria itu langsung pergi begitu saja dari hadapan Helena, meninggalkan tanda tanya besar di kepala Helena.

Bukannya sombong atau apa. Pria itu tidak pernah berani memberikan kontak pribadinya kepada orang asing, apalagi orang yang baru beberapa menit ditemuinya, jadi lebih baik ia membiarkan Helena tidak membayar hutang yang Helena maksud itu, daripada harus memberikan kontak pribadinya. Katakan saja pria itu sangat hati-hati terhadapa orang yang baru di temuinya.

"Loh kok malah pergi?" tanya Helena heboh begitu pria itu benar-benar sudah menghilang dari hadapannya. Tatapannya langsung turun pada kedua tangannya yang menenteng tas belanjaan besar. Dua juta lima ratus bukanlah jumlah yang sedikit, kenapa pria itu tidak mau Helena membayarnya?

"Semoga kita bertemu lagi, mengganjal sekali perasaan aku karena masalah hutang du juta ini," lirih Helena melangkah keluar.

1
lovina
cerita aling buruk authornya kek bego dehhh
lovina
cerita bego, istri bego, kacau penulisnya
Laila Amilia
cerita, y bgs cuma muter di situ2 aja
"C"
saran aja Thor ceritanya beda ya udah sejauh ini tetep balik sama farhan aduh kayaknya merugi udah baca banyak2 tp ujung ceritanya dah ketebak sama kayak cerita lain yah apalah tp jangan sama kek cerita lain membosankan
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
Cookies
lanjut thor
Tina Marsela
bagus alur ceritanya jujur sy suka terkadang buat gregetan sm farhan
Tina Marsela
ayooo lanjut crtanya jgn lama"..sk sm crtanya
tutiana
dasar farhan plin plan
Laila Amilia
buat Helena pergi jauh dari farhan
Laila Amilia
buat jelema pergi jauh dari farhan
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
Aurevale: baik kakak😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!