Zhu Xin Tian, putri dari bangsawan Zhu, wanita yang berdarah dingin haus akan darah.
Suatu hari setelah menjalankan misinya sebagai pembunuh bayaran, Xin Tian mati keracunan, namun bukannya mati Xin Tian malah berpindah dimensi kezaman modern.
Bagaimana kehidupan Zhin Tian di zaman modern? Berhasilkah ia membalaskan dendam pemilik tubuh? siapa laki-laki yang berhasil meluluhkan hati Zhin Tian dan bagaimana kisah asmaranya setelah dendamnya terbalaskan?.
Saksikan Kisahnya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Resaaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sumpah Zhin Tian.
Sesampainya di rumah, Zhin Tian dan Farel.masuk kedalam kamar masing-masing.
Zhin Tian merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, pikirannya kembali melayang saat menolong laki-laki tersebut.
"Huf kepada aku kepikiran dia" bathin Zhin Tian.
"Apa dia akan mencari aku?" batinnya lagi, entah kenapa Zhin Tian rasanya sudah jatuh hati saat pertama kali menolong pria tersebut.
"Bukankah aku mengambil kartu namanya, aku suruh saja kak huilin mencari tau keberadaannya" guman Zhin Tian.
"Kenzi Kitaro, nama yang bagus" guman Zhin Tian yang selalu membawa kartu nama tersebut kemanapun ia pergi.
📞
"Hallo kakak" sapa Zhin Tian saat sambungan telpon masuk.
"Kapan kau pulang?" tanya Huilin.
"Ayolah kakak, belum genap aku satu minggu disini".
"Apa kau menemukan seseorang disana humm?" goda huilin.
"No kakak, aku hanya butuh kakak mencari tau tentang seseorang, namanya Kenzi Kitaro" ungkap Zhin Tian.
"Apa tebakkan ku benar adik?".
"No kaka, cari saja sesuai perintah ku" ketus Zhin Tian dan langsung mematikan telfonnya.
___________
Keesokkan harinya seperti yang telah di rencanakan, Zhin Tian dan Farel pergi kesuatu tempat dimana mereka akan mendapatkan wanita-wanita yang akan di jadikan wanita tangguh oleh Zhin Tian.
"Apa kau yakin disini tempatnya?" tanya Zhin Tian yang ragu melihat tempat tersebut sebuah bangunan tua.
"Kau tidak salah kakak, ini tempat dimana keluarga Craselia mengurung wanita untuk mereka jual".
"Apaa, kurang ajar mereka, lihat saja suatu saat keluarga wanita Craselia akan aku jual semuanya" sumpah Zhin Tian.
"Kak mereka bukan lawan yang mudah buat kita" lirih Farel memperingati.
"Hahaha kau tenang saja adik, aku tidak suka bermain otot buat bermain, aku lebih suka bermain otak untuk menghancurkan mereka" jelas Zhin Tian yang memang selama ini hanya menghancurkan lawannya menggunakan otak.
"Lalu buat apa kakak mendirikan mafia?".
"Aku ingin membebaskan para wanita yang di jual seperti ****** oleh orang-orang serakah di dunia ini, tidak ada namanya perdagangan wanita lagi, karna mafia yang di pimpin pasukan wanita akan menghancurkan siapa saja yang melecahkan seorang wanita" Zhin Tian tidak ingin lagi ada yang memandang wanita dengan hina.
"Seperti yang aku bilang, kau adalah iblis dan malaikat, dua sisi yang saling terikat".
"Ya kau benar" singkat Zhin Tian.
"Apa disini tidak ada orang yang bertugas menjaga para tahanan mereka?" tanya Zhin Tian.
"Itulah kebodohan keluarga Craselia kak, mereka hanya selalu berpikir tidak ada yang bisa menemukan tempat ini yang terletak di hutan, jadi mereka tidak menempatkan para penjaga disini".
"Kalau begitu mari kita masuk" ajak Zhin Tian.
Zhin Tian dan Farel masuk dengan cara mengendap-endap, takutnya ada orang selaib mereka disana dan rencana mereka sia-sia.
"Sungguh bodoh" sinis Zhin Tian yang melihat pintu masuk tidak terkunci.
"Ya mereka memang bodoh" tambah Farel, dan mereka terus berjalan menuju ruang bawah tanah tempat wanita tersebut dikurung.
Zhin Tian mengepalkan tangan melihat para wanita yang di kurung ada yang tanpa busana, ada yang dalam keadaan miris, di sekujur tubuh mereka terlihat bekas cakaran, cambukkan dan ada bekas ****** seperti bekas melakukan hubungan intim, inilah alasan mengapa Zhin Tian ingin membuat mafia wanita.
Para tahanan terlihat ketakutan saat di pandang oleh Zhin Tian, sedangkan Farel dia tidak jadi masuk karna Farel tau wanita tersebut tanpa busana dan ia hanya menunggu di atas untuk berjaga-jaga.
"Kalian tenang saja, aku akan melepaskan kalian dari sini" ada secercah sinar bahagia dalam diri para wanita tersebut saat mereka akan di bebaskan.
"Apakah kau benar akan membebaskan kami, dan tidak akan menjual kami nona?" tanya salah seorang wanita.
"Ya nona, jika kau membebaskan kami, kami akan mengabdikan hidup kami kepadamu nona" ucap salah satu dari mereka..
"Kalian tenang saja, setelah ini aku akan melatih kalian jadi kuat".
Zhin Tian melepaskan satu persatu mereka dari kurungan tersebut, setelah semuanya berpakian, Zhin Tian membawa mereka segara untuk tinggal di sebuah Mansion yang sudah di siapkan sebelumnya.
Liulin*