NovelToon NovelToon
MANTAN ISTRI CEO

MANTAN ISTRI CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat / Romansa Fantasi
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumi

Dikhianati. Ditinggalkan. Ditindas.
Itu yang Miracle dapat setelah 5 tahun berjuang untuk Morgan mantan suaminya.
Tapi Miracle bukan wanita yang bisa diinjak lalu dibuang. Tiga tahun kemudian, namanya jadi momok di dunia bisnis. Dia kembali bukan untuk balikan. Dia kembali untuk membeli perusahaan itu. Dan untuk membuat Morgan berlutut di hadapannya.
Siapkah kamu menyaksikan seorang "Mantan Istri" merebut kembali tahtanya?
Kita ikuti sepak terjang mantan istri CEO...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.14. Bertemu Giovanni Mahendra

Hujan semakin deras. Petir menyambar di atas gedung yang mangkrak. Tim audit kocar kacir lari ke tenda darurat. Tinggal Morgan sama Miracle berteduh di bawah kanopi lantai satu.

Hari ini cuaca tidak baik-baik saja, angin berhembus sangat dingin membuat badan Miracle sedikit menggigil. Ia memperbaiki syalnya seraya berucap,

"Kasihan yang audit, pasti mereka basah kuyup, semoga saja bisa berteduh."

"Mereka sudah dewasa kenapa harus khawatir, itu tanggung jawabnya."

"Aku tumbuh di keluarga pembisnis, dari kecil seperti ratu, diajarkan etika hidup dan loyal kepada bawahan. Jika aku tidak punya sifat empathy, mungkin hidup ku sama sepertimu." ketus suara Miracle. Semakin kesini Morgan semakin terasa asing.

"Aku salah lagi, tidak pernah menang. Kau paling pintar dan paling kaya, aku tahu dari dulu memang miskin!" teriak Morgan dalam hati.

Tetap saja pakaian Miracle basah kena air hujan, karena anginnya sangat kencang. Baju mereka basah semua. Helm Miracle sudah dilepas, rambutnya nempel di pipi. Bibirnya melengkung kedinginan.

"Kamu nggak usah sok kuat, sudah tahu musim hujan kenapa tetap audit." Morgan menyodorkan jasnya.

"Ini pakai, aku takut kau demam. Kalau kau sakit siapa lagi yang nyiksa aku."

"Aku nggak butuh belas kasihan dari penipu seperti mu. N*jis." tolaknya tegas.

"Ini bukan belas kasihan, ini karena aku masih inget kau gampang masuk angin." Morgan memaksa Miracle memakai jas itu.

Miracle diem, giginya gemeletuk melawan dingin. Ia menatap Morgan dengan marah, tapi tangannya tidak melepas jas itu.

"Kenapa Morgan, kenapa baru sekarang kau perhatian padaku. Mungkin dulu kau sibuk selingkuh sampai 500miliar uang lenyap tanpa makna. Kau pecundang." suaranya lirih kalah sama suara hujan.

"Karena dulu aku pikir bisnis lebih penting dari hubungan kita. Sekarang aku sadar, tapi kita sudah bercerai. Kalau bisa aku ingin rujuk lagi."

Jeda. Miracle menarik napas panjang dan membuangnya kasar.

"Terlambat. Aku sudah punya seseorang."

"Aku belum terlambat. Maafkan semua yang pernah aku lakukan. Kita rujuk ya... " Morgan maju selangkah memegang tangan Miracle.

"Kasih aku waktu untuk membongkar ini. Aku akan benerin semua Gedungnya. Dan juga kesalahan ku."

Miracle memandang gedung yang mangkrak itu, lalu menatap Morgan. Gara-gara pria ini Gedung jadi mangkrak, perusahaan hancur.

"Morgan...renungkan kesalahanmu, belajar dewasa dan mandiri. Hargai orang yang ada di dekatimu. Belajar mengingat kebaikan orang lain dan melupakan keburukan orang lain."

Morgan terdiam, ucapan Miracle selalu menyakiti dan menembus jantung. Kapan berhenti siksaan ini.

"Hujan sudah reda, aku balik ke kantor. Audit tetap jalan. Nggak ada diskon karena jas ini."

Dia jalan keluar dari kanopi, pakaiannya basah kuyup.

"Masih hujan Mii..nanti kamu sakit." Morgan berusaha nenahan Miracle. Tapi wanita itu tetap berjalan menembus hujan.

Jas dipinjemin, tapi tetep tegas. Miracle emang ratu. Morgan tidak perlu sok baik dan perhatian. Miracle buru-buru naik ke mobil dengan basah kuyup.

Begitu juga Morgan, ia tidak mau ditinggal begitu saja oleh wanita itu. Tanpa berpikir dua kali Morgan menyusul mobil Mercedes B. Wagon milik Miracle. "Seandainya takdir bisa di ulang" lagu dari Playlist mobilnya seolah mewakili perasaannya saat ini.

Miracle memacu mobilnya dengan kecepatan sedang. Badannya menggigil kedinginan. Ia sangat kesal dengan tingkah Morgan yang kembali merayunya. Dasar Br*ngsek, playboy cap kupu-kupu, huek.

Kantor Morgan's Kitchen. pukul. 19.30 WIB.

Hujan mulai reda. Tapi bajunya masih basah. udara sangat lembab. Miracle mulai bersin dan kepala pening. Mungkin ia harus pulang untuk mengganti baju.

Miracle masuk lift duluan. Jas Morgan masih di bahunya. Kebesaran dua kali ukurannya.

Ting.

Pintu lift mau tertutup. Tangan Morgan menahannya. Dia kemudian masuk dengan pakaian juga basah.

Hanya ada mereka berdua.

AC terasa sangat dingin. Tetesan air dari rambut Miracle jatuh ke lantai, lumayan banyak dan membuat basah

Hening. Cuma bunyi "ting... ting..." tiap lewat lantai.

"Basah." Morgan bersuara duluan. Tangannya menunjuk ujung jas yang dipake Miracle.

"Lepaskan aja nanti kamu malah sakit."

Miracle tidak ingin merespon, kepalanya pening, ia menyender ke dinding lift. Mata merem.

"Pak CEO nggak usah ngatur, saya sudah gede." ucap Miracle tanpa menoleh.

"Iya. Gedenya buat ngamuk ke aku doang." Morgan tertawa kecil.

"Memang..karena kamu pantas."

Miracle buka mata.

Ting. Lantai 20.

Morgan maju selangkah. Jarak tinggal mereka 30cm, sangat dekat.

"Mira... aku nggak minta maaf karena aku pikir kata "maaf" sudah nggak ada artinya. Tapi kamu selalu bicara pedas menyakitkan, apa kamu sangat benci padaku?"

Miracle mendongak sedikit menatap Morgan, tatapan mata mereka bertemu.

"Terus?"

"Aku mau buktiin ke kamu bahwa aku ingin bersamamu dan aku serius akan berubah.

Morgan melepas dasinya, ia ingin mengikat rambut Miracle supaya air tidak menetes lagi. Gerakannya hati-hati. Seperti dulu sering dia lakukan.

Jantung Miracle berantakan, ia menepis tangan Morgan, namun tenaganya sudah lemah.

"Diam, ini sudah selesai." Morgan mundur lagi menjaga jarak, ia lebih baik mengalah dari pada Miracle marah dan meninggalkannya.

Ting. Lantai 35. Lantai kantor Miracle, M.W Group. Pintu lift terbuka. Miracle berjalan keluar, seolah masih kuat, padahal tubuhnya sudah demam. Di ambang pintu dia berhenti, nggak nengok.

"Besok audit jam delapan pagi, kamu datang lebih awal. Bukan sebagai CEO. Dateng sebagai... yang mau buktiin diri."

Pintu lift tertutup.

Morgan terpaku mendengar ucapan Miracle, ia masih di dalam lift. Yess! Morgan terlihat sangat gembira, akhirnya Miracle memberi lampu hijau walaupun masih abu-abu.

Mungkin Tuhan sudah bosan mengujinya sehingga hati Miracle berubah menjadi lembut dan wanita itu mau memaafkannya.

"Semoga saja, mulai besok ia akan berada di kantor lebih awal, pakaian lebih rapi dan membawa bunga kesukaan Miracle.

Di otaknya sudah banyak rencana tersusun rapi, Morgan tak tahu kalau Miracle sekarang berada di rumah sakit, gara-gara demam tinggi dan penyelamatnya adalah adik Arka Mahendra yang bernama Gio Mahendra.

Saat Miracle tadi keluar dari lift ia sudah sempoyongan dan pingsan. Untung ada yang kebetulan lewat dan Miracle langsung di gendong dan di ajak ke rumah sakit terdekat.

Sangat kebetulan sekali, ini yang di tunggu dari lima tahun lalu oleh Gio Mahendra. Dulu wanita ini hampir menjadi kakak iparnya.

Tadi Gio sangat kaget melihat wanita yang diselamatkannya. Miracle Wijaya adalah putri tunggal Rendra Wijaya yang kaya raya. Dulu kakaknya, Arka Mahendra mau dijodohkan dengan Miracle, tapi Miracle menolaknya dan dia malah kawin lari dengan pemuda miskin. Akhirnya Arka Mahendra bunuh diri, dia melompat dari lantai delapan puluh Hotel Nusantara milik Keluarga Mahendra.

******

Giovanni Mahendra.

1
Cu
next
Ci
morgan tak bisa menerima kenyataan
Ca
novel baru semangat baru
Bo
lanjut penasaran
Be
sabar ya miracle
Bu
lanjut thor💪
Bi
morgan cemburu
Ba
si morgan kesenangan
Sin
suka thor👍
Lala
jangan hanya pasrah, takutnya kesenangan
🦂ALVARENDRA 𝐀⃝🥀
hahaha,..
ini yang namanya ingat wajah ea ingat rasanya....
tapi rasa itu tak selalu nyaman....
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
kenapa diladenin trs kalau kau kesel sama Morgan🥱🥱
90
makin penasaran thor. lanjut cepat
89
suka banget sama jalan ceritanya
88
novel baru nih
87
wkwk, ngakak banget.
86
waw Fotonya keren
85
lanjut jangan lama
84
semangat ya
83
ceritanya sangat bagus guys. yuk baca yuk!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!