NovelToon NovelToon
Darah Pocong Perawan

Darah Pocong Perawan

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Misteri / Horor / Hantu / Mata Batin / Iblis
Popularitas:508
Nilai: 5
Nama Author: Celoteh Pena

Yitno... Ya namanya adalah Suyitno, seorang laki-laki berusia 36 tahun yang tak kunjung menikah. Ia adalah pemuda baik, tetapi hidupnya sangat miskin dan serba kekurangan.
Baik itu kekurangan ekonomi, pendidikan, wajah dan masih banyak hal lainnya yang membuatnya merasa sedikit putus asa dan berkecil hati. Ia tinggal bersama ibunya yang seorang janda.
Ia pemuda yang rajin dan tak malu bekerja apapun. Iman dan mentalnya berubah semenjak ia menghitung usianya, dan melihat teman-teman sekampungnya yang semuanya sudah berkeluarga. Ia malu, ia pun ingin menikah tetapi tak ada seorang gadis pun yang mau dengannya.
Semua gadis seperti menghindarinya, entah karena Ia miskin, atau karena ia tak rupawan, atau mungkin karena keduanya. Hingga suatu hari ia bertemu dengan seorang kakek yang akan merubah hidupnya.
apakah yang akan dilakukannya? ikuti terus kisahnya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Celoteh Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rasa Aman

Selama tiga hari kampung tersebut selalu ramai banyak wartawan dan media yang meliput dan memberitakan peristiwa tersebut. Jenazah Lastri di mandikan dan di beri kain kafan baru lalu di sholatkan Kembali dan langsung dimakamkan di malam hari di hari yang sama saat kejadian tragedi itu.

Siang hari di hari berikutnya, kediaman rumah Tarman di datangi pihak kepolisian dan perwakilan tim forensik guna menyerahkan hasil visum.

"Pak Tarman kami dari tim forensik emm...maksudnya kami hendak menyampaikan bahwa kami menemukan ada bercak darah di kem*luan jasad putri bapak, lapisan hymen kem*luannya sobek..ma..maksud saya ada yang menyet*buhi jenazah putri bapak.." ucap petugas forensik wanita.

Sontak Tarman dan istrinya begitu terkejut mendengar informasi tersebut...

"Kasus ini masih kami usut pak, ada kemungkinan bukan Mbah dukun yang di gubuk itu pelakunya. Ada dua kejanggalan yang kami temui di TKP." Ujar satu polisi

"A..apa itu pak, kalau saya boleh tau?" Tanya Tarman penasaran.

"Yang pertama anak bapak posisinya masih virgin, dan dukun itu, dia seorang kakek renta. Itu hampir mustahil bisa di lakuin Mbah dukun itu. Yang kedua mbah itu udah terlalu renta gak ada cukup tenaga untuk menggali dan menutup kembali kuburan itu seorang diri..." jelas polisi

Tarman terperanjat mendengar penuturan polisi tersebut. Ia dan istrinya saling menatap dengan mengerutkan kening..

"Kami berasumsi pelakunya bukanlah Mbah dukun itu, sayang sekali dia pun sudah meninggal. Satu-satunya sumber informasi hanya dukun itu... Asumsi saya di perkuat dari keterangan Mbah Surip kuncen kuburan, dia jam 11 malem Mbah Surip baru pulang dari bertamu di rumah kerabatnya, keadaan kuburan itu masih baik-baik saja. berarti pelaku di atas jam 12 malam beraksinya. Jika itu sang kakek dukun itu mana mungkin dia sanggup menggali dan menutup kembali makam itu secara rapih dengan waktu yang sempit?"

"Jadi siapa pelakunya pak?"

"Kami juga belum bisa memastikan, tidak ada barang bukti yang kuat atau saksi kunci yang jelas...di tambah warga langsung membakar rumah kakek itu, kalau saja di temukan kain kafan itu ada di rumah itu..ya sudah di pastikan si kakek itu pelakunya...tapi apalah daya warga terlalu sembrono.."

"Oh iya Pak Tarman, di luar 'kan ada banyak wartawan. Mereka kami larang masuk, kami beralasan masih dalam penyelidikan, tapi setelah kami pergi mereka pasti akan banyak bertanya sama sampeyan. Tolong informasi yang penting jangan di publikasikan, kami akan sulit melacak pelaku sesungguhnya jika informasi ini bocor. Pelaku akan makin sulit terungkap." Jelas petugas polisi kepada Tarman

"Iya pak, saya mengerti maksud bapak."

"Kalau begitu kami pamit undur diri, jika ada informasi penting yang bapak dapat, tolong segera hubungi kami."

"Tentu pak, pasti saya kabarin."

"Terimakasih pak.."

Para petugas dari kepolisian dan ahli forensik pun pergi meninggalkan kediaman rumah Tarman. Benar saja, wartawan dari media cetak daerah dan provinsi setempat segera berbondong masuk bertamu serta bertanya tentang tragedi yang di alami keluarga Tarman

***

Sementara itu di rumah, Yitno duduk bersantai di kursi plastik Napoli, di temani segelas kopi sembari beristirahat. Ia sedang membuat kandang burung dengan kawat ram, kandang umbaran dengan lebar 1x3 meter tersebut rencananya akan ia gunakan untuk berternak burung kenari.

Saat ini keadaan Yitno sedikit tenang, ia bisa bernafas lega setelah semua hal yang ia khawatirkan sudah teratasi. Ia menghisap dalam-dalam rokok di mulutnya, sembari berfikir dan mengulas kejadian demi kejadian, adakah hal-hal yang terlewatkan olehnya yang bisa membuat warga curiga kepadanya.

Sementara ini ia memilih tak mencuri uang, karna uangnya masih sangat banyak. Yitno sangat pandai mengatur strategi agar segala urusannya tidak dapat terendus oleh siapapun termasuk warga sekitar.

"Hmm...aku buat warung di depan rumah tunggu panen nila ini aja. Biar warga gak curiga aku dapet duit dari mana bisa bikin warung." Batin Yitno licik

Saat malam hari pun ia dapat tidur dengan nyenyak, karena arwah dari Lastri tak lagi mengganggunya. Semenjak kuburannya di bongkar dan jenazahnya di beri kain kafan kembali.

Saat ini Yitno berada di atas angin memegang kendali atas tak terungkapnya kasus itu, ia berpendapat jika kasus itu tak akan pernah terkuak. Dirinya aman tanpa tuduhan dan kecurigaan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!