Aku masih belum mau menikah,tapi keadaan dan situasi sulit membuat aku menyepakatinya.
Cerita ini menceritakan Kisah Tentang Yoga Dan Kinan,yang di jodohkan kedua orang tua mereka.
Mereka pun terpaksa mengiyakan,karena situasi dan keadaan yang sedikit memaksa mereka.
Perjanjian dan kesepakatan pun terjalin antara kedua nya.
Akan kah mereka bercerai? dan bagaimana kehidupan mereka kedepan nya?
Yuk disimak!
Semoga kalian suka ya ^_^
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti_San, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jangan Berani Menyentuhku!
1 Bulan Pun berlalu.
Pagi itu matahari sedang terlihat cerah
Kinan bangun dan keluar dari kamar untuk turun membuat sarapan.
Saat Kinan keluar kamar,Pintu dilantai 2 menuju teras rumah terbuka lebar dan tampak Yoga sedang berdiri dan menikmati matahari yang yang memancar kedalam lantai 2 itu.
"Awal sekali dia sudah bangun" Ucap Kinan dan tidak terlalu memperdulikan Yoga dan segera turun kebawah.
Yoga yang akan kembali kekamar nya mendengar suara Kinan dan Bi Sumi sedang mengobrol dan terdengar hingga di lantai 2.
"Apa yang mereka bicara kan,berisik sekali" Ucap Yoga dan masuk ke kamar nya untuk mandi.
Setelah mandi,Yoga turun dan terlihat Kinan dan Bi Sumi duduk menunggu untuk sarapan bersama,Yoga dan Kinan menganggap Bi sumi seperti keluarga dan duduk untuk makan bersama.
Tidak ada kata yang terucap dari mulut Kinan di meja makan itu,mulut yang terdengar berisik saat Yoga di atas seakan terkunci dan menghilang saat dia datang.
"Den Yoga sayuran sudah habis" Ucap Bi sumi memecah kesunyian di meja makan.
"Biar aku saja yang beli,aku juga mau berbelanja keperluan ku" Sela Kinan.
"Aku akan mengantar mu" Jawab Yoga
"Aku bisa sendiri,tidak perlu repot - repot mengantar ku" ketus Kinan tapi yoga hanya diam saja dan sesekali mata nya melirik wanita yang bersikap acuh pada nya.
Bi Sumi yang hampir 2 bulan bekerja di sana sudah terbiasa dengan pertengkaran Kedua majikan nya itu,Meski Bi sumi juga heran kenapa Kinan dan Yoga bisa pisah kamar,tapi tak pernah sekali pun bi sumi mengeluarkan pertanyaan soal itu atau menceritakan pada orang lain.
Saat selesai makan,Bi sumi membersihkan meja sementara Kinan ke kamar untuk bersiap dan mengambil tas nya,karena akan keluar berbelanja,meninggal kan Yoga yang masih duduk memainkan ponsel nya setelah selesai makan.
Saat Kinan membuka pintu kamar dan akan keluar,Yoga berdiri di luar pintu membuat nya sedikit terkejut.
"Ada apa?"
"Kapan kamu akan keluar?" Tanya Yoga
"Sekarang,aku akan keluar,jadi permisi aku mau lewat" Jawab Kinan dan Akan melewati Yoga tapi langkah kaki nya terhenti karena Yoga menahan pengelangan tangan nya.
"Aku akan mengantar mu" Ucap Yoga mengulang kata saat di meja makan.
"Aku bisa pergi sendiri,lepas kan tangan mu,jangan berani - berani menyentuh ku" Ucap Kinan dengan kesal.
"Ada apa dengan mu?" tanya Yoga heran
"Kamu yang ada apa? tiba - tiba jadi mengusik ku seperti ini" Ucap Kinan dengan nada agak tinggi dan menghempas kan Tangan Yoga yang memegang pergelangan tangan nya hingga terlepas lalu melangkah pergi dengam langkah kaki yang cepat.
Yoga pun terdiam sejenak dan menatap punggung istri nya yang beranjak pergi dari hadapan nya.
Sudah seminggu ini,Kinan bersikap tidak biasa,dia seperti kesal dan tak mau banyak bicara dengan Yoga,Yoga pun bisa merasakan nya dan Mencoba untuk tidak perduli,tapi dengan perubahan sikap Kinan membuat Yoga semakin tidak nyaman.
Meski sebelum nya Yoga sering memarahi Kinan atau saling menyela kata,tapi Kinan tidak pernah mencueki nya,karena akan banyak pertanyaan dan kata yang dikeluarkan Kinan pada Yoga setiap harinya.
Yoga seperti rindu dengan sosok Kinan yang bawel padanya.
Saat Yoga tersadar dari lamunan nya,Yoga segera mengejar Kinan yang sudah turun ke bawah dan sudah sampai di teras rumah.
Yoga lansung menarik tangan Kinan yang akan membuka pintu mobilnya,lalu menarik Kinan menuju ke mobil nya yang terparkir 1 meter tepat disamping mobil Kinan yang beberapa minggu lalu di antar oleh supir ayah nya setelah di servis.
Sontak Kinan terkejut dengan Yoga yang tiba - tiba menarik tangan nya untuk masuk kedalam mobil nya.
"Apa Mas Yoga sudah gila? Aku sudah bilang,aku bisa pergi sendiri" Ucap Kinan dengan kesal dengan posisi masih berdiri disamping mobil Yoga.
"Aku yang akan mengantar mu,kalau kau tidak mau,aku tidak akan mengizinkan mu keluar dari rumah sampai kapan pun" ucap Yoga dengan sedikit mengancam dan mereka saling bertatapan dengan mata penuh rasa kesal.
Kinan terpaksa ikut kemauan Yoga dan lebih memilih mengalah karena ia bisa melihat kemarahan di bola mata suami nya itu,yang bahkan belum pernah dia lihat sebelum nya dengan begitu dekat.
Bersambung
awal aku curiga kerjaan si Bella tapi ternyata siska
sabr kinan suatu saat yoga akn bucin sama mu