Florentina Queensha (16 tahun) seorang gadis yang di tinggal di panti asuhan sejak kecil,tanpa dirinya tau jika dia satu satunya keturunan perempuan di keluarga Pratama dan memiliki 5 kakak cowok yang sangat possesive ,baik kakak kandung maupun kakak sepupunya.
(minim konflik) karena saya tidak menyukai konflik apalagi di dunia nyata penuh dengan konflik jadi cerita di buat seringan mungkin.
(Disclaimer ini hanya sebuah cerita novel penuh halu jangan terlalu di bawa ke real ya. Karena cerita ini hanya bersifat menghibur🙏🙏)
selamat membaca!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ottechan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 29
Mama Zailine, Mami Priscillia ,Queen, Kania serta Marvin Baru saja sampai di Mansion, setelah bermacet ria di jalan ketika perjalanan pulang dari rumah sakit. Kedatangan mereka bersamaan dengan kembalinya para remaja lelaki Pratama dari arena tinju yang masih berada sekitar Mansion.
Queen kaget melihat wajah abang-abangnya penuh luka dan lebam.
"Ihhh itu Muka Abang kenapa pada bonyok gitu ,abis dikeroyok siapa sini bilang sama Queen!"ujar Queen kaget saat melihat wajah Kenzie dan Kennard.
Di antara mereka berempat memang wajah Kenzie dan Kennard terkena banyak pukulan saat sparing tadi bersama William.
"Abang nggak apa-apa kok Sha,, ini mah luka kecil. Lagi pula ini juga sudah jadi konsekuensi yang harus Abang terima karena ketahuan bolos sama bang William."Kenzie menenangkan Queen yang masih kaget melihat wajahnya dan kembarannya.
"Jadi Abang William yang buat wajah Abang kayak gini??"
Kenzie dan Kennard menganggukkan kepala sedangkan William sudah was-was takut Queen marah kepadanya karena sudah membuat luka Kenzie dan Kennard.
"Wah bang William keren tapi bonyoknya kurang banyak itu bang."
Kenzie dan Kennard yang mendengar perkataan Queen menganga tidak percaya jika adik kesayangannya bukannya membela malah ikut menistakan mereka berdua.
"Sha kok kamu nggak belain kita malah ikutan nistain kita sih. Ini wajahnya Abang sakit loh."
"Lah kan yang salah Abang. Sekarang Queen tanya deh yang bolos sekolah hari ini siapa? Abang kan? Terus yang bikin Abang ketahuan kan karena Abang sendiri yang nyusul kita di mall padahal masih jam sekolah kan itu."
"Jadi Abang terima konsekuensinya sendiri dong."ucap Queen sambil menjulurkan lidah kepada Kenzie dan Kennard seraya mengejek keduanya.
Kania tertawa terbahak-bahak melihat Queen menjahili Kenzie dan Kennard.
"Hahaha Baru kali ini Kenzie sama Kennard dapat lawan seimbang."
Kenzie dan Kennard memanyunkan bibir mereka karena tidak ada yang membela mereka.
"Tuh bibir kenapa di manyun-manyunin nggak pantes banget tahu. Geli Mami ngelihatnya,sono duduk di sofa mau mami obatin kagak!!"Mami Priscillia datang sambil membawa kotak P3k untuk mengobati luka Kenzie dan Kennard.
"Mamiiii ini sakit pelan-pelan dong!!"teriak Kenzie kesakitan saat Mami Priscillia mengobati lukanya.
"Gak usah manja badan doang yang gede sakit gini aja pakai ngeluh. Harusnya kalian tahu resikonya kalau ketahuan bolos sekolah kan. Apalagi kalau Abang kamu itu yang tahu hukumannya pasti lebih berat daripada hukuman dari Papih kamu. Kalau papi kamu yang hukum paling tidak boleh keluar rumah selama dua Minggu dan disuruh ngerenungin masalah ini kan. Bener nggak yang dibilang mami?"
Kenzie mengangguk membenarkan apa yang diucapkan oleh maminya tersebut. Abang sulungnya tersebut kalau dalam hal hukum menghukum selalu berat agar adik-adiknya kapok untuk melakukan kesalahan yang sama lagi.
Mami Priscillia dan mama Zailine yang telah selesai mengobati luka di wajah Ken, Al, Kenzie dan Kennard meminta keempatnya untuk mengganti baju mereka karena baju yang digunakan saat ini penuh dengan keringat.
Di saat Mami Priscillia dan mama Zailine mengobati luka abang-abangnya Queen di bawa Marvin menuju kamarnya untuk beristirahat. Sedangkan Kania berpamitan pulang kembali ke Mansion Daddy Mike yang sudah selesai dibereskan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Minggu berganti bulan..
Bulan berganti tahun...
Keadaan Queen berangsur baik dan sudah kembali sehat.
Queen sudah tidak menggunakan kursi rodanya lagi karena dapat berjalan dengan sempurna setelah melakukan beberapa tahap terapi namun penglihatan Queen tidak bisa kembali seperti sedia kala. Queen harus menggunakan bantuan kacamata agar dapat melihat dengan jelas.
Kesembuhan Queen tentu saja disambut gembira oleh seluruh keluarga Pratama maupun Alberto. Hubungan antara Queen dan Marvin semakin dekat. Di mana Marvin selalu menemani Queen di setiap terapi yang dilakukan. Marvin juga menunda pendidikannya selama menemani Queen terapi. Tentu hal tersebut atas seijin Daddy Mike. Tujuan Marvin menunda pendidikannya karena dirinya ingin tetap berada dekat dengan Queen. Apa yang dilakukan oleh Marvin tentu saja diikuti oleh Ken. Marvin dan Ken walaupun mereka menunda pendidikannya mereka tetap mengikuti pendidikan khusus yaitu belajar bisnis langsung dengan kedua orang tua mereka. Selama mereka tidak sekolah Marvin dan Ken diikutsertakan oleh Daddy Mike dan Papa Hendra dalam menjalankan bisnis keluarga mereka.
Marvin dan Ken digadang-gadang akan menjadi pengganti atau pewaris dari Daddy Mike dan papa Hendra.
Sedangkan untuk Kania,Queen ,Al ,Kenzie dan Kennard tetap sekolah seperti biasa walaupun melalui online.
Saat ini mereka telah naik kelas menjadi kelas 12 yang di mana mereka akan seangkatan dengan Marvin dan Ken.
Pagi ini merupakan awal tahun ajaran baru bagi Pratama sibling dan Alberto sibling.
Queen saat ini tengah bersiap-siap di dalam kamarnya karena hari ini adalah hari pertama dirinya kembali sekolah langsung tidak melalui online kembali.
Queen terbangun cukup awal karena dirinya sangat bersemangat kembali sekolah lagi.
Waktu masih menunjukkan pukul 04.30 saat Queen Tengah bersiap-siap.
Tepat pukul 05.00 pagi Queen telah selesai bersiap-siap dan segera keluar kamar untuk menuju ruang makan di mana Mama Zailine dan Mami Priscillia tengah mempersiapkan sarapan untuk seluruh keluarga.
Saking bersemangatnya Queen bersekolah, Queen turun menuju ruang makan menggunakan tangga ,dirinya melupakan larangan yang diberikan oleh keluarganya.
Queen menuruni tangga dengan sedikit berlari, Mama Zailine panik melihat putrinya turun menggunakan tangga dengan berlari. Mama Zailine takut Queen terluka kembali jika terjatuh di tangga.
"Haduuuuh sayang jangan lari nak. Kenapa lewat tangga sih?? Bukannya kamu dilarang turun dari atas pakai tangga sayang. Ini kalau yang lain tahu bisa-bisa kamu tidak diizinkan sekolah loh."omel mama Zailine kepada Queen dengan sedikit menjewer kuping sesaat setelah Queen berdiri di hadapannya.
Sedangkan yang diomelin hanya menyengir lebar seakan-akan tidak melakukan kesalahan.
"Ampun Ma. Iya iya Queen salah lain kali tidak akan Queen mengulangi lagi kalau Queen tidak lupa ya mah."
"tidak akan mengulangi apa nih?? Hmm Abang lihat loh Kamu tadi turun lewat tangga. Mau izin sekolah hari ini Abang cabut."ucap William yang baru saja keluar dari lift dengan menggunakan pakaian olahraga.
Sepertinya William ingin menuju ruang gym saat melihat Queen turun menggunakan tangga tadi.
Queen cemberut menatap William.
"Ya jangan dong bang hari ini kan hari yang sudah Queen tunggu cukup lama. Queen sudah tidak sabar untuk sekolah lagi ketemu temen-temen baru. Jangan dicabut ya bang izin sekolahnya pleaseeesse"Queen bergelayut manja pada lengan William.
William menyentil dahi Queen dengan pelan.
"Ya gimana kamu sendiri sudah melanggar larangan yang kita kasih ke kamu princess. Apa yang kita larang itu demi kebaikan kamu sayang. Abang tidak mau kamu terluka lagi, cukup yang kemarin. Abang ingin menjaga kamu, bisa mengerti yang Abang maksud princess."
Queen mengangguk mengerti.
"Weh ada apaan nih peluk-pelukan"