Seorang gadis kampung yatim piatu yang terpaksa tinggal bersama pamannya di kota Jakarta karena dia ingin melanjutkan pendidikannya. Hidupnya begitu sulit karena istri dari pamannya menjadikan Naomi layaknya seorang pembantu sampai akhirnya dia diusir tanpa sepengetahuan pamannya.
Naomi terpaksa bekerja sebagai pelayan restoran untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang tinggal sebatang kara di Kota Jakarta. Disaat yang sama, dia bertemu dengan seorang CEO tampan nan sombong.
Mampukah dia melanjutkan cita-citanya? Mungkinkah sang CEO jatuh cinta kepadanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Tanjung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 29
"Aku tidak mau apa-apa selain hanya dirimu, itulah yang kumau," jawab Kenzo sambil mendekatkan wajahnya ke arah wajah Naomi.
Naomi memundurkan kepalanya hingga terdesak persis di sandaran kursi karena dia tidak bisa lagi berkutik, namun wajah Kenzo semakin dekat ke arah wajahnya dan itu sangat membuat Naomi merasa kesal bercampur emosi yang sangat tinggi.
"Awas ya! Kalau Kamu macam-macam maka aku akan menggampar wajahmu yang tampan itu," ucap Naomi mendelikkan kedua matanya kepada laki-laki yang sekarang sangat dekat wajahnya dengan bibir namanya.
"Kalau aku tidak mau, Kamu mau apa?" tanya Kenzo sedikit berbisik karena wajah mereka hampir sudah tidak ada batas atau jaraknya.
"Jika kamu tidak mau, berarti kamu mau ini," ujar Naomi sambil mengguyurkan segelas air minum yang sedari tadi sudah disiapkannya di dekat meja untuk diminumnya setelah selesai makan.
Kenzo tampak memejamkan matanya sambil menghela nafas berat, karena air mengalir dari kepala sampai ke wajah hingga ke bajunya. Dia terlihat menahan emosinya dengan menggeretakkan gigi sampai berbunyi.
"Ternyata Kamu benar-benar cari mati!" kata Kenzo ke luar penuh dengan ancaman.
"Aku datang ke Jakarta tidak pernah ingin mencari mati, tetapi aku datang ke sini karena ingin melanjutkan kuliahku dan satu hal lagi! Aku datang ke sini bukan untuk dirimu Tuan Songong," jawab Naomi sambil berdiri dan berkacak pinggang menatap wajah Kenzo tanpa ada rasa takut.
Kenzo memundurkan badannya lalu tiba-tiba dia menggebrak meja sehingga ada beberapa makanan yang berhamburan.
BRAKK.
Kenzo terlihat sangat emosi mendengar jawaban yang diberikan oleh Naomi, padahal Naomi dengan tenangnya melihat tingkah Kenzo sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Mendengar ada gebrakan meja di dalam ruangan arah ke dapur, akhirnya dokter Reyhan yang sedari tadi berdiri di teras rumah Naomi, langsung masuk berlari ingin melihat tentang apa yang sedang terjadi.
Reyhan melihat kemeja Kenzo telah basah di bagian depan, dia juga memperhatikan wajah sahabatnya itu sedang menahan emosi sehingga kekejaman di wajah Kenzo sangat terlihat menakutkan.
"Kenzo, sebaiknya kita pulang! Jika kalian berdua memang ada masalah, maka selesaikanlah secara dewasa. Jangan menyelesaikan suatu masalah seperti anak ABG. Apalagi tingkah kalian berdua layaknya anak SD yang setiap saat selalu bertengkar."
Dokter Reyhan berkata sambil bersedekap tangan di dadanya, menggelengkan kepala melihat dua insan yang masih berada di areal meja makan.
Naomi tidak mau berbicara karena dia merasa tidak bersalah. Walaupun dia telah kabur dari rumah sakit, itu semua karena dia merasa Kenzo sangat keterlaluan terhadapnya.
Lain halnya dengan Kenzo, dia merasa sangat sakit hati karena Naomi tidak merespon kebaikan yang sedang dilakukannya. Padahal dia sangat menyayangi gadis itu dan sengaja datang untuk mengantarkan makanan agar perempuan itu tidak merasa kelaparan.
"Sepertinya kalian berdua memang sama-sama keras kepala, satupun diantara Kalian tidak ada yang mau mengalah demi kebaikan hubungan kalian berdua," ucap dokter Reyhan masih memandang kedua insan tersebut yang saling acuhkan mukanya ke tempat lain.
"Hubungan apa? Aku tidak pernah merasa punya hubungan sama dia?" tanya Naomi tanpa melihat ke arah dokter yang sedang bicara.
"Apa kamu bilang! Jelas-jelas kamu sudah menerima cintaku tadi siang. Sekarang dengan seenaknya kamu bilang kita tidak ada hubungan, Kamu ini sebenarnya cewek macam apa sih ih?" tanya Kenzo kembali mendekatkan dirinya ke arah Naomi.
"Aku ini gadis kampung seperti yang kau bilang dan aku tidak pantas dicintai oleh pria beringas seperti mu yang tak punya hati nurani," ucap Naomi masih dalam keadaan kesal.
Naomi mulai bangkit lalu dia pergi meninggalkan kedua pria tersebut, dia masuk ke kamar mandi dan terdengar air keran mengalir sangat kencang.
Kenzo berjalan ke arah kamar mandi tersebut, dia mengetuk pintu kamar mandi yang berada tidak jauh dari dapur rumah tersebut.
Tok tok tok.
"Apa yang kamu lakukan di dalam kamar mandi? Jangan bilang kalau kamu sengaja ingin menghindar dariku sehingga kau tidak berani ke luar dari kamar mandi," tanya Kenzo masih dalam keadaan marah.
"Kamu pulang saja sana! Tidak tahu orang sedang capek, aku itu juga sedang lapar tapi kamu dengan seenak perutmu menghabiskan makananku dan kalau kamu mau menunggu maka aku tidak akan ke luar dari kamar mandi ini."
Naomi menjawab omongan Kenzo dan balik menantangnya, bahwa dia tidak akan ke luar dari kamar mandi tersebut.
Kenzo mulai mengeluarkan akal bulus nya. Dia berpura-pura pamit pulang dan mengatakan kepada Naomi bahwa dia akan pergi dari rumah itu.
"Oke, siapa juga yang mau berlama-lama di rumah busuk mu ini, kalau begitu aku akan pulang sekarang juga. Lagian tidak ada gunanya bicara sama gadis kampung yang sombong kaya kamu," ujar Kenzo dari luar pintu kamar mandi lalu dia melangkahkan kaki seperti orang sedang mau pergi.
Kenzo lalu membisikkan kepada dokter Reyhan, agar dokter tersebut pergi dari rumah itu sekitar 1 atau 2 jam, karena dia ingin memastikan keadaan Naomi sebelum kembali pulang ke rumah orang tuanya.
Dokter Reyhan menyetujui saran dari sahabatnya tersebut, dia lalu ke luar rumah dan masuk kedalam mobilnya. Lalu dia pun pergi dengan membawa mobil sendiri dan memberikan ruang untuk pasangan tersebut menyelesaikan masalah mereka berdua.
Kenzo mencari tempat untuk bersembunyi yang dikiranya aman tanpa harus diketahui oleh Naomi. Dia memilih bersembunyi di balik gorden jendela yang terjuntai panjang hingga ke lantai, sehingga jika dia berdiri di sana maka Naomi tidak akan bisa mengetahuinya.
Ceklek.
Kenzo mendengar pintu kamar mandi dibuka oleh Naomi dan ternyata gadis itu memang ke luar dari kamar mandi menuju meja makan kembali.
Kenzo mengintip gadis itu sedang membersihkan meja makan yang sempat dipukul dengan keras oleh Kenzo, di dalam hati Kenzo merasa menyesal karena gara-gara ulahnya, gadis yang dia suka sekarang terpaksa membersihkan makanan yang sudah dibawanya sendiri dari restoran milik keluarganya.
Kenzo juga melihat Naomi menyapu ruangan tersebut sehingga terlihat bersih kembali. Di wajah Naomi tidak terlihat rasa sedih ataupun wajah gadis yang masih marah, padahal Kenzo sudah sangat keterlaluan membentaknya dan juga mencaci rumah yang dia tinggali.
Naomi akhirnya mau memakan makanan yang di bawa oleh Kenzo dia mengisinya dengan nasi, dia membuka kotak yang tadi dibawa oleh Indo dan dia melihat disana ada kepiting saus Padang yang sangat menggugah selera.
Kenzo membiarkan terlebih dahulu sampai gadis itu selesai makan, setelah itu dia akan ke luar dan berencana meminta maaf pada gadis tersebut.
Dia tersenyum melihat makanan yang dibawanya dilahap habis oleh Naomi, karena gadis itu memang sedang menahan lapar, mulai dari pulang bekerja hingga berlama-lama di rumah sakit. Bahkan sampai di rumah pun dia belum bisa menikmati makanan yang dimasak nya akibat ulah Kenzo.
Setelah Naomi selesai makan, dia langsung mencuci semua piring yang tadi sempat kotor gara-gara Kenzo. Setelah semuanya rapi Naomi lalu berjalan ke arah depan menuju ruang tamu dan duduk sambil melihat ponselnya.
Kenzo lalu punya ide, dia mengirimkan wa terhadap gadis tersebut secara diam-diam dari balik gorden.
📲 Assalamu'alaikum, Naomi. Aku minta maaf karena tadi terlalu kasar kepadamu. Itu semua karena aku sangat emosi mengetahui bahwa kamu kabur dari rumah sakit dan meninggalkanku.
Kenzo melihat reaksi Naomi saat membaca chat darinya. Dia melihat gadis itu seperti orang yang tidak percaya ketika mendapatkan WhatsApp dari Kenzo yang sedang meminta maaf.
"Wah wah, ternyata orang kaya ini bisa minta maaf juga, syukurlah kalau dia juga tahu cara berminta maaf," ujar Naomi bicara sendiri sambil melihat ponselnya tersebut.
Kenzo sengaja mensilent ponselnya agar tidak ada suara ataupun getaran dari handphone yang sedang ada di dalam sakunya. Tak lama ponsel milik Kenzo lampunya menyala menandakan Naomi membalas chat darinya.
📱 sudahlah, aku juga bersalah sama kamu. jadi aku pun minta maaf telah membuatmu sakit hati. Habis semua itu juga salahmu Karena kamu memaksa aku untuk merawat mu padahal kamu sendiri tidak sakit sama sekali.
Kenzo membaca balasan whatsapp dari Naomi sambil tersenyum dia pun menulis kembali WhatsApp berikutnya.
📲 berarti kita sudah saling memaafkan ya, nanti kalau kita bertemu lagi, Kamu tidak boleh marah-marah seperti singa betina karena aku tidak suka melihatnya.
Naomi kaget melihat ponselnya kembali menyala dan WhatsApp pun kembali masuk dari Tuan Kenzo.
Kenzo mengintip lagi ekspresi apa yang dikeluarkan oleh wajah Naomi saat membaca chat WhatsApp darinya. Kenzo melihat Naomi sedang tersenyum membaca chat yang dikirimkan oleh Kenzo barusan dari balik gorden.
📱 Baik tuan Kenzo yang terhormat, aku berjanji jika kita bertemu nanti tidak akan marah-marah lagi. Apakah kamu sudah puas kan?
Kenzo membaca chat tersebut sambil tersenyum licik, lalu menulis kembali chat selanjutnya.
📲 Aku pegang janjimu. Jika kamu marah-marah maka aku akan mencium bibirmu dan itu adalah hukuman untuk orang yang ingkar janji.
Kenzo kembali mengintip wajah Naomi saat membaca chat darinya. Dia melihat gadis itu menaikkan kedua alisnya namun setelah itu Naomi terlihat tidak senang dan bicara sendiri.
"Yeh Enak di elu nggak enak di gua dong," ucap Naomi bicara sendiri namun dia tetap membalas chat dari Kenzo.
📱Baiklah Bocil anaknya mama, aku janji tidak akan marah-marah tetapi tidak ada cium-ciuman jikalau aku bersalah!
Naomi kembali mengirimkan chatnya kepada Tuan Kenzo. Kenzo tersenyum membaca chat yang baru saja dikirimkan oleh Naomi, dia merasa sangat bahagia dengan kegiatannya saat ini. Padahal mereka hanya berjarak kira-kira sekitar 10 meter.
Tiba-tiba saja Kenzo bicara didalam hatinya ternyata orang yang sedang jatuh cinta memang benar-benar bisa berbuat seperti orang gila. Ngapain lah gue harus sembunyi di balik gorden ini, padahal cewek yang gue suka hanya berjarak dekat dari tubuh gue sendiri.
Tiba-tiba saja, tanpa Kenzo sadari ada cicak yang masuk ke dalam bajunya lewat dari kerah dari atas. dia tiba-tiba menjerit dan ketahuan oleh Naomi.