Sheana Zaen Xavier merupakan putri dari Levi dan Lucia. Memang seharusnya dia memiliki kembaran, tapi di nyatakan meninggal sesaat begitu di lahirkan. Kini siapa sangka putri yang dianggap telah meninggal dunia sejak lahir ternyata masih hidup.
Dimana Shea secara tidak sengaja saling bertukar posisi atau identitas dengan gadis bernama Lucy yang begitu mirip dengannya ketika Shea tengah liburan dengan kedua orang tuanya. Dimana Shea akhirnya menjadi Lucy, sedangkan Lucy menjadi Shea. Dari pertukaran itu, satu persatu rahasia mulai terkuak.
Akankah Shea dan kembarannya bisa mengungkapkan segala rahasia yang tersimpan selama 13 tahun lamanya?
Tentang Zhea yang di nyatakan meninggal dunia sejak lahir, tapi nyatanya masih hidup dengan identitas sebagai Lucy?
Dan tentang kecelakaan tragis yang membuat Kakek Roman meningggal dunia, serta membuat Noland dan Julia mengalami koma?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berhasil Walau Tidak Sesuai Rencana
“Luca adalah saudara kembar Mommy kamu ini. Dia menikah dan menetap di Negara H karena dia juga mendirikan perusahaan sendiri di sana yang bernama ASHLU Group.” Zhia sedikit menjelaskan tentang putra kebanggaannya.
“Tunggu! ASHLU Group?”
Tanpa sadar Zhea nama perusahaan milik Luca yang pernah dia retas atas perintah atas paksaan Jery dan anak buahnya. Dia masih sangat ingat bahwa perusahaan itu paling sulit dia retas, meski harus dia akui perusahaan BLOUSHZE Group dan ZD Group juga sangat sulit untuk diretas.
Akan tetapi, ASHLU Group seolah tidak bisa tersentuh oleh hacker manapun sehingga saat ini Zhea hanya bisa mendapat sedikit informasi rahasia setelah bekerjasama dengan Noah dan yang lainnya.
“Shea, apakah kau mengingat tentang Uncle Luca?” tanya Levi yang mengira putrinya sudah mulai mengingat secara perlahan.
Zhea yang memang belum tahu ataupun bertemu dengan Luca lantas dengan cepat menggelengkan kepalanya. Namun, semua orang malah mengira bahwa Shea yang masih lupa ingatan sehingga memakluminya dan tidak mempertanyakan lebih jauh lagi.
“Tidak apa-apa kalau kau juga lupa tentangnya. Sekarang ayo makan malam dan setelah itu istirahat agar cepat sembuh,” ujar Lucia yang mengalihkan pembicaraan dan perhatian mereka pada makanan yang sudah dia bawa.
“Maaf, aku belum bisa berkata jujur kepada kalian, karena aku takut kehilangan semua rasa nyaman dan bahagia ini,” ucap Zhea dalam hatinya yang sebenarnya merasa sangat bersalah kepada Shea.
...****************...
Sementara disisi lain, Shea dan Ryuga telah keluar dari rumah mewah itu. begitu kelura Shea langsung menatap takjub dengan aksi Regis dan Jaydon yang terlihat sedang mengamuk dengan membunuh siapapun musuh yang berani menghadang mereka.
“Wow, Kakek Jay benar-benar sedang menggila,” gumam Shea menatap penuh binar pada Jaydon yang tengah bertarung dengan penuh percaya diri.
“Kakek Jay, semangat!” seru Shea yang membuat Jaydon dan Regis langsung menatap ke arah sumber suara.
Keduanya menatap penuh rasa terkejut ketika melihat Shea yang tengah berdiri di samping Ryuga sembari tersenyum seperti biasanya. Dengan mengabaikan semua musuhnya yang tersisa, Jaydon dan Regis lebih memilih untuk menghampiri gadis remaja yang sangat mengejutkan mereka itu.
“Shea? Benarkah kau ini Shea? Jika benar, lalu siapa Shea yang ada di Negara K? Tidak… Lebih tepatnya gadis yang sangat mirip denganmu di rumah sakit?”
Mungkin karena mereka kembar, sehingga apa yang ditanyakan Regis sama persis dengan apa yang Ryuga tanyakan sebelumnya. Kemudian mata Regis tertuju pada sebuah kalung yang terdapat di leher Shea. Kalung yang sudah pasti pemberiannya. Sedangkan Jaydon hanya diam tanpa melepaskan sedikitpun tatapan matanya dari gadis remaja itu.
“Kita jangan bicarakan ini di sini,” ujar Ryuga menghentikan sang adik yang ingin menuntut banyak penjelasan dari Shea.
“Benar, kita kembali dulu dan biarkan mereka yang menyelesaikan sisanya.” Jaydon setuju dengan perkataan Ryuga.
“Tunggu, apakah Kakek Jay melepaskan si Prank dan Tante jelek itu?” tanya Shea yang menyadari bahwa hanya anak buat dari Frank yang tengah bertarung dengan anak buah dari Uncle nya.
“Prank dan Tante Jelek?”
Jaydon dan Regis yang memang tidak melihat orang lain keluar dari rumah itu tentu saja menatap Shea dengan tatapan bingung dan penuh tanya. Ryuga yang memang sempat melihat keberadaan seorang wanita dan seorang pria yang hampir menembak keponakannya itu tentu saja menatap balik Regis dan Jaydon membenarkan apa yang Shea tanyakan.
“Aku tidak melihat siapapun yang keluar dari rumah ini kecuali para cecunguk itu,” jawab Regis yang membuat Shea dan Ryuga saling menatap.
“Bagaimana mungkin? Jelas-jelas tadi aku melihat Shea tengah melawan seorang wanita dan bahkan ada seorang pria yang hampir saja menembak Shea secara diam-diam. mereka langsung kabur saat aku sedang fokus memeriksa keadaan Shea,” terang Ryuga yang berhasil membuat amarah Jaydon dan Regis kembali mendidih saat mendengar Shea hampir saja tertembak oleh musuh.
“Kalian berdua pulanglah lebih dulu. Kami akan membereskan tempat ini dan menemukan orang yang kalian berdua maksud,” ujar Jaydon yang jadi mengurungkan niatnya untuk pergi bersama dengan Shea dan Ryuga.
“Biar aku saja yang membereskan ini! Paman dan Regis bawa pulang Shea, aku akan segera menyusul,” balas Ryuga, sebab hanya dia yang sempat melihat wanita dan pria yang hampir mencelakai Shea.
“Baiklah, kau harus berhati-hati karena kita belum tahu musuh kita sebenarnya,” ucap Jaydon yang setuju yang hanya dibalas dengan anggukkan kepala saja oleh Ryuga.
Regis kemudian langsung membawa Shea masuk ke dalam mobil yang kemudian disusul oleh Jaydon. Sepanjang perjalanan menuju Mansion kediaman Xavier, Regis dan Jaydon diam-diam memperhatikan Shea. Keduanya masih tidak percaya bahwa ada dua Shea yang berada di tempat yang berbeda.
Sudah sangat jelas Shea menyadari arti pandangan yang Regis dan Jaydon padanya, tapi dia lebih memilih diam dan menunggu yang tepat untuk menjelaskan semuanya agar dia tidak perlu repot-repot mengulang penjelasannya.
Tak terasa mereka akhirnya tiba juga di kediaman Grandpa dan Grandma nya yang saat ini pasti tengah merawat Zhea dengan baik. Ketika Shea akan memasuki Mansion mewah itu, tiba-tiba Shea teringat dengan Jery dan yang lainnya. dia sudah berjanji akan memastikan mereka semua aman tapi sekarang dia malah melupakannya.
“Astaga, Uncle Regis. Kakek Jay, Shea harus pergi ke Dermaga sekarang!” seru Shea dengan tatapan penuh memohon.
“Tenang saja, Uncle Rayga sudah membereskan yang ada di sana,” jelas Regis yang menyalah artikan tujuan Shea ingin kembali ke Dermaga.
“Bukan seperti itu maksud Shea! Di sana ada beberapa orang dan anak-anak yang sudah Shea janjikan keamanan dan kebebasannya. Jadi, Shea harus kembali untuk menyelamatkan mereka,” desak Shea yang merasa bersalah karena sempat melupakan orang-orang yang telah membantunya selama ini.
“Apakah yang kau maksud adalah mereka?”
Sebuah suara dari dalam Mansion yang tiba-tiba terbuka membuat Shea, Regis dan Jaydon mengalihkan perhatian mereka. Kedua bola mata Shea langsung berbinar ketika melihat Jery, Noah dan yang lainnya sudah berada di dalam Mansion tersebut.
“Jery! Noah dan kalian semua. Syukurlah kalian semua baik-baik saja.” Shea langsung saja berlari menghampiri dan memeluk Jery dan Noah secara bersamaan. Ada perasaan cemburu dibenak Rayga yang dilewati begitu saja oleh sang keponakan tercinta.
Mengapa Rayga tidak terkejut dengan keberadaan dua Shea? Jawabannya suda pasti karena dia sudah menginterogasi Jery dan yang lainnya. Dari sanalah Rayga mengetahui bahwa ada Shea lain yang mereka semua panggil dengan nama Lucy. Karena Jery dan yang lainnya memaksa untuk bertemu Lucy atau lebih tepatnya Shea, Rayga pun tidak memiliki pilihan lain selain membawanya ke Mansion utama.
“Syukurlah kita semua berhasil selamat, walau tidak sesuai rencana,” ucap Shea dengan perasaan lega.
^^^Bersambung, ....^^^