Udara terasa berbeda hari itu lebih berat, lebih sunyi. Ia mengucapkan sebuah kalimat yang telah lama ia simpan, berharap waktu masih cukup untuk mendengarnya kembali.
Tak ada balasan.
Hanya diam yang terlalu lama untuk diabaikan.
Detik demi detik berlalu tanpa perubahan, seakan sesuatu telah bergeser tanpa bisa dikembalikan. Kata cinta itu menggantung, tidak jatuh, tidak pula sampai, meninggalkan pertanyaan yang tak terjawab.
Apakah kejujuran memang selalu datang terlambat?
Atau ada perasaan yang memang ditakdirkan untuk tak pernah didengar?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ra H Fadillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31 The Last Sunset of Caelum
Malam itu, langit di atas rumah sakit tampak kelabu, seolah semesta tahu bahwa satu cahaya besar akan segera padam. Di dalam kamar VIP yang senyap, detak monitor jantung Eleanor terdengar semakin lambat dan tak beraturan. Napas wanita agung itu kini hanya satu-satu, berat dan pendek.
Liora tidak ada di sana. Kondisi fisiknya yang sangat lemah setelah dipaksa berjalan ke rumah sakit membuatnya pingsan di koridor beberapa saat sebelumnya. Jacob dengan sigap membawa Liora ke ruang perawatan terdekat agar ia mendapatkan bantuan oksigen, meninggalkan Leo sendirian di saat-saat terakhir ibunya.
Leo duduk bersimpuh di samping ranjang, menggenggam tangan ibunya dengan kedua tangannya yang gemetar. Dunianya terasa sedang runtuh perlahan, inci demi inci. Keangkuhan yang selama ini ia bangun seperti benteng kokoh, kini hancur menjadi debu.
"Leo..." suara Eleanor nyaris seperti desiran angin.
"Iya, Ibu. Aku di sini. Jangan banyak bicara, istirahatlah," bisik Leo, air matanya jatuh tanpa suara ke atas sprei putih.
Eleanor menggeleng lemah. Ia menarik napas panjang, seolah sedang mengumpulkan seluruh sisa energinya untuk memberikan perintah terakhir bagi putra tunggalnya.
"Leo... ini permintaan terakhir Ibu," lirih Eleanor. Matanya yang sayu menatap tajam ke arah Leo. "Jaga Liora. Jangan biarkan dia pergi dari rumah kita. Menikahlah dengannya... Berjanjilah pada Ibu, kau akan melindunginya dengan nyawamu sendiri."
Leo tersentak. Jantungnya seolah berhenti berdetak. Menikahi gadis yang selama ini ia hina? Menikahi orang yang ia anggap parasit? Namun, melihat binar nyawa yang semakin meredup di mata ibunya, Leo tidak punya pilihan lain. Ia tidak sanggup menolak permintaan terakhir wanita yang paling ia cintai di dunia ini.
"Aku... aku berjanji, Ibu," suara Leo pecah. "Aku akan menjaganya. Aku akan menikahinya. Aku janji."
Mendengar itu, sebuah senyum tipis terukir di bibir Eleanor yang pucat. Ia kemudian menatap Jacob yang baru saja kembali ke ambang pintu setelah memastikan Liora dalam penanganan perawat. Jacob segera melangkah maju, menunduk sangat dalam dengan rasa hormat yang luar biasa. Air mata Jacob jatuh membasahi lantai.
"Jacob..." panggil Eleanor.
"Saya di sini, Nyonya," jawab Jacob parau.
"Ingat teka-teki itu? Saat waktunya tiba... berikan jawaban yang utuh pada Leo. Jangan biarkan dia tersesat dalam kebodohannya selamanya," ucap Eleanor dengan nada penuh rahasia.
Jacob mengangguk kuat-kuat, tangisnya semakin pecah. "Saya mengerti, Nyonya. Saya akan melaksanakan perintah Anda dengan seluruh hidup saya."
Satu tarikan napas panjang yang terakhir, lalu monitor jantung mengeluarkan bunyi panjang yang mengerikan. Tiiiiiiiiiiit.
Garis di layar itu menjadi datar. Tangan Eleanor yang berada di genggaman Leo terkulai lemas.
"IBU!" raungan Leo memecah keheningan malam. Ia memeluk tubuh ibunya yang sudah tidak bernyawa, menangis meraung-raung seperti anak kecil yang kehilangan arah.
Dunia Leo runtuh sepenuhnya. Di dalam ruangan itu, Leo kehilangan tempat pulangnya. Sementara di ruangan sebelah, Liora masih terlelap dalam pingsannya, sama sekali tidak tahu bahwa nasib hidupnya baru saja digadaikan dalam sebuah janji pernikahan yang penuh duka.
Jacob berdiri tegak, memberikan hormat terakhir kepada majikannya yang telah pergi, lalu ia menatap Leo dengan tatapan yang sangat dalam. Ia tahu, setelah pemakaman ini, ia harus menjalankan tugas paling berat menyatukan dua insan yang dipisahkan oleh kebencian, namun disatukan oleh pengorbanan darah dan sebuah janji di ujung nyawa.
"Malam itu, Caelum Empire kehilangan ratunya, namun seorang monster baru saja dipaksa berjanji untuk menjaga malaikat yang ia benci."
"Kematian Eleanor adalah awal dari penjara baru bagi Leo; sebuah janji pernikahan yang dibangun di atas duka dan ketidaktahuan."
"Jacob menangis bukan hanya karena kehilangan, tapi karena ia tahu beban rahasia di pundaknya kini menjadi berkali-kali lipat lebih berat."
"Leo terikat oleh janji, sementara Liora terlelap dalam ketidaktahuan, sebuah ironi yang akan membawa mereka ke gerbang neraka yang baru."