NovelToon NovelToon
Perempuan Desa Yang Selalu Dihina

Perempuan Desa Yang Selalu Dihina

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Nikahmuda
Popularitas:672
Nilai: 5
Nama Author: Nur silawati

"Amelia kita sudah menikah, ingat perjanjian kita jika pernikahan ini hanya sementara. Aku menikahimu karena terpaksa.. jangan berharap banyak dari pernikahan ini. Aku pun tidak akan menyentuhnya."ucap Rudi.
Amelia gadis berasal dari desa kidul, bertemu dengan Rudi pria asal ibukota,ia seorang kontraktor yang sedang membangun jalanan di desa Amelia.
Amelia terpaksa menerima lamaran Rudi karena ingin melunasi hutang kedua orang tuanya.
Rudi terpaksa menikahi Amelia karena tunangannya Sarah hilang entah ke mana menjelang 1 minggu pernikahan mereka.
Sementara undangan sudah menyebar kemana-mana.
Untuk menutupi aib keluarga Rudi memilih Amelia untuk ia nikahi.
"Apapun persyaratannya aku terima yang terpenting uang yang kamu janjikan harus tepati..." jawab Amelia tegas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur silawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 7. nafkah dari suami.

"Mas aku minta uang untuk membeli kebutuhanku, selama menikah dengan mu, aku tidak pernah kamu nafkahi." Lia akhirnya memberanikan diri  meminta haknya.

Rudi yang sedang berbaring di atas tempat tidur, dan sibuk dengan ponselnya. Mengabaikan ucapan Lia.

Sementara Amelia tidur menggunakan kasur lipat di bawah.

Dari awal menikah Lia dan Rudi tidak pernah tidur satu ranjang.

Semua itu permintaan Rudi, ia tidak mau menyentuh Amelia.. katanya ia tidak selera dengan Amelia.

" Aku tidak berkewajiban memberimu nafkah.. karena kamu tidak menjalankan kewajibanmu sebagai istri.. Aku tidak pernah menyentuhmu sama sekali. Jadi aku tidak berkewajiban memberimu nafkah." Sarkas  Rudi.

Perih yang dirasakan Lia, hatinya seperti disayat - sayat sembilu mendengar ucapan pedas Rudi..

"Aku bukan tidak menjalankan kewajibanku. tetapi kamu yang tidak mau menyentuhku.. aku menjalankan tugasku sebagai istri seperti memasak, Bahkan aku yang mencuci semua pakaian  kotor semua anggota keluarga ini."jawab Lia, Rudi menghentikan kegiatannya di media sosial. ia menarik nafas kasar,lalu ia memiringkan sedikit tubuhnya menatap Amelia yang terlentang tidur dibawa.

"Aku sudah memberi mu makan dan minum di rumah ini, itu lebih dari cukup.. Aku harus mengumpulkan uang untuk melamar wanita impianku? Wanita karier dan berkelas. Jika aku memberimu uang lagi, maka tabungan ku akan berkurang." Jawab Rudi.

Lia menatap Rudi yang masih menatapnya.

"Kalau begitu mari kita bercerai..! " Tantang Amelia.

"Kalau kamu aku ceraikan, Kamu mau makan apa? Mau menumpang di rumah budemu yang kumuh itu? Untuk  makan dirinya sendiri saja budemu harus mencuci pakaian orang  dulu, ditambah Kamu mau ikut dengannya.. kalau di rumahku kamu bisa makan bebas." Lia menggelengkan kepala menatap dalam Rudi.

"Kalau aku tetap di sini statusku masih istri mu,walaupun tidak kamu sentuh.. kamu wajib memberiku nafkah.." Lia setengah memaksa haknya untuk segera dibayarkan.

"Mata duitan banget sih kamu? buat apa sih kamu uang? Apa untuk mengirim orang tuamu di kampung? Mereka bukan tanggung jawabku." Ucap Rudi.

"Terserah mau nuduh apa, aku minta hak ku." Kata-kata Salamah terngiang-ngiang di telinganya.. Lia tidak mau menyerah sebelum haknya dibayarkan oleh Rudi..

Akhirnya  Rudi bangkit dari tempat tidur.ia membuka lemari pakaian, lalu membuka laci yang ada di dalam lemari itu.. Rudi yang selalu stand by uang cash mengambil sejumlah uang untuk ia berikan pada Lia.

Bukan tanpa sebab Rudi memenuhi permintaan Lia..Rudi tidak ingin Lia mengganggu keasikan chattingannya dengan seorang wanita.

"Ini uang nafkah mu, tapi aku tidak ikhlas memberikannya pada mu.. ini pemberianku yang  Pertama Dan terakhir, jangan pernah minta uangku  lagi  paham..!" Rudi melemparkan uang lemaran biru dan merah pada Lia yang sedang berbaring tertutup selimut.

Lia bangun dari tidurnya hatinya sakit diperlakukan sehina itu oleh laki-laki yang telah ia selamatkan nama baiknya..

Lia mengabaikan semua rasa Sakit itu..Ia memungut uang yang Rudi awurkan itu..

Setelah terkumpul uang yang diawurkan  Rudi ternyata terkumpul 5 juta.

Mungkin Rudi tidak sadar mengawurkan uang sebanyak lima juta..

Sangking asiknya berkirim pesan dengan seorang wanita.Ia sampai tidak konsentrasi dengan uang yang ia awurkan.

Lia dengan rapih menyimpan uang tersebut. Lalu ia menutup tubuhnya dengan selimut, Lia akan menulis di tengah malam saat  Rudi sedang terpulas.

Lia bangun tepat pukul 2 dini hari.Lia menajamkan pendengarannya dan mengumpulkan nyawanya yang belum terkumpul.

Ia mendengar Rudi sedang bercakap dengan seorang perempuan ditelepon.

" Sayang Kenapa dimatikan panggilan teleponnya? Mas tidak bisa tidur jika tidak mendengar helaan nafas mu.." tanya Rudi suaranya serak-serak orang bangun tidur.

Lia tidak bisa mendengar jawaban lawan bicara Rudi..

Lia tidak tahu apakah ia mencintai Rudi.? tetapi hatinya sakit mendengar Rudi berbicara mesra dengan seorang wanita.

Rasa cemburu itu ada, Rudi sangat lembut berbicara dengan wanita lain.

Suaranya sangat halus saat menyebut panggilan sayang. Sedangkan dengannya Rudi tidak pernah memanggilnya sayang.

Selama menikah, Rudi tidak pernah memperlakukannya dengan baik. Lia tidak tahu salahnya di mana?

Yang menyakiti Rudi adalah Sarah, yang  kena getahnya Lia.

Lia jadi bulan-bulanan Rudi untuk melampiaskan rasa sakit dan kesal terhadap perempuan.

"Aneh ya Mas Rudi? Dengan wanita lain  ia bisa  bicara lembut dan romantis..Tapi  dengan ku ia selalu Ketus dan kasar. salahku di mana?  Aku telah menyelamatkannya dirinya  dari rasa malu, Kenapa ia tidak memperlakukanku dengan baik seperti ia memperlakukan perempuan yang lainnya.." gumam Lia.

"Aisss . Kenapa pikiranku jadi kemana-mana? Kenapa mengharapkan Rudi bisa bicara lembut denganku?." Lia terus berkecamuk dengan pikirannya sendiiri.

Lia kesal sekali dengan Rudi. Yang masih berteleponan dengan seseorang. Kegiatan Rudi merugikan Amelia.Ia tidak bisa menulis karena terganggu oleh suara-suara sumbang itu.

"Teleponan berjam-jam Apalagi sih yang mereka bahas? Heran aku..!  Aku harus tegas dengan Rudi, besok Aku ingin bicara dengannya Empat Mata. Perihal kelanjutan pernikahan ini, jika memang ia ingin menikahi wanita yang ia telepon berjam-jam ini, sekarang juga aku minta  ia talak.." gumam Lia.

Lia tidak mau kalah dengan Rudi..Lia masuk ke dalam kamar mandi yang ada di sudut kamar pribadi mereka.

Ia mengambil wudhu dan melaksanakan shalat malam dua rakaat dan salat witir 3 rakaat.

Setelah itu ia mulai menulis

Lia menutup telinga dengan headset,ia muak mendengarkan percakapan Rudi yang sudah tidak terarah ia menutup telinganya dengan headset tidak berpengaruh apa-apa..Lia tidak menyalakan musik jadi lia masih mendengar samar-samar percakapan yang menggelikan itu

Lia fokus dengan cerita yang ia tulis, Lia benar-benar menghayati ceritanya.. sehingga dalam dua jam ia bisa menulis 5000 kata..

Setelah mendapatkan lima bab Lia memutuskan untuk memejamkan matanya sejenak sambil menunggu adzan subuh..

Adzan subuh berkumandang Lia mengambil air wudhu dan melaksanakan  Shalat qobliyah subuh lalu lanjut shalat subuh.

Rudi baru saja terlelap,Lia hanya menggelengkan kepala menatap suaminya yang baru selesai berteleponan.

Hari ini Lia, ingin berkunjung ke rumah Budenya.Ia sudah lama tidak mengunjungi budenya yang hidup sebatang kara.

"Aku masak apa ya pagi ini? Di kulkas hanya ada telur dan mie cap tiga telur.

"Aku bikin mie goreng saja untuk sarapan keluarga ini.."akhirnya Lia memutuskan untuk bikin mie goreng orak-arik.

Hanya butuh 15 menit masakan  Lia selesai.

Lalu ia membungkus mie goreng tersebut untuk budenya.

Dengan berjalan kaki Lia menuju rumah budenya yang memang tidak jauh dari rumah mertua. Masih satu desa, hanya beda RT dan RW saja..

"Mau ke mana Lia pagi-pagi sudah kelayapan saja? Memangnya kamu sudah memasak untuk suamimu?" Tanya  Bu Maria tetangga super julid..

"Mau ke rumah Budeku Bu, Alhamdulillah pekerjaan saya sudah selesai. Makanya saya berani keluar rumah." Jawab Lia sopan.

Ia tahu Maria ,dari awal ia tinggalkan di rumah mertuanya Maria memang kurang suka dengan Lia.

"Apa kamu keluar rumah sudah izin suamimu? Ini masih pagi  sekali baru jam 6:00. Saya yakin suamimu belum bangun?" Lia harus menarik nafas dan  menghembuskannya lewat mulut.. Ia harus sabar menghadapi tetangga yang super julit dan super kepo.

"Sudah Bu..! Saya sudah izin suami saya dari semalam.. permisi ya Bu!"Lia cepat-cepat ingin berlalu dari hadapan Maria.

Mood Lia  selalu beratakan jika bertemu dengan Maria bawaannya selalu kesal  terus...

Maria mencibir mendengar jawaban Lia.

1
Sella Rahmantoni
selamat membaca buku baruku teman-teman semoga suka🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!