Alina Grace tumbuh sebagai putri keluarga Kalingga. Hidup dalam kemewahan, pendidikan terbaik, dan masa depan yang tampak sempurna.
Namun semua itu runtuh seketika begitu kebenaran terungkap.
Ia bukanlah anak kandung keluarga Kalingga
Tanpa belas kasihan, Alina dikembalikan ke desa asalnya, sebuah tempat yang seharusnya menjadi rumah, tetapi justru menyisakan kehampaan karena kedua orang tua kandungnya telah lama meninggal dunia.
Dari istana menuju ladang, dari kemewahan menuju kesunyian, Alina dipaksa memulai hidup dari nol.
Di tengah keterpurukan, sebuah Sistem Perdagangan Dunia Pararel terbangun dalam dirinya.
Sistem misterius yang menghubungkan berbagai dunia, membuka peluang dagang yang tak pernah dibayangkan manusia biasa.
Dengan kecerdasan, kerja keras, dan tekad yang ditempa penderitaan, Alina perlahan bangkit, mengubah hasil bumi desa menjadi komoditas bernilai luar biasa.
Dari gadis yang dibuang, ia menjelma menjadi pemain kunci dalam perdagangan lintas dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
informasi Tentang Orangtua Kandung
Sejak dini hari tadi hujan turun dan pagi ini belum ada tanda-tanda hujan akan berhenti.
Meski hanya menyisakan hujan rintik-rintik, air hujan masih cukup untuk membuat Alina basah kuyup kalau memaksakan beraktivitas di ladang miliknya.
Menunggu hujan yang tak kunjung berhenti. Alina, gadis itu memilih merapikan keadaan rumahnya, rumah kayu yang kini kondisinya sudah layak huni, tapi masih jauh dari kata mewah, bahkan jika itu dibandingkan dengan rumah-rumah penduduk Desa yang rata-rata sudah merupakan rumah tembok.
Ada rumah yang masih menggunakan bahan baku kayu, tapi itu rumah besar yang ukurannya berkali-kali lebih besar dari rumah Alina.
Usai membersihkan dan merapikan seisi rumahnya, Alina memasak di dapur dengan peralatan yang seluruhnya baru, mulai dari kompor gas, peralatan masak, bahkan piring yang ia gunakan untuk makan juga barang-barang baru.
Barang-barang lama sudah tak layak digunakan, membuat Alina memilih tak lagi menggunakannya.
Hampir setengah jam lamanya Alina menghabiskan waktu di dapur, dan begitu selesai masak, ia menikmati hasil kerja kerasnya sendiri, tak perlu berbagi dengan siapapun.
Duduk di teras dapur yang langsung mengarah ke ladang. Alina menikmati sarapannya sambil memandang ladang yang menghijau dan tampak segar, tapi pagi ini di balik semangatnya saat beraktivitas, sebenarnya ia menyimpan sebuah pertanyaan.
Pertanyaan tentang seperti apa kehidupan orangtua kandungnya, dan bagaimana mereka bisa meninggalkan dunianya saat ini.
[Ding!]
[Sistem mendeteksi peningkatan emosi dan keinginan Pemilik.]
[Fitur baru telah ditambahkan untuk dimanfaatkan Pemilik.]
Informasi barusan membuat Alina sedikit terkejut.
“Sistem, apa itu Fitur Baru?” Ia bertanya dengan rasa penasaran.
[Ding!]
[Fitur Baru: Arsip Dunia Asal - Tingkat Rendah]
• Akses: Terbatas
• Keterangan: Menyimpan data yang berkaitan langsung dengan Pemilik
• Peringatan: Dikarenakan masih pada tingkat rendah, data yang diinginkan kemungkinan tidak lengkap.
Alina seketika itu juga merasa seolah melihat cahaya terang di depan mata.
“Arsip Dunia Asal, dan semua berhubungan dengan Pemilik?! Bukannya kalau begitu semua itu berhubungan denganku?~”
Firasatnya mengatakan akan adanya informasi penting yang bisa didapatkan, dan karena sudah terlalu penasaran, cepat saja ia menekan tombol Akses Arsip.
[Ding!]
Layar hologram di depan Alina yang semula terang sejenak redup, lalu muncul tampilan yang berbeda dengan biasanya, dimana saat ini layar memunculkan banyak data, dan besar kemungkinan semua itu berkaitan dengan Alina.
[Arsip Dunia Asal: Pencarian Data]
[Pilih apa yang ingin Pemilik ketahui!]
~ Identitas Seseorang
~ Informasi Masa Lalu (Sertakan Waktu Dan Tempat)
[Pemilik Bisa menggunakan dua opsi pilihan di waktu bersamaan.]
Alina terdiam cukup lama setelah membaca layar hologram Sistem.
Ia kini baru menyadari satu hal, yaitu selama ini ia selalu menghindari memikirkan orang tua kandungnya terlalu dalam.
Bukan karena tidak ingin tahu, melainkan karena takut mengetahui apa yang tak seharusnya ia ketahui.
Namun sekarang ia sudah siap mengetahui segalanya, baik itu jika benar-benar ada informasi tentang mereka, atau yang didapatkannya hanyalah informasi kosong tanpa adanya kebenaran tentang mereka.
Alina cepat memilih menggunakan kedua pilihan, dan saat itu ia dituntun memasukkan nama-nama orang yang masa lalunya ingin diketahui.
Tak lupa ia juga memasukkan rentan waktu peristiwa yang ingin diketahuinya.
[Identitas: Orang tua kandung Pemilii Sistem]
[Lokasi: Desa tempat tinggal saat ini
Rentang waktu: 20 sampai 25 tahun lalu]
“Konfirmasi!” ucap Alina pelan.
[Ding!]
[Sistem memulai penelusuran data.]
Garis-garis cahaya di layar monitor bergerak lebih cepat. Angka dan teks muncul lalu menghilang, seolah sistem sedang mengumpulkan potongan-potongan kecil dari masa lalu yang tercerai-berai.
Waktu saat ini terasa berjalan sangat lambat.
Alina sama sekali tidak bergerak, bahkan ia tak berkedip.
Beberapa saat kemudian~
[Ding!]
[Data Ditemukan]
Nama Ayah Kandung: Arman Pradipta
Usia (saat meninggal): 34 tahun
Pekerjaan: Petani, Pengumpul Benih Alami
Nama Ibu Kandung: Sinta Lestari
Usia (saat meninggal): 31 tahun
Pekerjaan: Dokter Di Desa
Alina menutup mulutnya begitu mengetahui apa yang selama ini begitu ingin ia ketahui.
Napasnya tercekat, bukan karena sedih, melainkan karena sebuah kelegaan begitu mengetahui siapa orangtuanya.
“Arman Pradipta,” bisiknya. “Sinta Lestari.”
Nama-nama itu terasa asing baginya, tapi anehnya hanya mengetahui nama itu membuat hatinya menghangat.
Identitas yang sengaja ditutupi oleh keluarga Kalingga, kini akhirnya Alina mendapatkan indentitas itu, membuatnya akhirnya tau nama-nama yang perlu diingatnya, dan suatu saat dia tak ragu menjawab jika ada yang bertanya tentang siapa orangtuanya.
[Catatan Tambahan: Arsip Desa]
• Arman Pradipta dikenal di wilayah sekitar sebagai petani yang gemar menyimpan dan menyeleksi benih tanaman alami
.
• Memiliki kebiasaan mencatat musim tanam, kualitas tanah, dan ketahanan tanaman terhadap cuaca ekstrem.
• Beberapa kali bekerja sama secara informal dengan lembaga penelitian nasional.
Alina terdiam dengan mata melotot lebar membaca informasi yang ada di depannya.
“Kenapa lagi-lagi berkaitan dengan benih?” gumamnya.
Dadanya tiba-tiba berdegup kencang, merasakan sesuatu yang sepertinya saling terhubung satu sama lain.
[Catatan tentang Sinta Lestari]
Dikenal sebagai Dokter desa yang aktif membantu warga saat bencana alam.
Terlibat dalam penanganan darurat korban banjir besar 18 tahun lalu.
“Banjir!” seru Alina.
Ia ingat cerita samar dari warga desa tentang banjir bandang besar bertahun-tahun lalu yang merenggut banyak nyawa.
Merasa penasaran dengan informasi selanjutnya, ia cepat menekan layar hologram.
[Kejadian Tercatat]
Peristiwa: Banjir Bandang
Waktu: 18 tahun lalu
Status Arman Pradipta & Sinta Lestari: Meninggal dunia
Penyebab: Terjebak arus saat proses evakuasi warga
“Deg...”
Air mata Alina seketika jatuh membasahi pipinya begitu tahu kronologi kematian orangtuanya.
“Mereka menolong orang lain. Sungguh kematian yang sangat mulia,” ucapnya lirih dengan isak tangis tanpa suara.
Cepat ia mengusap wajahnya, menarik napas panjang, lalu melanjutkan membaca dengan mata yang sedikit buram.
[Catatan Khusus – Fasilitas Medis Darurat]
• Bayi perempuan usia 2 minggu tercatat selamat
• Proses evakuasi massal menyebabkan kesalahan pencatatan identitas
• Bayi tertukar dengan keluarga korban lain (Bayi keluarga Kalingga, keluarga konglomerat yang saat itu terjebak banjir saat berlibur)
• Kasus tidak terselesaikan akibat kekacauan pasca bencana
Alina sejenak memejamkan mata.
“Jadi begitu cara aku tertukar dengan anak mereka,” ucapnya lirih.
Bukan sebuah konspirasi besar, bukan juga sesuatu yang disengaja. Semua terjadi di tengah kekacauan, dan sebuah ketidaksengajaan menyebabkan peristiwa itu terjadi.
[Ding!]
[Sistem mendeteksi adanya identitas tersembunyi orangtua Pemilik]
[Informasi: Tersembunyi]
[Terdeteksi warisan orangtua pemilik selain rumah dan ladang: Tersembunyi]
“Sistem, bagaimana semua itu bisa terbuka?”
[Ding!]
[Pemilik harus mengumpulkan 10.000 Saldo Poin Sistem untuk bisa membuka informasi yang masuk ke dalam kategori informasi luar biasa]
Alina mengangguk mengerti. “Sepuluh ribu Poin Sistem. Mengumpulkan sebanyak itu pastinya membutuhkan waktu yang lama!”
[Ding!]
[Sistem sebuah nilai misterius yang datang dari Dunia Pararel.]
[Reputasi Khusus Terbuka: Penjaga Kehidupan]
[Tersembunyi]
Alina tersentak mendengar sesuatu yang menurutnya sangat luar biasa.
“Sistem, apa itu Reputasi Khusus?” tanya Alina.
Namun sistem tidak memberi penjelasan lebih lanjut, seolah semuanya memang masih tersembunyi, belum waktunya bagi Alina mengetahui segalanya.