SEASON 1
Arwah bunuh diri menceritakan tentang seorang perempuan cantik jelita bernama NABILA yang menempuh pendidikan sekolah menengah atas dia meninggal bunuh diri. Tetapi Arwah Nabila terus meneror semua orang? Ada apa dengan Arwah Nabila?
LIKE
LIKE
LIKE
Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TERSANGKA
"MULUTMU HARIMAUMU"
"Akibat mulut yang asal bicara justru menjadi bumerang yang menyakiti hati orang lain dan merusak hubungan antar manusia"
Deretan awan kembali bergumpal pada pagi hari cuaca cerah kini menyinari aspal terlintas pohon berwarna hijau cerah sesekali bergoyang menyumbang debu jalan di tengah kepanikan mesin kendaraan roda dua terus menderu di kota JAKARTA.
Keesokan harinya BADRUN masuk penjara dia mengakui perbuatannya kalau dia memang tidak sengaja membunuh NABILA. Yulia dan Sinta datang ke kantor polisi untuk mengetahui apa motif dia membunuh NABILA, Yulia dan Sinta pun menunggu di ruang tanggu datang Badrun yang tangannya sudah di borgol dari kepolisian di antar ke ruang tunggu, Sinta berteriak histeris menangis sejadi jadinya kenapa kau melakukan ini pada sahabat ku! JAWAB BADRUN BADRUN
BADRUN tanpa bersalah hanya bisa tertawa seperti orang gila.
"DIAM LOH!" teriak Sinta sembari menangis sejadi jadinya, Yulia yang duduk di sampingnya menenangkan sinta.
Badrun duduk dibangku bercerita awalnya dia memang jatuh cinta berniat ingin jadi pacarnya dia memberikan sebatang coklat dan surat cinta saat tau buku novel Arga berada di laci NABILA diapun gelap mata dia sangat cemburu apalagi UCAPAN NABILA yang menyakiti dirinya Sinta pasti kamu mengingat itu? Ujarnya benarkan tiga tahun yang lalu Nabila menabrak ku dia menghina ku di kerumunan orang betapa malunya aku saat itu akhirnya aku berencana ingin membunuhnya.
Pulang sekolah suasana sepi semua orang sudah pulang sekolah Nabila tengah duduk di belakang aku datang menghampiriku dia terkejut sejadi jadinya FAKTANYA bukan Arga, kamipun bertengkar hebat dia belari menghindari ku pergi ke atas gedung sekolah karena jalan buntu dia berniat untuk Loncat dari atas gedung aku mencoba menghalanginya tapi dia semakin mundur mundur dan mundur sampai ia terjun dari lantai dua dia jatuh beneran hingga tewas akupun juga histeris aku berlari karena takut.
"MAAFKAN AKU NABILA SEMOGA KAU TENANG DISANA"
Tapi aku lega tidak ada lagi orang yang menghinaku, waktu jam habis Badrun segera masuk tahanan Sinta menangis tak henti hentinya meraih tangan Badrun ingin menjambak nya Yulia menenangkan yuk Sinta kami pun pulang kerumah.
***
Kami sampai kerumah aku segera mengajak yuk Sinta ke kamar, di kamar tetap saja yuk sinta menangis sejadi-jadinya aku pun sebenarnya sedih juga tapi mau gimana lagi aku memberikan tisu yang ada di atas meja belajarku dan segera ke dapur membuat teh hangat.
"Sinta kenapa? ucap ibuku yang kebingungan.
"Gpp kok Bu" ucapku sambil tersenyum.
Yulia kembali ke kamar membuat teh hangat, Aku tidak menyangka kalau BADRUN pelakunya semua orang mengira Arga atau Adelia. Sekarang Arga dan Adelia sudah tiada dia pasti sudah tenang disana ternyata cuma aku saja yang masih hidup.
Besok aku segera ke SURABAYA, aku yakin Nabila sudah tenang di sana, yuk Sinta segera membereskan barang-barangnya dan bajunya.
"Lusa saja pulangnya" ujar ku mencegahnya.
"Gpp kok, nanti aku naik bus terima kasih sudah membantu NABILA" ujar yuk sinta
Tapi sebelum ia pulang dia akan mengambil foto kenang-kenangan yang dia tinggal waktu 3 tahun yang lalu aku juga merindukan ayah dan ibukku di rumah lamaku aku ingin sekali memeluknya sebelum aku pergi ke SURABAYA sekali lagi aku minta maaf Yulia sudah merepotkan mu.
KAMIPUN BERPELUKAN
*****
Keesokan harinya, sekolah digemparkan dengan ditemukannya jasad Nabila yang tergeletak dilantai dasar dengan tubuh penuh luka dan lumuran darah.
Semua menduga jika Nabila terjatuh dari lantai dua......