NovelToon NovelToon
The Miracle

The Miracle

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Menikah Karena Anak / Duda / Ibu Tiri / Trauma masa lalu / Tamat
Popularitas:46.2k
Nilai: 5
Nama Author: Irma

Kecelakaan mengerikan membuat Pelangi Jingga Cakrawala lumpuh, membuatnya kehilangan semangat hidup dan harapan akan mimpinya menjadi seorang balerina terkenal. Ia pesimis akan pulih kembali dan menolak semua bentuk terapi yang disarankan.

Sebagai terapis andal, Lentera Bentang Nirbatas yang ditawari pekerjaan untuk membantu memulihkan kondisi bocah itu merasa tertantang. Meskipun awalnya kesulitan menangani sikap Pelangi yang penuh amarah, perlahan-lahan Lentera mampu membuat Pelangi mau membuka diri.

Hal itu membuat Rimba Fajar Cakrawala jatuh hati pada Lentera. Akankah Rimba mampu meyakinkan jika cinta yang ia tawarkan bukanlah atas balas budi karena telah membuat anaknya bisa berjalan lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29

Keesokan paginya, Lentera terbangun mendapati dirinya sendirian di ranjang denga suasana kamar yang terang benderang, seolah memberitahunya pagi hampir usai.

Lentera tidak cukup beruntung untuk melupakan kejadian tadi malam meski hanya sesaat. Tatapannya melayang melihat ke sekitar, ia tak melihat ada kursi roda Pelangi di kamar, hal ini membuat Lentera bertanya-tanya bagaimana Pelangi bisa meninggalkan ranjang tapi tidak membuatnya terbangun, karena tadi malam ia mendekap erat tubuh Pelangi. Tetapi, tadi malam lentera sangat lelah… sekarang pun masih lelah, dan tubuhnya berat.

Lentera turun dari ranjang sembari berpikir, mengapa ia bisa begitu bodohnya menceritakan aibnya pada Rimba. Padahal selama ini ia berusaha tidak membangun kedekatan dengan pria itu.

Ia tidak seharusnya tidak bercerita apa pun, meski Rimba bisa menebaknya. 'Kau sungguh gampang di desak,' ejeknya kepada diri sendiri dalam hati.

Selama bertahun-tahun ia berhasil menutupi masalahnya, mencegah dirinya berkubang dalam kolam masa lalu, tapi mengapa tadi malam ia malah bersandar pada bahu Rimba sambil menangis dan merintih? Sungguh rasanya ia ingin mati saja karena malu, ia sudah terlalu banyak memperlihatkan sisi kelemahan dirinya kepada pria itu.

Lentera masuk kamar mandi lalu berpakaian, setelah itu langsung ke ruang olahraga, tempat ia tahu ia akan menemukan Pelangi dan Rimba di sana, sebab hari ini akhir pekan, Pelangi tidak sekolah dan Rimba tidak ke kantor.

Tidak ada gunanya menghindari pertemuan dengan Rimba, karena toh pada akhirnya ia memang pasti akan bertemu dengannya, cara terbaik adalah menghadapi Rimba dan melupakan soal kejadian semalam.

Ketika Lentera membuka pintu ruang olahraga, Pelangi berteriak riang menyambut kedatangannya, sementara Rimba hanya tersenyum tidak berkata apa-apa.

Pelangi kembali mengangkat beban dengan kaki sambil menghitung. Pelangi sepenuhnya mencurahkan konsentrasi pada olahraga itu dengan ritme lambat tapi teratur, dia mengangkat kaki bergantian.

“Sudah berapa lama kau melakukan itu, sayang?” tanya Lentera sembari berusaha mengabaikan ketidaknyamanannya sebab Rimba terus memperhatikannya.

“Setengah… jam,” sahut Pelangi.

“Cukup. Hentikan sekarang!” perintah Lentera. “Kau latihan berlebihan, sayang. Hal itu membuat kakimu kram!.”

Pelangi melemaskan ototnya. “Aku ingin terbebas dari bantuan tongkat,” ucapnya. “Aku ingin bisa berjalan tanpa disangga apa pun.”

“Yang ada ototmu yang putus, dan itu justru akan memperlama proses berjalanmu!!" balas Lentera.

"Tapi Amma..."

"Tidak ada gunanya Amma di sini jika kau tidak mau mendengar ucapan Amma."

Bocah itu tersentak, matanya menggelap hingga seperti langit kala badai. “Apakah Amma ingin bilang kalau Amma akan pergi?”

“Iya,” sahut Lentera. “Kalau kau melakukan seperti yang Amma suruh dan mematuhi program latihanmu, Amma tetap di sini. Kalau kau bermaksud mengabaikan semua yang Amma katakan dan melaksanakan keinginanmu, tak ada gunanya Amma membuang waktu di sini, anak lain banyak yang membutuhkan Amma.”

Wajah Pelangi merah padam, bocah itu menatap marah kepada Papanya karena tak kunjung melamar Lentera padahal Pelangi sudah banyak memberikan banyak waktu kepada Papanya untuk melakukan 'Pendekatan' sesuai permintaannya. “Okay, baiklah aku akan menurut pada Amma.'

Seharian penuh Lebtera berusaha fokus hanya pada Pelangi dan berusaha mengabaikan Rimba, padahal biasanya mereka ngobrol saat Pelangi menjalani sesi terapi.

Lentera yang seharian tidak makan apa-apa, begitu kelaparan hingga hampir muntah, tubuhnya memberontak kakinya terasa lemas saat ia menuruni tangga, kepalanya berputar-putar karena mual, beruntung Rimba dengan sigap menagkap tubuh Lentera.

Untuk beberapa detik mereka saling pandang, Lentera seolah tersihir oleh tatapan Rimba yang begitu menyejukan dan menggetarkan hatinya, rasa yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.

Sebetulnya Rimba ingin sekali berlama-lama dalam posisi itu, tapi ia tak mau Lentera kembali histeris. Perlahan ia mulai melepaskan tangannya. "Kau baik-baik saja? Wajahmu pucat sekali."

Belum sempat Lentera menjawab pertanyaan Rimba, cacing dalam perutnya sudah terlebih dahulu menjawabnya dengan teriakan kencang. "Kalau begitu, mari kita makan," ajak Rimba, ia kembali mendorong kursi roda putrinya sementara Lentera dengan wajah yang semakin malu terpaksa mengikuti.

Bik Sore langsung keluar membawa semangkuk sup yang mengepulkan uap, yang dia letakkan di depan Lentera. “Selamat makan, nona Lentera!" ia kembali ke dapur mengambil jus untuk Rimba dan Pelangi.

Lentera mulai makan pelan-pelan, hingga sup itu habis. Gemetar tubuhnya berkurang dan ia tidak pening lagi. Lentera mengangkat kepala dan melihat Rimba dan Pelangi duduk di seberangnya.

“Raa,” ucap Rimba, suaranya begitu lembut, “Kenapa kau tidak makan dulu sebelum menyusul kita ke ruang olahraga?"

"Betul itu Amma," sahut Pelangi. "Kami tidak keberatan menunggu Amma makan."

"Maafkan Amma telah membuatmu khawatir," Lentera berusaha menghindari kontak mata dengan Rimba. Hari itu Lentera menyelesaikan hari dengan menghindari Rimba, hingga pada malam harinya, misi menghindari Rimba gagal ketika tengah malam tenggorokannya tidak enak dan ia menginginkan air hangat dan terpaksa turun ke dapur.

Lentera berpapasan dengan Rimba di dapur, dengan cepat Lentera membalik tubuhnya. "A-aki duluan..."

Lagi-lagi Rimba berhasil menangkap tangan Lentera sebelum gadis itu melangkah. “Kita harus bicara,” ucapnya. "Kenapa kau seperti ini padaku?"

Tubuh Lentera membeku. “Kau sudah tahu semua aibku, dan itu membuatku sangat malu."

"Dari awal sudah kukatakan padamu, kita ini bersahabat. Jadi kau bisa menceritakan apa pun masalahmu padaku, lagi pula menurutku itu bukan aib. Kau korban, kau sama sekali tidak bersalah."

Lentera mengembuskan napas, ia membalas tatapan pria itu. “Aku tidak akan pernah lagi bercerita apa pun padamu," ucapnya. "Mari kita kembalikan lagi hubungan kita antara terapis dan orang tua pasien."

Wajah Rimba mengelam. “Kau tahu Lentera? Aku menginginkan hubungan yang lebih dari pada itu," Rimba memberikan teh hangat yang baru saja ia buat namun ia belum meminumnya, kemudian ia pergi meninggalkan Lentera.

Di dalam kamar Lentera tak dapat memejamkan mata, kalimat terakhir Rimba terus terngiang di kepalanya. 'Apa maksud dari ucapan rimba?' di satu sisi batinnya mengatakan jika Rimba memiliki rasa yang lebih, tapi di satu sisi batinnya mengatakan hal itu tidak akan terjadi, dirinya tak sepadan dengan Rimba, terlebih Rimba sudah mengetahui aibnya tentu tak akan ada pria yang mau dengan wanita kotor, terlebih seorang Rimba Fajar Cakrawala.

'Cinta hanya omong kosong,' Lentera menyingkirkan asumsinya yang pertama dan menguatkan asumsinya yang kedua, ia berharap bisa menyelesaikan tugasnya sebelum rasa yang ia miliki terhadap Rimba semakin dalam.

Note:

Banyak korban kekerasan seksual yang enggan mengungkap pelecehan yang mereka alami, Berdasarkan studi tahun 2020 yang dilakukan oleh Indonesia Judicial Research Society, alasan terbesar yang membuat korban menutup diri adalah karena merasa takut (33,5%), kemudian diikuti dengan merasa malu (29%), bingung (23,5%), dan merasa bersalah (18,5%).

Itulah yang terjadi pada Lentera, dia malu pada Rimba dan merasa bersalah lada dirinya sendiri mengapa dulu ia termakan oleh ancaman Ayah tirinya.

1
Ersa
Luar biasa
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
wahh ga terasa tiba2 udah pembukaan 9 aja
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
waahhh akhirnya selesai...
berakhir bahagia utk semuaa..lentera juga sudah berhasil mngatasi trauma atas sentuhan laki2...
terimakasih Kak Irmaa utk karyanya..
mohon maaf baru bs menyelesaikan bab ini hingga akhir..🙏
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
eehhh tidur bohongan toh ternyata 🤭
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
Pelangi hanya berusaha tegar.. di dalam hatinyaa dia sangat mrindukan Lentera
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
astaga Lenteraa kenapa kau malah pergi disaat orang2 bgitu menyayangimu dan mencintaimu.
Kau harusnya bs bangkit melawan traumamu dan jangan berpikiran buruk terus. Jika Pelangi saja bs smbuh dan bangkit..kaupun harusnya jg bisa.
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
jahat bener Guntur...
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
waduhhh kasihan Rimba..bukannya dapat ciuman malah dapat dorongan 🤭
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
kereeennn
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
kasus pemerkosaan seperti Gunung Es..krn bnyak yg tidak melapor jadi seakan kasus tersebut kadang tdk terdeteksi.
Apalagi jika pelaku adalah org terdekat..alhasil mereka tdk mau mengungkapkan dan melaporkan ke Polisi.
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
eehh....Lentera salah paham ini
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
Moment yg sangat spesial..
Peraayaan ulang tahun Pelangi
Hamilnya Rembulan
dan akhirnya Lentera mau menerima lamaran Rimba dengan restu Senja..🥰🥰🥰

semoga tak ada lagi halangan utk mererka smua
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
akhirnyaa restu dari Senja keluar jugaa...

Tak mungkin kan Eyang merusak kebahagiaan Pelangi...😉
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
alhamdulillah...
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
Wahh akhirnya pelangi yang bergerak juga nih...
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
tak apa2 Lentera..segala masalah jgn kau pendam sendiri. Mngkin dengan bercerita ke org terdekat hatimu bs lega dan jalan utk kesembuhannmu jg terbentang luas
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
astagfirullah....sudah memperkosa ini malah membunuh janin anaknya..dosamu makin besar Pak...
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
jahatnyaaa smpai ngancem gt
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
astagfirullah...ternyata ayah dtirinya yang jahat
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
eehhh kok Rimba tauu yaa...apa dia mnyelidiki masa lalu Lentera kah...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!