NovelToon NovelToon
Aku Anak Yang Kau Jual

Aku Anak Yang Kau Jual

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Crazy Rich/Konglomerat / Aliansi Pernikahan / Balas Dendam
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Rmauli

Bagaimana rasa nya tak mendapatkan kasih sayang dari orangtua sedari kecil, selalu di bedakan dengan saudari kembar nya yang gemilang namun pada akhir nya ia di paksa menikah sebagai penebusan hutang keluarga nya. Hal menyakitkan itulah yang di rasakan oleh Aira.

×××××××

"Jaminan? Ayah menjualku? Ayah menjual anak kandung Ayah sendiri hanya untuk menutupi hutang-hutang konyol itu?"

"Jangan sebut itu menjual!" teriak Ratna, berdiri dari kursinya.

"Ini adalah pengorbanan! Kau seharusnya bersyukur. Aristhide itu kaya raya, tampan, dan berkuasa. Banyak wanita di luar sana yang rela merangkak hanya untuk mendapatkan perhatiannya. Kau hanya perlu tinggal di sana, melayaninya, dan memastikan dia puas dengan kesepakatan ini."

Penasaran bagaimana perjalanan Aira, baca di sini!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rmauli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tarian Sang Naga

Aroma melati yang ditinggalkan wanita misterius itu di gerbang vila seolah menjadi racun yang merambat di pikiran Aristhide. Sejak malam penampakan itu, suasana di tebing Amalfi tidak lagi terasa seperti tempat berlibur; ia terasa seperti sangkar emas yang menunggu untuk diserbu. Aristhide memperketat pengamanan hingga tingkat paranoid, sementara Adipati Narendra terus menghubungi jaringan intelijennya di seluruh dunia untuk mencari tahu apa yang dimaksud Sofia dengan "Sang Naga".

"Aris, kau tidak bisa terus-menerus menatap monitor itu," ujar Aira, masuk ke ruang kendali dengan langkah yang kian berat. Ia meletakkan tangannya di bahu Aristhide yang tegang.

"Dia ada di sini, Aira. Dia sedekat napas kita," Aristhide memutar kursinya, menatap Aira dengan mata yang merah karena kurang tidur. "Jika ibumu benar-benar masih hidup dan dia memperingatkan kita tentang 'Naga', itu berarti ancaman kali ini tidak akan datang dengan peluru atau torpedo. Itu akan datang melalui sesuatu yang tidak bisa kita cegah."

Tiba-tiba, Adipati masuk dengan wajah pucat. Di tangannya, ia memegang sebuah surat kabar ekonomi internasional edisi pagi itu. "Prediksimu benar, Aristhide. Sang Naga telah bergerak."

Adipati membentangkan koran itu di meja. Berita utamanya: "The Long Group dari Hong Kong Mengumumkan Akuisisi 40% Saham Perbankan Eropa dalam Semalam."

"Long Group?" Aira mengernyitkan dahi. "Siapa mereka?"

"Klan Long adalah dinasti finansial tertua di Asia," jelas Adipati dengan nada getir. "Mereka adalah faksi pendiri The Consortium yang paling radikal. Jika Marcus Vane adalah 'Singa' yang suka mengaum dan menyerang secara terbuka, maka pemimpin Klan Long, yang dikenal sebagai The Dragon Lord, adalah tipe yang akan mencekikmu dengan utang dan pengaruh politik sebelum kau menyadari kau sedang bertarung."

Aristhide menatap data tersebut. "Dan kenapa mereka bergerak sekarang? Apa hubungannya dengan kuncimu yang sudah hancur?"

"Itulah masalahnya," sahut Adipati. "Hancurnya kunci digital di Rusia ternyata memicu 'protokol likuidasi' di sistem perbankan bayangan mereka. Miliaran dolar aset gelap kini 'membeku' dan hanya bisa dicairkan melalui konfirmasi biometrik hidup dari pewaris terakhir... yaitu Aira, atau anak yang dikandungnya."

Aira terduduk lemas. "Jadi meskipun kuncinya hancur, darahku tetaplah kuncinya? Perjuangan kita di Rusia sia-sia?"

"Tidak sia-sia," suara lembut namun tegas tiba-tiba terdengar dari arah pintu balkon yang tertutup.

Mereka bertiga serentak berbalik. Di sana, berdiri wanita bertopi lebar dari malam sebelumnya. Kali ini ia melepaskan kacamatanya. Wajahnya tidak lagi semulus dua puluh tahun lalu; ada garis-garis luka tipis di sekitar matanya, namun keanggunannya tetap tak tertandingi.

"Ibu..." bisik Aira, suaranya hampir hilang.

Sofia Malik—atau siapa pun wanita ini—melangkah masuk ke dalam ruangan. Adipati terpaku, air mata mengalir di wajah sang penguasa yang biasanya tak kenal takut itu. "Sofia... kau benar-benar kembali."

"Aku tidak pernah benar-benar pergi, Adipati," ujar Sofia, menatap pria yang pernah ia cintai dengan pandangan yang penuh kesedihan. "Aku menghabiskan dua dekade di dalam biara di pegunungan Tibet, bersembunyi di bawah perlindungan biksu agar auraku tidak terdeteksi oleh teknologi The Consortium. Tapi saat Aira hamil, frekuensi biometrik yang unik itu terpancar seperti suar di tengah kegelapan. Itulah yang memicu Sang Naga terbangun."

Sofia mendekati Aira, menyentuh pipinya dengan tangan yang dingin namun penuh kasih. "Kau harus pergi dari Eropa, Nak. Sang Naga tidak akan mengirim tentara. Dia telah mengirim 'Penari Naga'—unit pembunuh bayangan yang mahir dalam sabotase dan racun tanpa jejak."

"Kenapa kami harus percaya padamu?" tanya Aristhide, tetap waspada meski hatinya tersentuh. "Ke mana kau selama Aira dijual oleh Bramantyo?"

Sofia menatap Aristhide dengan tajam. "Aku dikurung oleh faksi Long di sebuah fasilitas bawah tanah di Macau selama sepuluh tahun pertama. Mereka mencoba mengekstraksi data dariku, tapi aku berhasil memalsukan kematianku dengan bantuan seorang penjaga yang jatuh kasihan. Sejak itu, aku hidup sebagai hantu untuk memastikan mereka tidak pernah menemukan Aira. Tapi Bramantyo... dia adalah pion yang bahkan aku tidak bisa jangkau tanpa membahayakan posisi persembunyianku."

Tiba-tiba, suara denting kecapi terdengar dari taman vila. Sangat halus, namun terasa janggal di tengah suasana Italia yang modern.

Sofia memucat. "Mereka sudah di sini. Penari Naga telah memulai tariannya."

Seketika, lampu-lampu di vila mati serentak. Di bawah sinar rembulan, mereka melihat sosok-sosok ramping bergerak di atas tembok vila dengan kelincahan yang mustahil bagi manusia biasa. Mereka mengenakan pakaian hitam dengan topeng porselen putih yang menyerupai wajah naga.

"Aristhide, bawa Aira ke ruang kedap udara di bawah!" perintah Adipati sambil mencabut belati dari balik jasnya.

"Tidak!" Sofia menahan tangan Adipati. "Ruang bawah tanah adalah jebakan. Mereka akan mengisi ventilasi dengan gas saraf dalam hitungan detik. Kita harus naik ke atap. Helikopter tidak aman, tapi terjun ke laut adalah satu-satunya jalan."

"Aira sedang hamil tujuh bulan, Sofia! Dia tidak bisa melompat dari tebing!" teriak Aristhide.

"Dia harus melakukannya, atau dia akan mati dalam tidurnya yang dipicu gas!" Sofia menarik sebuah tuas tersembunyi di balik lukisan klasik di ruang kerja tersebut. Sebuah pintu rahasia menuju jalur evakuasi vertikal terbuka.

Pertempuran pecah. Para Penari Naga masuk melalui jendela dengan gerakan yang artistik namun mematikan. Mereka tidak menggunakan senapan; mereka menggunakan benang baja yang sangat tipis dan jarum beracun. Aristhide terpaksa bertarung jarak dekat, menggunakan kursi dan meja untuk menangkis serangan benang baja yang bisa memotong beton.

"Cepat, Aris!" Aira berteriak saat melihat suaminya nyaris terjerat benang di lehernya.

Adipati dan Sofia bertarung bahu-membahu, sebuah pemandangan yang tak pernah terbayangkan akan terjadi lagi. Sofia menggunakan teknik bela diri kuno yang ia pelajari di Tibet, melumpuhkan lawan dengan serangan titik saraf.

Mereka berhasil mencapai atap vila. Di bawah mereka, laut Mediterania menggelegar menghantam tebing.

"Aristhide, pakai ini!" Sofia melemparkan dua ransel pelampung otomatis yang sangat tipis. "Lompat bersama Aira. Aku dan Adipati akan menahan mereka di sini."

"Ayah! Ibu! Ikut dengan kami!" Aira menangis, memegang tangan ibunya.

"Waktuku sudah habis dua puluh tahun lalu, Aira," Sofia mencium kening putrinya. "Dunia ini milikmu sekarang. Jaga dia, Aristhide."

Aristhide menatap Adipati, yang hanya mengangguk mantap. Aristhide memeluk Aira erat-erat, mengunci tubuh mereka dengan sabuk pengaman khusus. "Tutup matamu, Aira. Percayalah padaku."

Mereka melompat ke kegelapan abadi di bawah tebing tepat saat sebuah ledakan besar menghancurkan lantai atas vila. Di atas sana, Sofia dan Adipati berdiri berdampingan, menghadapi belasan Penari Naga yang mengepung mereka, bersiap untuk konfrontasi terakhir demi memberikan waktu bagi masa depan mereka.

Di dalam air yang dingin, Aristhide menarik tuas pelampung. Saat mereka muncul ke permukaan, ia melihat ke arah vila yang kini terbakar hebat di atas tebing.

"Mereka masih di sana, Aris..." isak Aira di tengah deburan ombak.

"Kita tidak boleh berhenti, Aira," Aristhide mulai berenang menuju sebuah kapal nelayan yang telah disiapkan sebagai rencana cadangan terjauh. "Sang Naga baru saja memulai tariannya, dan kita harus belajar cara mematahkan lehernya."

Namun, di kegelapan air di bawah kaki mereka, sebuah cahaya neon hijau kecil menyala. Sebuah drone bawah laut milik Klan Long baru saja mengunci target.

Apakah Sofia dan Adipati selamat dari ledakan tersebut? Dan ke mana Aristhide akan membawa Aira yang kini harus menghadapi persalinan di tengah kejaran klan paling kuat di Asia?

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!