Juara 🥉Super System S2
Menjadi seorang pecundang karena miskin dan selalu dihina? Dikhianati kekasih dan sahabat karena miskin? Dikeluarkan dari sekolahan karena tidak bisa membayar administrasi sekolah? Diberhentikan dari pekerjaan sampingan? Kehilangan satu-satunya adik kesayangannya untuk selama-lamanya karena tidak memiliki uang untuk biaya oprasi sang adik?
Kemalangan demi kemalangan terus menimpa Yuji. Hingga akhirnya Yuji merasa sangat terpuruk.
Sebuah kecelakaan maut membuatnya tak sadarkan diri. Namun saat Yuji terbangun, sebuah sistem sudah menyatu dengan tubuhnya.
Yuji akan berubah menjadi orang terkaya di dunia hanya dengan memainkan kartu bersama sistem.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anezaki Igarashi Ricky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengejar Ketiga Berandalan Dan Misa
Setelah menyelesaikan makan malamnya, Yuji segera terburu-buru berpamitan dan mengajak Yor untuk segera pulang. Dia dengan cepat meminta Yor untuk segera kembali ke kediaman barunya.
Baru setelah memastikan Yor sudah pulang, Yuji segera menuju ke depan Sugoi cafe seperti yang telah dikatakan oleh Zero sebelumnya. Dan sebenarnya tempat itu tidak berada jauh dari tempat tinggalnya saat ini. Dan hanya berjarak sekitar 500 meter dari kediaman barunya.
Jarak tersebut ditempuh Yuji dengan mengerahkan seluruh tenaganya dengan berlari. Dia kembali mengatur nafasnya ketika masih berada di seberang Sugoi cafe. Dan dia melihat jam tangan yang masih melingkar di pergelangan tangan kirinya.
"Aku tiba lima menit lebih awal. Syukurlah." gumamnya mengatur nafas.
Alunan melodi yang tidak asing mulai terdengar berasal dari ponsel tuanya. Yuji segera mengankat panggilan itu tanpa ragu.
"Ada apa, Manager Yanai? Apa ada masalah?" ucap Yuji ketika sudah mengangkat panggilan itu.
"Tuan Yuji. Aku sudah mendapatkan lahan sesuai dengan yang tuan minta sebelumnya. Lahan itu berada tepat di seberang restoran utama Kazu di prefektur Yokohama sesuai dengan permintaan tuan." ucap manager Yanai dari seberang line.
Yuji mengukir sebuah senyuman di bibir tipisnya.
"Bagus! Kerja bagus, Manager Yanai!" puji Yuji masih tersenyum misterius.
"Apakah proses pembangunan dan renovasi juga akan segera dilakukan, Tuan?"
"Ya! Lakukan segera mungkin! Dan ingat! Harus lebih mewah dan berkelas dari restoran cabang dimanapun! Aku ingin menciptakan yang lebih berbeda untuk kali ini."
"Baik, Tuan Yuji. Dimengerti!"
SYUUTT ...
PRANGG ...
Belum sempat Yuji mengakhiri panggilan itu, tiba-tiba saja ada yang berusaha untuk mengayunkan serangannya dari belakang. Yuji masih bisa untuk menghindarinya dengan memiringkan tubuh dan kepalanya.
Namun serangan dari orang itu menyerempet ponselnya, dan membuat ponsel tuanya terjatuh di atas lantai dan seketika mati hingga layarnya pecah.
"Bocah tiang listrik!!"
Sebuah ucapan penuh penekanan dan terdengar arogan, kini membuat Yuji menengadahkan wajahnya untuk menatap ke arah sang pemilik suara.
"Kau lagi! Apa lagi kali ini, Om galak? Tidak jerakah kamu membuat masalah dan menggangguku, Om galak?" ucap Yuji mendengus kesal dan berniat untuk memungut ponselnya. "Lihatlah! Gara-gara perbuatanmu ponselku jadi rusak seperti ini!" imbuhnya kegeraman.
Pria yang tak lain adalah Shuzo itu semakin kesal karena ucapan Yuji. Bahkan belum sempat Yuji mengambil ponselnya, Shuzo malah menginjak ponsel itu dan membuat layarnya semakin retak.
KRAKKK ...
"Anak yatim piyatu miskin sepertimu mengapa masih saja memiliki kepercayaan diri tinhgi dan berusaha untuk mendekati Shiina?! Kau pasti juga sengaja kan pindah di dekat rumahnya agar bisa mendekatinya?!! Dasar tak tau diri!! Kau juga tau kan jika Shiina adalah tunanganku?!"
Shuzo terus berkicau, namun Yuji tak terlalu menanggapinya.
"Atau ... Apa kamu juga ingin melihat jika adik perempuanmu dipermainkan oleh pria?"
Kali ini jemari yang hendak Shuzo gunakan untuk meraih ponsel itu, kini mengepal kuat karena mendengar ucapan dari Shuzo. Dia kegeraman ketika Shuzo menyangkutpautkan sang adik.
"Jangan sangkut pautkan Yor!!" tandas Yuji yang masih setengah duduk penuh dengan penekanan.
"Oh ya? Sepertinya kau sangat menyayanginya ya? Bagaimana jika aku bermain-main dengannya dulu sebelum aku menikahi Shiina? Sepertinya akan menarik! Kulihat adikmu juga lumayan manis dan ..."
BUAKKK ...
Tak lagi memberikan kesempatan untuk Shuzo menyelesaikan ucapannya, Yuji dengan cepat menghantam wajahnya dan membuat tubuh Shuzo terhuyung.
"Cihh!! Beraninya sampah seperti kau menyentuhku!" geram Shuzo mengusap darah di sudut bibirnya dengan ibu jarinya.
"Aku tak akan segan padamu dan akan melakukan hal yang lebih dari ini jika kau sampai berani menyentuh Yor!!" tandas Yuji memperingatkan dan menatap tajam Shuzo.
Shuzo yang pada awalnya juga sedang menatap tajam Yuji, kini pandangannya beralih menatap ke sisi belakang Yuji. Dan sebuah senyuman misterius mulai terukir menghiasi wajahnya.
Samar-samar mereka berdua mendengar suara seorang gadis meminta tolong. Hingga akhirnya Yuji berbalik untuk melihatnya. Dia melihat Misa yang sedang bersama dengan 3 pria sangar yang sedang berusaha untuk mengganggunya. Bahkan ketiga pria itu berniat untukmembawanya masuk ke dalam mobil.
"Misa? Sugoi cafe? Apakah orang yang harus aku selamatkan dalam misi kali ini adalah Misa?" gumam Yuji sangat lirih, bahkan Shuzo tak bisa mendengarnya.
Yuji masih mengawasi sekitarnya dan memang tak ada orang lain lagi kecuali mereka. Yuji juga kembali melirik jam tangannya untuk memastikan sesuatu.
"Tepat jam 8 PM. Tak salah lagi! Itu artinya memang Misa!" gumamnya kembali sangat lirih.
Yuji berniat untuk meninggalkan Shuzo dan menolong Misa, namun Shuzo kembali meraih bahu Yuji dan membuatnya tertahan.
"Hei, Bocah tiang listrik! Urusan kita belum selesai! Jangan mengabaikanku! Atau kau akan menyesal!" ucap Shuzo merasa semakin kesal seakan tak dianggap lagi keberadaannya.
"Lepas!" perintah Yuji tegas.
Shuzo menggertakkan giginya dan malah semakin kuat mencengkeram bahu Yuji.
"Aku bilang lepas!!" tandas Yuji semakin tegas dam meliriknya dengan ekor matanya.
Shuzo tak juga melepaskan cengkeramannya dan malah semakin kuat mencengkeram bahu lebar Yuji hingga terasa nyeri.
Ternyata dia cukup kuat! Cengkeraman ini membuat bahuku nyeri. Tapi aku tidak akan kalah! Bukankah kini aku seorang pro dalam judo?
Batin Yuji mulai meraih tangan Shuzo yang masih melekat kuat pada bahunya.
"Baiklah! Aku sudah memperingatkanmu sebelumnya, Om galak! Jadi jangan salahkan aku!!" Yuji meraih tangan Shuzo dengan kedua tangannya, lalu dengan kuat menghempaskan tubuh Shuzo ke depan sejauh 3 meter.
"Arrgghh!! Sialan!! Dasar, Bocah tiang listrik!! Kau akan menyesal!!" geram Shuzo menahan rasa sakit pada tubuhnya yang baru saja menghantam lantai.
Tak mau membuang waktu lagi, Yuji segera melesat cepat untuk mendatangi Misa dan ketiga pria yang rupanya sedang mabuk dan sudah hampir sepenuhnya kehilangan kesadarannya. Namun sialnya disaat Yuji sampai di seberang, mereka sudah melaju dengan sebuah BMW hitam metalik.
"Sial! Bagaimana ini?" Yuji berkacak pinggang dan menatap sekitarnya untuk mencari seauatu yang bisa dia gunakan.
Hingga akhirnya Yuji melihat seorang kurir dari Sugoi cafe yang baru saja memarkir motornya di halaman kafe tersebut. Tanpa pikir panjang Yuji segera menghampiri pria itu dan merebut kunci motornya.
"Paman! Aku pinjam motor paman sebentar! Aku akan segera mengembaliannya nanti!"
Tanpa mendengarkan persetujuan dari pria tersebut, Yuji segera menyalakan mesin motor itu dan segera menyusul Misa dan ketiga pria itu.
NNGUUNNGG ...
WUSHHH ...
"Hoii!! Pencuri!!!"
Bersambung ...
...🍁🍁🍁...
Bonus visual Misa dan sedikit tentangnya.
Misa adalah putri bungsu di dalam keluarga besarnya. Memiliki seorang adik laki-laki yang masih duduk di bangku SMU kelas 2.
Meskipun masih cukup muda dan berusia 19 tahun, namun Misa sudah cukup sukses sebagai seorang profesional make up artist. Dia bahkan juga mengeluarkan produk make up dan skin care dari brand-nya sendiri.