NovelToon NovelToon
Kebangkitan Sang Maharani Bodoh

Kebangkitan Sang Maharani Bodoh

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Ruang Ajaib / Time Travel / Tamat
Popularitas:290.8k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Sejak kecil, Shen Yuhan, sang putri mahkota, telah ditinggalkan orang tuanya. Ketiadaan kasih sayang dan pendidikan yang layak membuatnya tumbuh menjadi gadis yang polos, naif, dan mudah dibodohi. Ia hanya tahu bersenang-senang dan menghabiskan waktunya dengan para pria. Alhasil, saat ia diangkat menjadi Maharani, ia tak lebih dari boneka yang dikendalikan oleh para menteri dan pejabat licik yang haus kekuasaan.
Satu-satunya orang yang tulus mencintainya adalah suaminya, Mu Liu. Namun, sang pangeran kelima ini harus hidup dalam bayang-bayang luka perang besar yang membuat tubuhnya cacat dan lumpuh. Penampilannya yang buruk membuat Yuhan tak pernah meliriknya, apalagi membalas cintanya.
Semua berubah ketika seorang pembunuh bayaran dari abad ke-21, yang dikenal kejam dan tak kenal ampun, tiba-tiba terbangun di dalam tubuh Shen Yuhan. Roh aslinya telah tiada, digantikan oleh jiwa yang dingin dan mematikan.
Kini, dengan kecerdasan dan kekuatan barunya, sang Maharani boneka itu bangkit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MAHARANI 18

Udara pagi di dalam istana terasa lebih tajam dari biasanya. Gema langkah kaki yang tegas memecah kesunyian lorong-lorong batu marmer. Kasim kepala, dengan suara yang melengking tinggi namun penuh wibawa, mengumumkan kehadiran penguasa tertinggi negeri itu.

"YANG MULIA MAHARANI SHEN TIBA!"

Pintu raksasa Aula Keharmonisan terbuka lebar. Shen Yuhan melangkah masuk. Ia mengenakan jubah kebesaran berwarna merah tua dengan bordir naga dan phoenix emas yang melilit tubuhnya. Setiap langkahnya memancarkan aura kultivasi tingkat ketiga yang baru saja ia kuasai sebuah energi yang begitu murni sehingga udara di sekitarnya seolah bergetar.

Namun, aula itu masih sepi. Belum nampak deretan menteri yang biasanya memenuhi ruangan. Hanya ada Mu Lian, Wu Sheng, dan Panglima Shue Wang yang sudah berdiri tegak menyambutnya. Yuhan berjalan dengan anggun, menaiki anak tangga panggung kebesaran, dan duduk di singgasana Raja yang dilapisi kulit harimau salju.

Apa aku datang kepagian? batin Yuhan sambil menatap kursi-kursi kosong di depannya. Ia menyandarkan punggungnya, satu tangannya bertumpu pada dagu, memberikan kesan santai namun sangat berbahaya.

Mu Lian menatap Yuhan tanpa berkedip. Ingatannya masih tertuju pada kejadian di kamar tadi tentang bagaimana Yuhan membuktikan kesetiaannya dengan cara yang paling berani, dan tentang bisikan menggoda di telinganya. Rasa bersalah karena telah berprasangka buruk tentang Yuhan kini bersarang di hatinya, membuat Pangeran itu sedikit canggung untuk memulai pembicaraan.

Satu jam berlalu dalam keheningan yang tegang. Tiba-tiba, suara Kasim kembali menggelegar.

"TUAN LI MING, MEMASUKI AULA!"

Sesosok pria berjalan masuk dengan langkah gagah. Mu Lian dan Shue Wang serempak menoleh. Itu adalah Li Ming. Namun, penampilannya telah berubah total. Tak ada lagi baju satin lembut atau perhiasan yang menunjukkan statusnya sebagai gundik kesayangan. Ia kini mengenakan seragam resmi pejabat tingkat lima berwarna biru tua dengan ikat pinggang kulit hitam yang kokoh. Pedang panjang di pinggangnya menambah wibawa seorang mantan pengawal elit yang kini bangkit kembali.

"Hamba, Li Ming, memberi hormat kepada Yang Mulia Maharani Shen. Hidup Yang Mulia seribu tahun! Hidup seribu tahun!" Li Ming berlutut dengan satu kaki, kepalanya tertunduk penuh pengabdian.

Mu Lian mengepalkan tangannya di lengan kursi roda. Matanya menyipit menatap mantan bawahannya itu. Jadi ini rencana Yuhan? Mengangkat gundik menjadi pejabat? pikir Lian dengan perasaan yang campur aduk antara curiga dan rasa ingin tahu yang besar.

"Hormat hamba juga kepada Yang Mulia Pangeran Kelima," ucap Li Ming, memberikan penghormatan formal kepada Mu Lian sebagai orang kedua di kerajaan.

Yuhan tersenyum merekah. Kepuasan tergambar jelas di wajahnya. Ia melihat Li Ming sebagai aset, bukan sebagai mainan. "Bangunlah, Li Ming. Berikan laporannya."

"Terima kasih, Yang Mulia," Li Ming berdiri tegap. "Lahan di samping istana sudah mulai dikerjakan. Saat ini pasukan pekerja tengah tahap menebang pohon-pohon besar. Hamba memastikan pengerjaan dilakukan siang dan malam agar segera siap untuk ditanami."

Yuhan mengangguk puas. "Kerja bagus. Kau sangat cepat."

Apa yang tidak Yuhan ketahui adalah Li Ming benar-benar serius dengan tugas ini. Pria itu bahkan mengeluarkan emas pribadinya tabungannya selama bertahun-tahun untuk mempekerjakan lebih banyak penduduk desa sekitar agar proses penebangan selesai lebih awal.

"Dengarkan instruksiku selanjutnya, Li Ming," ujar Yuhan dengan nada memerintah. "Potong batang pohon yang sudah ditebang menjadi potongan kayu bakar yang besar. Kumpulkan di satu titik pusat lahan, tumpuk bersama daun dan ranting keringnya. Jangan dibuang atau dibawa pergi."

Li Ming mengernyitkan dahi. "Kayu bakar, Yang Mulia? Mengapa tidak digunakan untuk membangun barak atau dijual untuk menambah kas?"

"Lakukan saja. Aku punya cara untuk menyuburkan tanah yang mati itu," jawab Yuhan misterius.

Yuhan kemudian melirik Mu Lian yang sejak tadi terdiam dengan wajah cemberut. Ia terkekeh pelan. "Lian, kemari. Duduklah di sampingku."

Mu Lian tersentak. "Yang Mulia... hamba hanya seorang Pangeran, dan status hamba adalah pendamping. Singgasana itu adalah milik penguasa. Hamba merasa tidak pantas duduk di sana."

Yuhan menatapnya dengan tajam, auranya yang dingin mulai keluar sedikit demi sedikit. "Pangeran... apakah kau berani menolak permintaanku di depan umum?"

Mu Lian menelan ludah. Ia merasakan tekanan energi yang luar biasa dari istrinya itu. Dengan pasrah dan wajah yang sedikit memerah, ia memberi isyarat pada Wu Sheng untuk membantunya duduk di singgasana besar yang sama dengan Yuhan. Posisi yang sangat intim dan menunjukkan kekuasaan ganda yang tidak pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Dinasti Shen.

Tak lama kemudian, gerombolan menteri dan pejabat daerah mulai masuk ke aula. Mereka tampak terkejut melihat Mu Lian duduk di samping Maharani, namun keterkejutan itu segera tertutup oleh kemarahan. Terutama saat mereka mendengar suara kapak yang bersahutan dari arah hutan istana.

Menteri Pertanian, seorang pria tambun dengan kumis jarang, melangkah maju dan berlutut dengan kasar. "Yang Mulia Maharani! Hamba memohon penjelasan! Mengapa hutan suci di samping istana ditebang? Itu menyalahi peraturan leluhur! Anda akan mengundang kutukan langit atas kerajaan ini! Mohon hentikan penebangan itu sekarang juga!"

Yuhan menanggapi dengan sangat santai, sambil memainkan ujung kukunya. "Leluhur kita pasti akan lebih bangga melihat tanah itu menghasilkan makanan bagi rakyat daripada hanya menjadi tempat persembunyian nyamuk dan belukar, Menteri. Tanah itu akan dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat."

Perdana Menteri Han Tan melangkah maju. Suaranya tenang namun mengandung racun. "Yang Mulia, janganlah sembrono dalam memimpin. Seorang penguasa yang tiran adalah mereka yang mementingkan keinginan pribadi di atas tradisi. Rakyat sudah cukup menderita karena kemarau, jangan ditambah dengan kutukan dewa karena Anda merusak hutan suci."

Yuhan tertawa. Suara tawanya renyah namun mengejek, membuat bulu kuduk para pejabat merinding.

"Tiran? Kepentingan pribadi?" Yuhan berdiri dari singgasana, membuat seluruh menteri menundukkan kepala.

PLAK! PLAK!

1
Andrea
/Rose//Rose//Rose/
Andrea
😂😂😂
Andrea
lagian cerewet banget sih kan jdi dibekuin🤣🤣
Andrea
🤣🤣🤣
Andrea
berarti ruang dimensi'y lw barang diambil berkurang ya nggx tetep utuh kyk yg laen🤭🤭
Nia Risma
di sini Yuhan lebih mengedepankan ego,,
Nia Risma
hemm serba salah aja jadi mu Lian ya
Nia Risma
haaa gila ini gila,,
mu Lian kemana thor
Nia Risma
semangat mu Lian
tak bantu doa dari sini biar lancar semuanya,,
buat bisa tepat waktu sampai di depan Maharani dan tidak di cariin saingan cinta lagi
Nia Risma
si debay yg imut mulai tumbuh
Nia Risma
kenapa lagi Yuhan,,duh AQ ikutan pusing liat Maharani mode apapun itu
Nia Risma
hemmm,tapi Yuhan juga g bisa jaga jarak sama pria lain,pdhala. statusnya lebih tinggi dri siapapun dan harus jaga sikap toh
Nia Risma
tinggal satu tantangan,,kalaupun menang di tantangab ke tiga tetep aja masih kalah dari kekaisaren Tianjing Khan
si temulawak ini
Nia Risma
ya buah busuk yg akan jatuh itu kalian
Nia Risma
waktunya Yuhan tegas smaa para pria yg pengen jadi selir🤣
Nia Risma
hemmm kadang g suka sama sikap Yuhan yg keras kepala,,
g mikirin orang lain yg mengkhawatirkan dia
Nia Risma
eh,,Zen kamu kemana Zen,,
tuan muda mu sedang sekarat kamu malah ngilang GT aja Zen,,awas kena getok lagi nanti kepalamu
Nia Risma
akhirnya nongol juga Lian Lian,,
cepetan susul istrimu sebelum di rayu Ama berondong
Nia Risma
Thor kamu kasih jalan arah mana sih Mu Lian koq g cepet ketemu sama istrinya ini,,
Nia Risma: pinjem pesawat jet GT biar bisa barengan ngadepin para orang" jahat itu
total 2 replies
Nia Risma
si Zen sampe trauma ngeliat yg beku" pasti itu🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!