NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Tuan Arogan

Pengantin Pengganti Tuan Arogan

Status: tamat
Genre:CEO / Pengantin Pengganti / Cinta Seiring Waktu / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:768.8k
Nilai: 5
Nama Author: Alif Irma

Squel Mafia Couple Love dan Mafia Vs Gadis Bercadar Season 2

Khumaira rela menjadi pengantin Pengganti demi membiayai operasi ibunya. Hanya itu jalan satu-satunya yang akan ditempuh gadis yang disapa Mai itu. Hingga takdir mengikatnya melalui janji suci pernikahan dengan anak majikannya sendiri yaitu Morgan Leo Alexander.

Sementara Morgan yang selalu didesak untuk segera menikah oleh keluarganya, mulai dari orang tuanya, saudaranya hingga ponakan kembarnya yang sangat nakal, akhirnya memutuskan untuk menikahi Maura (Minmin) gadis yang dikenalnya selama hampir tiga tahun lamanya.

Namun terhitung beberapa hari menuju hari pernikahannya, tiba-tiba saja Maura kabur dan hilang kabar bak ditelan bumi. Hal itu membuat Morgan murka dan terus mencari keberadaan Maura.

Morgan bersumpah akan menemukan Maura hingga ke ujung dunia sekalipun, namun semuanya menjadi sia-sia ketika orang disayanginya mengetahui semuanya, bahkan turun tangan mencarikan pengantin pengganti untuknya.

Bagaimanakah Mai dan Morgan menjalani hubungan rumah tangganya ? mengingat keduanya beda kasta. Akankah Mai dan Morgan saling mencintai?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alif Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hampir saja

"Aku terlalu terbawa suasana acara makan malam tadi dan tak sengaja mencium mu." ucap Morgan jujur lalu menggenggam tangan Mai.

Hal itu membuat Mai menjadi sedikit tenang dan lebih nyaman dengan sentuhan tangan Morgan. Tubuhnya tak lagi bergetar. Mai menjadi serba salah, apakah dia membuat tuan mudanya cemburu mengingat bagaimana caranya bercengkrama dengan kerabat terdekatnya, pikirnya.

"Kenapa? apa aku membuatmu tidak nyaman?" tanya Morgan karena Mai tak menggubris ucapannya.

Mai tersenyum manis memperlihatkan gigi ratanya. Sontak membuat Morgan terpaku melihat senyumannya dan secara mendadak hasratnya merasuki tubuhnya.

Deg

Ini gila!

Lagi-lagi Morgan menelan saliva nya dengan kasar. Hasratnya sudah mendominasi seluruh tubuh dan pikirannya.

"Tidak sama sekali." elak Mai mencoba terlihat biasa-biasa saja. Padahal ia masih takut dan gugup setengah mati, ditambah jantungnya tak berhenti berdegup kencang di dalam sana.

Ini menjadi pengalaman pertama baginya, dimana ciuman pertamanya di berikan oleh orang yang tepat yakni suaminya sendiri. Walaupun sampai sekarang dirinya masih enggan diakui sebagai istri dari tuan Morgan. Namun, Mai akan siap melayani tuan mudanya itu jika meminta haknya sebagai suami.

"Baguslah. Perlu kamu ingat, karena pujian dalam keluargaku memang ditujukan untuk orang lain termasuk dirimu." ucap Morgan menyeringai tipis.

"Kamu tahu, bagaimana rasanya menjadi anak bungsu, semuanya harus sesuai dengan harapan dan keinginan kedua orang tuaku. Aku dituntut harus menjadi kebanggan nya, menjadi kesayangan dan menjadi patuh dengan segala ucapannya." ucapnya tersenyum dan Mai tertegun mendengar ucapannya.

Morgan kembali mendekatkan wajahnya ke wajah Mai dan tertantang untuk menciumnya lagi, mengigat dirinya sama sekali tidak mendapatkan kemarahan dari pelayan itu.

Sedangkan Mai yang kembali akan mendapatkan serangan mendadak hanya bisa pasrah dan siap menerima segalanya. Jika malam ini menjadi malam baginya untuk melayani sang suami, maka Mai akan siap lahir batin serta ikhlas menyerahkan mahkota yang dijaganya selama ini.

Tidak menutup kemungkinan jika hal itu terjadi. Karena melihat tatapan mata Morgan begitu memujanya dan ingin mendapatkan dirinya malam ini juga.

Mereka masih saling tatap-tatapan dan entah dorongan nalurinya, Morgan kembali memajukan wajahnya lebih dekat sembari memiringkan kepalanya. Kembali Mai terkejut dengan mata membola sempurna.

Morgan tersenyum tipis melihat raut wajah Mai tampak imut yang sedang pasang badan, namun masih saja dilanda perasaan takut dan gugup. Tanpa menunggu lama Morgan kembali mencium bibir Mai bahkan kedua tangannya menangkup wajah Mai untuk memperdalam ciumannya.

Morgan mencium bibir Mai dengan lembut dan meresapinya dengan penuh perasaan yang entah perasaan seperti apa, yang jelas dia tidak tahu.

Seperti inikah rasanya bibir manis yang masih suci? Morgan bermonolog di hati kecilnya. Dia hanya menciumnya, akan tetapi pelayan itu sudah ketakutan setengah mati dengan tubuh gemetaran.

Ingin rasanya Morgan tergelak tawa akan aksinya yang sudah diluar batas, sampai-sampai membuat gadis mungil yang disanjung nya sebagai matahari itu tak bisa berkutik hanya karena menciumnya.

Sementara Mai hanya mampu memejamkan matanya saat bibir Morgan mengulum bibirnya dan mellumat nya dalam-dalam tak ada hentinya.

Mai ingin menolak semua itu, tapi tubuhnya ikut merespons dengan baik segala sentuhan dari Morgan yang sedang menjamahnya. Tidak hanya itu, tubuhnya sudah terpojok di ujung sofa akibat ulah dari tuan mudanya yang sedang menguasai dirinya.

"Emmppp.." lenguhan keluar dari bibir mereka disela-sela ciumannya.

Merasa lawannya sudah tampak ngos-ngosan. Morgan memilih menghentikan ciumannya, apalagi seluruh tubuhnya sudah merespon untuk melakukan hal lebih daripada itu. Sedangkan tubuh Mai kembali gemetar tapi tidak seperti sebelumnya.

"Dan ciuman barusan memang sengaja aku lakukan untukmu." ucap Morgan dengan deru nafas ngos-ngosan sambil menatap manik mata Mai.

Mai tak bisa berkata-kata lagi, matanya berkaca-kaca, wajahnya sudah merona memerah bak buah ceri. Jantungnya tak berhenti berdebar-debar kencang layaknya akan copot sekarang juga dari tempatnya mendengar ucapan tuan mudanya.

"Aku ingin kita berteman baik." ucap Morgan sambil menyentuh dagu Mai.

"Bagaimana? kamu setuju kan menjadi teman baikku?" Mai mengangguk sebagai jawabannya.

Morgan tersenyum tipis sembari bangkit dari duduknya dan melangkah cepat menuju kamarnya untuk membersihkan tubuhnya yang terasa panas akibat aksinya barusan.

Hampir saja aku melakukannya. Batin Morgan menyentuh tengkuknya, yang sedang menaiki anak tangga menuju kamarnya.

Ya dia akui sudah gelap mata untuk menyentuh Mai, tapi untungnya akal dan pikirannya masih dalam tahap sadar hingga tidak melanjutkan aksinya.

Sementara Mai tak bergeming di tempatnya. Penampilannya sedikit berantakan dengan posisi hijab miring ke kiri akibat ulah dari Morgan.

Mai menyentuh dadanya sejenak. Wajahnya semakin merona saja, Mai menarik senyuman tipis disudut bibirnya. Jemari tangannya kembali terangkat untuk meraba-raba bibirnya yang baru saja dicium oleh tuan mudanya. Seketika hatinya terasa berbunga-bunga, namun seketika hilang sekejap saat Mai menyadari bagaimana posisinya yang sesungguhnya.

'Seorang pelayan'

'Pengantin pengganti'

Itulah kata-kata yang merasuki pikirannya. Mai mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Dadanya menjadi sesak jika teringat kembali bagaimana dirinya direndahkan diawal-awal saat baru saja menjadi bagian dari anggota keluarga konglomerat tersebut.

Mai menghembuskan nafasnya dengan kasar kemudian bangkit dari duduknya. Mai bertekad untuk tidak menyangkut pautkan perasaannya ataupun berharap banyak kepada tuan mudanya. Ia harus membuang jauh-jauh perasaan yang mulai muncul mengisi hatinya.

Ya benar yang dikatakan oleh tuan mudanya, mereka hanya perlu berteman baik tidak lebih daripada itu.

🍁🍁🍁🍁

Sementara di tempat lain....

Terlihat seorang wanita terbaring di atas tempat tidur pasien yang berbalut kain perban di kepalanya dan juga di pergelangan tangannya. Tidak hanya itu, banyaknya alat-alat medis yang menempel di tubuhnya yang sepertinya sebagai alat bantu untuk membuatnya bertahan hidup.

Sementara itu tampak seorang pria tengah duduk di kursi tepat di samping tempat tidur dan sedang menatap wanita itu dengan perasaan iba dan juga sedih.

"Kapan dia akan terbangun Sam?" tanyanya pada Pria berjas putih yang juga berdiri disebelahnya.

"Saya tidak bisa memastikannya tuan, ini sudah menjadi minggu kelima wanita ini masih dalam kondisi koma pasca menjalani operasi. Jangan pernah berhenti mendoakannya. Kita hanya perlu menunggu keajaiban dari Tuhan." ucap Pria berjas putih itu yang diyakini seorang dokter.

"Ya, aku masih tidak menyangka dia masih bisa bertahan hidup, mengingat seperti apa kondisinya pasca mengalami kecelakaan tragis." ucapnya menghela nafas berat memandangi wajah wanita yang terbaring lemah itu.

"Terus kabari aku tentang kondisinya. Aku harus kembali ke rumah utama." ucapnya melirik jam dipergelangan tangannya lalu bangkit berdiri.

"Baik tuan."

Kemudian menepuk bahu pria berjas putih itu setelah mendengar jawabannya dan melenggang pergi meninggalkan ruangan yang bernuansa putih itu.

1
Febby fadila
woow sdah happy ending ya Thor ❤️❤️❤️ maksih atas karya kamu Thor, semoga sellu sukses dlm berkarya
Febby fadila
keluarga Cendana yg bahagia 🥰🥰❤️❤️❤️
Febby fadila
semua cucu²nya Alexander kembar semua, alhamdllah
Febby fadila
alhamdllah akhirnya semoga lahirannya semuanya selamat dan sehat²
Febby fadila
woooowww tokcer sekali tu sikendrik 🤣🤣🤣🤣
Febby fadila
masa iya David bangkrut siii bukannya semua keluarga mereka konglomerat apalagi lexa sdah jadi pewaris perusahaan damanik
Febby fadila
owalah Rania juga keguguran t0, semoga saja nggak terjadi apa² pada rania
Febby fadila
😭😭😭😭😭😭😭😭😭. sabar Morgan, ayo semangat cepat selidiki kasusnya hukum istrinya Alberto itu hingga mati
Febby fadila
astaga aku tegang banget, semoga saja Mai nggak keguguran
Febby fadila
astaga Thor kasihan mai dia lagi hamil muda,
Febby fadila
lagian Maureen kek jalang aja,
Febby fadila
alfatihah Maura semoga amal ibadahmu selama kamu hijrah diterima sisi yang kuasa
Febby fadila
berarti jodohx Etha adalah alfhat musuh keluarganya🤔
Febby fadila
yeeeeyyy Alhamdulillah semoga sehat sampai lahiran ya
Febby fadila
alhamdllah akhirnya Morgan sdah sadar dan bertaubat
Febby fadila
semangat Mai jangan biarkan pelakor masuk ke tengah rumah tanggamu
Febby fadila
tenang nyonya milan anakmu Morgan nggak akan pernah bisa lepaskan istri kecilnya 🥰🥰🥰
Febby fadila
alhamdllah akhirnya setelah sekian purnama bisa belah duren juga ya Morgan,, 🤣🤣🤣
Febby fadila
hmmm sdah bersih kabtamu bulanannya Mai 🤣 tu suami kamu udah nggak tahan lagi 🤣🤣🤣
Febby fadila
alhmdllah akhirnya mereka ketemu juga, aku sampai senyum² sendiri 🥰🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!