NovelToon NovelToon
Rahim Yang Terbelenggu DENDAM

Rahim Yang Terbelenggu DENDAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mafia / Bad Boy
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nufierose

“Capek tidak, Sayang? Aku masih mau sekali lagi.”
“Kamu kuat sekali, Mas,” jawab istrinya sambil tersenyum lelah.
Tama tertawa pelan dan mencium pipi wanita itu dengan penuh kasih. Namun beberapa detik kemudian ia bertanya pelan,
“Sudah diminum pilnya?”
Senyum sang istri perlahan memudar.
“Harus terus, Mas? Aku lelah minum pil KB…”
Tama terdiam sejenak sebelum mengelus rambutnya lembut.
“Turuti saja, Sayang. Ini demi kebaikan kita.”
Istrinya tidak pernah benar-benar mengerti mengapa Tama selalu menolak memiliki anak.
Malam kembali hening saat Tama memeluknya dari belakang. bayangan masa lalu itu kembali datang.
Sebuah rahasia yang selama ini ia sembunyikan.
“Aku takut kamu meninggalkanku jika tahu siapa aku sebenarnya,” bisiknya dalam hati.
Karena jauh di masa lalu, Tama pernah melakukan sesuatu yang tidak akan pernah bisa ia lupakan.
Dan jika kebenaran itu terungkap…
yang hancur bukan hanya rahasianya.
Tetapi juga pernikahan yang selama ini ia jaga mati-matian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nufierose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SUSU HAMIL

Pagi harinya.

Cahaya matahari pagi merayap perlahan melalui tirai kamar, memantul lembut ke dinding dan lantai kayu kamar tidur. Suasana sepi dan damai, hanya terdengar dengkuran ringan Alisya yang masih tertidur di samping Tama.

Namun, bagi Tama, sepi itu bukanlah kesendirian, melainkan momen berharga yang membuatnya bisa menikmati kehadiran istrinya tanpa gangguan.

“Pules banget sayang bobonya hmm?”

Tama sudah bangun lebih dulu. Ia duduk di tepi ranjang, memperhatikan wajah Alisya yang tertidur, menatap garis-garis halus di wajahnya, rambut hitam panjang yang berserakan di bantal, dan napas tenangnya yang membuat hati Tama tenang.

 Ia diam, membiarkan dirinya hanyut dalam ketenangan pagi, memeluk Alisya dari belakang. Rasa hangat dari tubuh istrinya menempel lembut di dadanya, seolah mengingatkannya bahwa hari ini adalah milik mereka berdua.

“tidurlah lebih lama sayang.”

“biarkkan aku memelukmu begini.”

Tama kepikiran sesuatu, dia ingin libur hari ini, dia mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi sang Asisten.

“Iya Tam?”

“Aku tidak ngantor hari ini.”

“Why?”

“Aku ingin mengajak Alisya kencan.”

Senyum Selin mengembang namun sayangnya Tama tak melihat itu.

“Pergilah, biar aku yang mengurus kantor.”

Tama mengangguk dia sudah bisa menebak Asistennya ini pasti akan mengizinnkannya libur.

“Terimakasih Cantik.”

“Diam Kau!”

Tama tertawa saat Selin memutuskan sambungannya, memang lelaki ini suka sekali menggoda asistennya.

Bukan tanpa alasan, Tama tau mau seberapa kuat dia menggoda Selin, gadis cantik itu tidak akan tergoda.

Tama kembali mendekat pada Alisya, dengan hati-hati Tama menundukkan wajahnya, menempelkan hidungnya pada hidung mancung Alisya. Ia tersenyum tipis, menikmati sensasi kecil itu, seolah dunia hanya milik mereka berdua.

Perlahan, ia menciumnya sekali di pipi, sebuah ciuman lembut yang penuh cinta dan kelembutan, bukan sekadar gestur biasa, tapi tanda penghargaan dan rasa syukur karena masih bisa berada di sisinya.

“Mas?”

Tama tersenyum

“Yah kok bangun?”

Gerakan itu cukup untuk membangunkan Alisya. Matanya terbuka perlahan, menatap Tama dengan mata setengah terpejam, senyum tipis sudah menghiasi bibirnya.

“Selamat pagi.” gumamnya pelan, suaranya serak karena baru bangun.

“Selamat pagi, cantikku,” jawab Tama, menunduk lagi untuk menempelkan keningnya ke kening Alisya.

Suasana begitu hangat, sunyi, dan intim.

“Hari ini aku kosongkan jadwalku. Mau pergi denganku?”

Alisya mendelik.

“Benarkah? Lalu Selin?”

Mendengar itu Tama tertawa.

“Aku sudah izin dengannya, dia yang akan mengurus kantor hari ini.”

Alisya bersorak ria, dia sangat bahagia.

Alisya tersenyum, menyentuh pipi suaminya. “Jadi, aku bisa memilih apa yang kita lakukan hari ini?”

Tama mengangguk, matanya berbinar.

“Tentu saja. Aku ingin kamu bahagia, dan aku hanya ingin melihat senyum itu.” Ia menundukkan kepala, mencium lembut bibir Alisya, menegaskan cintanya.

Alisya menutup mata sebentar, berpikir.

“Kalau begitu, aku ingin pergi jalan-jalan. Mungkin ke mall, lihat-lihat toko baju, makan sesuatu, dan bersenang-senang.”

Tama tersenyum lebar, matanya berbinar.

“Boleh juga. Ayo mandi dan bersiap, aku akan menunggumu. Hari ini tidak ada yang boleh mengganggu kita.”

Mereka perlahan bangun dari ranjang. Alisya berjalan ke kamar mandi untuk merapikan diri, sementara Tama sudah bersiap mengenakan kemeja santai dan celana panjang rapi.

Mereka tidak terburu-buru, setiap gerakan terasa santai, penuh ketenangan, dan kehangatan. Saat Alisya keluar dari kamar mandi, rambutnya masih sedikit basah, dan Tama tersenyum, menatapnya dengan mata yang penuh kasih.

“Cantik seperti biasanya,” ujar Tama sambil mengangkat kamera ponselnya, meski hanya sekadar ingin menangkap momen sederhana pagi itu.

Alisya tersenyum, menatap suaminya dengan mata berbinar, merasa dicintai dan dihargai.

Mereka berdua turun ke ruang makan. Sarapan sederhana menunggu roti panggang, telur orak-arik, jus buah segar, dan aroma kopi yang memenuhi ruangan.

“Makan yang banyak Non.” Pinta Bi Fatimah dengan senyum.

“Susunya di minum Non.” Sekali lagi Fatimah tersenyum jelas Alisya tau jika susu yang di berikan ARTnya ini adalah susu Hamil.

Tama menuangkan kopi. Mereka duduk berhadap-hadapan, menikmati sarapan tanpa terburu-buru, saling bertukar senyum dan tatapan.

“Jadi, apa rencanamu hari ini?” tanya Alisya sambil menyuapkan sepotong roti ke mulutnya.

“Rencanaku hanya satu, membuatmu bahagia,” jawab Tama sambil menatap mata istrinya.

“Sweet banget sih mas.” Alisya tersipu malu.

Si cantik itumengangguk, matanya berbinar. “Aku rindu menghabiskan waktu berdua seperti ini.”

Tama mengangguk setidaknya dia punya waktu berdua dengan istrinya ini, dan semoga tidak ada drama di kantor dan membuat kencannya hari ini berantakan.

“Susunya di habiskan Non.”

“Siap bibi.”

Alisya mengangkat satu jempolnya. Interaksi keduanya tak lepas dari tatapan Tama.

“Kamu minum susu apa sayang?”

Deg!

Baik Fatimah maupun Alisya keduanya menoleh bersamaan.

“Biasanya kamu minum Jus, kok tumben minum susu?”

“Lagi pengen aja Mas.”

Tama mengangguk menatap asisten rumah tangganya.

“Besok beli yang rasa Vanila Bi, jangan rasa Coklat.”

Bibi Fatimah hanya mengangguk, diapun bingung harus berkata apa.

Mengamati istrinya, rupanya si tampan ini Kepo, matanya tak lepas menatap gelas susu di sisi kiri istrinya, dia mengambil gelas itu dan meminumnya.

Kedua mata Tama menyipit.

“Susu Apa ini Bi? Kok Aneh rasanya.”

Jelas aneh, Itu susu Hamil Tama!

Sayang saja Tama tidak tau itu.

“jangan di minum mas.” Protes Alisya.

“sedikit doang kok, pelit banget sih!”

Tama mencubit pipi Istrinya, apapun itu asalkan istrinya suka tidak masalah buat Tama.

“Habiskan makanmu setelah itu kita berangkat.

“Siap Sayang.”

Tama menatap layar ponselnya yang menyala, satu panggilan dari Sosok yang juga begitu penting dalam hidupnya.

“Gery?”

“Hai Bro!”

“Wah! Gimana?”

“Baik Tam?”

“Baik dong! Gimana Study Lo?”

“Minggu depan gue Wisuda, lo datang kan?”

Tama menatap Istrinya yang sedang asik dengan ponselnya.

“Aku usahakan, sudah kabari ke Selin?”

“Belum, aku akan menghubungi dia setelah ini.”

“Good! Cepat hubungi. Dia bosen menjomblo terus tuh.”

“Ah kau ini!”

Alisya melirik suaminya, siapa yang menghubunginya sampai-sampai Tama terlihat santai.

Tak seperti biasanya yang selalu marah-marah.

“Aku hubungi lagi nanti ya.”

“Siapa Mas?”

Tama meletakan ponselnya dan kembali menatap Sang Istri.

“Sahabatku, sayang,”

“Sahabatmu yang mana?”

“aku belum mengenalkan padamu.”

“Oh!”

Alisya terlihat tidak tertarik dengan itu. Terlebih dia tidak mau tau apa yang tidak di beri tau. jika suaminya yang cerita pasti dia dengarkan jika tidak Alisya tidak mau terlihat Kepo.

“Sudah makannya?”

Alisya mengangguk.

“Mau berangkat sekarang cantik?”

“Iya Dong. Aku ambil Tas dulu.”

Tama mengangguk, di tariknya tangan sang istri dan membawanya duduk di pangkuan.

“Kasih Aku Kiss dulu pagi ini.”

“Muuach..”

“Muuacchh”

“Luar biasa, manis bibirmu sayang.”

“Benarkan?”

Tama menganguk.

“Rasa susu.”

Alisya kembali menahan senyum, mengingat jika suaminya minum susu hamilnya dan itu sangatlah lucu.

“Aku tunggu disini sayang, jangan lama ya.”

____

1
R⁸
mending tama alisya bicara dari hati ke hati dulu deh, tama harus jujur sama alisya, ttg semua nya.. n yakin, alisya ga bakal ninggalin tama, klo emang cinta mereka kuat fondasi nya
Yeni Suprianti Laba'a
terima kasih thor ceritanya bagus lanjut jgn lama2 up-nya
Yeni Suprianti Laba'a
lanjut thor
Nufie: siap kakak.. jangan lupa follow author yaaa😍
total 1 replies
Yeni Suprianti Laba'a
ceritanya bagus thor tp updatenya lama sekali
Amelia Kesya
jgn lama" update nya thor aku semakin cinta karyamu ni
Amelia Kesya
semakin menarik.🥰🥰
Amelia Kesya
aaaaah semakin suka dgn ceritanya,jgn lama"donk thor upnya🙏
Nufie: siap kakak.. jangan lupa follow authornya yaaa😍
total 1 replies
Amelia Kesya
lama kali updatenya thor,,,,,kenapa?bolak balik ditunggu" nggak muncul".
Rekana
ceritanya keren. banyak rahasia yang belum terungkap bikin penasaran..
suka sama karakter Tama walaupun kejam dan cuek tapi sama istri selalu lembut

love banget pokonya 😗 😗
Rekana
jangan lama² up nya kak.. ceritanya bagus banget.. seru
Ipus
terimakasih Thor ceritanya bagus,menarik. lanjut,,,,
Amelia Kesya: oke KK tp kenapa update nya lama kali.
total 2 replies
Amelia Kesya
masih ngikutin alur
R⁸
banyak bgt al nya, bayu ngobrol dgn selin, panggil al, gani dgn selin al lagi.. tokoh baru nongol al lagi😓
Nufie: maaf kak.. nanti di revisi
total 1 replies
Rekana
aduh siapa lagi itu..
antagonis mulai keluar nih kayanya
Rekana
tempramental banget si tama yaa... keras di luar lembut di dalam 😍
Rekana
duh tam.. meleleh akyuuuu😍
Rekana
takut banget tiba² si selin jahat.
Rekana
jahat banget njirr🤣
Rekana
lanjut kak
Vina Tamaela
Alhamdulillah ternyata sein asisten yang setia dan tidak jahat syukurlah aku sempat kuatir takut tama ada hubungan sama asisten mengingat mereka beda gender 😭 alhamdulillah asisten tama wanita baik2 semoga berjodoh sama bayu dan ada apa sampai tama tidak mau istri hamil dulu tp klo sudah terjadi anak adalah anugerah jika tama benar-benar cinta istri dia akan berusaha menerima kehadiran darah dagingnya apapun terjadi tanpa bnyk pertimbangan dan alasan
Amelia Kesya: Alur ceritanya menarik,masih menyimak alur dan membaca semangat thor💪.
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!