NovelToon NovelToon
RYUGA

RYUGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yudi Chandra

Vierra Quinn Maverick menjadi anak baru di SMA Lentera Cendekia.
Namun di hari pertamanya, ia kembali bertemu dengan teman SMP-nya, Ryuga Arashima Renzo. Dingin, karismatik, dan kini dikenal sebagai Leader of RAVENIX, geng motor paling disegani di Jakarta. Sosok yang dulu begitu dekat dengannya… sebelum sebuah kesalahpahaman memisahkan mereka.
Quinn memilih pergi tanpa berpamitan kepada Ryuga.
Pertemuan itu bukan sekadar reuni, melainkan benturan dua hati yang belum benar-benar selesai.
"Mulai detik ini, jauhin gue!" — Quinn.
“Jauhin lo? Coba ulang lagi kalimat itu sambil liat mata gue. Masih berani?” — Ryuga.
Di tengah konflik sekolah, rivalitas geng, dan rahasia yang terungkap perlahan, mereka dipaksa menghadapi satu pertanyaan:
Apakah cinta pertama mereka telah usai…
atau justru belum pernah benar-benar padam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yudi Chandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27

Pelaminan itu tampak megah dan elegan, dihiasi rangkaian bunga putih dan pastel yang menjuntai indah di setiap sudut. Lampu-lampu kristal memantulkan cahaya hangat, menciptakan suasana romantis yang hampir terasa seperti mimpi. Alunan musik klasik mengalun pelan, berpadu dengan suara gelas beradu dan tawa ringan yang sesekali terdengar.

Di atas pelaminan, Arka berdiri tegap dengan setelan jas rapi, sementara Rania di sampingnya tampak anggun dalam balutan gaun pengantin yang memesona. Senyum mereka tak pernah lepas sejak tadi—senyum bahagia yang lahir dari cinta yang telah diperjuangkan.

Langkah Quinn dan Ryuga mendekat.

Quinn berjalan dengan penuh semangat, matanya berbinar melihat sepupunya akhirnya menikah. Sementara di sampingnya, Ryuga tetap dengan ekspresi tenang, namun tangannya tak pernah lepas dari tangan Quinn—menggenggam erat, seolah dunia luar tak penting selama Quinn ada di sisinya.

“ARKA! SELAMATTT!” seru Quinn ketika sampai di hadapan Arka.

Arka langsung tertawa lebar.

“Wih, akhirnya muncul juga lo, Ra!”

Quinn tanpa ragu membuka kedua tangannya, berniat memeluk Arka.

Namun—

Tangan Ryuga bergerak cepat.

Menarik pinggang Quinn ke arahnya.

Quinn langsung terhenti.

“Eh?!”

Ia menoleh kesal.

“Apa sih?!”

Ryuga menatap Arka datar, lalu kembali ke Quinn.

“Jangan peluk dia.”

Quinn melotot.

“HAH? Kenapa?!”

“Aku nggak suka.” jawab Ryuga.

Nada suaranya tenang. Singkat. Tapi penuh tekanan.

Quinn mendesah frustasi.

“Ya ampun! Itu sepupu aku!”

“Tapi dia cowok.” sahut Ryuga datar.

Quinn menatapnya kesal.

“YA IYALAH COWOK! MASA AKU PUNYA SEPUPU KAMBING?!”

Rania menutup mulutnya, menahan tawa.

Sementara Arka malah tertawa lepas.

“Anjir… ini karma ya, Ra?”

Quinn menoleh sinis.

“Apaan lagi?!”

Arka menyilangkan tangan santai.

“Dulu siapa yang tiap hari ngejek gue posesif ke Rania?”

Rania ikut tersenyum, melirik Quinn.

“Lo bilang gue ‘lebay’, ‘norak’, ‘kayak satpam berjalan’…” lanjut Arka tertawa puas.

Quinn langsung tersedak.

“Eh… itu… itu beda konteks!”

Arka terkekeh.

“Sekarang? Dapet yang versi premium.”

Ia melirik Ryuga.

“Lebih galak lagi.”

Ryuga tetap tenang.

“Gue cuma jaga yang punya gue.”

Kalimat itu sederhana.

Namun membuat Quinn diam sejenak.

Jantungnya berdegup lebih cepat.

Wajahnya memerah, meski ia berusaha tetap jutek.

“Lebay banget kamu.”

Namun suaranya melemah.

Rania tersenyum hangat melihat mereka.

“Lucu ya kalian.”

Quinn langsung refleks.

“NGGAK LUCU!”

Arka masih tertawa.

“Lucu banget.”

Ryuga menatap Quinn sekilas, lalu tanpa sadar mengusap pelan punggungnya.

Gestur kecil itu…

cukup untuk membuat Quinn diam.

Beberapa detik kemudian—

Seorang photografer berjalan mendekat.

“Baik, kita foto ya.”

Mereka berempat langsung berdiri rapi.

Pose formal.

Senyum standar.

Klik.

Beberapa kali jepretan terdengar.

Namun Quinn langsung mengerutkan kening.

“Bentar… bentar…”

“Iya? kenapa, Kak?” tanya photografer tersebut.

Quinn menunjuk kamera.

“Kayaknya jelek deh.”

Ryuga menarik hidung mancung Quinn dengan gemas.

“Belum juga dilihat, sayang.”

Quinn langsung menepis tangan Ryuga dengan kesal.

“Feeling aku nggak pernah salah.” katanya sombong.

Arka tertawa.

“Baru juga difoto, Ra.”

Quinn menggeleng mantap.

“Ulang. Kita gaya bebas.”

Photografer sedikit ragu, tapi mengangguk.

Quinn langsung menarik Ryuga.

“Ayo, senyum yang bener.”

Ryuga menghela napas pelan.

“Aku nggak suka foto, sayang.”

Quinn menatap tajam.

“Aku juga nggak suka kalau fotonya jelek.”

Ryuga terdiam.

Quinn mendekatkan wajahnya.

“Ayo dong… senyum dikit aja…”

Ryuga menatapnya.

Dekat.

Sangat dekat.

Dan entah kenapa… ia kalah.

Ryuga menghela napas pelan.

“…hm.”

Quinn langsung semangat.

“YES! Nah... gitu dong!”

Ia langsung mengatur posisi.

Quinn tiba-tiba memeluk lengan Ryuga, menempel manja.

Arka merangkul Rania.

“OKE! SEMUA SENYUM! YANG NATURAL YA!” seru Quinn semangat.

Photografer mulai mengambil gambar.

“Siap… satu… dua—”

“TUNGGU!” seru Quinn heboh.

Semua hampir jatuh.

Quinn menatap Ryuga galak.

“Ryuga, SENYUM!”

Ryuga menatap datar.

Quinn mencubit pinggangnya pelan.

“Kalau nggak senyum, nggak boleh cium-cium aku.” ancam Quinn dengan wajah serius.

Ryuga langsung menatap Quinn tak terima.

"Kok gitu?!" protesnya.

"Makanya SENYUM!" sentak Quinn galak, hingga Ryuga langsung kincep.

Lalu perlahan…

Senyum tipis muncul.

Jarang.

Tapi nyata.

Dan itu—

membuat Quinn terpaku sesaat.

“…ganteng banget sih…” puji Quinn yang terpesona oleh ketampanan Ryuga.

Ryuga mendengarnya.

Dan untuk pertama kalinya—

senyumnya sedikit melebar.

Klik.

Momen itu tertangkap sempurna.

Hangat.

Tulus.

Dan penuh cinta yang tak perlu banyak kata.

Di tengah pesta yang meriah…

di antara tawa dan cahaya…

mereka berdiri berdampingan.

Bukan hanya sebagai tamu.

Tapi sebagai dua hati—

yang akhirnya menemukan rumahnya masing-masing.

...----------------...

Sementara itu di salah satu sudut ruangan, tepat di dekat meja VIP yang dihiasi bunga segar berwarna putih dan emas, berdiri empat orang dewasa yang sejak tadi tak henti-hentinya mencuri pandang ke arah pelaminan.

Di sana—Quinn dan Ryuga masih sibuk berfoto bersama Arka dan Rania.

Quinn dengan gaya centilnya terus mengatur pose, sementara Ryuga terlihat pasrah, meski sesekali tersenyum tipis karena ulah gadis cantik yang ia cintai itu..

Melihat itu, Adriana langsung menutup mulutnya, menahan tawa.

“Ya ampun… lihat anak aku itu… yang biasanya dingin kayak es batu, sekarang disuruh senyum sama cewek.”

Selena terkekeh pelan, matanya berbinar hangat.

“Rara juga nggak kalah… dari kecil emang nggak bisa diam.”

Armand menyilangkan tangan, tersenyum tipis penuh arti.

“Tapi mereka cocok.”

Kenshiro yang sejak tadi diam, akhirnya ikut berbicara dengan suara tenang.

“Lebih dari cocok.”

Adriana langsung menoleh cepat.

“NAH KAN?! Aku juga bilang gitu!”

Ia langsung bersemangat, bahkan sedikit terlalu bersemangat.

“Sel, kita jodohin aja mereka, gimana?!”

Selena tersedak kecil.

“Hah?!”

Adriana mendekat, menggenggam tangan Selena dengan antusias.

“Serius! Lihat mereka! Aura-nya tuh… dapet banget! Chemistry-nya! Aduh, aku udah kebayang punya cucu lucu-lucu!”

Selena langsung memutar bola matanya, tapi senyumnya tak hilang.

“Na… mereka baru pacaran.”

Adriana menjentikkan jarinya.

“Justru itu! Dari sekarang kita arahkan! Biar serius!”

Armand terkekeh pelan

“Kamu ini masih aja kayak dulu, Na. Kalau sudah semangat, susah direm.”

Adriana melirik kesal.

“Ya gimana dong! Anak aku itu loh… susah banget deket sama cewek! Sekalinya deket, langsung yang kayak Rara! Cantik, cerewet, hidup. Aku nggak mau lepas!”

Ucapan itu terdengar setengah bercanda.

Namun ada ketulusan di dalamnya.

Ia benar-benar berharap.

Sementara itu, Selena terdiam sejenak.

Matanya kembali menatap Quinn.

Putrinya.

Yang kini tertawa lepas di samping Ryuga.

Ada rasa hangat yang perlahan memenuhi dadanya.

“Kalau Rara bahagia… aku juga bahagia.” ucapnya pelan.

Armand menatap istrinya sekilas, lalu mengangguk.

“Yang penting dia nggak salah pilih.”

Adriana langsung menunjuk Ryuga.

“Anak aku nggak mungkin salah! Dia itu—”

Kenshiro mengangkat tangan, memotong dengan tenang.

“Adriana.”

Suaranya tidak keras.

Namun cukup untuk membuat Adriana diam.

Kenshiro menatap ke arah pelaminan.

Tatapannya dalam.

Tenang.

Namun penuh makna.

“Biarkan mereka memilih jalannya sendiri.”

Adriana mengernyit.

“Maksud kamu?”

Kenshiro menghela napas pelan.

“Mereka masih muda.”

Ia melirik Selena dan Armand.

“Masih banyak yang ingin mereka capai. Mimpi, tujuan… mungkin juga kegagalan yang harus mereka pelajari.”

Ia kembali menatap Ryuga.

Putranya.

Yang selama ini ia kenal dingin, keras, dan sulit ditebak.

Namun kini…

berdiri di sana.

Tersenyum.

Karena seorang gadis.

“Kalau memang mereka ditakdirkan bersama… mereka akan tetap kembali satu sama lain. Tanpa perlu dipaksa.” ucap Kenshiro pelan.

Adriana terdiam.

Untuk pertama kalinya, ia tidak langsung membantah.

Matanya kembali melihat ke arah Ryuga.

Ada sesuatu yang bergetar di dalam hatinya.

“…tapi aku cuma nggak mau dia terluka.” lirih Adriana.

Selena tersenyum lembut, lalu menyentuh tangan Adriana.

“Semua anak pasti pernah terluka, Na.”

Ia menatap Quinn.

“Termasuk Rara.”

Armand menambahkan, suaranya tenang namun tegas.

“Yang penting… mereka tahu cara bangkit.”

Keheningan kecil tercipta.

Namun bukan keheningan yang canggung.

Melainkan keheningan yang penuh pemahaman.

Di kejauhan, tawa Quinn kembali terdengar.

Ryuga terlihat menatapnya.

Lama.

Dalam.

Seolah dunia berhenti hanya untuknya.

Melihat itu, Adriana akhirnya tersenyum.

Kali ini lebih tenang.

Lebih menerima.

“…ya sudah.”

Ia menghela napas, lalu kembali ceria.

“Tapi kalau mereka nikah muda, aku nggak nolak ya.”

Selena langsung tertawa.

“Dasar nggak berubah.”

Armand menggeleng pelan.

Sementara Kenshiro hanya tersenyum tipis.

Di tengah gemerlap pesta dan harapan para orang tua…

dua hati muda itu tetap berdiri di sana.

Tertawa.

Bersama.

Tanpa tahu…

bahwa masa depan mereka sedang diam-diam didoakan.

...****************...

1
Nur Halida
cieeee. ....cieeee.... babang elric.. 😊😊😊
Nana Colen
asiiiiieeek 🤭
Adinda
udah kael sama finka biar lebih bewarna hidupnya karena finka cerewet🤣🤣🤣
Adinda
kakek ryuga kakek mertuamu itu Quin
Nur Halida
kakeknya ryuga pasti ini..
semoga dg bertemu langsung dg quinn kakek jadi berubah haluan dari yg awalnya jodohin ryuga dg naomi jadi ke quiin
ollyooliver🍌🥒🍆
lah itu kan musuh masa mau diabikin.oon!😏
ollyooliver🍌🥒🍆
idiiii..nyalain orng lain, anak lu tuh juga gk bener, dia yg dlua nantangin orng juga😒
Adinda
jodohin finka sama kael,Quin🤣
ollyooliver🍌🥒🍆
hidupmu dan pasanganmu lo yg tentuin, orngtua hanya pantas memberi masukan tapi yg jalani lo, jadi keputusan ya di lo😌
Nur Halida
semangat ga... 💪💪💪
Nur Halida
untung ortunya ryuga ngedukung anaknya .. gak takut sama si kakek
Nur Halida
gak beneer ini.. baru datang udah jodoh2in orang aja ..
naomi pasti terbang ini
ollyooliver🍌🥒🍆
faktanya..sekalipun kael gk tau quiin adiknya, tapi dia.mengatakan kejujuran bahwa quiin adalah mainan yg bisa dipake kek jalang. dan ya dari situ bisa disimpulkan kael gk hanya gk sopan dlm bertutur kata tapi juga pemain wanita..karna hidupnya bebas😌
ollyooliver🍌🥒🍆
gk baguslah dibaca kalimat ini
ollyooliver🍌🥒🍆
ndk sopan..meski gk tau itu ibu lu setidaknya bertutur kata yg bagus ..orangtua itu😒
ollyooliver🍌🥒🍆
baru chapter ini yg banyak paragrafnya cukup tebal..enak kan dibaca
ollyooliver🍌🥒🍆
jangan nyalahi ryuga donh, si kael itu juga yg salah..lo tau juga anaknya suka balap liar. mau sama mau..yaudin mereka berdua salah. hanya gergara kael kecelakaan bukan brrti salahnya di ryuga doang😒
ollyooliver🍌🥒🍆
lah, yg dluan si kael..katanya lo mainan trus mau dibawa.pulang lagi..kata"nya buat orng berpikir nih kael udah biasa main cw😌
Nur Halida
apa hunungan quinn dan ryuga bakal di tentang??
Angelia nikita Sumalu
kalau Kael memang kakak kembarnya Quiin berarti hidup quiin bakal lebih diposesifin Ama pacar dan sang kakak.. bakal banyak yg akan semakin iri apalagi 2²nya sama² ketua geng motor...
Yudi Chandra: Hahaha....iya iya. kamu bener🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!