Luna Heart namanya, cantik, sexy dan cerdas. Dibesarkan oleh keluarga kaya semenjak dia ditemukan di depan pintu rumahnya. Semenjak orang tua angkatnya meninggal dia mulai ditindas, diusir, bahkan dibunuh. Tuhan maha besar, dia ditemukan masih bernafas oleh seorang ibu. Kebaikan ibu ini dia tebus dengan cara menjual dirinya ke kota.....
Hallo reader, ini karya baruku. support ya, dalam bentuk, like, comment, gift, vote....trimakasih love you all ♥️♥️♥️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MENGIKAT JANJI
Tante sangat terpesona melihat diriku yang glowing. Dhevalee bersemangat mengajak aku naik ke mobilnya. Aku tambah curiga saja, tidak biasanya tingkahnya begini. Biasanya Dhevalee jarang lebay begini.
"Dheva, kita mau kemana? aku curiga sekali atas tindak tandukmu. Kau akan menjualku ke murcikari?" tanyaku lagi ketika sudah berada di mobil.
"Wait and see...." senyum Dhevalee mengembang. Teka teki yang tidak lucu bagiku, awas saja dia membodohi diriku. Terakhir aku pasti jadi korban.
"Asal jangan aku dijadikan tumbal, aku sudah lelah lahir bathin." kataku sewot. Dhevalee tersenyum, aku yang cemberut karena dia main rahasia.
Kami memasuki Hotel heaven on earth
bintang lima berlian yang terkenal mewah. Kami terdiri dua mobil, aku dan Dhevalee sedangkan mobil tante terdiri dari tante, om dan dua teman bisnisnya.
Setelah melewati Scurity kami tidak turun di lobby, seorang scurity langsung mengarahkan mobil kami menuju Gedung Magnolia untuk tamu 150 orang.
Setelah masuk kami disambut oleh staf hotel dan disana sudah terdapat pak Dirgantara bersama pengacara yang belakangan aku kenal dengan nama pak Wisnu dan 10 orang dari pak Dirga.
"Maaf kami baru sampai." kata tante basa basi, aku cuma senyum datar sama mereka.
Kenapa pak Dirga bawa orang, aku jadi tidak mengerti, tante bilang mau cari pengacara untuk mengurus harta0ku dan selanjutnya lapor polisi. Harusnya diam-diam supaya tidak membahaya kan diriku.
"Selamat siang semua, terutama tante Dessire, om Abel, Dhevalee dan Luna. Trimakasih atas kedatangannya." pak Dirga membuka percakapan.
"Selamat siang......" jawab kami serempak.
"Saya mengajak pengacara kondang, kalian pasti sudah tahu kiprahnya, dia adalah pak Wisnu yang akan ikut menangani masalah yang membelit Luna. Dan sepuluh orang yang ikut dengan saya adalah sepupu dan om serta tante."
"Selamat siang semua, saya om nya Dirga dan ini istri saya putri Suliawati." kami saling berkenalan.
"Silahkan di minum, saya masih menunggu teman sejati saya, setelah dia datang kita baru mulai."
"Maaf pak Dirga......."
"Luna, jangan bicara dulu." tante tiba-tiba memotong pembicaraanku.
Akhirnya kami saling berbincang sembari menunggu teman pak Dirga.
Aku sedang berbincang-bincang sama Dhevalee ketika mataku tertuju kepada pria yang baru datang. Dadaku tiba-tiba berdebsr.
"Hallo saudara ku semua, inilah teman sejati saya, dia namanya Yudha dan ini istri nya bernama nyonya Hanun. Kami selalu saling bantu dan tidak bisa terpisahkan. Motto kami, teman nomer satu pacar nomer dua. Ksmi akan membuang cinta demi utuhnya perteman ini." jelas pak Dirga sambil berdiri. Yudha belum "ngeh" kalau disitu ada aku.
Tepuk tangan meriah membuat Yudha dan Dirga saling berpelukan. Aku menutup setengah wajahku dengan kipas tangan dari kayu cendana.
Perasaanku saat ini campur aduk, dadaku terasa sesak dan tubuhku gemetaran. Aku melihat Yudha duduk tenang dengan istrinya. Aku jadi benci melihat Yudha, apalagi istrinya yang sok manja di sampingnya.
"Sebelum kita melanjutkan ke sesi berikutnya mari kita panjatkan doa karena kita masih diberi sehat, panjang umur dan rejeki melimpah.
"Lihat Yudha sangat romantis bersama istrinya. Aku baru tahu itu istrinya, sepertinya familiar." bisik Dhevalee di kupi
"Biarkan mereka berkembang, aku lebih bangga karena bisa mengandung. Walaupun hasil melakor." ketusku. Dhevalee tersenyum kecut. Aku dan Dheva ssling sikut sampai akhirnya tante mencolek tanganku.
"Berdiri, kita maju ke depan." kata tante membuat aku heran.
Aku berdiri dan berjalan kedepan menuju Dirga yang sedang berdiri dengan omnya.
"Kami tidak perlu panjang lebar menjelaskan masalah kedekatan Dirga dengan luna. Saya akan umumkan mulai hari ini mereka telah menyatukan diri menjadi pasangan yang bahagia.
"Ini bukan lamaran seperti orang yang jatuh cinta, ini sebuah hubungan yang akan mereka lakukan demi terbentuk nya rumah tangga bahagia." kata om Irwan seenaknya. Aku yang tidak tahu apa-apa berkeringat dingin.
"Tante ada apa ini?" bisikku panik.
"Tenangkan dirimu, musuh sedang menatap tajam padamu." tante balik berbisik.
Mataku mengerling ke Yudha yang menatapku tajam dan istrinya seolah mengejekku. Aku tambah benci melihat Yudha di peluk oleh istrinya. Dia bilang mereka tidak pernah berdua lagi, tapi sekarang dia berdua. Mungkin Yudha kira Dirga sama orang lain, tentu dia tidak menyangka kalau Dirga sama Lina.
"Maafkan kami Luna, jangan panik. Semua ini demi kebaikanmu. Semenjak Dirga bertemu denganmu dia sudah jatuh cinta, dia siap melindungimu dan bertanggung jawab atas segala beban dan kesedihan yang kau pikul. Mungkin saat ini kau belum ada rasa, tapi tante yakin kau akan luluh dengan laki-laki bertanggung jawab ini. Dia menerima mu apa adanya, bukan ada apanya." jelas tante Dessire membuat aku tidak berkutik.
Ingin rasanya berteriak akibat ke tidak adilan yang aku alami. Hanya air mataku yang bisa mewakili kesedihan ku. Mereka menganggap diriku robot yang harus nurut perintahnya. Aku jadi benci sama tante dan Dhevalee.
"Sayank, aku sengaja membuat ini supaya surprise." kata Dirga kepadaku.
"Aku sangat terkejut, kau sukses ngeprank aku."
Aku tidak bisa berpura-pura baik dan setuju atas tindakannya. Tapi aku juga tidak mau kelihatan sedih, seolah aku tidak setuju atas tindakan Dirga. Aku ingin Yudha tahu bahwa aku laku, walaupun dalam keadaan hamil.
Kepalaku tiba-tiba pusing, Dirga dan tante Dessire banyak bicara serta membahas semua riwayat hidupku. Aku jadi muak, untungnya pengacaraku mengerti, mereka akhirnya berhenti. Sedangkan Yudha dan istrinya sudah mendengar. Aku yakin nyonya Hanun akan mengadu ke tante Dewi dan aku kembali dalam bahaya.
"Tante aku permisi ke toilet, aku mual." bisikku. Tante mengiyakan.
Dengan langkah gontai aku menuju toilet, aku merasa meriang dan keluar keringat dingin. Wajahku memerah seperti kepiting rebus. Aku bersandar di tembok takut jatuh, tapi tetap saja badanku oleng, dan hampir jatuh.
"Aku tidak menyangka kau sengaja mengundangku untuk mempertonton kan pertunanganmu. Kau membuatku terjaga dari mimpi indah yang aku rangkai semalam. Kau tidak ubahnya seperti ular yang mengukur tubuhku tiap saat kemudian menelanku sampai mati." Yudha tiba-tiba sudah berada disampingku.
"Aku memang sengaja memancing buaya yang sok alergi sama istrinya dan kenyataannya sungguh terbalik. Kau sukses membuat aku sadar dari kebodohanku bahwa suami itu akan selalu pulang ke pelukan istrinya."
"Aku tidak menyangka kau cepat silau melihat kekayaan Dirga, kau pikir orang lain percaya dengan air matamu. Berhenti drama, nikmati kelicikanmu di atas penderitaanku." kata Yudha sinis.
"Up to you....bukannya kebalik, kau yang perlu direvisi otakmu supaya tahu antara babu dan istri tercinta. Aku cuma berpesan berhenti menyakiti hati wanita." suaraku bergetar menahan air mataku yang mau jatuh. Jangan sampai air mata ini jatuh di depan laki-laki buaya ini. bathinku.
Dhevalee yang curiga dengan gerak gerik Luna menyusul ke toilet.
"Ada apa ini? apa kau tidak bosan menyakiti Luna, dasar tidak bermoral." bentak Dhevalee ketika melihat Yudha berada di toilet.
"Siapa yang tidak bermoral? bukannya temanmu yang ke gatelan merayu suamiku minta terong mentah, babu tetap saja babu, jangan berharap pelakor sepertimu bisa mengambil posisiku." suara Hanun menggelegar mengecam perbuatan Luna.
"Buka mata dan telingamu lebar-lebar nenek gayung. Suamimu yang tergila- gila dengan temanku. Istri murahan sepertimu patut dibuang. Disamping jelek kaupun mandul. Tidak ada istimewanya kau!!" geram Dhevalee. Matanya melotot melihat Hanun.
Nyonya Hanun maju mau memukul Dhevalee, tapi tangan Dhevalee lebih cepat bergerak dan nenepis tangan Hanun dengan keras.
"Sedikit saja kau berani menyentuh aku dan luna, tamat riwayatmu!!"
*****
semangat
makasih
sukses