Mawar adalah anak ke 2 yang di paksa harus selalu mengalah dengan adik nya, Mawar di bedakan oleh ibu nya.
Mawar harus selalu mengalah demi sang adik, Mawar di perlakukan seperti anak tiri. Penderitaan Mawar semakin pedih saat ayah nya meninggal dunia, sikap ibu nya semakin menjadi terhadap diri nya.
Untung saja kakak laki - laki Mawar bisa melindungi diri nya, sebagai sang kakak dia tidak rela melihat penderitaan sang adik.
Sang kakak bahkan rela menolak beasiswa nya di sebuah universitas ternama karena dia tidak ingin meninggal kan Mawar sendirian.
Ikuti kisah Mawar dalam mengarungi kehidupan di bawah tekanan sang ibu dab juga adik nya, bisa kah ibu nya Mawar menyayangi Mawar seperti dia menyayangi putri bungsu nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
06
Mawar menyelesaikan tugas nya dengan cepat, pasal nya dia ada tugas sekolah yang harus di kerjakan berdua dengan teman nya. Untung saja teman nya itu masih satu kampung dengan nya dan rumah nya juga selisih 2 rumah dari rumah orang tua Mawar.
Mawar sengaja meminta tugas itu di kerjakan di rumah nya saja, agar dia bisa sambilan dengan pekerjaan nya yang ada di rumah.
"Assalammu'alaikum!" Teman Mawar yang bernama Hesti udah datang.
"Wa'alaikum salam, masuk Hes. Maaf ya masih belum selesai tinggal dikit lagi ngepel nya!" Mawar mempersilahkan Hesti masuk dan dia menerus kan pekerjaan nya yang tinggal sedikit lagi.
"Gak papa Mawar, selesai kan dulu pekerjaan mu!" Hesti duduk di ruang tamu sambil menunggu Mawar selesai.
"Udah kok Hes, ayo kota mulai!" Mawar langsung duduk di kursi yang ada di seberang Hesti.
Kedua gadis yang duduk di kelas 3 SMP itu mulai fokus mengerjakan pekerjaan sekolah mereka, tugas itu memang harus berpasangan. Jadi Mawar dan Hesti memilih berpasangan berdua, karena kebetulan mereka satu kelas dan dan satu kampung lagi.
Jika berpasangan dengan teman yang lain yang berasal dari kampung yang berbeda, tentu mereka akan kesulitan mengatur tempat dan waktu nya.
Ketika Mawar dan Hesti sedang mengerjakan tugas nya, Indah datang dengan wajah yabg dh penuhi oleh keringat. Indah batu saja pulang dari bermain bersama teman - teman nya.
"Mawar, ambilin aku es, aku haus banget!" Perintah Indah dengan tidak sedikit pun menunjuk kan sikap sopan santun nya.
"Ambil aja sendiri di dapur, aku lagi sibuk!" Jawab Mawar sambil fokus pada tugas nya dan Hesti.
"Mawar, kamu berani menolak perintah ku ya?" Indah berkata dengan sangat kasar sambil berdiri dan berkacak pinggang dia depan Mawar.
Bahkan Indah menyebut nama Mawar dengan tanpa sebutan mbak atau pun kakak, benar - benar anak yang tidak punya etika.
"Indah kamu bisa ambil sendiri kan, kenapa harus buat keributan?" Tanya Mawar tanpa melihat ke arah Indah.
Dengan gerak cepat tangan Indah meraih buku paket besar yang ada di meja dan menghantam nya tepat di kepala Mawar.
"Kurang ajar kau Mawar, ini balasan untuk ku!" Indah memukul kepala Mawar dengan buku besar itu berulang kali.
"Indah, jangan kurang ajar kamu!" Hesti berusaha menghentikan Indah yang terus memukul Mawar dengan membabi buta.
"Dia pantas di pukul!" Jawab Indah dengan mata memelototi Mawar.
"Dia itu kakak mu, tidak baik kau berbuat seperti itu pada kakak mu!" Hesti berusaha menasihati Indah.
"Bukan urusan mu dan kau tidak berhak ikut campur urusan ku!" Teriak Indah sambil berlalu meninggal kan Mawar dan Hesti.
Tapi sebelum keluar dari rumah, Indah sempat meraih buku - buku milik Mawar dan Hesti yang ada di atas meja dan mengambur kan nya ke segala penjuru rumah.
"Biar tahu rasa kalian!" Indah berdecih sambil meninggal kan meraih berdua.
"Ya Allah Mawar, kok Indah jahat banget sama kamu. Padahal kan kamu kakak nya!" Hesti terkejut melihat kelakuan Indah sebrutal ini.
"Biarin aja kok Hes, ayo kita lanjutin!" Mawar dan Hesti memungut buku - buku milik mereka yang telah di hambur kan oleh Indah tadi.
Selain rumah nya berdekatan, Hesti dan Mawar juga sahabatan. Hesti sering meminta bantuan pada Mawar karena Mawar anak yang pintar. Sejak Sekolah Dasar hingga sekarang Mawar selalu menjadi juara kelas, sedang kan Hesti bahkan belum pernah sekalipun masuk ke dalam peringkat 10 besar.
Hesti dan Mawar adalah teman masa kecil hingga sekarang, Hesti sering melihat Mawar di marahi oleh ibu nya karena hasutan dari Indah. Tapi baru kali ini Hesti melihat kelakuan absurd nya Indah dengan mata kepala nya sendiri.
"Mawar, nanti kamu di marahi oleh ibu mu lagi!"Hesti berkata dengan cemas.
"Udah gak papa, lagian kan tadi memang Indah yang salah!" Jawab Mawar sambil tersenyum.
"Kok Indah jahat banget sama kamu, mana dia pintar membolak - balik kan fakta lagi!" Hesti menarik nafas panjang.
Mawar pun hanya bisa tersenyum dan pasrah dengan apa yang akan menimpa diri nya sebentar lagi, Mawar sudah bisa menebak apa yang akan terjadi pada diri nya nanti setelah sang ibu pulang ke rumah.
"Mawar, tugas kita udah selesai, aku pulang dulu ya kamu pasti sibuk kan mau masak!" Hesti segera pamit pulang sebab dia tidak ingin mengganggu waktu Mawar untuk memasak.
"Iya Hes, maaf ya kita gak bisa ngobrol bareng lagi!" Mawar Minta maaf pada Hesti.
"Gak papa, udah ya kamu kerjakan pekerjaa. rumah kamu cepetan agar bi Munah gak mukulin kamu lagi!" Hesti segera keluar meninggal kan Mawar sendirian.
Sebenar nya Hesti masih ingin bicara lebih banyak dengan sang sahabat, tapi dia takut itu bisa mengganggu pekerjaan Mawar. Jika Mawar sampai lalai, maka sudah di pastikan dia akan di hukum oleh ibu nya. Hesti pernah melihat dengan mata kepalanya sendiri saat Mawar di pukul oleh Bu Munah karena hasutan dari Indah.
"Bu, Indah itu masih kecil kok dia kurang ajar banget!" Hesti menceritakan kejadian di rumah Mawar tadi pada ibu nya.
"Iya, ibu juga kasihan melihat Mawar tapi kita tidak bisa menolong nya!" Bu Nuri, ibu nya Hesti merasa kasihan pada Mawar.
"Pasti nanti Mawar di pukuli lagi bu, padahal aku lihat sendiri kok Mawar gak salah dan Indah yang udah mukul Mawar dengan buku besar dan tebal ini!" Hesti menunjuk buku yang di gunakan Indah tadi untuk memukul Mawar.
"Tapi kita tidak bisa menolong nya, kasihan Mawar!" Bu Nuri menarik nafas panjang karena dia sendiri pernah melihat Mawar di pukul oleh Bu Munah.
Padahal bu Nuri tahu persis, bahwa Mawar adalah anak kandung nya bu Munah. Karena bu Nuri dan bu Munah melahirkan di dalam tangan yang sama, hanya beda bulan nya saja. Sehingga usia Mawar dan Hesti itu hampir sama.
Padahal dulu ketika Indah belum lahir ke dunia ini, bu Munah sangat menyayangi Mawar. Dia sangat memanjakan putri nya itu, tapi sikap bu Munah berubah Drastis setelah dia melahirkan Indah.
Bu Nuri masih ingat setelah melahirkan Indah, bu Munah mengalami struk selama 3 bulan dan Indah pun sakit- sakitan setelah lahir ke dunia. Sehingga Indah harus bolak - balik masuk rumah sakit hingga usia nya 1 tahun.
Setelah Indah sembuh, sikap bu Munah mulai berubah terhadap Mawar. Dia bahkan mulai memperlakukan Mawar seperti anak tiri, Mawar di paksa mengerjakan semua pekerjaan orang dewasa padahal usia nya belum genap 5 tahun.
Bu Munah hanya fokus pada Indah saja, dia sangat menyayangi Indah lebih dari diri nya sendiri. Bahkan dia sangat memanjakan putri bungsu nya tersebut tanpa perduli jika dia punya putri yang lain selain Indah.