NovelToon NovelToon
MENCINTAI AYAH TIRIKU

MENCINTAI AYAH TIRIKU

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Patahhati / Romansa-Tata susila / Konflik etika / Tamat
Popularitas:270.2k
Nilai: 5
Nama Author: Naim Nurbanah

Maimunah seorang janda yang berumur 40 tahun, namun masih terlihat cantik dan sangat muda. Maimunah memiliki putri yang sudah menginjak dewasa berumur 21 tahun, bernama Sinta. Maimunah hendak menikah dengan seorang pria muda berumur 27 tahun, bernama Mukid.

Keseringan bertemu menimbulkan rasa cinta Sinta terhadap Mukid.
Permasalahan yang rumit muncul dari ibu kandung, bapak tiri dan anak kandung.

Temukan cerita lengkapnya di novel MENCINTAI AYAH TIRIKU.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naim Nurbanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MAIMUNAH HAMIL

Sementara di tempat lain. Maimunah saat ini lagi merasakan mual- mual dan kepalanya terasa pusing. Mukid menjadi kebingungan dengan apa yang sedang dialami oleh istrinya tersebut. Setiap Maimunah makan dan perut nya terisi makanan, tidak berapa lama Maimunah merasakan mual lalu muntah mengeluarkan semua yang telah dimakannya. Mukid menjadi sangat kasihan dengan kondisi Maimunah yang memucat wajahnya dan lemas kondisi tubuh nya. Akhirnya Mukid mengajak Maimunah untuk memeriksa ke dokter keluarga. Tanpa banyak protes, Maimunah mengikuti ajakan Mukid untuk periksa ke dokter.

" Sayang, kalau kamu merasa mual dan ingin muntah, jangan ditahan yah, sayang! Kantong plastik ini sudah aku siapkan untuk kamu. Sebentar lagi kita akan sampai ke klinik tempat praktek dokter Hilda." ucap Mukid sambil tetap menyetir, menjalankan mobilnya. Maimunah masih kelihatan lemas dan wajahnya pucat.

Maimunah hanya memejamkan matanya lantaran apa yang dirasakan nya benar-benar tidak karuan. Dari kepalanya pening, perutnya mual seperti diaduk-aduk, dan badannya tidak enak. Mukid sesekali memegang tangan Maimunah yang seperti benar-benar tersiksa dengan keadaannya itu.

Mukid kini menaikan laju kecepatan mobilnya karena sudah mulai mengkhawatirkan keadaan Maimunah. Hingga beberapa kali Mukid terlihat tidak sabaran membunyikan klakson mobilnya lantaran pengendara motor yang ada di depannya yang membuat dirinya tidak bisa ngebut untuk sampai ke tempat yang dituju.

" Mas, aku tidak apa-apa! Kamu jangan emosi begitu." ucap Maimunah lirih.

" Bagaimana aku tidak mengkhawatirkan kamu, sayang! Wajah kamu terlihat pucat sekali. Apakah masing pusing kepalanya?" tanya Mukid. Maimunah menggelengkan kepalanya pelan.

Mobil itu mulai membelah jalanan yang mulai sepi. Mukid kini bisa bernafas dengan lega, dirinya bisa lancar kaya untuk segera sampai di tempat praktek dokter keluarga nya itu.

Setiba nya di tempat praktek dokter Mukid segera menuntun Maimunah masuk ke dalam. Di tempat praktek dokter itu kini sudah tidak lagi banyak pasien yang menunggu sehingga Mukid bersama Maimunah segera langsung masuk ke ruangan praktek dokter itu setelah bagian resepsionis mendata nama pasien.

" Selamat malam pak Mukid! Maaf tadi saya belum bisa memenuhi panggilan pak Mukid dengan cepat, lantaran sore tadi banyak pasien di tempat ini dan hari ini dokter yang berjaga hanya saya sendiri. Sekali lagi, mohon maaf Pak Mukid!" ucap dokter Hilda seraya menjabat tangan Mukid dengan Maimunah secara bergantian.

" Tolong segera periksa istri saya, dokter Hilda! Sejak tadi pagi Maimunah muntah- muntah terus dan merasakan mual serta pusing. Diisi makanan pun keluar lagi." cerita Mukid. Dokter Hilda melihat Maimunah sejenak ketika Mukid menceritakan keluhan yang dirasakan oleh pasien.

" Baiklah, mari ke ruangan pemeriksaan." ucap dokter Hilda. Maimunah mengikuti apa kata dokter Hilda.

Maimunah berbaring di atas tempat tidur yang diperuntukkan untuk seorang pasien itu. Dokter Hilda mulai mengecek keseluruhannya dan setelah itu dokter Hilda tersenyum melihat layar monitor di dekatnya. Mukid yang sejak tadi duduk menunggu di kursi kini mulai masuk ke ruang pemeriksaan setelah dokter Hilda memanggilnya.

" Selamat pak Mukid, sebentar lagi pak Mukid akan menjadi seorang ayah. Ibu Mukid kini telah mengandung, dan usia kandungan nya menginjak tiga minggu." kata dokter Hilda. Mukid tersenyum bahagia mendengar kabar baik itu. Maimunah pun ikut tersenyum mendengar hasil pemeriksaan dari dokter Hilda.

" Benarkah dokter?" sahut Maimunah kini berubah ceria wajahnya.

" Benar bu, coba ibu ingat- ingat kembali. Kapan ibu terakhir kali mendapatkan menstruasi?" ucap dokter Hilda.

Maimunah dan Mukid saling berpandangan. Keduanya tersenyum.

"Benar dokter, saya sudah beberapa minggu telat datang bulannya. Ternyata saya hamil." ucap Maimunah. Mukid kini menggenggam tangan Maimunah.

" Nah, mulai sekarang kamu tidak boleh capek- capek lagi. Urusan perusahaan biar nanti aku dan asisten kita yang handle semuanya." ucap Mukid.

Dokter Hilda tersenyum mendengar dan melihat keromantisan yang ditunjukkan oleh pasangan suami istri itu.

" Mari ke meja saya lagi pak Mukid! Saya akan memberikan beberapa resep untuk istri Pak Mukid dan bisa ditebus di depan." ucap dokter Hilda seraya menuliskan resep untuk Maimunah.

@@@@@@@

Di dalam mobil, Mukid dan Maimunah tidak henti- hentinya tersenyum bahagia mengetahui kehamilan itu.. Maimunah yang awalnya kurang bersemangat kini menjadi bersemangat, bahkan Maimunah jadi ingin makan yang banyak supaya janin dalam rahimnya bisa berkembang.

" Jadi, kamu mau makan apa sayang?" tanya Mukid. Maimunah mulai. menyebutkan banyak menu.

" Sate ayam, cap cay goreng, bihun goreng, dan ayam bakar madu. Minuman nya juz mangga dan juz buah naga." sebut Maimunah. Mukid tersenyum mendengar semua menu itu diucapkan dari mulut Maimunah.

" Yakin, mau dimakan dan dihabiskan semuanya?" sahut Mukid. Maimunah dengan cepat menganggukkan kepalanya.

" Siap! Untuk bumil yang lagi ngidam semuanya akan kita beli." sahut Mukid dengan senyum bahagia. Betapa kebahagiaan terpancar dari keduanya. Mukid akan menjadi ayah dari benih yang di tanamnya di rahim Maimunah. Maimunah sendiri sebelumnya tidak pernah menyangka kalau masih bisa mengandung. Apalagi di usianya yang sudah berkepala empat.

1
Safa Almira
,yey
Kak Jum
Luar biasa
Kak Jum
lumayan c mukid dpt 2 2 sekali..dpt ibu n anak😂😝😝😝
Piarni Akib Hamazah
degdeg
Diyah Ambarulita
sama mm nya kampung tp pekerjaanya oke 😁
Suzana Suprianti
👍
anniezha_choir
ini jg kk, harusnya, kata maimunah, gtu kan?
anniezha_choir: maaf y kk sebelumnya, kalau saya bnyak komen 🙏
total 2 replies
anniezha_choir
maimunah? zulaikhah?
anniezha_choir: sama" akak... srmangat berkarya
total 4 replies
NAIM NURBANAH
nah iya, itu untuk menunjukkan bahwasanya satu persatu dari mereka tahu rahasia antara Mukid dengan Sinta saja.. 😭
Alif-balqis Faiha
copy juga kata2nya dan diganti dari nenek wati jadi maimunah
NAIM NURBANAH: jeli maksudnya
total 2 replies
Alif-balqis Faiha
part ni dialognya dicopi ya
NAIM NURBANAH: iya, ini untuk menunjukkan bahwasanya nenek Wati dan Maimunah akhirnya tahu rahasia antara Mukid dan Sinta..
total 1 replies
Alif-balqis Faiha
si mukidi mbokya dikasih karma.kayak gak ada penyesalan atas dosa2nya
Alif-balqis Faiha
namanya aduh banget mukid sama maimunah...
NAIM NURBANAH: nama nasional ☺😊
total 1 replies
NAIM NURBANAH
keren pokoknya
Usman Ratta
keren ceritanya
Ade Safitri
🤦‍🤦‍ kenapa nongolnya 3bab dengan cerita yg sama...
NAIM NURBANAH: oh tadi susah up nya kak... nanti di hapus..
total 1 replies
Ade Safitri
Alhamdulillah🤲... akhirnya ada kabar baru dari Mukid Sinta...
NAIM NURBANAH: 😜😘🥰😍... hehehe... lama up nya yah...
total 1 replies
Zoya Almahyra
up dong thorrrr.....
NAIM NURBANAH: terimakasih yah, sudah mampir di sini... ditunggu yah... 😘🥰😍
total 1 replies
Ade Safitri
kemana aja Thor dah lama gak on...
NAIM NURBANAH: 😍🥰😘...wah nunggu. yah akak... baca novel aku yang lain dulu kak.. sambil nunggu ini crazy up lagi...
total 2 replies
Ade Safitri
🙏 Thor... kayanya salah judul ya....
NAIM NURBANAH: oh iya... kepergian Radit...

thanks bun
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!