Fei Xing berasal dari abad masa depan—tahun 3080—dimana hampir semua aspek kehidupan dikuasai oleh mesin pintar canggih.
Kemajuan teknologi yang terlalu cepat mengakibatkan banyak kerusuhan dan konflik di seluruh dunia.
Ayahnya, seorang profesor jenius di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, menciptakan sebuah sistem canggih yang terpasang pada jam pintar Fei Xing.
Tujuan utama penciptaan sistem itu adalah untuk melindungi anaknya dengan mengirimkannya pergi dari tahun 3080 yang penuh bahaya.
Di dunia baru ini, Fei Xing bebas mengendalikan sistemnya sesuai keinginannya.
Sistem kecerdasan buatan ini sangat pintar dan memiliki protokol dasar: tidak boleh menyakiti atau melawan tuannya.
Dalam kurun waktu 100 tahun, Fei Xing sudah sering melakukan perjalanan lintas dunia—dari zaman modern, masa lalu, hingga dunia saat ini—hanya untuk bertahan hidup dan mengembangkan kemampuannya.
Namun Sistemnya membutuhkan energi untuk tetap beroperasi dan menjaga kelangsungan hidupnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooi Xyujin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Suku Hu
[5 juta koin tersimpan!]
[2 juta koin tersimpan!]
[7 juta koin tersimpan!]
[Selamat, Tuan! Anda sudah memiliki 135 juta koin saat ini!] ucap sistem dengan penuh semangat.
Fei Xing menutup kembali tutup botol air minumnya dan melihat ke arah deretan padang pasir yang luas, kemudian melihat pada seekor serigala besar yang sedang berguling-guling dengan senang hati tak jauh darinya.
"Hei Bai, kembali sini!" teriaknya dengan suara kuat yang terdengar jelas di padang pasir kosong.
Serigala besar dengan bulu hitam pekat dan dada putih bersih itu segera bangun, mengibaskan tubuhnya untuk mengeluarkan pasir dari bulunya, lalu berlari cepat ke arah Fei Xing dengan ekornya bergoyang riang.
Fei Xing berlari menyusulnya sebelum melompat dengan lincah untuk naik ke atas punggung serigala itu, lalu Hei Bai segera berlari cepat meninggalkan kawasan padang pasir yang terbuka.
[Kordinasi aktif! Dunia es muncul di depan!] sistem memberitahu dengan cepat.
Fei Xing menyentuh pelindung kepalanya dan segera memasang masker oksigen yang sudah disiapkan.
Serigala yang dia tunggangi adalah salah satu hewan liar paling ganas yang dia jinakkan saat berada di dunia orc.
Banyak bekas luka terlihat jelas di wajah dan tubuh Hei Bai—hasil dari pertarungan sengit antara mereka sebelum akhirnya si serigala itu luluh dan memilih untuk mengikutinya sebagai hewan peliharaan dan teman perjalanan.
Pada awalnya, tubuh Hei Bai hanya seukuran serigala dewasa biasa.
Namun berkat nutrisi khusus yang diberikan Fei Xing, badan serigala itu tumbuh jauh lebih besar dan kokoh, hingga bisa menampung berat badan manusia untuk ditunggangi.
Hei Bai melambaikan cakarnya saat memasuki kawasan yang ditutupi salju tebal.
Fei Xing telah memasang pelana khusus di punggungnya agar mereka merasa lebih nyaman selama perjalanan.
[Arah barat! Terdeteksi beruang jantan dewasa setinggi 2 meter!]
Fei Xing segera turun dari punggung Hei Bai dengan gesit.
Dia melihat ke arah yang ditunjukkan sistem dan melihat sosok besar berbulu putih bersih yang sedang berjalan perlahan di antara rerumputan yang tertutup salju.
Hei Bai mengeluarkan suara mengerang sebagai tanda ancaman pada targetnya. Fei Xing menepuk-nepuk kepala besar serigala itu dengan lembut sebelum berbalik untuk menghadapi beruang jantan itu dengan penuh persiapan.
Suku Hu Zen sudah menunggu selama beberapa bulan di kawasan sekitar vila Fei Xing.
Mereka membangun tenda-tenda sederhana dari daun dan ranting pohon di luar kawasan pelindung vila, karena tidak bisa menemukan gerbang atau rumah Fei Xing seperti yang mereka harapkan.
Pada awalnya, Hu Zen telah berulang kali melewati dan mengelilingi area hutan yang dulu mereka masuki bersama Fei Xing, namun tidak menemukan jejak sedikitpun dari kediamannya.
Tanah dan pepohonan terlihat sama seperti biasa—seolah-olah rumah besar itu tidak pernah ada di sana.
Karena sudah sampai sejauh ini, mereka tidak bisa pergi begitu saja. Selain itu, rumah mereka di pemukiman lama sudah benar-benar hancur dan tidak bisa ditempati lagi.
Mereka membutuhkan kawasan baru untuk bertahan hidup.
Area di depan lokasi sebenarnya vila Fei Xing adalah tanah datar dengan banyak pohon besar dan tinggi yang kokoh—padahal sangat cocok untuk dibangun rumah pohon yang aman dan kuat.
Namun masalahnya, suku Hu Zen tidak pernah berpikir untuk tinggal di atas pohon dan tidak memahami cara membangunnya.
Jadi mereka hanya bisa membuat tenda seadanya dengan bahan yang bisa mereka dapatkan di sekitar kawasan itu, berharap suatu hari nanti akan bertemu lagi dengan Tuan muda yang mereka anggap sebagai Dewa Hutan.
Pada pukul 10 pagi tepatnya, Fei Xing melangkah masuk melalui gerbang rumahnya.
Dibakangnya masih terlihat pemandangan musim salju yang dingin, namun saat memasuki gerbang, suasana langsung berubah menjadi musim semi yang hangat dan nyaman.
[Tuan! Kelompok Hu Zen sedang menunggu Anda! Mereka berkemah di depan gerbang rumah!] sistem menyampaikan dengan nada terkejut saat mendeteksi kembali koneksi dengan dunia tempat suku itu berada.
Fei Xing yang tengah menggosok bulu Hei Bai berhenti sejenak. "Hu Zen? Apa yang mereka lakukan di sini?"
[Sepertinya mereka sedang mencari Anda, Tuan! Namun kondisi mereka terlihat sangat kurang makanan dan perlindungan!]
Saat Fei Xing keluar lagi dari gerbang dan muncul dari balik lapisan pelindung tak terlihat, dia melihat pemukiman sederhana yang hanya berjarak empat meter dari lokasi sebenarnya gerbang vila.
Ada gubuk-gubuk lusuh yang dihuni oleh wanita, anak-anak, bahkan lansia—mereka tampak tertidur saling memeluk untuk menghangatkan tubuh.
Musim dingin sedang datang, namun gubuk mereka tidak memiliki pintu atau jendela yang bisa menutupinya—benar-benar terbuka dan tidak mampu melindungi mereka dari udara dingin.
"Sistem, lepaskan 10 unit robot AI pengasuh segera! Buatlah ruang berteduh seluas 15 meter dari kayu berkualitas baik untuk jadi tempat menginap mereka. Buat juga tempat tidur dari rotan dan alas yang empuk agar mereka bisa beristirahat dengan nyaman...."jelas Fei Xing dengan wajah serius.
[Perintah dilaksanakan, Tuan!] sistem segera bekerja dengan cepat. Jam tangan Fei Xing sedikit meredup sebagai tanda bahwa proses pembangunan sudah dimulai.
Dia berjalan ke arah gubuk dengan hati-hati dan melihat bahwa tidak ada seorang laki-laki pun yang menjaga mereka di sana.
Fei Xing melihat sekeliling—total ada sekitar 50 gubuk reyot yang dibuat dengan seadanya.
Dia segera berbalik untuk masuk kembali ke gerbang, namun suara langkah kaki berat terdengar dari belakangnya.
Fei Xing berbalik dan tepat berhadapan dengan Hu Zen yang baru saja kembali dari perjalanan berburu.
Mata mereka bertabrakan langsung.
Bibir pria muda itu terbuka lebar dengan ekspresi tidak percaya. "Tuan muda...."
Da Wang dan teman-temannya segera maju ke depan saat mendengar suara Hu Zen.
Mereka melihat pria yang dikenali dengan jelas—meskipun mengenakan pakaian berbeda dengan warna yang lebih gelap, itu memang dia yang mereka cari selama berbulan-bulan.
"Apa dia benar-benar Tuan muda...?" bisik Dukun Li Wu pada Er Gao, yang sudah menangis dengan senang. "Ya, ya! Itu dia! Kami selamat!"
"Tuan...." Hu Zan segera menaruh tombaknya di tanah dan berlutut dengan hormat. Melihat itu, semua orang di belakangnya juga melakukan hal yang sama dengan cepat.
Hu Zen memeluk lututnya dan menaruh dahinya ke tanah sebagai tanda rasa hormat yang paling dalam. "...Kami menyambut Anda kembali... Tuan Muda!"
Fei Xing menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan. "...Berapa lama kalian disini?"
Hu Zan segera mengangkat kepalanya dengan wajah yang penuh kesusahan. "..Kami tinggal beberapa bulan...."
Itulah jumlah yang bisa bertahan setelah melewati musim gugur hingga awal musim dingin. Banyak lansia dan anak-anak kecil yang tidak mampu bertahan dari lapar dan cuaca dingin.
Fei Xing melihat wajah mereka yang kurus dan rambut kusut akibat kesusahan. Dia merasa tidak nyaman dan bersalah karena tidak bisa kembali lebih cepat. "...Maaf aku tak bisa kembali lebih cepat...."
"Tidak apa-apa, Tuan. Kami tetap sangat senang Anda kembali...." ucap Zi Kun dengan suara penuh rasa tulus.
Fei Xing mengangguk lalu meminta mereka untuk mengikutinya tanpa perlu membawa barang apapun yang mereka miliki.
Mereka mengangguk setuju dan segera membangunkan mereka yang masih tertidur.
Para ayah dan ibu dengan hati-hati menggendong anak-anak mereka, sementara yang lain membantu lansia untuk bangun dan berjalan.
Fei Xing berjalan ke arah gerbang rumahnya dan seolah hilang begitu saja di depan mata mereka.
Saat dia masuk, orang-orang suku yang baru saja mendengar cerita dari Hu Zen dan kelompoknya masih terkejut tak berbicara.
Hu Zan berjalan di depan bersama Hu Zen, menelan ludahnya dengan gugup sebelum berjalan ke arah gerbang yang kini sudah terbuka lebar.
Mereka bersama-sama melangkah masuk, dan saat melihat keindahan vila Fei Xing dengan mata kepala sendiri, semua orang langsung membeku tak bergerak.
Apalagi melihat tanaman hijau yang subur dan bunga-bunga segar yang mekar indah di mana-mana.
Jelas-jelas di luar masih musim dingin yang sangat dingin!tapi mereka merasa hangat.
Fei Xing berjalan ke dalam dan disambut oleh sepuluh pelayan pria robot yang membungkuk dengan hormat. "Selamat datang kembali, Tuan!"
Dia berbalik pada rombongan suku Hu Zen."Ikuti mereka saja...." Lalu menoleh pada pelayan kepala yang disebut Pelayan 01. "Antar tamu-tamu ini dengan baik dan berikan perlakuan terbaik untuk mereka...."
"Kami mengerti, Tuan!" jawab mereka serempak.
Lalu sepuluh pelayan itu dengan ramah mengajak kelompok suku untuk mengikuti mereka menuju area tempat tinggal yang sudah disiapkan.
Fei Xing yang merasa lelah setelah perjalanan panjang kembali ke dalam vila, dimana Hei Bai sudah tertidur nyenyak di atas sofa besar di ruang tamu.
Dia segera naik ke lantai dua untuk mandi, setelah itu makan dan beristirahat sebentar sebelum melihat kondisi Kelompok Suku Hu.