Humaira sejak kecil hidupnya dihabiskan di pesantren mencari ilmu, ia juga tidak pernah jatuh cinta hingga suatu saat ayahnya sakit ia harus kembali pulang menunggu ayahnya yang sedang koma.
Setelah ayahnya sadar ia harus dijodohkan dengan anak yang telah membantu biaya penyembuhan ayahnya harus menikahi seorang duda beranak.
Setelah melangsungkan pernikahan Raka membuat kontrak perjanjian selama satu tahun pernikahan setelah itu mereka akan bercerai.
Namun dengan seiringnya waktu Aira mulai jatuh cinta kepadanya tetapi Raka sangat membencinya, dan sering menyakiti Aira. Akankah cinta Aira terbalaskan atau sebaliknya yang membuatnya semakin terluka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon duwi sukema, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29.Rindu
"Shitt ...." Daniel mengumpat Aira yang mematikan ponselnya dengan sepihak.
Sebenarnya di mana dia? Saya kok tidak pernah melihat tempat itu batin Daniel.
Saya harus mencari tahu di mana Aira, kalau saya tidak bergerak cepat Aira menjadi milik dosen killer. Saya harus menghubungi Haikal menanyakan di mana Aira sebenarnya.
"Kamu dimana?" tanya Daniel.
"Saya di cafe sekarang. Ada apa?" tanya Haikal.
"Share lok! Saya akan ke sana sekarang, kamu tunggu dua puluh menit saya sampai!"perintah Daniel.
Daniel mengambil jaketnya, ia pakai sambil berjalan menuju garasi mobilnya. Daniel melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju cafe, di mana Haikal berada. Setelah menempuh waktu kurang lebih dua puluh menit Daniel segera masuk mencari Haikal.
Daniel clingguan mencari keberadaan Haikal, ia lupa menanyakan ia di tempat duduk nomer berapa. Haikal yang melihat Daniel seperti orang binggung, ia segera melambaikan tangan dan memanggilnya.
"Hai, Nil! Di sini!" teriak Haikal.
Daniel mendengar namanya di panggil, seperti mengenal suaranya, ia segera mencari sumber suara. Ia melihat Haikal serta dua wanita di sampingnya Daniel segera menghampirinya.
"Maaf Kal, menunggu lama," kata Daniel.
"Ini malah cepat, Nil. Kamu tinggal di mana kok cepat banget sampai sini?" tanya Haikal.
"Tinggal di perumahan puncak jaya," jawab Daniel.
"Apa? Kamu dari sana sampai sini hanya dua puluh menit? Seperti Rossi saja," tanya Ema.
"Iya," sahut Daniel.
"Tumben kamu cari saya, ada apa Niel? Pasti ini karena Aira lagi kan?" tanya Haikal.
"Kamu tahu saja. Saya tadi menghubungi Aira tapi seprtinya dia sedang liburan di gunung atau bukitlah. Saat saya lihat GPS di jaringan ponselnya ia berada di Kediri. Memang benar dia di Kediri?" tanya Daniel.
"Benar, tadi saya ngajak kalian makan malam sekalian membicarakan ini, gara-gara makan saya jadi lupa," sahut Nia.
"Bicara apa? Aira di mana?" tanya Ema.
"Dia pulang kampung! Kita main kesana yuk! Sekalian kita liburan, kamu tahu di sana pemandangan alamnya sangat bagus masih asri ngak seperti di sini polusi yang ada," kata Nia.
"Kamu kok tahu?" tanya Ema.
"Kami lihat story Aira, tadi saya video call sama Aira, dan dia ternyata sudah menikah juga sudah memiliki anak laki-laki yang imut tampan seperti wajah orang bule." Nia menjelaskan apa yang ia lihat saat ia melakukan video call bersama Aira tadi.
"Apa? Sudah menikah? Jangan bercanda!" Daniel terkejut shock dengan perkataan Nia, ia merasa kecewa tapi ia harus segera membuktiknya sendiri kebenaran tentang Aira.
Saya besok harus menyusul Aira ke Kediri menanyakan kebenaran tentang Aira, saya juga harus menyatakan cinta saya ke padanya sebelum dosen killer mendahului saya batin Daniel.
"Wah, sepertinya ada yang patah hati," ucap Haikal.
"Besok kita kesana? Siapa yang mau ikut? Kita bawa mobil satu saja pakai mobil saya saja, gimana setuju ngak," kata Daniel.
"Siap," jawab Nia.
***
Raka merebahkan dirinya di sofa kamar, Raka melihat ponselnya mengotak-ngatik ponselnya. Raka melihat story foto Aira dengan kata-katanya. Lalu ia membuka kembali status Aira yang satunya.
"Apa-apaan ini! Siapa yang di maksud dia? Apa Davian atau jangan-jangan yang di bilang oleh Davian tadi. Apa Aira mencintai pangeran kampus? Seperti apa wajah pangeran kampus? Apa dia lebih tampan dariku?" Kata Raka bicara sendiri.
Kenapa saya jadi mikirin wanita itu, mending saya hubungi Siska saja guman Raka.
Raka menghubungi Siska untuk mengajaknya makan malam, karena ia merasa lapar. Raka melakukan panggilan beberapa kali namun tidak ada jawaban sama sekali.
Kemana dia, di waktu saya ngak ada teman di rumah dia di hubungi tidak bisa, kalau ada sesuatu yang di inginkan saja, tiba-tiba datang guman Raka.
Perutku kenapa ngak bisa di ajak kompromi, makan apa enaknya, biasanya jika ada Aira selalu ada menu makan malam yang ia siapkan, rumah juga rame sekarang sepi sekali tidak ada cerewatnya dia guman Raka.
"Mau masak tapi saya tidak bisa, tanya saja pada Aira dimana makan instan," kata Raka lirih pada dirinya sendiri.
Apa sudah gila saya, mau menghubungi dia. Pasti dia akan besar kepala tapi saya sudah sangat lapar, hubungi sajalah dari pada mati kelaparan. Tidak jadilah nanti harga diriku turun gumam Raka.
Di rumah orang tua Aira
Aira yang selesai makan malam, ia melihat ponselnya, melihat siapa saja yang melihat story yang ia buat ternyata sang suami melihatnya lima belas menit yang lalu.
"Mas Raka sudah makan malam belum ya," kata Aira lirih.
Mas, andai mas tahu jika saya sangat mencintaimu, kenapa masih belum ada satu hari berpisah denganmu hatiku sangat rindu, bagaimana jika kita akan berpisah mas, mungkin saya tak akan bisa hidup batin Aira.
Aira mengambil kertas untuk mengungkapkan rasa rindunya kepada Raka.
Hujan yang mengguyur sesaat,
Menyisakan genangan dalam keheningan
Duduk di depan serambi depan,
Katanya memecah kesunyian.
Tapi biarlah sunyi,
Biarlah kujaga malam ini.
Aku ingin sendiri,
Menuliskanmu seperti ini.
Mengusir rindu yang menghujani hati
Meski di luar hujan telah terhenti.
Sudahlah, hujan seperti takdir,
Tak mungkin kembali ke langit lagi.
Dan aku terdiam
Aira masih saja memikirkan Raka, apakah dia sudah makan malam atau belum, ia segera mengambil ponselnya untuk melakukan video call.
📞📞Mas Raka
📞📞Aira
Raka yang masih menahan lapar, masih duduk di sofa sambil membolak balikkan ponselnya galau di antara menghubungi Aira atau tidak. Mendengar ponselnya berbunyi ia melihat kontak nama orang yang sedang di pikirkan menghubunginya dia segera menggeser tombol hijau.
"Assalamualaikum, mas," sapa Aira.
"Walaikumsalam, ada apa?" tanya Raka pura-pura cuwek.
"Mas! Baru pulang ya, kok masih pakai baju tadi pagi?" Kata Aira dengan menatap layar ponselnya dengan malu-malu.
"Iya, saya baru sampai," kata Raka sambil melonggarkan dasinya mengulungkan kemejanya sampai ke sikut.
Kenapa wajahnya semakin cantik saja, pantas saja banyak laki-laki yang mengejarnya batin Raka.
"Mas, sudah makan malam belum, jika belum di lemari pendingin sudah ada beberapa menu mas. Ada ayam rica-rica, opor ayam, rendang, pepes lele, sambal goreng ampela, mas jika mau makan tinggal manasin saja," kata Aira penuh dengan perhatian.
"Iya, bagaimana dengan Nathan? Kamu menjaganya dengan baikkan?" ucap Raka dengan menyipitkan matanya.
"Saya menjaganya dengan baik mas, dia sudah saya anggap anak saya sendiri, sekarang di sedang bermain sama adik saya Fatih serta Syila di teras mas sambil melihat bintang katanya Nathan," jawab Aira.
"Kamu jadi pulang kapan?"
"Saya tidak tahu mas, mungkin satu minggu lagi, tergantung Nathannya, sepertinya dia betah di sini mas," ucap Aira.
****
Jangan lupa like jg kash bintang 5 ya ..