NovelToon NovelToon
Mengejar Duda Teman Papa

Mengejar Duda Teman Papa

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Cintapertama / Tamat
Popularitas:9.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Noor Hidayati

Zia Nafiza Faraz Shaikh gadis cantik bak Barbie dengan perawakan tinggi langsing berkulit putih mulus tanpa cacat cela yang kini berusia 17th dan tengah duduk di bangku kelas 2 SMA sangat tergila-gila dengan DUDA yang usianya 21th lebih tua darinya.
Zia tidak segan-segan untuk menunjukan rasa cintanya hingga mengungkapkan perasaannya pada Om Bryan yang tak lain adalah Teman Papanya sendiri.

Akankah Om Duda membalas cinta gadis kecil sepertinya?
Lalu bagaimana dengan Papa Faraz? Akankah Ia menyetujui hubungan putrinya dan Temannya sendiri?

Novel ini adalah sekuel dari novel romantis "Perjalanan Cinta Sang Duda" yang akan berkisah tentang kehidupan Zia MENGEJAR DUDA TEMAN PAPA.

follow FB Author @i'tsmenoor
Instagran / Tiktok @_itsmenoor

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noor Hidayati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Meresahkan

Sebelum ke kantor Bryan mengirim pesan pada Zia untuk menemuinya karena Bryan mau mampir ke sekolahnya untuk membahas rencana pertemuannya dengan sang putri.

Bryan yang datang pagi-pagi sekali menunggu Zia di luar gerbang sekolah. Baru juga lima menit berjalan, Bryan terus melihat jam tangannya yang terasa begitu lambat. Kemudian Bryan mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi kekasih kecilnya itu. Namun baru saja Ia menekan Namanya, Zia mengetuk pintu mobilnya.

"Hey..." Bryan langsung membukakan pintu mobil dan mempersilahkan Zia masuk.

"Om..." Zia meletakkan kedua tangannya di pundak Om Bryan dan mencium pipi kanan kirinya.

"Selamat pagi Sayang."

"Pagi Om, Tadi Om kirim pesan katanya ada yang mau di omongin, Apa Om? Kelihatannya penting banget?"

"Sayang, Om sudah bicara pada Bella untuk menemui mu, Jadi kamu bersiaplah, Jam tujuh Om jemput."

"Apa Bella akan setuju?"

"Om tidak bisa pastikan Sayang, Tapi setidaknya berusahalah."

Zia terdiam ragu.

"Zia inging terus bersama Om kan?"

Zia mengangguk-anggukkan kepalanya.

"Maka dari itu, Sekarang giliran Zia yang berusaha."

"Ya baiklah, Akan ku coba."

"Anak pintar." cubitan gemas mendarat di pipi Zia.

"Kalau begitu masuklah, Belajar yang rajin biar bisa juara satu."

Tanpa membantah Zia bersiap turun dari mobil Om Bryan.

"Tumben gak minta penambah imun ha-ha-ha." goda Bryan.

Zia kembali menoleh ke belakang menatap kekasih tampan nya.

"Buat nanti malam aja, Kalau sekarang yang ada Zia jadi gak fokus belajar." ucapnya tertawa.

"Dasar gadis nakal, Pergilah."

Zia turun dan melambaikan tangan pada Om Bryan yang pergi meninggalkannya.

•••

Malam Hari 🌙

Bryan ke kamar Bella untuk memastikan kesiapan putrinya untuk menemui calon Ibunya.

Tidak mau mengulang pertengkaran, Dengan lembut Bryan memanggil putri semata wayangnya.

"Bella Sayang, Tok... Tok... Tok ..."

"Masuk Pah, Gak di kunci."

Bryan membuka pintu perlahan dan melempar senyum pada Bella yang tengah bersiap di depan cermin.

"Putri cantik Papah sudah siap?"

Bella mengangguk dengan senyumnya. Perlakuan Papahnya yang begitu lembut dan perhatian pada dirinya selama ini, Membuat Bella sulit melepaskan Papahnya berhubungan dengan orang lain. Andai saja Bryan bukan Papahnya mungkin Bella juga akan jatuh cinta dengan ketampanan dan perhatian yang Bryan tunjukan.

"Bella..."

"Hah!" Bella yang sejak tadi menatap Papahnya dari pantulan cermin, tersentak dari lamunannya.

"Apa yang Bella pikirkan? Kok ngelamun?"

"Nggak ada Pah."

"Bella mau ketemuan di mana? Di rumah atau di luar?"

"Di rumah aja Pah, Biar lebih santai."

"Kalau begitu, Papah jemput Zia dulu ya, Bella jangan kemana-mana."

Bella mengangguk dan membiarkan Papahnya pergi menjemput calon Ibu kecilnya.

•••

Sesampainya di rumah Zia, Bryan masih harus berhadapan dengan calon mertuanya yang tak lain adalah temannya sendiri.

Hubungan yang asik antara teman dan rekan kerja sekarang terasa begitu canggung setelah mengetahui kenyataannya jika teman nya calon menantunya. Menjabat tangan dengan membungkukkan badan harus Bryan lakukan untuk menghormati calon mertuanya, Sekalipun Ia temannya sendiri. Begitupun dengan Faraz yang tidak kalah canggung karena membuat dirinya merasa jadi begitu tua di depan teman yang akan menjadi menantunya.

"Tuan Faraz, Zia nya ada?"

Pertanyaan Bryan mengagetkan lamunan Faraz yang sejak tadi terus memperhatikan Bryan.

"Kenapa panggil Tuan lagi!" tanyanya dingin.

"Maafkan Aku, Aku merasa bingung harus memanggil mu apa,"

"Nah! Bingung kan, Makanya pikir dulu sebelum menjalin hubungan dengan anak teman mu sendiri."

"Papa, Kok ngomongnya gitu sih, Kan kemarin sudah sepakat?" protes Zia yang baru datang.

"Emang apa, Kan papa cuma bilang pikir dulu, Kalau gak pikir panjang jadinya gini kan, Mau manggil Papa dan Mama apa, Mau panggil kedua kakak mu apa, Semua menjadi canggung kan?"

"Kenapa harus canggung, Zia juga tetap panggil Om gak masalah, Karena menurut Zia panggilan Om itu udah jadi panggilan kesayangan, Jadi jika Kak Zayn dan Kak Zayd mau tetap panggil Om ya gak masalah, Anggap saja mereka manggilin untuk anak-anaknya kelak."

Faraz dan Bryan tercengang mendengar ucapan Zia.

"Kamu sudah berfikir tentang Anak-anak Kakak mu? Apa kamu juga berfikir ingin segera memiliki anak darinya?" tanya Faraz tak percaya.

"Setiap pernikahan pasti akan ada keturunan, Cepat atau lambat Zia akan memilikinya, Udah Ahh, Yuk Om kita pergi sekarang." Zia langsung menarik tangan Om Bryan dan melewati Papahnya yang masih mematung karena ucapan sang putri yang masih di anggapnya anak kecil.

Alia yang baru turun melihat punggung Bryan dan Zia keluar dari pintu, Kemudian menoleh ke arah suaminya yang masih mematung di tempat duduknya.

"Mas! Kok kaya patung sih?" Alia mengayunkan kaki suaminya untuk menyadarkannya.

"Hah!" Faraz tersentak dan menatap sang istri.

"Ada apa, Kenapa melamun seperti itu?"

"Sayang apa kita sudah begitu tua?"

"Kenapa Mas bertanya seperti itu?"

"Putri kecil kita sudah ngomongin anak, Bisa-bisa tidak lama lagi kita punya cucu."

Alia tertawa mendengarnya, Apalagi ucapan itu di barengi dengan raut kehawatiran di wajah suaminya, Membuat Alia tertawa sambil menggelengkan kepalanya.

"Kirain apaan, Gitu doang udah jadi patung, Gimana kalau punya cucu beneran, Hem!" Alia merangkum wajah suaminya dan menggerakan ke kiri dan ke kanan.

"Jadi kamu sudah berfikir tentang anak?" tanya Bryan merapatkan tubuhnya di samping mobil.

Zia menggeleng gugup melihat mata Om Bryan yang menatapnya dengan tajam.

"Emang Zia gak takut? Punya Om gede loh." dengan senyum menggoda Om Bryan meninggalkan Zia dan masuk ke dalam mobilnya.

Zia yang mendengar ucapan Om Bryan membulatkan mata dan susah payah menelan salivanya.

Bersambung...

1
aurel chantika
lanjut mak
Nuryati Yati
papa Bryan ngapain tlpn segala kurang kerjaan aja
Nuryati Yati
wah kakek Rehan menang banyak dpt sudar baby 😁
Nuryati Yati
pantes Belvana ngebet banget
Nuryati Yati
/Facepalm//Facepalm/
Nuryati Yati
kok Belva gk tau kalo punya kembaran
Nuryati Yati
itu yg di lihat Rehan Belva bukn Belvana
Nuryati Yati
cerita Bryan dan Zia terulang lagi ke Belvana
aurel chantika
salah paham lagi
aurel chantika
astaga ne anak.
aurel chantika
pikiranmu jahat sekali belvana,kamu tidak tau mama zia udah hampir gila mikirin kamu.& kamu malah sama laki-laki yg GK kamu kenal.
aurel chantika
semoga ketemu
aurel chantika
wah Roy teman papanya belvana rupanya
aurel chantika
belvana emang ya minta dicubit ini
aurel chantika
aku lanjut baca ne
Itsmenoor (Author Gragas): Wah terimakasih kak Aurel Cantika, gimana kabarnya, kok baru lanjut baca? 😅
total 1 replies
Mulyanah Fira
Luar biasa
Yuliana Purnomo
thanks Thor 🥰,, happy ending 👍
Itsmenoor (Author Gragas): Wahhh dah tamat aja 😅
total 1 replies
Yuliana Purnomo
haaah Briyan sekarang merasakan di posisi opa Faras kn
Yuliana Purnomo
penasaran kakek Rehan unboxing siang bolong kh??
Yuliana Purnomo
coba jambang nya Ama kumisnya di pangkas justru akan keliatan muda,, kakek Rehan😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!