NovelToon NovelToon
Cinta Istri Simpanan

Cinta Istri Simpanan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Poligami / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.7
Nama Author: Indah R Y

Banyak Adegan 21+
Yang Masih dibawah umur harap bijak dalam memilih bacaan.

"Mas Aku Hamil" Begitu kata seorang wanita cantik yang usia nya baru menginjak 20 tahun.

"Kamu gak bohong kan ?" tanya Seorang pria yang bekerja sebagai dokter kandungan.

Wanita yang bernama lengkap Alsafa Margareth itu mengangguk.

Dan mulai hari itu dirinya resmi menjadi istri simpanan dari seorang pria yang jarak umurnya terpaut sangat jauh. Namun cinta Safa begitu tulus ia begitu sabar walau statusnya tak pernah menemukan titik ujung. Entah karena suaminya takut meresmikan hubungan mereka atau memang tak ada cinta untuk dirinya ??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indah R Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 29

Safa berlari meninggalkan kafe yang cukup ramai itu, sesekali ia menabrak orang yang hendak masuk sehingga membuat nya di marahin. Tapi Safa tak peduli bahkan tak mengatakan maaf sedikitpun.

"Maafkan teman saya !!" begitu kata Orlando meminta maaf pada pengunjung yang tak sengaja Safa tabrak.

"Kalau jalan hati-hati dong, main tabrak aja" balas sih pengunjung.

Orlando kembali mengatakan maaf, kemudian sedikit berlari untuk mengejar Safa. Situasi saat ini sudah gelap, jam menunjukan pukul 20:30 Wib. Jalanan hanya di sinari oleh sorot lampu tiang yang di pajang di pinggir jalan.

"Hiks--Hiks--Hiks.. Ini terlalu menyakitkan untukku ! kenapa aku harus terlibat dalam situasi seperti ini" ucap Safa dengan lirih.

Ia mendudukan diri di pinggir jalan, tak peduli jika tingkahnya membuat orang yang lewat menjadi heran. Safa hanya ingin menumpahkan rasa sakit yang saat ini ia rasakan.

Melihat suami sendiri sedang dengan perempuan lain itu adalah hal yang paling menyakitkan, tapi Safa tak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya istri simpanan yang tak punya kedudukan besar seperti Desi.

Jika ia menghampiri Febri tadi, otomatis Safa akan malu sendiri. Dan belum tentu juga disana Febri akan mengakuinya, bisa saja Febri mengatakan kalau tak pernah mengenal Safa.

Dari kejauhan Orlando terus memperhatikan Safa, laki-laki itu masih heran dan bingung apa yang terjadi pada Safa.

"Walau aku tak tahu kamu kenapa, tapi ku harap sudahi tangisan ini karena itu terlalu memilukan"

Safa mendongak, ia menatap Orlando yang tengah berdiri di sampingnya.

"Ayo bangun, kita pulang sekarang !" Orlando mengulurkan tangan nya.

"Tinggalkan aku sendiri Orlando, aku mau sendiri dulu, kamu pulang lah duluan" balas Safa.

"Mana mungkin aku meninggalkan kamu dalam kondisi seperti ini, aku bukan laki-laki jahat yang akan tega melakukan itu."

Orlando belum juga menarik tangannya "Aku tak akan menarik tangan ini sampai kamu mau berdiri dan kita pulang bersama"

Akhirnya Safa menurut, ia menerima uluran tangan Orlando dan berdiri.

...🍀🍀🍀🍀🍀🍀...

Di Kafe----

"Seperti nya aku melihat Safa tadi melintas" ucap Febri dalam hati. Karena tadi saat Safa keluar Febri tak sengaja menatap kearahnya, namun karena banyaknya pengunjung membuat Febri tak bisa mengenali Safa dengan jelas.

"Tapi mana mungkin Safa ada di sini, mungkin itu hanya perasaan ku saja"

Desi memperhatikan suaminya yang terlihat mencari seseorang "Kamu kenapa Mas ? apa kamu mencari seseorang ?" tanya Desi.

"Enggak Sayang, tadi Mas seperti melihat Yohan tapi kayaknya bukan deh, mungkin hanya perasaan Mas saja" jawab Febri berbohong.

"Oh" Desi hanya menganggukan kepalanya, lalu kemudian kembali menyendokkan makanan kedalam mulutnya.

"Mas ke toilet dulu ya !" ucap Febri.

"Iya Mas"

Febri meninggalkan Desi dan menuju toilet, sebenarnya ia bukan ingin buang air, tapi Febri ingin menelpon Safa dan menanyakan dimana dan bagaimana kondisi wanita itu saat ini.

Setelah sampai di toilet Febri langsung menelpon Safa, namun 2 kali panggilan tak juga di jawab.

"Kamu kemana Fa ? kenapa gak di angkat ?"

"Aaaiiiissssttt" Febri menggeram kesal.

"Atau jangan-jangan itu tadi beneran Safa, tapi ngapain dia kesini ?"

Sungguh pikiran yang bodoh yang Febri lakukan, harusnya ia tak perlu bertanya lagi kenapa Safa ada di kafe itu, pastilah untuk makan.

...🍀🍀🍀🍀🍀...

Safa bukannya tak tau kalau suaminya menelponnya, hanya saja wanita itu sedang tak ingin mendengar suara suaminya. Penampakan yang ia saksikan tadi sudah membuktikan kalau Safa tak pernah di anggap ada oleh Febri.

Febri hanya menginginkan anak di kandungan nya, bukan dirinya sendiri. Karena Febri lebih mencintai istri pertamanya.

"Sana masuk ! aku mau langsung masuk juga capek banget soalnya" ucap Orlando.

"Makasih ya udah nemenin aku hari ini, maafkan atas sikap ku tadi"

"Tidak mengapa, setiap orang pasti ada masalah, aku yakin kalau saat ini kau sedang ada masalah. Jika kamu mau berbagi aku siap mendengarkan nya"

"Seandainya Orlando ini adalah Mas Febri yang selalu ada buatku, pasti aku akan bahagia sekaki" ucap Safa dalam hati.

Setelah Orlando pergi, Safa memasuki apartemennya, Ponselnya kembali bergetar namun lagi dan lagi Safa mengabaikan nya, bahkan karena tak ingin di ganggu sama Febri. Safa menonaktifkan ponselnya.

"Jangan hubungi aku Mas, nikmati saja malam bahagiamu dengan Mbak Desi"

...🍀🍀🍀🍀🍀🍀...

Pagi-pagi sekali Febri sudah berada di apartemen, ia kesal sekaligus khawatir dengan keadaan Safa karena sampai sekarang ponsel Safa tidak aktif.

Berulang kali Febri memencet bel namun belum juga di bukakan oleh Safa. Saat Febri sedang menunggu seperti ini tiba-tiba Orlando mendekat.

"Anda siapa ya ?" tanya Orlando basa-basi.

"Saya suaminya Safa wanita yang tinggal di apartemen ini, hmmm kamu tau gak dia kemana soalnya kan apartemen kalian berdekatan"

"Apa Safa menangis semalam karena suaminya ya ?" ucap Orlando dalam hati.

"Maaf saya baru saja keluar jadi saya tidak tau dia kemana" jawab Orlando.

Febri mengangguk, kemudian kembali memencet bel, setelah beberapa saat Safa membukakan pintu.

"Kenapa lama sekali sih ? kamu lagi ngapain memangnya ?" cercah Febri dengan tatapan kesal.

"Aku baru bangun, maaf jadi telat membukakan pintu" balas Safa.

Setelah kembali mengunci pintu Safa menuju kamarnya, ia tak ingin melayani Febri atau menanyakan apakah suaminya itu sudah sarapan atau belum.

"Semalam kamu kemana Fa ?" tanya Febri yang mengikuti langkah istrinya

"Gak kemana-mana, memangnya kenapa ?"

"Enggak papa, Mas hanya nanya aja saja kamu, soalnya semalam pas Mas makan malam sama Desi di kafe tak sengaja lihat perempuan yang sama persis seperti kamu"

Safa terdiam, ataukah memang benar kalau yang Febri lihat itu adalah dirinya.

"Seandainya memang benar kalau itu aku, apa Mas akan mengejarku ?" tanya Safa ingin tau jawaban Febri

"Ya enggak dong Fa, Mas kan lagi sama Desi. Bagaimana reaksi Desi kalau tau Mas ngejar kamu."

Safa tersenyum sinis, cukup sudah ia paham tentang semua ini. Ia tak ingin lagi berharap lebih.

"kamu ngapain kesini Mas ?" tanya Safa.

"Ya lihat keadaan kamu lah, kok nanya gitu. Mas juga mau lihat bayi kita"

"Dia baik-baik saja Mas, kalau dia kenapa-napa aku akan menghubungimu"

"Kenapa nomormu tak bisa di hubungin ?"

"Lowbet, dan belum di cas sama sekali"

"Kan disini ada listrik Fa, kenapa bisa lowbet sih, kan Mas udah bilang kalau nomor kamu harus selalu aktif supaya Mas bisa menghubungimu setiap saat" omel Febri.

"Iya nanti aku Cas"

Sekarang Febri baru menyadari kalau ada yang beda dari sikap Safa, pagi ini Safa terkesan dingin dengannya.

"Safa kenapa ya ? sepertinya dia marah sama aku"

----

...LIKE DAN KOMEN...

...ADD FAVORIT...

...KASIH HADIA (BUNGA/KOPI)...

1
Rina Rina
bener Thor biar kan Safa bahagia kasian dri awal nangis trus
Rina Rina
keren
Rina Rina
sama aq juga setuju
Rina Rina
rasakan itu masih ada di sia2kan
Rina Rina
betul itu kk
Rina Rina
bodoh udah dibilang pigi aja
Rina Rina
aq setuju pergi aja untuk apa cinta klo trsiksa
Rina Rina
klo aq jdi Safa pergi aja bawa anak nya biar gk sakit hati trus
Ray Jepara
Kecewa
Awind Widayanti
ga suka safa yg terlalu lemas sama kk tirinya
Awind Widayanti
kan udah liat d foto
Li Tho
Luar biasa
Starry💫
antara kasihan sama Desi dan juga kasihan sama Safa, tapi pingin banget menenggelamkan Febri di danau Sunter 😠
Nani Mardiani
Makanya wat kaum perempuan jangan mau dinikahi siri, rugi banget.
Klo kejadian kaya Safa harusnya Febri jujur sama istrinya klo dia sudah niduri perempuan lain walau karena kecelakaan. Istrinya mo terima apa gak itu sudah jg resiko Febri dan tanggungjawab sudah merusak kehormatan perempuan lain. Ini malah berbohong dan bohong terus lebih baik Safa pergi deh tinggalin Febri daripada tersakiti , lebih baik hidup bahagia bersama anakmu. Soal rezeki dan jodoh kan dah ada yg atur. Upps lupa deh ini kan novel 😄😄😄 jelas yg atur author donk. Safa selamat berjuang aja ya.
Enung Samsiah
naaahhh akhirnya ketauan juga di sembunyikan d mn pun akn ketauan juga,,,,
Enung Samsiah
aduuhh sipebi pdhl jngn bilng mau mkn berdua kan ibu hmil snsitif sedih jdinya,,
Enung Samsiah
aaaahhh rumah tangga kacau klu udh begini,,, ayo jdi siapa yg d salahkan,,,,
Enung Samsiah
rasa takut seorang istri pasti ada, semua istri pasti gitu
Dila Ayu
semangat y thor..
Jeany Cutex
ceritanya seru kayak di sinetron
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!