Memiliki kepribadian yang susah untuk bergaul atau sering disebut introvert membuat Jasson lelaki tampan yang berprofesi sebagai dokter ini tidak memiliki wanita disisinya. Dikenal sebagai lelaki dingin dan acuh terhadap seluruh wanita yang mencoba mendekatinya, Entah itu memang karna tidak pernah mendekati wanita atau memang dia yang tidak tertarik kepada wanita tersebut, Hingga ada akhirnya dia datang mengunjungi pasien akibat pasien tidak mau kerumah sakit jadi terpaksa dia yang turun tangan mendatangi rumah pasien tersebut.
"Menjadi suamiku saja bagaimana?" Tiyara Watsons.
"Hah?" Jasson Drean
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tari channel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CEO cantik yang kejam
Dengan kemewahan yang ia miliki dan kemampuannya membuatnya dihormati oleh siapapun dan tidak ada yang berani melawannya karna mengetahui apa kemampuannya.
Seluruh pekerja memberikan hormat kepada CEO perusahaan tersebut dengan banyaknya orang yang kagum dengannya, Memiliki wajah cantik, Hati baik, Kekayaan yang berlimpah dan tau dalam segala hal membuat siapapun yang mengetahui itu iri terhadapnya jadi tidak heran jika banyak pesaing bisnis yang mencoba melumpuhkannya dengan banyaknya cara namun tidak ada yang berhasil akibat tidak mengetahui apa yang dikuasai oleh wanita muda itu kecuali perusahaan.
Namun dibalik kekaguman seluruh orang kepadanya banyak pula yang sedikit takut, Biarpun dari wajah wanita itu nampak lembut namun nyatanya wanita itu sangat disiplin dan tidak pernah pandang bulu terhadap karyawannya dan disebut CEO cantik yang kejam.
Namun biarpun seperti itu semua karyawan didikannya semunya berhasil meraih satu persatu keinginan mereka entah akibat didikan keras atau memang hal lainnya. Tiyara masuk kedalam lift bersamaan dengan para pengawalnya dan menatap tajam kedepan hingga lift tertutup dia masih saja memasang tatapan mematikannya.
Tingg
Lift terbuka dsn Tiyara keluar dari lift tersebut dan berjalan menelusuri lorong kantor tersebut menuju keruangannya. "Ambilkan data keungan bulan ini dan bawa rekaman cctv bulan ini kemari" pinta Tiyara dan masuk kedalam ruangannya.
Dia langsung duduk dikursinya sedangkan Dery sang asisten pribadi sudah pergi mengambilkan rekaman cctv dan juga data keungan bulan ini.
Dery masuk kedalam ruangan Tiyara dengan membawa flasdisk dan juga map ditangannya. "Ini bu" ucap Dery. Tiyara tidak menjawabnya dan mengambil data keungan dan juga flasdisk tersebut dan melihatnya secara bersamaan.
Mata yang berpindah menatap layar komputer dan juga kertas ditangannya membuatnya menemukan kejanggalan dengan sangat mudah. "Berani berbuat curang saat aku tidak masuk ya?" tanya Tiyara dengan senyumnya saat melihat data keungan ada yang melenceng dan cctv yang menunjukkan seseorang tengah mengambil uang.
"Ambil ini, Ada satu orang yang mencoba menghianatiku" ucap Tiyara dengan memberikan data keungan kembali kepada Dery dan kembali keluar dari ruangannya tersebut.
Tiyara berjalan menuju keruangan cctv dan masuk kedalamnya. "Berikan aku melihat cctv" ucap Tiyara dan menerobos mereka yang bekerja dibagian cctv dan memperhatikan dengan jelas kecilnya cctv merekam akibat terlalu banyak cctv yang terpasang diperusahaan besar itu.
"Bawa orang ini keruanganku" ucap Tiyara dengan menunjuk kearah wanita yang tengah bekerja santai dihadapan komputer.
"Bain bu" jawab Dery.
"Eh bukan kau, Kau ikut denganku kembali keruangan" balas Tiyara yang kembali keluar dan menuju keruangannya.
Pengawal bergerak cepat dan menghampiri orang yang ditunjuk oleh Tiyara tadi.
"Bagaimana bisa kau membiarkan mereka berbuat curang diperusahaan ku?" tanya Tiyara dengan wajah datarnya kepada Dery yang bisa kecolongan akan hal tersebut.
"Saya sudah mengecek dan memperhatikan seluruh isi perusahaan namun saat saya mengeceknya semuanya berjalan dengan baik nona, Tidak menemukan sedikitpun kejanggalan" jawab Dery.
Tiyara membuang nafas panjang akan Dery yang menurutnya jujur itu. "Ingatlah perusahaan ini tiga persen milikmu, Kau memiliki hak untuk berbuat semaumu diperusahaan ini, Kau tidak perlu takut jika dibilang hanya menjadi asistenku saja" ucap Tiyara dengan wajah datarnya.
"Bukan begitu nona..."
"Jika bukan, seperti apa? Kau takut semua wanita yang mendekatimu hanya karna uangmu makanya kau tidak mau mengumumkan hakmu pada R.A grup? Kau tau apa yang dimaksud profesional? Orang profesional tidak akan memasukkan masalah pribadi mereka kedalam pekerjaan, Kau tidak bisa seperti ini, Kau harus bisa membuat orang segan denganmu saat kau sendiri, Jika seperti ini selalu mereka akan seenaknya mengambil uang" jelas Tiyara yang sedikit kesal akan Dery.
"Saya tidak akan mengulanginya lagi nona" jawab Dery yang sudah tidak bisa mengelak akan ucapan Tiyara yang benar adanya.
"Bu kami sudah membawakannya untukmu" ucap pengawal kepada Tiyara.
"Berapa kau mengambil uang perusahaan?" tanya Tiyara langsung kepada wanita yang saat ini menundukkan kepalanya.
"Saya tidak mengambil uang perusahaan bu" jawab wanita tersebut dengan wajah paniknya.
"Aku tidak menerima jawaban lain kecuali jawaban nominal kau mengambil uang perusahaan dan juga alasannya" balas Tiyara dengan wajah datar dan tatapan tajamnya menatap wanita tersebut.
"Tapi bu saya...."
"Perhatikan ini" perintah Tiyara dengan menunjukkan rekaman cctv yang menampakkan wanita tersebut mengambil uang ditempatnya.
"Jawab berapa nominalnya" tegas Tiyara kembali yang masih bisa tidak berteriak.
"2 juta ¥" jawab wanita tersebut dengan menundukkan kepalanya.
"Ah, Hebat sekali kau ya" ucap Tiyara dengan senyumnya.
"Saya...."
"Dery jika ada yang tidak menghormatimu lain kali beritahu aku, Akan aku tendang mereka keluar dari R.A grup" ucap Tiyara tanpa menjawab pertanyaan orang dihadapannya saat ini.
"Kau harus mengganti uang yang kau ambil, Jika tidak kau tanggung sendiri akibatnya" ucap Tiyara kembali kepada wanita itu dan berlalu begitu saja.
"Aku harus kabur, Uang kemarin sudah dibawa oleh ayah pergi" guman wanita itu yang takut.
"Kaburlah jika kau bisa" balas Tiyara yang seakan akan tau isi hati wanita itu.
"Sudah hampir waktu makan siang, Ayo kembali" ajak Tiyara.
Mereka masuk kedalam mobil dengan Dery yang saat ini duduk disamping kemudi. "Hah, Dery, Dery" ucap Tiyara dengan menggelengkan kepalanya.
"Kau tidak bisa diandalkan untuk mengurus perusahaan, Kau begitu lemah dalam hal ini, Jika menjadi pemimpin mafia atau gangster kau hebat, Namun dalam perusahaan kau sangat bodoh, Kau membiarkan masalalu mu itu merusak masadepanmu, Biarkan hal itu berlalu, Mulailah belajar untuk menjadi pemimpin di R.A grup, Jika kau nanti sudah berhasil dan benar benar berhasil akan aku tambahkan kepemilikan saham kepadamu" jelas Tiyara terang terangan kepada Dery yang duduk dihadapannya.
"Saya tidak memerlukan imbalan apapun, Namun saya akan berusaha yang terbaik untuk membuat perusahaan lebih maju lagi" jawab Dery yang tau diri jika dia memang belum bisa untuk memimpin kembali.
"Aku pegang ucapanmu, Saat aku mengecek lagi bulan depan aku harap tidak akan ada hal seperti ini lagi" balas Tiyara dengan senyumnya.
"Hah, Sudah waktunya makan siang" ucap Jasson yang baru saja keluar dari ruangan operasi dan berjalan menuju keruangannya. Dia langsung masuk kedalam ruangan tersebut dan mengunci ruangan itu.
"Permisi dokter ini makanan untuk anda" ucap dokter Syeri dengan memberikan makan siang kepada Jasson.
Jasson menatap datar kearahnya. "Kenapa anda yang membawakannya? Kemana perginya asistenku?" tanya Jasson dengan wajah datarnya.
"Entahlah dok, Mungkin dia juga sedang makan siang" jawab dokter Syeri.
"Baik, Terima kasih" ucap Jasson dan mengambil makanan yang baru saja dibawakan Syeri untuknya.
Jasson membuka makanan yang dibawakan oleh Syeri untuknya dengan Syeri yang masih berdiri dihadapannya, Tidak duduk namun masih berdiri. "Ada keperluan lain?" tanya Jasson dengan wajah datarnya akibat sedikit risih akan kehadiran Syeri dihadapannya.
tapi smngat ya thor
tiyara selalu melindungi jasson
aku mampir karna liat Poto Lucas ngupil wkwkwk🤣🤣
yakin bakal kubaca semua novel otot deh kalo gini😂