Novel ini lanjutan dari BU GURU CANTIK UNTUK TUAN MUDA, jadi biar nyambung di harapkan baca kisah RAQILA dulu🙏🙏
Rama Edrik Abraham merupakan putera sulung dari Raffa dan Aqila, saat ini Edrik sedang berada diusia pubernya. Edrik tumbuh menjadi anak yang berbeda, masuk geng motor, urakan, pergaulan bebas, membuat kedua orang tuanya pusing tujuh keliling menghadapi sikap keras Edrik.
Berbeda dengan Kakaknya, Rakka Endro Abraham merupakan anak yang penurut, pendiam, dan lebih kalem.
Kehadiran Alisya Anggun Almira yang merupakan murid baru di sekolah mereka, membuat kehidupan kedua Kakak beradik itu jungkir balik. Wajahnya yang cantik membuat semua orang jatuh cinta kepadanya termasuk Edrik dan Raka.
Siapa yang nantinya akan di pilih oleh Alisya, apakah Edrik pria sombong dan tak terbantahkan? ataukah Raka, pria kalem dan baik hati?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29 ( Kepulangan Edrik )
👩⚕
👩⚕
👩⚕
👩⚕
👩⚕
Enam tahun pun berlalu....
Icha sekarang sudah menjadi seorang Dr.Umum di sebuah rumah sakit ternama yang ada di Jakarta. Semua tidak lepas dari campur tangan Raffa yang sudah membantu Icha supaya bisa masuk di rumah sakit itu.
Kebetulan Icha bekerja bersama Rima, Zaki, dan Amar di rumah sakit yang sama. Rima dan Icha sama-sama sebagai Dr.Umum, Rima ingin sama-sama dengan Icha karena itu walaupun Rima sangat mampu untuk mengambil spesialis tapi dia urungkan karena ingin terus bersama Icha.
Sedangkan Zaki dan Amar, jauh sebelum Icha lulus mereka sudah terlebih dahulu lulus dan mereka sama-sama melanjutkan kuliah untuk ambil spesialis. Zaki menjadi Dr. bedah mengikuti jejak Kakaknya yaitu Dr.Rizky yang tidak lain suami dari Cyra.
Sedangkan Amar ambil spesialis anak, karena Amar sangat suka dengan anak kecil.
"Hai Cha."
"Hai..."
"Kamu sibuk ga hari ini?" tanya Rima.
"Hemm..lumayan, ada apa?"
"Oh ga apa-apa."
"Apaan sih ga jelas banget."
"Aku lagi galau tahu," seru Rima duduk dihadapan Icha dengan wajah cemberut.
"Galau kenapa?"
"Sudah tiga hari aku ga ketemu sama Raka, dia sibuk banget, ga tahu apa kalau aku merindukannya."
"Astaga, kirain apa. Kamu samperin aja ke kantornya nanti pas makan siang, ajak makan siang bareng."
"Tapi kamu bagaimana?"
"Memangnya aku anak kecil apa, aku bisa makan siang sendiri."
"Seriusan kamu ga apa-apa kalau aku tinggal."
"Iya."
"Terima kasih, kamu memang sahabat terbaikku," ucap Rima dengan memeluk Icha dari samping.
Tiba-tiba pintu ruangan Icha terbuka dan menampilkan dua pria tampan dengan senyumannya.
"Hai girl, apakabar?" sapa Amar.
"Kak Amar, Kak Zaki."
Rima langsung berlari menghambur ke pelukkan Amar dan Zaki bergantian.
"Dasar, sudah jadi Dokter juga masih saja manja," seru Amar dengan mengacak-ngacak rambut Rima.
"Kak Zaki dan Kak Amar kapan pulang?" tanya Icha.
"Tadi malam, kita ga sengaja pulang barengan," sahut Zaki.
Zaki pun melihat-lihat ruangan kerja Icha..
"Akhirnya kamu jadi Dokter juga."
"Iya Kak, Alhamdulillah."
"Bagaimana kabar kamu setelah empat tahun aku tinggalkan, apa kamu merindukanku," goda Zaki.
"Apaan sih Kak," seru Icha dengan memukul lengan Zaki.
"Eh dengar-dengar kamu pacaran sama Raka Endro Abraham ya anaknya Raffael Abraham?" tanya Amar.
"Iya Kak."
"Cie..cie..adik aku yang manja ini akhirnya ada yang mau juga."
"Ih Kak Amar nyebelin, aku cantik tahu mana mungkin ada pria yang menolak pesonaku."
"Dasar kepedean."
Mereka berempat pun akhirnya tertawa bersama. Satu tahun lalu, akhirnya Raka memutuskan untuk pacaran dengan Rima. Rima begitu gigih mendekati Raka walaupun Raka selalu bersikap cuek dan acuh tapi Rima tidak pernah menyerah.
Hingga akhirnya Raka pun luluh juga oleh Dokter cantik yang manja dan ceria itu walaupun hatinya belum sepenuhnya mencintai Rima tapi Raka berusaha untuk membahagiakan Rima.
"Cha, kamu ada teman makan siang sama Kak Amar dan Kak Zaki jadi aku ga bakalan khawatir kamu makan sendirian."
"Iya bawel."
Waktu makan siang pun tiba...
Rima dengan cepat mengendarai mobilnya menuju perusahaan Raka, dia ingin mengajak Raka makan siang bersama. Sedangkan Icha diajak makan siang bersama oleh Zaki dan Amar.
Sesampainya di perusahaan Raka, Rima dengan cepat menuju ruangan Raka, semua karyawan sudah tahu kalau Rima adalah kekasih bos mereka.
Ting...
Pintu lift pun terbuka, langsung memperlihatkan seorang wanita cantik yang sedang sibuk didepan komputernya.
"Selamat siang Riana," sapa Rima.
"Hai Rima, tumben kesini?"
"Aku mau ketemu sama Raka, mau ngajak dia makan siang bareng, dia ada kan?"
"Ada, sudah sana masuk."
"Ok, ya sudah aku masuk dulu ya."
Riana pun tersenyum, Riana adalah sekertaris Raka.
Ceklek...
Rima membuka pintu ruangan Raka dan terlihat Raka sedang fokus dengan laptopnya sampai-sampai Raka tidak menyadari kalau Rima masuk ke dalam ruangannya.
"Sayang..." rengek Rima dengan wajah yang cemberut.
Raka mendongakkan kepalanya dan Raka sedikit terkejut karena sudah ada wanita cantik berdiri dengan wajah cemberut didepan pintu.
"Astaga Rima, kapan kamu datang."
Raka beranjak dari duduknya dan segera memeluk wanita manjanya itu.
"Kamu sibuk banget sih sayang, sampai-sampai sudah tiga hari ini tidak pernah ngehubungi aku sama sekali," rengek Rima dengan masih menenggelamkan wajahnya didada bidang milik Raka.
"Maaf sayang, aku benar-benar sibuk sampai lupa ngehubungi kamu," sesal Raka dengan mencium pucuk kepala Rima.
"Aku itu sangat merindukan kamu tahu."
"Iya maaf, aku juga merindukan kamu kok."
Rima pun melepaskan pelukkannya dan menatap wajah tampan sang kekasih.
"Makan siang yuk."
"Ayo mau makan dimana?" tanya Raka.
"Terserah kamu saja deh sayang."
"Ya sudah, sebentar aku beresin dulu meja kerja aku."
Raka pun menutup laptopnya dan dengan cepat menggandeng tangan Rima keluar dari ruangannya.
"Ri, mau ikut makan siang?" tanya Raka.
"Ogah, entar aku dijadikan obat nyamuk lagi. Sudah sana jangan bikin aku jones, aku juga mau makan siang aja keluar," sahut Riana.
Raka dan Rima terkekeh mendengar jawaban Riana.
"Ayo kita bareng ke bawah," ajak Rima.
Sampai parkiran pun mereka berpisah, Riana menuju restoran yang tidak jauh dari kantor karena Riana terlalu malas kalau jauh-jauh apalagi cuma makan sendiri.
"Cha, kamu ga ada niatan buat ambil spesialis?" tanya Amar.
"Pengen sih Kak, tapi entar aja deh kalau uangnya sudah terkumpul," sahut Icha.
"Pacar kamu belum pulang Cha?" tanya Zaki.
Icha menggelengkan kepalanya lemah...
"Sabar, nanti pas pulang dia langsung melamar kamu," seru Zaki.
"Mending kalau langsung melamar, ini pulang-pulang bawa wanita lain, hayo bagaimana?" goda Amar.
"Kak Amar mah gitu bikin aku down saja," keluh Icha dengan mengerucutkan bibirnya.
Tiba-tiba ada yang menepuk pundak Icha..
"Cha, kamu makan disini juga," sapa Riana.
"Hai Ri, apakabar?" seru Icha dengan memeluk Riana.
Amar terlihat menganga melihat Riana..
"Woi, tolong mulutnya di kondisikan," seru Zaki dengan memasukkan daun selada ke mulut Amar.
"Ri, gabung sini aja," seru Icha.
"Memangnya boleh?"
"Bolehlah."
Riana pun duduk disamping Icha..
"Ri, kamu masih ingat kan sama Kak Zaki dan Kak Amar?"
"Ingat-ingat lupa sih."
"Ya sudah kalau gitu, kenalan lagi nama aku Amar," seru Amar dengan mengulurkan tangannya dengan semangat.
"Riana."
"Aku Zaki."
"Riana."
"Tumben kamu makan sendiri?"
"Iyalah, si Raka lagi kangen-kangenan sama Rima masa iya aku harus ngintilin mereka, bisa-bisa aku dijadikan obat nyamuk."
"Ya sudah, kamu pesan makanan dulu sana."
Akhirnya mereka berempat pun makan sama-sama, Amar tidak henti-hentinya menggoda Riana membuat Riana merasa malu.
Malam pun tiba...
Malam ini Icha tidak menginap di rumah Mommy Aqila, Icha pulang ke rumahnya sendiri.
Sementara itu di kediaman Abraham...
Sebuah mobil memasuki halaman rumah Abraham, tidak lama kemudian dari dalam mobil keuarlah seorang pria tampan, gagah, dan tinggi disusul dengan seorang wanita cantik yang keluar dari dalam mobil.
"Selamat datang kembali Tuan Edrik," seru Pak Rusli.
"Iya terima kasih Pak."
Pak Rusli tampak melihat ke arah wanita yang datang dengan Edrik. Edrik dan wanita itu masuk ke dalam rumah bersamaan.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Raka, Mommy Aqila, dan Daddy Raffa menjawab bersamaan dan menoleh ke arah pintu.
"Astaga Edrik, anakku."
Mommy Aqila langsung menghambur ke pelukkan Edrik.
"Mommy sangat rindu sama kamu sayang."
"Edrik juga rindu sama Mommy."
Sedangkan Raka dan Daddy Raffa tampak terdiam menatap wanita yang berada di belakang Edrik. Mommy Aqila melepaskan pelukkannya.
"Apakabar jagoan Daddy."
"Edrik baik-baik saja Daddy."
Anak dan Ayah itu saling berpelukkan..
"Apakabar Bro."
"Baik Bang."
Edrik pun merangkul Raka, sedangkan wanita yang datang bersama Edrik hanya diam mematung di depan pintu dengan menundukkan kepalanya.
"Dia siapa Bang?" tanya Raka.
"Kenalkan dia Niken, calon istri Edrik," sahut Edrik.
Semua orang tampak terkejut dengan jawaban Edrik.
"Ap--apa, ca--calon istri," sahut Mommy Aqila dengan tergagap.
Raka terlihat mengepalkan tangannya dan dengan cepat Raka meninggalkan semuanya menuju kamarnya. Raka tidak mau merusak momen kepulangan Kakaknya dengan perkelahian, jadi Raka lebih memilih pergi.
Sementara itu, Mommy Aqila dan Daddy Raffa berusaha menekan emosi dan bersikap tenang.
"Nak, ayo masuk dan duduk disini," seru Mommy Aqila.
"I--iya Tante," sahut Niken.
Edrik dan Niken pun duduk bersama Mommy Aqila dan Daddy Raffa.
"Maaf kalau boleh Tante tahu sejak kapan kalian berhubungan?"
"Kami----"
"Kurang lebih tiga bulanan Mommy, dan kami langsung memutuskan untuk segera menikah," sahut Edrik datar memotong pembicaraan Niken.
"Maaf, Mommy agak kurang enak badan, Mommy ke kamar dulu."
Mommy Aqila pun pergi meninggalkan mereka, Mommy Aqila saja merasa sakit bagaimana kalau Icha yang mengetahuinya.
"Edrik, bawa Niken ke kamar tamu biarkan dia istirahat, lagipula kamu juga capek kan pasti ingin istirahat? Daddy ke kamar dulu."
Tanpa menunggu jawaban dari Edrik, Daddy Raffa pun meninggalkan mereka berdua ada perasaan kecewa di hati Raffa karena Edrik pulang dengan seorang wanita.
"Ayo, aku antar kamu ke kamar tamu," seru Edrik dingin.
Niken hanya bisa mengikuti Edrik tanpa bicara sepatah kata pun.
"Ini kamar kamu, kalau kamu butuh sesuatu kamu bisa panggil ART."
"Iya, terima kasih."
Niken pun masuk ke dalam kamar tamu dan Edrik masuk ke dalam kamarnya sendiri.
Di dalam kamar, Mommy Aqila sedang menangis di ujung tempat tidurnya.
"Mommy."
"Daddy, Mommy tidak sanggup melihat reaksi Icha kalau tahu semua ini."
"Daddy juga bingung, Daddy ga habis pikir kok bisa-bisanya Edrik pulang dengan membawa wanita lain bukannya dia masih berhubungan dengan Icha? apa mungkin mereka sudah putus tanpa sepengetahuan kita," seru Daddy Raffa.
"Mommy juga ga tahu Dad, tapi yang jelas Mommy tidak setuju kalau Edrik menikah dengan Niken, Mommy sudah terlanjur sayang kepada Icha."
Daddy Raffa pun membawa istrinya ke dalam pelukkannya untuk menenangkan.
***
"Kok aku ga bisa tidur sih?" gumam Icha yang terus saja berguling-guling diatas kasurnya.
Pikiran Icha kembali menerawang mengingat pria yang selama ini sudah mengisi hatinya.
"Apa kamu baik-baik saja, Bang? aku sangat merindukanmu," gumam Icha.
Tanpa terasa airmata Icha pun jatuh, entah kenapa Icha punya firasat ga enak. Tapi Icha berusaha menepisnya, Icha percaya kepada Edrik kalau Edrik tidak mungkin mengkhianatinya.
Perlahan mata Icha pun terpejam dengan deraian airmata yang terus keluar dari mata indahnya itu.
👩⚕
👩⚕
👩⚕
👩⚕
👩⚕
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU