NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Ke Dunia Naruto

Reinkarnasi Ke Dunia Naruto

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Petualangan / Reinkarnasi / Fanfic / Tamat
Popularitas:109k
Nilai: 5
Nama Author: Orpheus

Naoto Raiden, seorang tentara yang tewas dalam konspirasi militer, bereinkarnasi ke masa perang klan di dunia Naruto sebagai bagian dari keluarga Senju. Namun, identitas aslinya jauh lebih agung: ia membawa darah murni Otsutsuki beserta mata Tenseigan yang legendaris.

Memilih untuk hidup santai namun tetap melindungi keluarga angkatnya, Raiden tumbuh sebagai kakak dari Hashirama dan Tobirama. Setelah melewati hibernasi panjang demi berevolusi di planet asing dan mengalahkan Momoshiki, ia kembali ke era Naruto dengan kekuatan yang melampaui dewa. Kini, dengan identitas sebagai suami Tsunade dan mentor rahasia bagi Naruto, Raiden bergerak di balik bayang-bayang untuk membersihkan Konoha dari kegelapan dan menghadapi ancaman klan Otsutsuki yang mulai mengintai bumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Orpheus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

unknown

Matahari baru saja menampakkan sinarnya di ufuk timur Konoha, namun ketenangan pagi itu hancur seketika oleh teriakan melengking dari kantor Hokage.

Tsunade berdiri di belakang mejanya dengan wajah pucat. Di depannya, Sakura menangis tersedu-sedu sambil menceritakan kejadian semalam di gerbang desa. Shizune tampak sibuk menenangkan Sakura sembari menyiapkan laporan darurat.

" Jadi... bocah Uchiha itu benar-benar pergi? " gumam Tsunade. Tangannya gemetar, bukan karena takut, tapi karena memikirkan betapa kacaunya situasi politik jika klan terakhir Uchiha membelot ke tangan Orochimaru.

Tiba-tiba, pintu ruangan terbuka perlahan. Raiden masuk dengan santainya, mengenakan jubah putih bersihnya yang berkilau. Di tangannya, ia memegang sebuah piring berisi roti bakar dan segelas susu hangat.

" Yo, Tsuna. Kenapa pagi-pagi sudah berteriak? Suaramu terdengar sampai ke dapur, kekeke " ucap Raiden sembari menggigit rotinya dengan nikmat.

Tsunade langsung menghambur ke arah Raiden dan memeluk lengannya erat-erat, mengabaikan keberadaan Sakura dan Shizune yang sedang terpaku. " Raiden! Sasuke pergi! Dia menyusul si ular itu semalam! Kenapa kau tidak memberitahuku?! "

Raiden menelan rotinya perlahan. Ia menatap Tsunade dengan tatapan datar. " Aku sudah tahu dia akan pergi sejak dia menatap mataku di danau kemarin. Bocah itu lebih memilih jalan pintas daripada harus menenangkan hatinya. "

" Kenapa kau tidak menghentikannya?! " seru Tsunade sembari memukul pelan bahu Raiden.

" Haisss... kau ini. Hidupnya adalah pilihannya sendiri. Jika aku menyeretnya pulang sekarang, dia hanya akan menjadi sampah yang penuh kebencian di dalam desa. Biarkan dia merasakan kerasnya dunia luar " sahut Raiden santai sembari mengelus kepala Tsunade.

Tsunade melepaskan pelukannya dan kembali ke mode Hokage. " Aku tidak bisa membiarkan aset desa jatuh ke tangan Orochimaru. Shizune! Panggil Shikamaru Nara sekarang juga! "

Tak lama kemudian, Shikamaru masuk ke ruangan dengan wajah malasnya. Namun, saat melihat Raiden berdiri di samping Tsunade, ia langsung menegakkan tubuhnya. Ia tidak lupa betapa mengerikannya tekanan cakra Raiden di Akademi kemarin.

" Mendokusai... Ada tugas apa pagi-pagi begini, Hokage-sama? " tanya Shikamaru.

" Sasuke membelot. Aku ingin kau membentuk tim genin untuk mengejarnya. Tidak ada chuunin atau jounin yang tersedia karena serangan kemarin, " perintah Tsunade dengan tegas.

Raiden yang sedang bersandar di tembok tiba-tiba angkat bicara. " Hei, rambut nanas. Pastikan kau membawa si bocah rubah itu. Dia satu-satunya yang punya cukup nyali untuk memukul sadar si Uchiha itu. "

Shikamaru melirik Raiden dengan ragu. " Raiden-sama... apakah Anda tidak akan ikut? Dengan kekuatan Anda, masalah ini selesai dalam sedetik. "

Raiden tertawa kecil, tawa yang terdengar sangat meremehkan. " Hahahaha! Kau bercanda? Aku tidak punya waktu untuk mengurusi drama anak kecil yang lari dari rumah. Aku punya urusan yang lebih penting... seperti menemani istriku sarapan. "

Tsunade merona hebat mendengar perkataan Raiden, namun ia tetap berusaha profesional. " Pergilah, Shikamaru! Itu perintah! "

Setelah Shikamaru keluar untuk mengumpulkan Naruto, Chouji, Kiba, dan Neji, Raiden hanya menggelengkan kepala. Ia tahu perjalanan mereka akan sangat berdarah.

Beberapa jam telah berlalu. Tim Shikamaru sudah terlibat pertempuran sengit dengan Empat Ninja Bunyi di tengah hutan. Di puncak sebuah tebing tinggi yang jauh dari jangkauan mata manusia, Raiden berdiri tegak. Matanya terbuka sedikit, memancarkan cahaya yang mampu menembus jarak puluhan kilometer.

" hmmmm... si gendut itu mulai menggunakan pil merahnya ya? Dan si pengguna bayangan itu... cukup cerdas juga" gumam Raiden.

Ia melihat Neji yang terkapar bersimbah darah setelah mengalahkan Kidomaru. Ia melihat Kiba yang terjatuh ke jurang. Raiden hanya diam, tangannya bersedekap di dada. Ia bisa saja berpindah tempat dalam sekejap dan menyembuhkan mereka semua, tapi ia memilih untuk tidak ikut campur.

' Jika aku membantu mereka sekarang, mereka tidak akan pernah tumbuh. Dunia ini kejam, dan mereka harus merasakannya sendiri' batin Raiden.

Tiba-tiba, sesosok cakra yang sangat pekat muncul di medan tempur. Sosok pria berambut putih dengan tulang-tulang yang keluar dari tubuhnya : Kimimaro.

" Hmmm... sisa terakhir klan Kaguya. Menarik. Tapi tubuhnya sudah hampir hancur karena penyakit" Raiden menyipitkan matanya.

Ia melihat bagaimana Lee dan Gaara kesulitan menghadapi Kimimaro. Hingga akhirnya, pertarungan berpindah ke Lembah Akhir, di mana Naruto dan Sasuke akhirnya berhadapan satu sama lain.

Hujan mulai turun membasahi Lembah Akhir. Patung Hashirama dan Madara berdiri tegak menjadi saksi bisu pertarungan antara dua sahabat itu.

Raiden kini melayang di atas awan, tepat di atas mereka. Ia melihat Naruto yang menggunakan cakra Kyuubi satu ekor dan Sasuke dengan Cursed Seal tahap kedua.

" Rasengan! " " Chidori! "

... BOOOOOOMMMM! ...

Ledakan energi hitam dan biru bertemu, menciptakan bola energi raksasa yang menghancurkan area sekitarnya. Saat debu mulai menghilang, terlihat Naruto yang pingsan dengan goresan di ikat kepalanya, sementara Sasuke berdiri terengah-engah di atasnya.

Sasuke menatap Naruto dengan pandangan kosong, lalu ia menatap ke arah langit. Untuk sesaat, ia merasa seolah ada seseorang yang sedang memperhatikannya dari balik awan.

" Pria berambut putih itu... apakah dia melihatku sekarang? " bisik Sasuke pelan. " Lihatlah... aku sudah memilih jalanku sendiri! "

Sasuke kemudian berbalik dan berjalan masuk ke dalam kegelapan hutan, meninggalkan sahabatnya yang tak berdaya.

Raiden yang berada di atas awan hanya mendengus pelan. Ia menjentikkan jarinya, dan sebuah pelindung cakra transparan menyelimuti tubuh Naruto yang pingsan agar tidak kedinginan atau diserang binatang buas sebelum Kakashi sampai.

" Dasar bocah-bocah keras kepala. Sejarah benar-benar mengulangi dirinya sendiri, " gumam Raiden.

Ia kemudian menghilang dari langit dan dalam sekejap sudah kembali berada di kantor Hokage, tepat di belakang Tsunade yang sedang gelisah menunggu kabar.

" Mereka gagal, Tsuna, " ucap Raiden pelan sembari memegang bahu istrinya.

Tsunade tersentak dan berbalik. " Raiden! Kau... kau melihatnya? Apa mereka baik-baik saja?! "

" Mereka hidup. Tapi si Uchiha itu sudah pergi ke pelukan si ular. Jangan sedih, setidaknya sekarang kau punya alasan untuk melatih si bocah rubah itu lebih keras lagi, fufufu, " Raiden menarik Tsunade ke dalam pelukannya, mencoba menenangkan hati sang Hokage yang sedang gundah.

Tsunade menyandarkan kepalanya di dada Raiden, air mata sedikit menetes di sudut matanya. " Desa ini... benar-benar penuh dengan penderitaan. "

" Itulah sebabnya aku di sini, Sayang. Untuk memastikan penderitaan itu tidak menyentuhmu lebih dalam lagi, " bisik Raiden sembari mencium kening Tsunade di tengah keheningan malam Konoha yang berduka.

1
Kasma Wati
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
agustinus noya
lagi dong Thor
agustinus noya
lagi yang bayak Thor biyar seruh baca Thor 🙏🙏🙏
agustinus noya
lanjut Thor yang banyak
anonim: nanti malem akan saya lanjut🙏 sekarang lagi mikir 😄
total 1 replies
Klarasya
lanjutt thorr
Fatur Fatur
cepat bantai musuhnya thor dan serap kekuatan musuhnya thor
muhammad farhant
lanjut Thor
Kei O'Conner
lanjut
Nekofied「ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ」
bebas 🤷🏻 mau bikin baru pun boleh
Axel
alur ceritanya bagus walaupun ini novel di buat iseng, tapi alur ceritanya gak ngasal
Lorenzo Leonhart: buat kakak yg suka tema Isekai , mari mampir kak ke novelku 🙏🏻
total 1 replies
Poetra S
lanjut aja thor,tapi dengan alur yg lebih fresh,kalau bisa ya alur nya sangai jangan kecepetan,pasti nya juga banyak yg baca nanti nya
Lorenzo Leonhart: ayo kak, sambil nunggu ini lanjut, mampir yuk ke novel ku 🙏
total 3 replies
muhdzulfitri Bacik
bila lanjutnya
Muhammad Rizki
Luar biasa
Brayen Meilano
Thor, kok gak up up sih, gak sabar baca lanjut nya
anonim: udah lupa kalau saya punya novel ini hehehe maap
total 1 replies
Brayen Meilano
yang ORI nya di Mana thor
Aby Satya
lanjut Thor
.
authornya sesad🗿🗿
Yor Forger.
Raiden&Tsunade🔥❤️
Yor Forger.
malam pertama Raiden dan Tsunade👩‍❤️‍💋‍👨🌃❤️🔥🗿
Nizam Zainudin
lanjut thor semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!