Seorang gadis kecil,harus menerima nasib buruk ketika ibu nya tiada.Sebut saja namanya Melisa gadis malang yang di asing kan ke luar negeri oleh Danu ayah nya sendiri ketika usia nya baru beranjak lima tahun.
Setelah beberapa minggu ibu nya meninggal,ayah nya memutuskan untuk menikah lagi dengan selingkuhan nya yang sudah mempunyai anak.
Di luar negeri,Melisa sendiri diurus oleh bibi nya yang bernama Rosa sekaligus sahabat ibu nya.
Setiap hari ingatan Melisa selalu membayangkan kejadian saat ibu nya tewas di bunuh.
Jangan lupa baca karya ku ya🙂
Jangan lupa Like Vote Rate and Comment
terimakasih.
Karya ini diterbitkan atas izin mangaToon Wiyola, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili MangaToon sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ༂𝑾𝒊𝒚𝒐𝒍𝒂❦ˢQ͜͡ᵘⁱᵈ༂, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 28
Malam berganti tugas,pagi ini Hana menyuruh semua pembantu nya untuk membereskan pakaian Danu ke dalam koper lalu setelah itu membawa nya keluar rumah.
"Ada apa ini?ada apa ini?ken"tanya Danu bingung.
"Maaf pak,ini perintah ibu Hana menyuruh kami untuk menyingkirkan semua pakaian bapak."ucap salah satu yang membawa koper keluar.
"Apa....?"kaget Danu.
"Iya,semua atas perintah ku.Karena kita akan bercerai sebentar lagi"seru Hana tiba-tiba datang.
Terjadilah perseteruan antara mereka di teras rumah.
"Hana...apa yang kau lakukan."tanya Danu mendekat.
"Apakah kau tidak ingat ucapan malam tadi?s!sekarang pergilah dari rumah ku.Aku tidak ingin melihat mu lagi!"pinta Hana dengan mata berkaca-kaca.
"Hana....pikirkan lagi dengan keputusan mu!bagaimana dengan nasib anak kita?"ucap Danu.
"Kau saja tidak memikirkan kami berdua.Lalu untuk apa?cepat pergilah!aku tidak ingin melihat mu lagi!"teriak Hana.
Rosa yang baru saja datang tiba-tiba kebingungan menyaksikan perseteruan mereka.
"Kenapa mereka,apakah mereka bercerai?"batin Rosa.
"Ayah....ayah....tunggu....."teriak Melisa.
"Melisa...."
Hana dan Danu menoleh ke arah Melisa yang berlari sambil menangis.
"Ayah....jangan pergi...."tangis Melisa,Danu mengendong nya.
"Maafkan ayah Melisa,ini semua kesalahan ayah!"ucap Danu sendu.
"Ayah mau kemana....Disini saja!"pinta Melisa.
"Tidak Melisa ayah harus pergi ayah memang panas mendapat hukuman seperti ini."ujar Danu.
"Melisa ayo sini sama ibu!"kata Hana langsung mengambil Melisa dari dalam pelukan Danu.
Melisa menangis tak henti nya ketika melihat ayah nya yang akan pergi.Hana pun menyuruh Rosa agar membawa Melisa ke dalam.Dengan terpaksa Rosa mengiyakan ucapan Hana dan membawa Melisa masuk ke dalam ke rumah.
Dengan mata berkaca-kaca Danu melihat anak nya yang menangis.
"Baiklah kalau itu mau mu Han!aku akan pergi dari rumah ini sekarang!"ucap Danu.
"Sekarang semua perusahan aku yang akan memegang.Kau pergilah bersama selingkuhan dan anak mu itu!"ujar Hana.
Danu hanya diam menunjukan orang yang tidak bisa berkata apa-apa.
"Haha...rupanya selama ini kau memakai uang ku untuk menghidupi selingkuhan mu itu.Kau juga memberikan nya rumah mewah dan fasilitas mewah lain nya!"geram Hana.
"Tidak apa,anggap saja sedekah!sekarang aku tidak punya banyak waktu.Pergilah dari rumah ini,aku tidak ingin melihat mu lagi."usir Hana lalu masuk ke dalam rumah.
Danu menitihkan air mata.Dengan berat hari Danu lalu melangkah pergi dari rumah tersebut dengan membawa koper.
Sedangkan sekarang Hana menghampiri Melisa yang sedang menangis atas kepergian ayah nya.Melihat Hana datang, Rosa langsung menyerahkan Melisa ke tangan Hana.
"Melisa maafkan ibu ,semua ini demi kebaikan kita berdua nanti nak!"ujar Hana menangis.
"Ibu ayah mau kemana...?"tanya Melisa yang tak tau arti.
"Ayah....ayah mu pergi jauh!dia sudah mengkhianati kita berdua sayang."jelas Hana pilu.
"Ibu janji,ibu akan merawat mu dengan penuh kasih sayang nanti."tutur Hana memeluk anak nya.
Selang beberapa saat,Hana dan Rosa mengobrol berdua di teras kolam renang.
"Apa...kalian sudah bercerai?"kaget Rosa.
"Iya,akulah yang menceraikan nya!"ujar Hana.
"Apakah ini kesempatan bagiku?"batin Rosa.
"Dia sudah tidak pantas lagi untuk di pertahankan."ungkap Hana.
"Rosa kenapa kau malah termenung?"tanya Hana.
"Aaa....tidak Hana.Aku hanya kaget saja mendengar nya."ucap Rosa.
Hana mulai kembali menangis mengingat nya.Rosa mencoba menenangkan sahabat nya itu.
"Aku tahu semua ini sangat berat bagi mu.Sabar yah!pasti semua akan berjalan baik-baik saja."lontar Rosa.
"Aku akan selalu ada di samping mu dan anak mu untuk menemani mu,jadi jangan khawatir."ujar Rosa mengelus Hana.
"Terimakasih Rosa....selama ini kaulah yang pengertian padaku."lirih Hana.
"Iya sama-sama.Lagian aku juga sudah menganggap mu sebagai keluarga ku sendiri."jelas Rosa tersenyum.
Lanjut
kasihan melisa,
bapak nya terlalu di butakan wanita sampah