NovelToon NovelToon
Permaisuri Gendut

Permaisuri Gendut

Status: tamat
Genre:Fantasi Isekai / Time Travel / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Cinta Istana/Kuno / Tamat
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: ANWi

Tiara Mo akan menghadiri kompetisi tinju tahunan, namun dalam perjalanan ia mengalami kecelakaan dengan truk tangki minyak , saat sadar ia sudah menempati tubuh permaisuri 200kg.

" APA APA INI ! APA PEMILIK TUBUH ASLI TIDAK BISA MENAHAN RASA LAPAR !" Pekik tiara mo kesal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23 : Pasukan Mawar Berduri

​Debu beterbangan di halaman belakang Paviliun Teratai yang kini telah diubah total menjadi kamp pelatihan militer mini. Suara teriakan instruksi dan debuman tubuh yang jatuh ke tanah terdengar ritmis. Di tengah lapangan, Lin Yue berdiri dengan pakaian latihan hitam yang pas di tubuhnya, memperlihatkan siluet atletis yang kokoh—hasil dari transformasi gila yang ia jalani.

​Di depannya, tiga puluh pelayan wanita, termasuk Mei Mei yang dulu gemetaran, kini berdiri dengan kaki kokoh dan tangan mengepal. Mereka tidak lagi memegang nampan teh atau alat rias, melainkan tongkat kayu berat dan belati tumpul.

​"Kalian pikir karena kalian wanita, musuh akan kasihan?" suara Lin Yue

menggelegar, dingin dan menusuk. "Di medan perang, gender hanyalah label. Pukulanmu tidak akan ditanya apakah berasal dari tangan halus atau kasar. Yang penting adalah: apakah pukulan itu menjatuhkan lawan atau tidak!"

​Lin Yue berjalan mendekati Mei Mei. "Mei Mei, serang aku!"

​Mei Mei ragu sejenak, namun melihat kilatan mata Lin Yue yang tak kenal ampun, ia menerjang dengan tongkatnya. Dengan gerakan bob and weave khas petinju kelas dunia, Lin Yue menghindari serangan itu dengan gerakan kepala yang minimal, lalu mengirimkan serangan telapak tangan ke arah bahu Mei Mei hingga gadis itu terjajar mundur.

​"Jangan gunakan matamu saja, gunakan instingmu!" teriak Lin Yue. "Pasukan ini bukan hanya untuk bertarung. Kalian adalah 'Mawar Berduri'. Kalian akan menyusup ke sarang pemberontak, menjadi mata-mata, dan jika perlu, menjadi algojo di dalam selimut."

​Xiao Xiao, yang kini menjadi tangan kanan Lin Yue, mencatat perkembangan setiap orang. "Yang Mulia, ada laporan dari intelijen. Mantan Jenderal Wu, kaki tangan setia Long Wei, telah mengumpulkan hampir lima ribu prajurit di perbatasan utara. Mereka menyebarkan propaganda bahwa Anda adalah penyihir yang mengendalikan Kaisar dengan obat-obatan."

​Lin Yue tertawa sinis. Ia menyeka keringat di dahinya dengan lengan baju. "Penyihir? Lucu sekali. Biarkan mereka bicara. Sementara mereka sibuk berpidato tentang moralitas, kita akan mengirimkan 'hadiah' untuk mereka."

​Malam harinya, Han Shuo mengunjungi paviliun. Ia terpaku melihat perubahan suasana di sana. Paviliun yang dulunya penuh dengan bau makanan berlemak kini berbau minyak senjata dan keringat latihan.

​"Kau benar-benar akan mengirim mereka ke perbatasan?" tanya Han Shuo, menatap Mei Mei yang sedang mengasah belati di pojok halaman.

​"Pria sering meremehkan apa yang bisa dilakukan wanita di balik pintu tertutup," jawab Lin Yue sambil menyerahkan secangkir teh herbal pada Han Shuo.

"Jenderal Wu sangat sombong. Dia suka berpesta dan dikelilingi wanita cantik. Itu adalah lubang di baju besinya, dan aku akan menusukkan jarum tepat di sana."

​Han Shuo duduk di samping Lin Yue, menatap bulan yang kini berwarna perak normal. "Aku khawatir, Lin Yue. Jika identitas unit ini terbongkar, mereka akan dieksekusi dengan cara yang sangat kejam."

​Lin Yue meletakkan tangannya di atas tangan Han Shuo. "Itu sebabnya aku melatih mereka lebih keras dari prajurit pria. Mereka bukan korban, Han Shuo. Mereka adalah wanita-wanita yang pernah diinjak oleh sistem lama, sama sepertiku. Mereka punya alasan lebih besar untuk menang daripada para tentara bayaran Wu."

​Lin Yue menatap mata Han Shuo dengan intens. "Besok, aku sendiri yang akan memimpin kelompok pertama untuk menyusup ke garis depan. Aku perlu melihat dengan mataku sendiri seberapa kuat Jenderal Wu ini."

​"Tidak!" Han Shuo berdiri dengan cepat.

"Kau adalah Permaisuri. Kau tidak bisa mempertaruhkan nyawamu di garis depan." Tanpa sadar ia berkata begitu. Status Lin Yue sekarang memang masih abu abu, mereka menunggu keputusan peradilan hukum untuk penobatan nanti.

​"Aku adalah petarung, Han Shuo. Tahta ini membosankan jika aku hanya duduk dan mengatur selir," Lin Yue bangkit, berdiri sangat dekat dengan Han Shuo hingga napas mereka bersentuhan. "Percayalah padaku. Aku telah mengalahkan raksasa Barat dan kaisar palsu. Seorang jenderal tua yang gemar mabuk bukan tandinganku."

​Han Shuo menghela napas panjang, menyadari bahwa ia tidak bisa menghentikan api yang membakar di dalam jiwa Lin Yue. Ia menarik Lin Yue ke dalam pelukannya, sebuah pelukan yang penuh dengan rasa protektif namun juga penghormatan yang dalam.

​"Kembalilah dengan selamat. Jika kau terluka, aku bersumpah akan meratakan seluruh perbatasan utara dengan tanganku sendiri," bisik Han Shuo di telinga Lin Yue.

​Lin Yue tersenyum licik. "Jangan khawatir. Aku membawa tinju masa depan ke jaman ini. Jenderal Wu tidak akan tahu apa yang menghantam rahangnya."

​Fajar berikutnya, sepuluh wanita berbaju hitam, dipimpin oleh Lin Yue yang mengenakan pakaian pengelana pria, menghilang ke arah utara. Di istana, kabar resmi mengatakan bahwa Permaisuri sedang menjalani "ritual doa" di kuil terpencil. Namun di medan perang, legenda baru tentang "Hantu Cantik dari Tang" mulai lahir.

​***

Happy Reading ❤️

Mohon Dukungan untuk :

• Like

• Komen

• Subscribe

• Follow Penulis

Terimakasih❤️

1
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩
mampir kak
ANWi: makasi udah mampir kaka cantik ~
total 1 replies
Erlina Ibrik
Berarti Han shuo adalah Putra mahkota atau Kaisar yang sesungguhnya..?
🧐
Erlina Ibrik
Semangat Author , awal cerita keliatan menarik 👍
ANWi: terimakasih sudah mampir kak erlina ~
total 1 replies
sahabat pena
happy ending... di tunggu karya baru nya Kak💪💪💕
sahabat pena: Sama-sama Kak
total 2 replies
sahabat pena
pilihan yg terbaik adalah mengikuti kata hati mu tiara mo. semangat lanjut Kak 💪💪💪
sahabat pena: sama sama kak
total 2 replies
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪
ANWi: siap kakak cantik~
total 1 replies
Sribundanya Gifran
lanjut
Sribundanya Gifran
lanjut thor
ANWi: siap kak, terimakasi sudah mampir~
total 1 replies
sahabat pena
kurang waspada
ANWi: iya nih Lin Yue ga fokus , kenapa ya~
total 1 replies
sahabat pena
jangan bilang jodoh nya permaisuri itu han suo lagi? 🤣🤣🤣🤣
ANWi: waduh~
total 1 replies
sahabat pena
lanjut kak💪💪💪😘
sahabat pena
part awal masih penasaran. lanjut kak💪💪💪
sahabat pena: sama sama trs semangat kak💪💪💪
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!