Adult Romance ; 21+
***
"Pak Devian? Bapak ngapain di sini? Ini kamar saya!"
"Saya akan puasin kamu malam ini! Dan kamu juga harus puasin saya!" saut pria itu diakhiri dengan tawanya
***
Berawal karena salah masuk kamar akibat mabuk berat, sampai akhirnya melakukan suatu hubungan terlarang yang menyebabkan mereka terpaksa harus menikah tanpa didasari oleh rasa cinta. Ya, novel ini menceritakan tentang Amanda Caroline dan Devian Abraham.
Amanda adalah seorang perempuan cantik yang baru saja bekerja di salah satu perusahaan terbesar di Asia, dimana perusahaan itu sendiri dipimpin oleh seorang pria tampan yang kaya raya namun memiliki sifat yang sangat dingin dan tegas, bernama Devian.
Bagaimana kelanjutan kisah hidup mereka setelah menikah? Apakah benih-benih cinta akan muncul dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu? Yuk simak novel "Married by Accident with CEO" ❤️❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kinderjoy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PART 28
Hallo semuanya! Terimakasih banyak ya udah mau klik & baca novel ini, semoga kalian suka! Happy reading❤️🌼
°°°°°°°°°°
Tiba-tiba saja ada yang menghampiri Amanda dan Devian, mereka pun segera menoleh ke arah sumber suara itu.
"Pak Kelvin?!" ucap Amanda kaget
"Kenapa Amanda? Kaget banget kayanya pas tau ada saya di sini," tanya Kelvin
"Mampuss gue! Pak Kelvin denger gak ya sama omongan gue tadi," ucap Amanda dalam hati
"Kalian cocok kok, Devian Abraham dan Amanda Caroline. Sama-sama abis ditinggal sama orang yang disayang ya?" ledek Kelvin diakhiri dengan tawanya
Devian sangat kesal, ia sangat murka dengan ucapan yang keluar dari mulut Kelvin, ingin rasanya ia memukul Kelvin dengan kencang, namun apa daya? Ia tak bisa melakukannya, apa lagi di tempat seperti itu.
"Udah ah mau pergi aja, mau ngebiarin sad boy dan sad girl ini berduaan. Semoga kalian langgeng ya," ucap Kelvin lalu pergi begitu saja
"Ih! Gue gak nyangka deh kalo Pak Kelvin bisa sejahat itu!" kesal Amanda, "Pak Devian! Bapak gak ada niatan mau pecat dia gitu?" lanjutnya
Devian menggelengkan kepalanya, sedangkan Amanda sangat bingung, ada alasan apa dibalik semua itu.
"Kenapa? Kok ngga sih? Dia udah ngerendahin Bapak kaya gitu loh, sementara dia sendiri tuh posisinya tau kalo Bapak pemilik perusahaan tempat dia kerja! Ayolah Pak, pecat aja, Bapak gak takut emangnya kalo dia berbuat yang aneh-aneh sama perusahaan Bapak?" tanya Amanda panjang lebar
"Saya selalu membelakangi urusan pribadi saya dibanding urusan perusahaan saya. Kelvin udah kerja selama 3 tahun di perusahaan saya, dan 1 tahun ini dia yang udah buat kurva perusahaan jadi meningkat, dan dia juga udah tanda tangan kontrak di perusahaan. Jadi saya gak bisa mecat dia gitu aja," jelas Devian
Amanda menghembuskan nafasnya dengan kasar, "Tapi Bapak sendiri yang bilang sama saya kalo attitude itu penting," ucapnya
Devian tak menjawabnya, ia malah pergi meninggalkan Amanda.
"Dasar gak jelas!"
Amanda berjalan menyusul Devian dan mereka pun kembali bermain, Amanda dan Devian juga membeli beberapa makanan yang ada di sana.
"Pak, temenin saya naik itu yuk!" ucap Amanda sambil menunjuk
"Hah? Ngga ah, itukan buat anak kecil," ucap Devian
"Ihh gapapa tau Pak," ucap Amanda, "Ayoooo," lanjutnya sambil menarik tangan Devian
"Ngga mau Amanda! Kamu aja sendiri sana," ucap Devian
"Cemen! Lagian malu sama siapa sih? Disini tuh gak ada yang kenal sama Bapak," ucap Amanda
"Kata siapa?" tanya Devian
"Kata saya barusan, baru aja selesai ngomong, Bapak gak denger?" saut Amanda
Devian pun menghela nafasnya, "Kamu kalo mau naik ya naik aja sendiri," ucapnya lalu ia duduk di bangku kecil
"Yaudah, bye! Awas nyesel."
Amanda langsung saja menuju ke wahana permainan yang ia inginkan. Ia mengantri dan mulai naik ke atas wahana itu. Amanda sangat senang, terlihat jelas dari wajahnya.
Sementara Devian hanya memperhatikan Amanda dari kejauhan, "Nda, saya akan bantu kamu buat bales Kelvin," ucapnya dalam hati
Setelah selesai menaiki wahana itu, Amanda kembali berlari untuk mendekat ke Devian.
"Gimana anak kecil? Seneng?" tanya Devian sambil mengelus kepala Amanda
Amanda yang mendapat perlakuan itu pun sangat terkejut, "Hah?! Pak Devian....." ucapnya dalam hati
"Udah puas belum?" tanya Devian lagi
"U-udah Pak udah, ayo kita pulang," ucap Amanda
"Oke ayo," saut Devian, "Oiya, tadi pas kamu lagi naik wahana itu, saya beliin kamu gulali. Sebagai pengganti gulali punya kamu yang tadi udah saya makan," lanjutnya sambil menyodorkan gulali yang sangat besar
"Hahhhh? Gak usah Pak gapapa kok," ucap Amanda
"Terima aja," ucap Devian
Amanda pun menerimanya, "Makasih ya Pak," ucapnya
"Sama-sama. Yuk kita pulang," ajak Devian
"Pulang? Jauh banget," ledek Amanda
"Maksud saya ke resort," ucap Devian
"Ohhh hehehe tapi ini masih jam setengah 6 sih Pak," ucap Amanda
"Yaa gapapa, mau ikut gak? Saya udah capek," tanya Devian
"Maulahh, kan belanjaan saya di mobil Bapak semua," jawab Amanda
"Ya udah cepet." Devian langsung berjalan begitu saja meninggalkan Amanda, Amanda pun mengikuti Devian dari belakang
°°
Sesampainya di parkiran resort, Amanda langsung mengeluarkan beberapa belanjaannya, sedangkan Devian langsung pergi begitu saja.
"Bantuin kek, dasar cowo gak bertanggungjawab!" Amanda pun akhirnya membawa beberapa belanjaannya itu sendiri ke dalam kamarnya.
Sesampainya di kamar, Amanda langsung merebahkan badannya di kasur, lalu ia mengeluarkan handphonenya dari dalam sling bag, tiba-tiba saja ia ingin melihat beberapa foto yang sudah ia ambil hari ini. Saat sedang asik melihat-lihat, Amanda menemukan 1 foto, foto itu adalah foto dirinya dan Devian saat di taman bermain tadi.
Amanda terdiam sejenak, berfikir, mengapa bisa ia sedekat ini dengan Devian, sosok CEO di perusahaannya yang sangat galak, kaku, tegas, dan juga menyebalkan. Bahkan, Amanda teringat dengan kejadian yang sudah ia alami dengan Devian tadi malam.
Ia langsung memegangi perutnya, "Semalem gue sama Pak Devian ngelakuin hubungan badan, dan dia ngeluarin itu semua di dalem badan gue, gue masih inget banget rasanya kaya apa. Kalo gue hamil anaknya Pak Devian gimana ya?" ucapnya
Amanda sangat pusing memikirkan hal itu, terlebih lagi jika ia memang benar-benar hamil, cara apa yang akan ia lakukan untuk memberi tahunya kepada Ayah, Bunda, dan juga Kakaknya.
Akhirnya Amanda memutuskan untuk mandi karena badannya sudah sangat lengket akibat keringat yang bercucuran selama ia bermain wahana tadi.
Setelah mandi, Amanda langsung memakai masker di wajahnya karena ia merasa warna kulit di wajahnya sudah mulai kusam.
"Efek main seharian nih, jadi dekil gini."
Saat masker itu sudah menempel dengan baik di wajah Amanda, ia pun segera membaringkan badannya di kasur lalu membuka beberapa sosial medianya. 10 menit kemudian, ada yang mengetuk pintu kamar Amanda.
"Ihh siapa sih ribet banget," ucap Amanda, "Jangan-jangan makan malem kali ya? Jadi disuruh ke resto," lanjutnya
Ia pun segera menghampiri pintu kamar dan membukanya. Namun ternyata orang itu adalah...
"Pak Devian?" tanya Amanda
"Lagi ngapain sih? Lama banget," tanya Devian balik
"Lagi pake masker, Pak. Emangnya Bapak gak liat?"
"Amanda!!!" kesal Devian
"Hehehe sorry, Pak. Oiya, ada perlu apa?" tanya Amanda, "Makan malem ya, Pak?" lanjutnya
"Saya mau ajak kamu pergi," jawab Devian
"Amanda langsung membelalakan matanya, "Hah? Pergi? Pergi kemana, Pak?" tanyanya
"Bisa gak kalo kamu tuh gak usah banyak tanya? Saya capek," jawab Devian
"Yaaa kalo Bapak capek, Bapak istirahat aja di kamar, tidur. Seharian Bapak abis ngerjain saya loh tadi," sindir Amanda
"Hapus masker kamu, ganti baju, terus ikut saya. Saya tunggu di parkiran 10 menit lagi. Kalo telat, posisi kamu di perusahaan saya bakal terancam," suruh Devian
"Bapak mau pecat saya?" tanya Amanda dengan hati-hati
"Iya! Inget, 10 menit."
Devian langsung pergi begitu saja, ia meninggalkan kamar Amanda menuju ke parkiran terlebih dahulu.
"Ih kenapa si ya tuh orang?" tanya Amanda pada dirinya sendiri
"Inget, 10 menit."
"Inget, 10 menit."
Kata-kata Devian terngiang-ngiang di telinga Amanda, ia pun segera masuk ke dalam kamar dan menuju ke kamar mandi untuk menghapus masker yang menempel di wajahnya.
°°°°°°°°°°
Alhamdulillah part 28 selesai! Terimakasih sudah mau baca sampai kalimat terakhir❤️ Aku juga mau minta tolong untuk like, comment, dan juga vote yah! Biar aku tambah semangat buat lanjutin ceritanya❤️
...Facebook : Kinderjoy Estrin...
...Instagram : kinderjoy_estrin...